Author Topic: mengubah persepsi orang Kristen tentang depresi  (Read 420 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 10, 2018, 11:27:43 PM
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 445
  • Gender: Male
  • Denominasi: kharismatik
beberapa bulan ini, saya mendengar beberapa khotbah dari beberapa HT yang memasukkan bahasan tentang depresi. mereka mengambil contoh beberapa selebriti yang bunuh diri akhir2 ini. dan para HT ini berkata kalau depresi itu hanya di pikiran dan bisa hilang dengan kata2 positif, mempunyai pengharapan dan doa, kalau berobat ke psikiater akan kecanduan obat. saya sebagai orang yang pernah depresi dan kambuh beberapa kali, menyayangkan khotbah HT karena tidak sesuai dengan fakta. akan saya gambarkan apa itu depresi berdasar pengalaman saya :

depresi itu adalah penyakit secara fisik, penyebabnya adalah ketidak seimbangan zat kimia di otak. ketidak seimbangan ini bisa dari penyakit (kelainan hormon atau kalau saya karena gegar otak) ataupun genetik. apa fungsi keseimbangan zat2 kimia di otak itu? kalau zat2 tersebut seimbang, maka daya tahan otak terhadap tekanan secara mental atau pikiran jadi bagus. jadi kalau ada masalah, tidak cepat putus asa dan jadi depresi. ada orang yang zat kimia di otaknya tidak imbang, sehingga begitu kena masalah sedikit atau tekanan, memicu depresi.

bagaimana bisa tahu kalau depresi pemicunya adalah bukan dari pikiran seperti saya atau karena pikiran? lewat interview. jadi oleh psikiater akan diberi beberapa pertanyaan, kalau bisa jawab semua dengan lancar, maka kemungkinan besar adalah karena penyakit fisik. kalau misal saat interview ada pertanyaan yang tidak bisa dijawab, maka kemungkinan besar karena ada masalah pikiran atau tekanan.

bagaimana pengobatannya? karena depresi saya pemicunya bukan dari pikiran, jadi saya hanya diberi obat depresi dan obat cemas (biasanya depresi disertai cemas). kalau yang dari pikiran itu sepertinya ada semacam konsultasi dan minum obat depresi. saya diberi obat untuk 2 minggu dan setelah minum itu sekitar 3 hari baru terasa depresinya mulai hilang. 2 minggu kemudian saya harus balik untuk kontrol, dan diberi obat lagi dan tidak perlu datang lagi kecuali ada masalah. apakah akan kecanduan obatnya? tidak. setelah sembuh, usahakan makan makanan yang baik untuk kesehatan otak seperti ikan dan berolah raga untuk mengurangi resiko zat kimia di otak tidak seimbang lagi. selama 2 tahun pertama 2 kali depresi kambuh, tapi tambah lama tambah jarang kambuh. bagaimana dengan kata2 positif dan doa? dari pengalaman saya, tidak bisa, karena kata2 positif hanya akan dianggap angin lewat. meskipun tetap berdoa tapi doa saya anggap tidak akan bisa menyelamatkan saya. saya sudah ikut banyak seminar motivasi, baca buku motivasi, berusaha memotivasi diri, tapi tidak bisa menyembuhkan depresi.
beberapa catatan :
- depresi kalau pemicunya pikiran, biasanya tidak sadar kalau sedang depresi, jadi butuh keluarga atau orang terdekat untuk mengajak ke psikiater.
- depresi dan ke psikiater itu bukan aib. depresi itu penyakit fisik, pemicunya bisa secara fisik bisa pikiran.
- orang depresi itu otomatis keluar pikiran2 negatif, tidak bisa dikontrol seperti orang pada waktu sehat.
- orang depresi itu tidak bisa merasa gembira, sedih maupun marah. meskipun kadang timbul rasa sedih dan marah yang meledak-ledak meskipun tidak ada masalah yang memicunya.
- kalau depresinya saya, tiba2 muncul tanpa ada pemicunya. kadang sejak bangun tidur pagi hari. kadang pagi masih baik2 saja, sore tiba2 depresi.

kalau mungkin ada pertanyaan soal depresi, akan saya jawab berdasarkan pengalaman dan pengetahuan saya.
September 11, 2018, 01:19:06 PM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3594
  • Gender: Male
  • Gereja Katolik Roma
    • [b][i]Allah, demi menyatakan DiriNya kepada manusia dalam bentuk yang baru dan utuh, yang memulai era Penebusan, tiada memilih bagi tahta-Nya sebuah bintang di langit, pun istana dari seorang yang berkuasa. Pula Ia tak menghendaki sayap-sayap para malaika
Ya secara kimia mungkin ada definisi dan penjelasannya tersendiri di luar iman. Namuni depresi secara iman dapat dikatakan sebagai mereka yg tidak lagi berpengharapan. Padahal Pengharapan adalah ke 3 hal yg utama dalam ke Kristenan yg dijabarkan Paulus yaitu: Iman, HARAPAN dan KASIH.

sebab tanpa Harapan tidak dapat ada Iman dan tanpa Harapan, Kasih mati. Iman memprasyaratkan harapan yang tak kunjung padam.
Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena Iman didalam YESUS KRISTUS (Galatia 3:25)
September 11, 2018, 01:39:13 PM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 703
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
- kalau depresinya saya, tiba2 muncul tanpa ada pemicunya.
kadang sejak bangun tidur pagi hari. kadang pagi masih baik2 saja, sore tiba2 depresi.
kalau mungkin ada pertanyaan soal depresi, akan saya jawab berdasarkan pengalaman dan pengetahuan saya.

Aku turut prihatin dgn sakitmu
Semoga sudah bisa sembuh total!

Tanya, Bro!
Kalau depresi karena pikiran maka kata-kata pemicunya
Kalau depresi karena fisik, tentu berupa benda pemicunya, pikirku
Fisik benda itu bisa berupa suhu, warna, gerakan, ruang, bayang, dll dr benda itu

Apa sudah pernah pikir sampai ke situ?

Salam Damai!
« Last Edit: September 11, 2018, 01:43:15 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
September 12, 2018, 09:34:29 AM
Reply #3
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6290
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Yg saya pahami selama ini, manusia itu integral namun upaya menyembuhkan manusia terkadang tidak dilakukan secara integrated mlainkan pisah-pisah sesuai keyakinan tiap-tiap orang.

Misalnya, depresi itu dihadapi oleh orang medis, orang psikologi dan orang rohani, ketiga jalur ini bisa berjalan sendiri-sendiri, cenderung mengabaikan jalur yg lain shg treatment-nya tidak intergral.

Depresi itu sendiri ada bbrp level, ada mild, ada medium, ada severe.
Dlm dunia psikologis, psikolog dg terapinya akan masuk utk depresi mild sampai medium.
Utk depresi level medium sampai severe, obat-obatan harus dilibatkan shg klien perlu pergi ke psikiater.
Depresi medium sampai severe sudah melibatkan faktor biologis, bukan lagi faktor sugesti atau rasio.

Di sisi lain,
Apakah seseorang bisa tiba-tiba dalam 1 hari dari orang normal berubah jadi depresi severe?
Very unlikely. Dia mengalami proses mulai dari pikiran irasional yg tidak ia handle, sugesti yang tidak bisa lagi ia kontrol, trauma yang tidak mampu ia cope, sampai akhirnya menjadi depresi severe.
Maka itu obat-obatan utk meredakan ketegangan syaratnya tidak akan mengatasi akar masalah orang tsb yaitu pikiran-pikirannya.
Itulah sebabnya treatment integrated, obat diberikan namun terapi kognitif juga disampaikan.

Nah, persoalannya muncul pada aspek rohani.
Aspek rohani tidak berada dalam jalur yg sama dg disiplin ilmu empirik.
Kedokteran dan psikologi akan mengabaikan aspek rohani.

Do you believe dlm suatu penglihatan, ada orang melihat roh jahat sedang menunggangi kepala seseorang dan menudungi orang tsb shg korban merasa berat kepalanya, tertutup pandangannya, yg bisa ia lihat hanya kegelapan, pandangannya tidak bisa jauh ke depan, arah lihatnya hanya ke bawah krn sukar ia melihat ke atas, hidupnya sesak.
Itu kerja roh jahat.

Rupanya ada roh jahat yg ngipas-ngipasi dan menunggangi segala kejadian dalam hidup orang ini, roh jahat membesar-besarkan pristiwa traumatik, pikiran irasional dan sugesti dalam kepala orang ini.
Lha kl dia diberi obat utk mnenangkan saraf, mredakan gejala, diberi terapi kognitif utk membangkitkan pikiran dan sugesti positif, tp roh jahatnya dibiarkan saja, apakah kesembuhannya akan sustainable?

Namun jika roh jahatnya saja yg ditangani namun ia tidak diajari pikiran-pikiran konstruktif, jika ia dalam tahap severe depression shg ada masalah di neurons nya, apakah cukup?

Ya, kita percaya Tuhan mampu hanya dengan sehari mnyembuhkan seorang sempurna mlalui mujizat, namun tidak selalu Ia mlakukan spt itu. Tiap orang bisa beda-beda. Itulah sebabnya semua disiplin ilmu masih dibutuhkan.
« Last Edit: September 12, 2018, 09:37:32 AM by Siip »
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
September 12, 2018, 10:22:01 AM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1304
Yg saya pahami selama ini, manusia itu integral namun upaya menyembuhkan manusia terkadang tidak dilakukan secara integrated mlainkan pisah-pisah sesuai keyakinan tiap-tiap orang.

Misalnya, depresi itu dihadapi oleh orang medis, orang psikologi dan orang rohani, ketiga jalur ini bisa berjalan sendiri-sendiri, cenderung mengabaikan jalur yg lain shg treatment-nya tidak intergral.

Depresi itu sendiri ada bbrp level, ada mild, ada medium, ada severe.
Dlm dunia psikologis, psikolog dg terapinya akan masuk utk depresi mild sampai medium.
Utk depresi level medium sampai severe, obat-obatan harus dilibatkan shg klien perlu pergi ke psikiater.
Depresi medium sampai severe sudah melibatkan faktor biologis, bukan lagi faktor sugesti atau rasio.

Di sisi lain,
Apakah seseorang bisa tiba-tiba dalam 1 hari dari orang normal berubah jadi depresi severe?
Very unlikely. Dia mengalami proses mulai dari pikiran irasional yg tidak ia handle, sugesti yang tidak bisa lagi ia kontrol, trauma yang tidak mampu ia cope, sampai akhirnya menjadi depresi severe.
Maka itu obat-obatan utk meredakan ketegangan syaratnya tidak akan mengatasi akar masalah orang tsb yaitu pikiran-pikirannya.
Itulah sebabnya treatment integrated, obat diberikan namun terapi kognitif juga disampaikan.

Nah, persoalannya muncul pada aspek rohani.
Aspek rohani tidak berada dalam jalur yg sama dg disiplin ilmu empirik.
Kedokteran dan psikologi akan mengabaikan aspek rohani.

Do you believe dlm suatu penglihatan, ada orang melihat roh jahat sedang menunggangi kepala seseorang dan menudungi orang tsb shg korban merasa berat kepalanya, tertutup pandangannya, yg bisa ia lihat hanya kegelapan, pandangannya tidak bisa jauh ke depan, arah lihatnya hanya ke bawah krn sukar ia melihat ke atas, hidupnya sesak.
Itu kerja roh jahat.

Rupanya ada roh jahat yg ngipas-ngipasi dan menunggangi segala kejadian dalam hidup orang ini, roh jahat membesar-besarkan pristiwa traumatik, pikiran irasional dan sugesti dalam kepala orang ini.
Lha kl dia diberi obat utk mnenangkan saraf, mredakan gejala, diberi terapi kognitif utk membangkitkan pikiran dan sugesti positif, tp roh jahatnya dibiarkan saja, apakah kesembuhannya akan sustainable?

Namun jika roh jahatnya saja yg ditangani namun ia tidak diajari pikiran-pikiran konstruktif, jika ia dalam tahap severe depression shg ada masalah di neurons nya, apakah cukup?

Ya, kita percaya Tuhan mampu hanya dengan sehari mnyembuhkan seorang sempurna mlalui mujizat, namun tidak selalu Ia mlakukan spt itu. Tiap orang bisa beda-beda. Itulah sebabnya semua disiplin ilmu masih dibutuhkan.
Bro, bagaimana DIA bisa melakukan Mujizat-Nya, jika yang bersangkutan tidak percaya kepada-Nya ?
Yang sakit ngotot bahwa itu adalah medis dan hanya bisa disembuhkan Psikolog/manusia, dan dia mengandalkan kepandaian dunianya...Bagaimana hal ini bisa dibilang percaya kepada-Nya ? Ingat Yesus hanya melakukan mujizat penyembuhan kepada mereka yang percaya kepada-Nya dan hal itu berlaku untuk selamanya....Bahkan ada wanita yang menyentuh jubah-Nya aja seketika sembuh...karena apa ? Cuma karena Percaya...tidak ada yang lain....Janganlah kita sering di mulut mengaku Percaya pada-Nya, padahal perbuatan kita secara tanpa sadar tidak mempercayai-Nya....
TERJADILAH PADAMU MENURUT KEYAKINANMU...

Salam Damai Bro...
Tuhan memberkati...
September 12, 2018, 10:32:15 AM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1304
Sebaiknya kita semua mempercayai Yesus secara "Penuh"...dan tidak diembel embeli kata-kata : Jika, Tapi, Cuma, Asal, dll....itu cuma Kepercayaan bersyarat...Senantiasa Percaya sepenuhnya kepada-Nya tanpa syarat dan Kondisi...karena DIA senantiasa Maha Kuasa, Maha Pemurah dan Maha Pengasih bagi kita semua...

Salam Damai Temans...
Tuhan memberkati...
September 12, 2018, 05:07:00 PM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 703
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
...!
Rupanya ada roh jahat yg ngipas-ngipasi dan menunggangi segala kejadian dalam hidup orang ini, roh jahat membesar-besarkan pristiwa traumatik, pikiran irasional dan sugesti dalam kepala orang ini.
Lha kl dia diberi obat utk mnenangkan saraf, mredakan gejala, diberi terapi kognitif utk membangkitkan pikiran dan sugesti positif, tp roh jahatnya dibiarkan saja, apakah kesembuhannya akan sustainable?

Namun jika roh jahatnya saja yg ditangani namun ia tidak diajari pikiran-pikiran konstruktif, jika ia dalam tahap severe depression shg ada masalah di neurons nya, apakah cukup?

Ya, kita percaya Tuhan mampu hanya dengan sehari mnyembuhkan seorang sempurna mlalui mujizat, namun tidak selalu Ia mlakukan spt itu. Tiap orang bisa beda-beda. Itulah sebabnya semua disiplin ilmu masih dibutuhkan.

Itu mencerahkan, Bro!

Kupikir juga begitu kpd gusgus,
Jika depresi itu tak diketahui apa pemicunya,
Maka jangan2  ... ada yg bilang dgn istilah "kesambet"

@gusgus
Teruslah cari hal2 yg belum diketahui
Bahkan hal2 yg melampaui akal manusia

Salam Damai!
 
« Last Edit: September 12, 2018, 05:13:49 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
September 12, 2018, 07:16:30 PM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1524
  • Denominasi: Gak tau dah...
Very unlikely. Dia mengalami proses mulai dari pikiran irasional yg tidak ia handle, sugesti yang tidak bisa lagi ia kontrol, trauma yang tidak mampu ia cope, sampai akhirnya menjadi depresi severe.
Maka itu obat-obatan utk meredakan ketegangan syaratnya tidak akan mengatasi akar masalah orang tsb yaitu pikiran-pikirannya.
Itulah sebabnya treatment integrated, obat diberikan namun terapi kognitif juga disampaikan.
Maksud Om, obat2 yg diminum, gak ada efek sama depresinya? Terus obat2 itu sendiri buat apa ya Om?

Sekalian tanya ya Om. Obat2 kan dari psikiater. Terus pengobatan dari psikolog berupa apa? Apa sama kayak di film2, kalo mengatasi masalah perceraian?

Bagi2 pengetahuannya dong Om..
September 13, 2018, 09:46:49 AM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 703
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Terus obat2 itu sendiri buat apa ya Om?

Ada yg bilang:
Semua obat2an bukan utk menyembuhkan
Obat2an hanya utk penghilang rasa sakit
Baik sakit hati, sakit tubuh, sakit rohani

JIka obat sungguh dpt menyembuhkan
Maka manusia menjadi sulit matinya
Begitu kurasa!

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
September 13, 2018, 04:30:10 PM
Reply #9
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6290
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Maksud Om, obat2 yg diminum, gak ada efek sama depresinya? Terus obat2 itu sendiri buat apa ya Om?

Sekalian tanya ya Om. Obat2 kan dari psikiater. Terus pengobatan dari psikolog berupa apa? Apa sama kayak di film2, kalo mengatasi masalah perceraian?

Bagi2 pengetahuannya dong Om..

Obat tentu ada efeknya om, yaitu utk meredakan/mhilangkan gejalanya.
Saat gejala reda/lenyap, klien lebih mudah diajak berbicara.

Psikolog itu ada batasnya om, yaitu saat klien belum sampai tahap psikotik.
Kl sudah psikotik, dia pasti butuh obat utk meredakan/mhilangkan gejalanya.

Praktisnya bgini om, kl klien masih bisa diajak berbicara rasional, psikolog tugasnya membuka pemikiran-pemikiran shg klien punya beragam alternatif pilihan utk dia ambil.
Bayangkan kl klien sudah bicara irasional, psikolog sudah tidak bisa masuk.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)