Author Topic: Tidak boleh cerai alasan apapun...!!!  (Read 389 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

August 30, 2018, 10:34:57 PM
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 1
  • Denominasi: Protestan
Bahkan dgn Alasan Zinah/Selingkuh sekAlipun???
Istri saya selingkuh 3 kali, 3 kali juga saya maafkan.Tapi tidak ke 4 kali.!!saya tidak memberikan dia ijin tinggal di rumah lagi, saya minta dia pulang k orng tuanya, tpi karna dia tidak mau pulang, maka saya mencarikan dia Kos2an dan saya yg bayar!!!saya mulai berpikir untuk menceraikan dia, namun karna desakan2 dri hamba2 Tuhan saya tidak boleh ceraikan istri saya, akhirnya setelah pisah selama 1 bulan saya mencoba berusaha membangun hub kembali dgn dia saya telpon dia dan menyampaikan kalau saya menerima dia lagi,asalkan dia mau benar2 bertobat,dia kemudian menangis dan berterima kasih mau memaafkan dan beri dia kesempatan lagi waktu itu selesai menelpon jam 22:00
 Disisi lain hati saya tidak damai untuk menerima dia lagi karna selama 1 bulan pisah dia bukannya menyesal tpi lebih gila lagi gonta ganti laki2 hanya untuk sex bebas bukan karna ada perasaan suka atau cinta blum lagi orang tua saya tidak akan menerima saya lagi sebagai anak kalau mau menerima istri saya,jika saya bersih keras ayah saya mengancam di depan ibu saya kalau dia yg akan menceraikan ibu saya...!hal itu membuat saya datang sama Tuhan berdoa penuh kehancuran hati meminta petunjuk sama Tuhan ,apakah keputusan saya untuk menerima dia kembali sudah benar atau tidak? Saya minta jwbn Malam itu juga dri Tuhan, karna besok istri saya akan kembali dengan saya lagi.
Selesai Doa sya merasa sangat Damai dan bahagia karna sudah memaafkan dia dan akan kembali lagi membangun hub dri awal karna kami blum di karunia anak.perasaan itu membuat saya sangat kangen ingin berbicara lagi dgn dia lewat tlpon. Saat itu selasai doa jam menunjukan pukul 23:00 sekitar 1 jam lalu saya telpon dia.saya berpikir di belum tidur karna memang kami biasanya tidur di atas jam 11 mlm akhirnya saya menelpon dia saat itu juga.Dari jam 11 mlm -  03 pagi hp tidaj di angkat, sampai akhir di angkat oleh seorng laki2 dan jawabannya : Heiii Pen**** jgn ganggu2 orng lagi senang!!!!!
Laki2 itu memaki saya karna mengganggu meraka lagi berhubungan sex... Itu akhirnya membuat saya benar murka dan akhirnya mengambil keputusan untuk cerai menurut saya itu adalah konfirmasi dari Tuhan atau jawaban doa Saya,,,namun karna kesibukan 2 tahun berlalu saya blum sempat mengurus perceraian, hingga akhirnya saya di panggil Tuhan dalam Sekolah missionaris 6 bulan,, di sekolah itu pula saya di desak untuk kembali memaafkan dan menerima istri saya kembali... Penuh pejuangan untuk benar2 mau memaafkan dia, namun karna anugerah Tuhan saya Akhirnya dgn tulus hati mau benar2 memaafkan dia, hingga akhirnya saya mencari cara unntuk mencari kontaknya dan menelepon dia,,,
Singkat cerita saya menelpon dia,saya basibasi tanya kabar sebelum utakan isi hati kemudia dia langsung mematong pembicaraan ..
Kenapa blum urus cerai, kapan di urusnya, slx pacar saya sudah marah...!!!
Ternyata sudah setahun lebih dia dan pacarnya yg baru tinggal Satu rumah,..
Dan dia sangat menginginkan untum segera bercerai,bagaimna mungkin saya mau panggil dia balikan lagi?
Sedikit tambahan pada tahun ke dua pernikahan kami dia sempa hamil tpi hamilnya di luar kandung atau hamil anggur saat itu dia di operasi  dan salah satu tempat produksi sel telonya sudah di potong karna rusak, sehingga doktor menyimpulkan klau dia sulit untuk hamil lagi,,, padahal itu adalhan sangat oenting buat saya dan orng tua,,,
Mohon petunjuk saudara, apakah perceraian ini layak atau tidak sama sekali?
August 30, 2018, 11:33:27 PM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1397
Bahkan dgn Alasan Zinah/Selingkuh sekAlipun???
Istri saya selingkuh 3 kali, 3 kali juga saya maafkan.Tapi tidak ke 4 kali.!!saya tidak memberikan dia ijin tinggal di rumah lagi, saya minta dia pulang k orng tuanya, tpi karna dia tidak mau pulang, maka saya mencarikan dia Kos2an dan saya yg bayar!!!saya mulai berpikir untuk menceraikan dia, namun karna desakan2 dri hamba2 Tuhan saya tidak boleh ceraikan istri saya, akhirnya setelah pisah selama 1 bulan saya mencoba berusaha membangun hub kembali dgn dia saya telpon dia dan menyampaikan kalau saya menerima dia lagi,asalkan dia mau benar2 bertobat,dia kemudian menangis dan berterima kasih mau memaafkan dan beri dia kesempatan lagi waktu itu selesai menelpon jam 22:00
 Disisi lain hati saya tidak damai untuk menerima dia lagi karna selama 1 bulan pisah dia bukannya menyesal tpi lebih gila lagi gonta ganti laki2 hanya untuk sex bebas bukan karna ada perasaan suka atau cinta blum lagi orang tua saya tidak akan menerima saya lagi sebagai anak kalau mau menerima istri saya,jika saya bersih keras ayah saya mengancam di depan ibu saya kalau dia yg akan menceraikan ibu saya...!hal itu membuat saya datang sama Tuhan berdoa penuh kehancuran hati meminta petunjuk sama Tuhan ,apakah keputusan saya untuk menerima dia kembali sudah benar atau tidak? Saya minta jwbn Malam itu juga dri Tuhan, karna besok istri saya akan kembali dengan saya lagi.
Selesai Doa sya merasa sangat Damai dan bahagia karna sudah memaafkan dia dan akan kembali lagi membangun hub dri awal karna kami blum di karunia anak.perasaan itu membuat saya sangat kangen ingin berbicara lagi dgn dia lewat tlpon. Saat itu selasai doa jam menunjukan pukul 23:00 sekitar 1 jam lalu saya telpon dia.saya berpikir di belum tidur karna memang kami biasanya tidur di atas jam 11 mlm akhirnya saya menelpon dia saat itu juga.Dari jam 11 mlm -  03 pagi hp tidaj di angkat, sampai akhir di angkat oleh seorng laki2 dan jawabannya : Heiii Pen**** jgn ganggu2 orng lagi senang!!!!!
Laki2 itu memaki saya karna mengganggu meraka lagi berhubungan sex... Itu akhirnya membuat saya benar murka dan akhirnya mengambil keputusan untuk cerai menurut saya itu adalah konfirmasi dari Tuhan atau jawaban doa Saya,,,namun karna kesibukan 2 tahun berlalu saya blum sempat mengurus perceraian, hingga akhirnya saya di panggil Tuhan dalam Sekolah missionaris 6 bulan,, di sekolah itu pula saya di desak untuk kembali memaafkan dan menerima istri saya kembali... Penuh pejuangan untuk benar2 mau memaafkan dia, namun karna anugerah Tuhan saya Akhirnya dgn tulus hati mau benar2 memaafkan dia, hingga akhirnya saya mencari cara unntuk mencari kontaknya dan menelepon dia,,,
Singkat cerita saya menelpon dia,saya basibasi tanya kabar sebelum utakan isi hati kemudia dia langsung mematong pembicaraan ..
Kenapa blum urus cerai, kapan di urusnya, slx pacar saya sudah marah...!!!
Ternyata sudah setahun lebih dia dan pacarnya yg baru tinggal Satu rumah,..
Dan dia sangat menginginkan untum segera bercerai,bagaimna mungkin saya mau panggil dia balikan lagi?
Sedikit tambahan pada tahun ke dua pernikahan kami dia sempa hamil tpi hamilnya di luar kandung atau hamil anggur saat itu dia di operasi  dan salah satu tempat produksi sel telonya sudah di potong karna rusak, sehingga doktor menyimpulkan klau dia sulit untuk hamil lagi,,, padahal itu adalhan sangat oenting buat saya dan orng tua,,,
Mohon petunjuk saudara, apakah perceraian ini layak atau tidak sama sekali?
Bro jawaban doamu adalah "Panggilan-Nya" sekaligus memafkannya...bukan untuk menceraikan...
Apakah memaafkan berarti harus bersatu kembali ?...bisa juga hidup terpisah tetapi tidak ada surat cerainya (kamu maafkan dia) dan teruskan "Panggilan" kamu itu...khan enak bisa lebih fokus bro...
Sebaiknya Bro memakai ukuran" dari "Atas" bukan ukuran" dunia...karena untuk itulah sebenarnya Bro dipanggil untuk melayani-Nya....

Salam Damai Bro...
Tuhan memberkati...
September 02, 2018, 02:14:05 PM
Reply #2
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 303
  • Denominasi: Katolik
Turuti nasehat orangtuamu. Ceraikan istrimu itu. Orangtuamu lebih penting dari istrimu.
Istri yang tidak tahu diri seperti itu tidak patut dipertahankan. Apalagi anda cukup sudah bersabar. Jadilah lelaki yang mempunyai harga diri. Jangan mau dipermainkan istrimu itu.
Ingat juga masa depan anak-anakmu yang bisa mencontoh perbuatan ibunya di kemudian hari.  Apalagi anda belum punya anak. Itu lebih baik. Ceraikanlah segera. Dia tidak mempunyai itikad baik, tidak menyesal hanya mempermainkanmu saja.

Sebelumnya lihat dahulu Matius 5:27-32
Matius 5:27-32
5:27. Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah.
5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.
5:29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.
5:30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.
5:31 Telah difirmankan juga: Siapa yang menceraikan isterinya harus memberi surat cerai kepadanya.
5:32 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.



Anda berhak menceraikan istrimu berdasarkan Matius 5:32
Matius 5:32 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.


Matius 19:9 Tetapi Aku berkata kepadamu: Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zinah, lalu kawin dengan perempuan lain, ia berbuat zinah."

Janganlah dipusingkan dengan Matius 5:28
Matius 5:28 Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya.

Ayat ini bukan berarti memandang perempuan serta menginginkannya adalah zinah sebenarnya melainkan zinah hati yang bila tidak dikendalikan/ tidak berusaha diredam bisa menjadi zinah yang sebenarnya seperti yang dikatakan Yakobus.
Jadi Yesus tidak pernah merubah/ menambahkan definisi zinah tetapi berusaha mencegah zina sebenarnya yang dimulai dari keinginan hati. Lagipula ada perbedaan tingkat dosa antara zina sesungguhnya yang adalah dosa besar dengan zina hati yang adalah dosa kecil yang tetap harus diwaspadai

Yakobus 1:13-15
1:13. Apabila seorang dicobai, janganlah ia berkata: "Pencobaan ini datang dari Allah!" Sebab Allah tidak dapat dicobai oleh yang jahat, dan Ia sendiri tidak mencobai siapapun.
1:14 Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri, karena ia diseret dan dipikat olehnya.
1:15 Dan apabila keinginan itu telah dibuahi, ia melahirkan dosa; dan apabila dosa itu sudah matang, ia melahirkan maut.


Lihatlah ayat sesudahnya yaitu Matius 5:29-30

Matius 5:29-30
5:29 Maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa, dari pada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka.
5:30 Dan jika tanganmu yang kanan menyesatkan engkau, penggallah dan buanglah itu, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa dari pada tubuhmu dengan utuh masuk neraka.

Apakah Yesus benar-benar menyuruh kita mencungkil mata, memenggal tangan kita bila kita berbuat dosa dengan kedua bagian tubuh tersebut ? Tentu saja tidak.
Yang dimaksudkan Yesus adalah supaya kita bersungguh-sungguh menghindari dosa sekecil apapun, menutup segala kemungkinan berbuat dosa. Karena keselamatan bukan karena iman saja tapi dituntut juga perbuatan walaupun tidak sempurna.
Konteks Matius 5:28 ini tidak dapat dilepaskan dari Matius 5:29-30 yang saling berkaitan.
Jadi yang mengatakan zinah hati adalah zinah sebenarnya maka diapun harus mencungkil matanya dan memenggal tangannya secara harafiah jika berbuat dosa dengan kedua bagian tubuh tersebut

Bila anda sudah menceraikan istrimu. Anda berhak menikah lagi. Anda tidak berdosa dan tidak berzinah di hadapan Allah. Jangan takut.
Bila anda memutuskan menikah lagi, carilah istri yang iman dan perbuatannya lurus tidak menyimpang sehingga bisa menjadi istri yang baik, patuh pada suami, menghargai suami dan bisa menjadi teladan bagi anak-anak kalian kelak.
1 Korintus 10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
September 02, 2018, 03:29:06 PM
Reply #3
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 344
  • Gender: Male
  • Denominasi: Agama Kristen Protestan
Aku justru kasihan sama anda. Tega sekali istri anda itu. Maaf aku belum menikah (dan blum punya pacar) tapi aku merasa tergerak utk ikut nimbrung. yg dibilang pak/bang wiltu uda benar tuh:

Matius 5:32
Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang menceraikan isterinya kecuali karena zinah, ia menjadikan isterinya berzinah; dan siapa yang kawin dengan perempuan yang diceraikan, ia berbuat zinah.

Jadi menceraikan istri oleh karena zinah itu adalah tidak mengapa. Itu hak Anda dan bukan dosa (baca kembali Matius 5:32). Jangan biarkan hati Anda disakiti lagi. Saran aku sih lebih baik ceraikanlah dan menjauhlah, bila perlu pindah rumah yg jauh dari dia.
Life is only a matter of accepting your destiny wholeheartedly
September 02, 2018, 07:47:33 PM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2231
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Tanpa niat menggurui @Jonathan87 atau menjadikan kisah @Jonathan87 sebagai bahan apapun, dengan tulus kusampaikan, @Sotardugur Parreva ikut prihatin atas pengalaman @Jonathan87. Membaca kisah @Jonathan87, justru @Sotardugur Parreva ingat kepada @RITA RATINA yang suka mengutip ayat secara tidak relevan. @Sotardugur lupa, entah ayat mana yang berikut ini yang pernah dikutip @RITA RATINA, namun, menurut pendapatku, tidak dilaksankannya.

Matius 10:14 Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu.
atau
Markus 6:11 Dan kalau ada suatu tempat yang tidak mau menerima kamu dan kalau mereka tidak mau mendengarkan kamu, keluarlah dari situ dan kebaskanlah debu yang di kakimu sebagai peringatan bagi mereka."
atau
Lukas 9:5 Dan kalau ada orang yang tidak mau menerima kamu, keluarlah dari kota mereka dan kebaskanlah debunya dari kakimu sebagai peringatan terhadap mereka."

Nah, yang ingin kusampaikan, "@Jonathan87, maafkan istrimu," (kutulis istrimu karena kalian masih status suami-istri). Terhadap kasus @Jonathan87 di atas, secara garis besar, @Sotardugur Parreva sependapat dengan @Ronny_het. Maafkan dia, bukan berarti harus selalu bersamanya. Dia dia, @Jonathan87 @Jonathan87. Seperti ketika kalian belum saling mengenal, yah... perlakukan begitu saja.

Terkait dengan ayat-ayat yang pernah dikutip oleh @RITA RATINA itu, pikiranku, begini.
Kupandang bahwa @Jonathan87 sebagai seorang yang ingin mengabarkan (dalam hal ini bertindak sebagai pemimpin keluarga) Injil kepada istri @Jonathan87 itu, namun istri @Jonathan87 itu tidak menerima, walaupun sudah pernah berjanji sehidup semati di hadapan jemaat lain, di hadapan orang tua (ini dugaan saja), dan disaksikan pihak yang mewakili Tuhan.

Ternyata, istri @Jonathan itu memupuk kegemaran selingkuh. Kegemaran yang meski tidak diucapkan, tetapi cukup kuat untuk memandangnya sebagai penolakan kepada @Jonathan. Mungkin perselingkuhan yang dilakukannya dipandangnya bukan "penolakan" kepada @Jonathan87, melainkan hanya penyaluran kegemaran. Kegemaran yang keterusan, hingga meminta segera diceraikan. Mungkin 'nikmat' selingkuh itu ingin diakhirinya, dijadikan kenikmatan pasangan resmi. Eh, belum kutemukan indikasi bahwa dia akan setia pada pasangannya yang sekarang. Sangat besar kemungkinan, 'nikmat' selingkuh itu sudah menggelapkan keimanannya, dan tidak ada jaminan dia akan tidak selingkuh kemudiannya.

Kembali ke ayat pengebasan debu, kuanalogikan, @Jonathan87 sudah menemui istri untuk memimpin istri ke jalan kebenaran dan hidup, namun @Jonathan87 ditolak. Nah, kuusulkan, @Jonathan87 meninggalkan istri dengan mengebaskan debu dari kaki, yaitu mengurus perceraian dengan pezinah, sebagai peringatan. Menurut pendapatku, pun kalo istri @Jonatahan87 kemudian bertobat dan menerima @Jonatahan87 kembali, @Jonathan87 tidak harus menerimanya, tetapi harus memaafkan dan mendoakannya.

Salam damai. 
« Last Edit: September 03, 2018, 10:56:32 PM by Sotardugur Parreva »
Rawat empat pilar kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
September 03, 2018, 12:42:43 AM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2897
  • Gender: Male
  • Salam
    • Google
  • Denominasi: Christian
Melongo aku baca kisahmu kak, udah kek pilem FTV kacaunya.
Kuliat itu tak usahlah dipertahankan lagi, kasian kau disakitkan terus. Kasian istrimu jinah terus. Lepas aja istrimu sama lakik-nya itu biar nikah mereka, otomatis gak jinah lagi hubungan mereka kan. Jangan nanti rontokan rambutmu mikiri istrimu itu kak.
If your religion requires that you hate someone - you need a new religion.
September 04, 2018, 08:21:13 AM
Reply #6
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 344
  • Gender: Male
  • Denominasi: Agama Kristen Protestan
kalo gak diceraikan takutnya nanti bang jonatan masih ada keinginan utk kembali ke istri padahal istri berpotensi kembali main laki2 lagi.. kecuali kalo bang jo bisa tahan digituin.
Life is only a matter of accepting your destiny wholeheartedly
September 04, 2018, 05:28:37 PM
Reply #7
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 303
  • Denominasi: Katolik
Perceraian ini sebenarnya jauh lebih ringan jika dibandingkan hukum terdahulu yaitu Hukum Taurat yang diberikan Allah kepada Musa, dimana istrimu dan selingkuhannya pastilah dihukum mati.

Ulangan 22:22 Apabila seseorang kedapatan tidur dengan seorang perempuan yang bersuami, maka haruslah keduanya dibunuh mati: laki-laki yang telah tidur dengan perempuan itu dan perempuan itu juga. Demikianlah harus kauhapuskan yang jahat itu dari antara orang Israel.
1 Korintus 10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
September 05, 2018, 08:22:21 AM
Reply #8
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 344
  • Gender: Male
  • Denominasi: Agama Kristen Protestan
tambahan lagi :
jika anda menceraikan istri anda, maka anda tidak akan mempunyai beban/tanggung jawab lagi secara hukum. anda juga akan lepas dari 'kuk' yg selama ini anda terima.
secara kerohanian entahlah tapi yg pasti anda bukan pasangan yg sepadan berhubung anda jauh lebih 'bermartabat' daripada dia. mungkin jg dia sengaja selingkuh terang-terangan karna dia juga ingin lepas dari anda. jadi sekalian lah, lepaskan dia. cukup doakan saja dia semoga dia menjadi orang yg lebih baik.
« Last Edit: September 05, 2018, 08:26:56 AM by revoltzer »
Life is only a matter of accepting your destiny wholeheartedly
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)