Author Topic: pertanyaan seputar kesempurnaan manusia  (Read 645 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 18, 2018, 09:57:16 AM
Reply #10
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6337
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
OOT dikit kwkkw

emangnya jaman PB, jaman sekarang ini
adakah perintah Tuhan agar manusia monogami?

:)

setau saya, adanya cuma saran, itu pun kalo dia mau jadi penilik jemaat (diakon)

Ada Bro, dari mulut Tuhan Yesus sendiri.

Siapa memandang perempuan dan mengingininya, ia sudah berzinah dengan dia dalam hatinya.

Dalam taurat,
Zinah itu hubungan seks dimana salah satu pihak atau dua-duanya ada dalam ikatan perkawinan.
Kl hubungan seks dimana dua-duanya belum kawin, itu percabulan.

Skrg kl seorang beristri (seorang suami) mengingini perempuan lain (yg bukan istrinya), maka dalam Taurat belum disebut berzinah. Dia tinggal meresmikan keinginannya lalu menikahi dia maka dia tidak kena dosa perzinahan.

Nah, bagi Tuhan Yesus, jika seorang beristri (seorang suami) baru aja sebatas mengingini perempuan lain (yg bukan istrinya), maka orang itu sudah berzinah dan sudah berdosa. Menikahi perempuan itu scr sah tidak akan membatalkan dosa perzinahannya di hadapan Tuhan.

Maka itulah para Bapa Gereja yg memahami hal ini plus kesaksian ROH KUDUS dalam hati mreka mewariskan kepada kita tradisi monogami.

Skrg kl orang sudah punya istri, mana berani mereka mengingini perempuan lain?
Mengingini saja sudah zinah, apalagi kl sampai hubungan seks.
Itulah yg mematikan praktek poligami dalam Kekristenan.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
September 18, 2018, 10:04:13 AM
Reply #11
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6337
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Terima kasih sudah menjawab.

Fokus saya bukan pada orang yang membuat kesalahan, tetapi (a) dampak kesalahannya pada orang lain dan kebutuhan Yesus Kristus datang sebagai Juru Selamat manusia, tidak peduli apakah Adam dan Hawa berdosa di taman atau tidak. 

Kesalahan saya (yang tidak memiliki nilai moral) mungkin sekali dapat menyebabkan orang lain berdosa.  Contoh sudah saya beri di post saya sebelumnya.

Sehubungan penjelasan tentang poligami.  Kita tinjau kasus Salomo.  Tidak perlu sampai bagaimana istri-istrinya membuat dia berpaling dari Tuhan, hanya sampai kehidupan rumah tangganya saja.  Kalau menurut anda memiliki 1000 istri dan gundik itu tidak berdosa?  Tolong pikirkan dampaknya terhadap manusia-manusia yang terlibat saat itu (1000 istri / gundik, anak-2, dan Salomo sendiri sebagai Suami dan Ayah).  Apakah perlakuan Salomo adil seadil-adil-nya sehingga tidak menyebabkan kecemburuan di antara para gundik / istri dan anak-2?  Apakah tidak ada kecemburuan dalam hal pemenuhan hasrat di antara para wanitanya.  Apakah tidak ada perlakuan partiality terhadap anak-2 dari istri yang berbeda?  Bukankah "kesalahan" tindakan Salomo berdampak pada keluarganya amat sangat?

Salam



Definisi Bro tentang dosa berbeda dg saya,
Bgitu juga spekulasi Bro tentang hal tsb tidak sama dg spekulasi saya.

Ada orang yg punya tendensi pemikiran 'memperparah' atau 'membesarkan dari yg seharusnya'.

Biasanya org spt ini pemikir, sangat disiplin dan sangat tidak ingin berbuat salah, atau punya standar moral yg sangat tinggi. Saking tingginya, ia bisa menuntut dirinya sendiri (dan orang lain) lebih tinggi dari yg Tuhan tuntut dari dia. Ke arah manapun ia lihat, ia mendikotomi dosa dan kebenaran, tidak ada grey-area namun seringkali lebih banyak ia melihat 'dosa' daripada pemakluman.

Saya tidak tau Bro spt apa, kita baru diskusi sebentar.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkatimu.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
September 18, 2018, 10:16:04 AM
Reply #12
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 252
  • Denominasi: Kharismatik

Hai bro,

Sebenarnya saya tidak mengarahkan pembicaraan ini kepada definisi dosa.  Saya hanya menyampaikan bahwa sesempurnanya manusia, dia diciptakan tidak sempurna, tidak "maha" segalanya dan oleh karenanya, tindakannya itu dapat menyebabkan "orang lain berdosa", sehingga mau tidak mau Tuhan Yesus harus datang menyelamatkan umat manusia ("orang lain berdosa"), tidak peduli apakah Adam dan Hawa berosa memakan buah atau tidak.

Dan karena bro menjelaskan mengenai poligami, saya tanggapi, tapi persoalan yang saya ajukan tentang Poligami berbeda dengan maksud saya di atas.  Saya katakan Salomo berdosa ketika mengambil istri / gundik sampai 1000, karena tindakannya itu akan PASTI berdampak negatif terhadap istri-istrinya.  Setidaknya dari prinsip keadilan, yang pasti dijunjung juga dalam Perjanjian Lama. 

Kalau saya sama sekali tidak menganggap saya memilki tendensi pemikiran "memperparah".  Saya hanya melihat kejadian apa adanya.

Terima kasih sudah menjawab.

Salam,


Definisi Bro tentang dosa berbeda dg saya,
Bgitu juga spekulasi Bro tentang hal tsb tidak sama dg spekulasi saya.

Ada orang yg punya tendensi pemikiran 'memperparah' atau 'membesarkan dari yg seharusnya'.

Biasanya org spt ini pemikir, sangat disiplin dan sangat tidak ingin berbuat salah, atau punya standar moral yg sangat tinggi. Saking tingginya, ia bisa menuntut dirinya sendiri (dan orang lain) lebih tinggi dari yg Tuhan tuntut dari dia. Ke arah manapun ia lihat, ia mendikotomi dosa dan kebenaran, tidak ada grey-area namun seringkali lebih banyak ia melihat 'dosa' daripada pemakluman.

Saya tidak tau Bro spt apa, kita baru diskusi sebentar.

Tuhan Yesus menyertai dan memberkatimu.
September 18, 2018, 10:30:16 AM
Reply #13
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9062
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Ada Bro, dari mulut Tuhan Yesus sendiri.

Siapa memandang perempuan dan mengingininya, ia sudah berzinah dengan dia dalam hatinya.

Dalam taurat,
Zinah itu hubungan seks dimana salah satu pihak atau dua-duanya ada dalam ikatan perkawinan.
Kl hubungan seks dimana dua-duanya belum kawin, itu percabulan.

Skrg kl seorang beristri (seorang suami) mengingini perempuan lain (yg bukan istrinya), maka dalam Taurat belum disebut berzinah. Dia tinggal meresmikan keinginannya lalu menikahi dia maka dia tidak kena dosa perzinahan.

Nah, bagi Tuhan Yesus, jika seorang beristri (seorang suami) baru aja sebatas mengingini perempuan lain (yg bukan istrinya), maka orang itu sudah berzinah dan sudah berdosa. Menikahi perempuan itu scr sah tidak akan membatalkan dosa perzinahannya di hadapan Tuhan.

Maka itulah para Bapa Gereja yg memahami hal ini plus kesaksian ROH KUDUS dalam hati mreka mewariskan kepada kita tradisi monogami.

Skrg kl orang sudah punya istri, mana berani mereka mengingini perempuan lain?
Mengingini saja sudah zinah, apalagi kl sampai hubungan seks.
Itulah yg mematikan praktek poligami dalam Kekristenan.

super broh

tapi kalo cuma sebatas dari ayat itu

salahkah kalo orang mikir, daripada gw zinah, tapi gw mengingini dia, ya gw nikahin aja skalian ;D

ayat ini hemat saya tidak melarang poligami broh
malah sepertinya "mendukung" poligami, agar tidak berzinah

wkwkwkwk

ini tuker pikiran trivia aja ya

tenang, saya tidak mendukung poligami, menurut sy malah sebenarnya ayat yang melarang poligami  bukan disini kok :)
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
September 18, 2018, 10:34:14 AM
Reply #14
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9062
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Hai bro,

Sebenarnya saya tidak mengarahkan pembicaraan ini kepada definisi dosa.  Saya hanya menyampaikan bahwa sesempurnanya manusia, dia diciptakan tidak sempurna, tidak "maha" segalanya dan oleh karenanya, tindakannya itu dapat menyebabkan "orang lain berdosa", sehingga mau tidak mau Tuhan Yesus harus datang menyelamatkan umat manusia ("orang lain berdosa"), tidak peduli apakah Adam dan Hawa berosa memakan buah atau tidak.

Dan karena bro menjelaskan mengenai poligami, saya tanggapi, tapi persoalan yang saya ajukan tentang Poligami berbeda dengan maksud saya di atas.  Saya katakan Salomo berdosa ketika mengambil istri / gundik sampai 1000, karena tindakannya itu akan PASTI berdampak negatif terhadap istri-istrinya.  Setidaknya dari prinsip keadilan, yang pasti dijunjung juga dalam Perjanjian Lama. 

Kalau saya sama sekali tidak menganggap saya memilki tendensi pemikiran "memperparah".  Saya hanya melihat kejadian apa adanya.

Terima kasih sudah menjawab.

Salam,

anyway menurut saya jika Adam dan Hawa tidak jatuh dalam dosa, maka Yesus tidak harus menebus

dan gak harus juga nanti misal anak2nya yang jatuh dalam dosa

buah pengetahuan yang baik dan buruk itu juga benernya diciptakan untuk dimakan manusia, cuma belum saatnya aja, itu aja salahnya

just my opinion

mengenai pertanyaan anda, krn ga ada jawaban pastinya jadi sy serahkan ke imajinasi masing2 aja :)

cuma overall sy bilang,
kita yang sudah mengalami akibat dosa, tentunya gak mau lagi berdosa
kita yang berusaha untuk tidak berdosa ditengah2 dosa, tentunya lebih gampang untuk tidak berdosa di tengah2 kemuliaan
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
September 18, 2018, 10:52:13 AM
Reply #15
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6337
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
super broh

tapi kalo cuma sebatas dari ayat itu

salahkah kalo orang mikir, daripada gw zinah, tapi gw mengingini dia, ya gw nikahin aja skalian ;D

ayat ini hemat saya tidak melarang poligami broh
malah sepertinya "mendukung" poligami, agar tidak berzinah

wkwkwkwk

ini tuker pikiran trivia aja ya

tenang, saya tidak mendukung poligami, menurut sy malah sebenarnya ayat yang melarang poligami  bukan disini kok :)

Nah,
Sblm seorang bertindak menikahi perempuan yg bukan istrinya, bukankah ia akan berada dalam tahap 'mengingini' dulu?

Keinginan mendahului tindakan.

Tuhan Yesus langsung urus sejak faktor 'keinginan'.

Kan Tuhan membandingkan Taurat dg kasih karunia,
Dalam taurat dikatakan jangan berzinah; solusi taurat adalah jangan hubungan seks dg perempuan yg bukan istrinya atau kawini scr sah perempuan lain yg bukan istrinya.
Tuhan Yesus elevate kasih karunia dg mngatakan kl kamu sudah menikah, jangan mengingini perempuan lain krn ingin saja sudah zinah.

Baru 'ingin' saja sudah zinah, seterusnya ya zinah.
Kl orang mengawini (poligami) perempuan lain yg bukan istrinya, ia zinah di hadapan Tuhan meski sah di hadapan Taurat.

Perkataan Tuhan ini memang tidak eksplisit 'jangan poligami' krn kl bgitu jadi semacam Taurat baru yg akan memancing pemberontakan,
Tp dari perkataanNya ini, Ia langsung mengurus faktor keinginan di dalam hati, maka lama-lama praktek poligami jadi mati di dunia Gereja.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
September 18, 2018, 11:10:01 AM
Reply #16
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9062
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Nah,
Sblm seorang bertindak menikahi perempuan yg bukan istrinya, bukankah ia akan berada dalam tahap 'mengingini' dulu?

Keinginan mendahului tindakan.

Tuhan Yesus langsung urus sejak faktor 'keinginan'.

Kan Tuhan membandingkan Taurat dg kasih karunia,
Dalam taurat dikatakan jangan berzinah; solusi taurat adalah jangan hubungan seks dg perempuan yg bukan istrinya atau kawini scr sah perempuan lain yg bukan istrinya.
Tuhan Yesus elevate kasih karunia dg mngatakan kl kamu sudah menikah, jangan mengingini perempuan lain krn ingin saja sudah zinah.

Baru 'ingin' saja sudah zinah, seterusnya ya zinah.
Kl orang mengawini (poligami) perempuan lain yg bukan istrinya, ia zinah di hadapan Tuhan meski sah di hadapan Taurat.

Perkataan Tuhan ini memang tidak eksplisit 'jangan poligami' krn kl bgitu jadi semacam Taurat baru yg akan memancing pemberontakan,
Tp dari perkataanNya ini, Ia langsung mengurus faktor keinginan di dalam hati, maka lama-lama praktek poligami jadi mati di dunia Gereja.

yes, gak eksplisit

buat saya ayat yang paling jelas melarang poligami adalah :

"sejak semula tidaklah demikian"
"karena kekerasan hatimu maka akhirnya Musa menulis surat cerai"

dari sejak semula diciptakan 1 Adam dan 1 Hawa, itulah yang sempurna menurut Bapa

pada akhirnya orang mau poligami ato cerai
harus diketahui itu bukan kehendak Allah dari sejak dunia ini dijadikan
kamu mau lakukan itu? kamu hidup diluar kehendak Allah dan siap sama resikonya :)

sekelas Abraham aja sampe ngusir istri mudanya ;D
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
September 18, 2018, 11:20:13 AM
Reply #17
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 252
  • Denominasi: Kharismatik
iya, kita berbeda pandang dan waah pengertian "kalau memang buah pengetahuan itu juga benernya diciptakan untuk dimakan manusia ..." baru saya dengar, tapi memang saya jarang berkelana di dunia teologia.


Sebenarnya ujung-ujung dari pertanyaan saya adalah kesimpulan kebutuhan kita akan penebusan dosa oleh Yesus Kristus adalah mutlak, no matter what the circumstance is.   It has been in the formula of human life and living since the beginning of time.

Kalau ada yang mau kasih masukan lain, terima kasih.

 

anyway menurut saya jika Adam dan Hawa tidak jatuh dalam dosa, maka Yesus tidak harus menebus

dan gak harus juga nanti misal anak2nya yang jatuh dalam dosa

buah pengetahuan yang baik dan buruk itu juga benernya diciptakan untuk dimakan manusia, cuma belum saatnya aja, itu aja salahnya

just my opinion

mengenai pertanyaan anda, krn ga ada jawaban pastinya jadi sy serahkan ke imajinasi masing2 aja :)

cuma overall sy bilang,
kita yang sudah mengalami akibat dosa, tentunya gak mau lagi berdosa
kita yang berusaha untuk tidak berdosa ditengah2 dosa, tentunya lebih gampang untuk tidak berdosa di tengah2 kemuliaan
September 18, 2018, 11:29:22 AM
Reply #18
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9062
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
kamu berpendapat mutlak
saya bilang tidak mutlak broh

kamu berpendapat mutlak itu artinya kamu bilang Tuhan menciptakan manusia untuk menebusnya broh

bukan itu rancangan sempurnaNya saya bilang
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
September 18, 2018, 11:35:32 AM
Reply #19
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 252
  • Denominasi: Kharismatik
hai bro, kalau kita bilang tidak mutlak, bukankah kita mengingkari ke-maha-tahuan Allah untuk melihat ke depan atau berada di masa depan, seakan-akan Dia ada bersama-sama dengan kita sebatas dimensi waktu?  Kalau Dia tidak dibatasi oleh waktu, bagaimana mungkin Dia tidak tahu? 

kamu berpendapat mutlak
saya bilang tidak mutlak broh

kamu berpendapat mutlak itu artinya kamu bilang Tuhan menciptakan manusia untuk menebusnya broh

bukan itu rancangan sempurnaNya saya bilang
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)