Author Topic: pertanyaan seputar kesempurnaan manusia  (Read 644 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 18, 2018, 12:25:35 PM
Reply #20
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9062
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
maha tahuan Allah itu bukan seperti Dia tahu pasti manusia berdosa, lalu Dia ciptakan manusia, lalu Dia tunggu berdosa broh

saya ambil contoh dari pengalaman saya sendiri

suatu saat anak saya yang umur 5 tahun, merengek minta dilepasin roda 4 dari sepedanya, dia mau pake roda 2 saja
saya bilang sama dia, kamu blom bisa, karena saya lihat dia pake roda 4 aja masih goyang2
dia merengek terus
meskipun SAYA TAHU PASTI dia akan jatuh, tapi sebagai bapak, saya ingin lihat dia berhasil jg
pada akhirnya saya turuti keinginan dia dengan harapan tipis dia akan bisa, tapi tetap SAYA TAHU PASTI dia akan jatuh karena dia kelihatan banget lom bisa
roda dilepas, dia jatuh, dan menangis, begitulah

saya pikir perasaan ini sama dengan waktu Allah menciptakan manusia
walaupaun Dia TAHU PASTI manusia jatuh, tapi Dia ingin melihat manusia berhasil, memilih DIa, lewat kehendak bebas yang Dia berikan

kadang2 kita bilang emosi itu mengalahkan logika kan?
nah Allah kita itu jangan dipikirnya logika 100% broh
Dia Allah yang punya perasaan, punya emosi
makanya terkadang dalam kemarahanNya Dia seakan membiarkan manusia mati dalam dosa
seakan ya
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
September 18, 2018, 01:23:22 PM
Reply #21
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 252
  • Denominasi: Kharismatik
Bro Henhen, menurut saya, bro dan saya adalah mahkluk yang hidup di dimensi yang terbatas (3 dimensi atau apalah mau disebut terserah).  Pemahaman kita akan Allah sangat-sangat terbatas sekali.  Tetapi yang saya yakin bahwa Allah itu bukan hanya berada multi-dimensi, tetapi tidak terbatas dimensinya.  Dia tidak terbatas oleh waktu, ruang, tempat. 

Kalau seperti yang bro katakan, DIA TAHU PASTI, yang Dia tahu pastilah.  Dia tidak ada dalam dimensi waktu yang dapat dipengaruhi oleh keputusan-keputusan kita.  Ketika Dia memberikan "trailer" kehidupan akan datang dalam kitab Wahyu, "trailer" itu sudah pasti akan terjadi, bukan baru akan dibuat "nantinya" dan demikian mungkin akan berubah sesuai dengan kehendak bebas manusia.  Kenapa?  Karena Tuhan sudah ada di masa depan kita, sehingga Dia tahu. 

Ngomong gampangnya Dr. Strange dalam the Avengers 3 tahu belasan juta kemungkinan melawan Thanos, dan hanya ada satu solusi, karena dia sudah ada di masa akan datang).  Allah sudah tahu, apapun keputusan yang kita ambil, kita pasti membutuh Yesus Kristus untuk korban penebusan kita.  Makanya korban penebusan Kristus itu mutlak.  Tidak ada cara lain.

Penjelasan Bro HenHen mengenai anak, itu penjelasan manusiawi, tetapi bukan ilahi.  Kalau bro Henhen adalah Allah, bro tahu pasti Dia akan jatuh dan dia akan benar-benar jatuh.  Tidak kemungkinan dia tidak jatuh walaupun bro pengen banget dia tidak jatuh. 

Allah tahu manusia akan jatuh karena Dia Maha Tahu.  Tetapi dalam kemahatahuanNya, Dia tetap ingin agar semua orang diselamatkan (1Tim.2:3-4), walaupun  tidak semua akan diselamatkan.

Menanggapi pernyataan broHenHen, justru memikirkan Allah secara logika, berarti menempatkan Dia dalam ruang dimensi kita,  dan hal ini tidak mungkin.  Saya pengen jawab lebih lanjut, tapi nanti ya di penjelasan terpisah.

Terima kasih sudah bertukar pikiran.   

Salam,


maha tahuan Allah itu bukan seperti Dia tahu pasti manusia berdosa, lalu Dia ciptakan manusia, lalu Dia tunggu berdosa broh

saya ambil contoh dari pengalaman saya sendiri

suatu saat anak saya yang umur 5 tahun, merengek minta dilepasin roda 4 dari sepedanya, dia mau pake roda 2 saja
saya bilang sama dia, kamu blom bisa, karena saya lihat dia pake roda 4 aja masih goyang2
dia merengek terus
meskipun SAYA TAHU PASTI dia akan jatuh, tapi sebagai bapak, saya ingin lihat dia berhasil jg
pada akhirnya saya turuti keinginan dia dengan harapan tipis dia akan bisa, tapi tetap SAYA TAHU PASTI dia akan jatuh karena dia kelihatan banget lom bisa
roda dilepas, dia jatuh, dan menangis, begitulah

saya pikir perasaan ini sama dengan waktu Allah menciptakan manusia
walaupaun Dia TAHU PASTI manusia jatuh, tapi Dia ingin melihat manusia berhasil, memilih DIa, lewat kehendak bebas yang Dia berikan

kadang2 kita bilang emosi itu mengalahkan logika kan?
nah Allah kita itu jangan dipikirnya logika 100% broh
Dia Allah yang punya perasaan, punya emosi
makanya terkadang dalam kemarahanNya Dia seakan membiarkan manusia mati dalam dosa
seakan ya
September 18, 2018, 01:40:46 PM
Reply #22
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9062
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
walaupun Dia hidup di dimensi yang berbeda dengan kita broh, tetap saja itu tidak menegasi bahwa Dia punya emosi kok :)

kita ini diciptakan serupa dan segambar dengan Allah

apabila saya saja bisa punya perasaan seperti itu, kenapa Allah tidak

ya anggaplah itu sebagai alternatif penjelasan saja dari saya

memang, kalau orang berpikir dengan 100% logika, tanpa pakai perasaan
pastilah akan dapat jawaban seperti bro pikir :)
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
September 18, 2018, 02:25:27 PM
Reply #23
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 252
  • Denominasi: Kharismatik
Hi Bro, saya tidak pernah mengemukakan bahwa Allah bukan pribadi yang memiliki emosi.  Justru Dia emosiNya sangat kelihatan dari Kitab Kejadian.  Saya tidak mengerti untuk apa kesimpulan tidak memiliki emosi dihubungkan dengan keMahaTahuanNya?

1. Kejadian 3:8 - Tuhan melangkah - mau ngapain Tuhan yang pribadi yang tidak terhitung dimensinya menempatkan diriNya dalam taman, sehingga Ia didengar "melangkah", kalau bukan kasihNya?

2. Kejadian 3:21 - Apakah Allah kurang kerjaan sampai-2 Dia membuat (to fashion) pakaian manusia.  To fashion itu ada prosesnya.  Lalu Allah mengenakan sama seperti seorang ayah mengenakan pakaian pada anaknya.  Bukan menyuruh anaknya pakai pakaian sendiri atau bim sala bim, tiba2 sudah terpakai.  Apa Allah kurang kerjaan?  Kalau bukan emosinya yang membuat Dia bertindak, walaupun manusia berdosa terhadap Dia, lantas apa?

3.  Kejadian 4:1 - Dulu itu tidak ada dokter, tidak ada Siloam, tidak ada suster.  Baru pertama kali manusia mengandung.  Tidak prosesnya kehamilannya, kelahirannya, menumbuh kembangkan harus bagaimana.  Kalau Allah tidak menyertai manusia, apa mungkin manusia bisa selamat?  Lantas atas dasar apa Allah mau melakukan hal itu kalau bukan emosiNya (apa kek kasih, belas kasih, etc.).

4.  Kejadian 4:2 - Mau-maunya Allah melindungi Kain sampai-sampai mesti pakai TANDA dan memberi ancaman walaupun Kain berbuat dosa.  Kalau bukan emosiNya, apa lagi.

Baru dari 2 pasal di Kejadian saja sudah sangat terlihat kasih Allah begitu besar.  Yesus bertindak bukan hanya karena Dia harus, berapa banyak ayat dalam Alkitab yang mengatakan bahwa hatiNya tergerak oleh belas kasihan sebelum Ia bertindak.  Dan Yesus menangis. 

Dengan penjelasan demikian apakah Bro HenHen berpendapat bahwa saya memikirkan tentang Allah 100% logika tanpa perasaan.  Penjelasan keMahaTahuan Allah dalam segala sesuatu tidak ada hubungannya dengan perasaan.  Allah Maha Tahu karena fakta Dia demikian.  Bagaimana Dia tiba-tiba terbatas dalam keMahaTahuannya hanya karena Dia memiliki emosi.  Kemahatahuan dan emosi adalah bagian dari diriNya yang tidak terpisahkan.

Terima kasih sudah bertukar pikiran.

Salam,



walaupun Dia hidup di dimensi yang berbeda dengan kita broh, tetap saja itu tidak menegasi bahwa Dia punya emosi kok :)

kita ini diciptakan serupa dan segambar dengan Allah

apabila saya saja bisa punya perasaan seperti itu, kenapa Allah tidak

ya anggaplah itu sebagai alternatif penjelasan saja dari saya

memang, kalau orang berpikir dengan 100% logika, tanpa pakai perasaan
pastilah akan dapat jawaban seperti bro pikir :)
September 18, 2018, 02:51:38 PM
Reply #24
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9062
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
nah kalo kemaha tahuan Allah kamu gabungkan dengan sisi emosinya

seharusnya kamu tidak mengatakan Allah menciptakan manusia untuk ditebus broh

ini simple logic aja
karena kamu fokus ke sisi logika akibat dari maha tahu nya Allah makanya kamu berpikir Allah tahu dan seperti membiarkan manusia jatuh dalam dosa

kalo kamu tambahkan sisi emosi kedalam itu, harusnya kesimpulan kamu tidak seperti itu

itu dari akal sehat aja ya :)
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
September 18, 2018, 03:02:43 PM
Reply #25
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 252
  • Denominasi: Kharismatik
dengan demikian, kemahatahuan Allah dibatasi demi emosinya?  Seperti ini, saya orang pintar, tapi demi kasih, saya jadi bodoh akan kelakuan istri saya.  Kalau mau seperti itu, ya begini yang benar : saya orang pintar, tapi demi kasih, saya pura-pura menjadi bodoh akan kelakuan istri saya. 

Kemahatahuan itu atribut Allah, bro.  Ia melekat sepenuhnya dalam diriNya.  Bukan karena bro punya perasaan :"wah gak bener nih : Allah sudah menyiapkan Juru Selamat dari sejak awal sebelumnya penciptaan,"  maka bro mengatur Dia bahwa Dia MahaTahu, tapi keMahaTahuannya terbatas (inipun fallacy menurut saya).   Sama saja, saya bilang bro ini pakai perasaan bro untuk mengatur logikamu tentang Allah supaya nuranimu tenang.

No hard feelings.  We are simply discussing.  I mean no harm.  :afro:

I understand what you mean, but I greatly disagree with your definition of the All Knowing God.

Salam,

nah kalo kemaha tahuan Allah kamu gabungkan dengan sisi emosinya

seharusnya kamu tidak mengatakan Allah menciptakan manusia untuk ditebus broh

ini simple logic aja
karena kamu fokus ke sisi logika akibat dari maha tahu nya Allah makanya kamu berpikir Allah tahu dan seperti membiarkan manusia jatuh dalam dosa

kalo kamu tambahkan sisi emosi kedalam itu, harusnya kesimpulan kamu tidak seperti itu

itu dari akal sehat aja ya :)
September 18, 2018, 03:26:39 PM
Reply #26
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9062
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
yup, kemahatahuan itu melekat pada diriNya itu benar

dan ini satu point tambahan lagi untuk alternatif penjelasan :

jika kita juga bilang dia mahabisasegalanya, maka harusnya kita juga berpikir Dia bisa untuk jadi tidak mahatahu dalam hal tertentu

kan katanya mahabisa
kalo cuma jadi tidak maha tahu aja tidak bisa, berarti tidak mahabisa :)

anyway apa yang saya tulis itu cuma buat perenungan aja
sy juga ga tahu pastinya

senang berdiskusi dengan anda

Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
September 18, 2018, 03:33:08 PM
Reply #27
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6337
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Diskusi ini akan mengarah ke Calvinism/Reformed Theology.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
September 18, 2018, 03:56:16 PM
Reply #28
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 252
  • Denominasi: Kharismatik
 :) saya sih bukan penganut kalvinisme.  Saya kira Bro Henhen juga demikian.  Diskusi TULIP sudah ada kan panjang lebar.   :afro:

Diskusi ini akan mengarah ke Calvinism/Reformed Theology.
September 18, 2018, 04:01:37 PM
Reply #29
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 252
  • Denominasi: Kharismatik
Bro, bukan mau memperpanjang, tapi agak gatel untuk menjawab.

Atribut Allah tidak mungkin diekspresikan secara bertentangan.  KeMahaBisaanNya tidak mungkin menyangkali KeMahatahuanNya.  KeMahabisaanNya tidak mungkin menyangkali KeMahaKudusanNya.  Atribut-2Nya sama sejajar. 

Kalau saya bilang saya 100% jujur dan 100% kasih, tidak mungkin karena saya 100% kasih, karena situasi tertentu saya bersikap tidak jujur.

Atribut Allah melekat seperti itu.  KemahatahuanNya tidak bukan menyangkali kasihNya.  KemahabisaanNya tidak mungkin menyangkali kemahatahuanNya.  Tapi saya tahu pembicaraan mengenai hal ini akan panjang kalau diteruskan.  Jadi sampai disini saja.  :)

yup, kemahatahuan itu melekat pada diriNya itu benar

dan ini satu point tambahan lagi untuk alternatif penjelasan :

jika kita juga bilang dia mahabisasegalanya, maka harusnya kita juga berpikir Dia bisa untuk jadi tidak mahatahu dalam hal tertentu

kan katanya mahabisa
kalo cuma jadi tidak maha tahu aja tidak bisa, berarti tidak mahabisa :)

anyway apa yang saya tulis itu cuma buat perenungan aja
sy juga ga tahu pastinya

senang berdiskusi dengan anda
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)