Author Topic: Hukuman Yang Setimpal  (Read 890 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 18, 2018, 10:31:07 AM
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 256
  • Denominasi: Kharismatik
Manusia dalam keterbatasan moral dan kebijaksanaannya memahami arti dari hukuman yang setimpal.  Pada saat pelanggaran dilakukan, maka hukuman yang sebanding / sesuai akan dikenakan.

Contoh (asal-asal-an):

1. Ganjaran untuk pencuri adalah (a) penjara (b) lama di penjara 1 tahun
2. Ganjaran untuk koruptor adalah (a) penjara) (b) lama di penjara 3 tahun
3. Ganjaran untuk kelalaian yang menyebabkan kematian adalah (a) penjara (b) lama di penjara 10 tahun
4. Ganjaran untuk pembunuhan adalah  (a) penjara (b) lama di penjara seumur hidup

Hakim berusaha untuk memberikan hukuman yang setimpal sesuai dengan perbuatannya.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas bagaimana kita dapat menjelaskan :

Anggap saja semua orang di bawah ini belum mengenal / pernah dengar tentang Yesus :

1. Hitler
2. Anak muda yang meninggal bunuh diri di umur 15 tahun
3. Politikus koruptor
4. Ibu rumah tangga di negara antah berantah

Mereka semua dimasukkan ke dalam neraka dengan masa selama-lamanya


Pertanyaannya adalah :
a. Apakah "waktu" = kekalan itu setimpal dengan hukumannya?
b. Apakah persamaan waktu hukuman = kekalan untuk masing-masing orang sebanding?

Mohon pencerahannya.

Salam,


« Last Edit: September 18, 2018, 10:36:44 AM by melangkahpasti »
September 18, 2018, 10:42:39 AM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9112
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
hukumannya harus kekal karena dipercaya roh manusia itu kekal

dan kekal ya kekal, untuk semua orang sama

kalau mau berargumen itu adil ato boleh dilakukan dan lain sebagainya
pencipta itu sebenernya punya kuasa yang hakiki terhadap ciptaannya
sama aja kayak kita bikin robot, kapan aja mau kita hancurin itu robot juga sah2 aja, walaupun tu robot gak ada salahnya
makanya beruntunglah kita yang dikasih kesempatan untuk bisa hidup sesungguhnya

ini filosofisnya ya
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
September 18, 2018, 10:57:59 AM
Reply #2
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6338
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Manusia dalam keterbatasan moral dan kebijaksanaannya memahami arti dari hukuman yang setimpal.  Pada saat pelanggaran dilakukan, maka hukuman yang sebanding / sesuai akan dikenakan.

Contoh (asal-asal-an):

1. Ganjaran untuk pencuri adalah (a) penjara (b) lama di penjara 1 tahun
2. Ganjaran untuk koruptor adalah (a) penjara) (b) lama di penjara 3 tahun
3. Ganjaran untuk kelalaian yang menyebabkan kematian adalah (a) penjara (b) lama di penjara 10 tahun
4. Ganjaran untuk pembunuhan adalah  (a) penjara (b) lama di penjara seumur hidup

Hakim berusaha untuk memberikan hukuman yang setimpal sesuai dengan perbuatannya.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas bagaimana kita dapat menjelaskan :

Anggap saja semua orang di bawah ini belum mengenal / pernah dengar tentang Yesus :

1. Hitler
2. Anak muda yang meninggal bunuh diri di umur 15 tahun
3. Politikus koruptor
4. Ibu rumah tangga di negara antah berantah

Mereka semua dimasukkan ke dalam neraka dengan masa selama-lamanya


Pertanyaannya adalah :
a. Apakah "waktu" = kekalan itu setimpal dengan hukumannya?
b. Apakah persamaan waktu hukuman = kekalan untuk masing-masing orang sebanding?

Mohon pencerahannya.

Salam,




Setimpal itu kan selalu ada ukurannya.

Tiap negara memberlakukan ukuran yg berbeda.
Ada negara yg tidak memberi hukuman mati, ada yg menerapkan.

Maksud saya, setimpal dalam ukuran dunia itu selalu tergantung judgment manusia.

Setimpalnya orang Indonesia itu mencuri hukuman maksimal 5 tahun (anggaplah), tp bagi orang Arab potong tangan.

Hukuman kekal itu ukuran siapa?
Ukuran Tuhan.

Skrg manusia bisa hidup itu pinjaman dari Tuhan, nafas itu pinjaman, detak jantung itu pinjaman, kekuatan itu pinjaman. Kl pinjaman itu manusia gunakan utk berbuat dosa dan dosa itu menyeret orang lain jg plus merusak jg nama Tuhan, kira-kira setimpalnya apa?

Anggaplah 5 tahun?
Emang Tuhan kasih pinjam manusia 5 tahun nafas shg setimpal dg 5 tahun?

Jadi ukuran setimpal itu relatif di dunia,
Kl kita ukur Tuhan dg standar dunia yg berbeda-beda, bukankah ukuran kita jadi tidak pas?
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
September 18, 2018, 11:01:15 AM
Reply #3
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 256
  • Denominasi: Kharismatik
Thanks jawabannya bro.  Boleh saya tanggapi supaya dapat bertukar pikiran ya.

1. Hukuman harus kekal karena dipercaya roh manusia itu kekal.  Tanggapan :  (a) logika ini gak nyambung bagi saya; (b) kekalan itu selama-lamanya : tanpa henti, tanpa jedah, setiap waktu, tidak seperberapapun waktu ada kesempatan untuk tidak merasakan akibat hukuman.

2.  Untuk semua orang sama.  Tanggapan : Allah menciptakan manusia sebagai makhluk yang rasional.  Sebagai orang yang ditebus oleh darah Anak Domba, rationality pengertian kita sudah dicerahkan sesuai dengan kehendak Allah dalam FirmanNya.  Dalam hal prinsip keadilan, kita mencoba menerapkannya dalam kehidupan (adil dalam memberikan ganjaran) dan kita tahu bahwa Allah itu adil (Amsal 16:11 - timbangan dan neraca yang betul adalah kepunyaan Tuhan, segala batu timbangan di dalam pundi-pundi adalah buatan-Nya).    Dalam hal ini, how do make sense the fairness of God dalam hal memberikan hukuman kekalan kepada semua orang tidak peduli apa kesalahannya?

3. Pencipta punya kuasa.  Jawaban : iya, tetapi tindakanNya pasti sesuai dengan karakterNya, yaitu Maha Adil.  Tetapi tentunya, kalau memang Allah mau melakukan demikian, ya itu hakNya.  Namun, saya hanya ingin pencerahan dimana saya dapat menerima dalam hal memahami alasannya dengan baik sesuai hati nurani dan terang Firman, karena kala usemua pertanyaan dalam hidup, kita jawab dengan "itu haknya Tuhan" cukup untuk membungkam, tapi sayang kalau jawaban yang baik / benar tersedia.

Terima kasih,



hukumannya harus kekal karena dipercaya roh manusia itu kekal

dan kekal ya kekal, untuk semua orang sama

kalau mau berargumen itu adil ato boleh dilakukan dan lain sebagainya
pencipta itu sebenernya punya kuasa yang hakiki terhadap ciptaannya
sama aja kayak kita bikin robot, kapan aja mau kita hancurin itu robot juga sah2 aja, walaupun tu robot gak ada salahnya
makanya beruntunglah kita yang dikasih kesempatan untuk bisa hidup sesungguhnya

ini filosofisnya ya
September 18, 2018, 11:04:06 AM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9112
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
itu dia, karena kita percaya Dia maha adil

dan Dia menetapkan hukumanNya kekal

ya kita percaya itulah yang adil kan :)
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
September 18, 2018, 11:09:10 AM
Reply #5
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 256
  • Denominasi: Kharismatik
Hai bro,

Kekal itu selama-lamanya.  Contoh : kalau tangan saya terbakar, saya akan menderita, tetapi dalam bilangan waktu - satu bulan hingga lukanya sembuh.  Saya pernah mengalami hal itu dan sakitnya luar biasa.  Tapi kalau kita berbicara selama-lamanya terbakar, keadaan dibakar itu tidak berhenti, tanpa jedah. 

Saya orang percaya Yesus Kristus dan bukan penganut Annihilationism, how do I make sense of this?

Dalam Amsal 16:11, Tuhan memakai timbangan dan neraca.  Kita mengerti makna dua kata itu "timbangan" dan "neraca", apapun keputusan disesuaikan dengan hasil dari timbangan itu, bukan semuanya sama.  Bagaimana?

Salam,


Setimpal itu kan selalu ada ukurannya.

Tiap negara memberlakukan ukuran yg berbeda.
Ada negara yg tidak memberi hukuman mati, ada yg menerapkan.

Maksud saya, setimpal dalam ukuran dunia itu selalu tergantung judgment manusia.

Setimpalnya orang Indonesia itu mencuri hukuman maksimal 5 tahun (anggaplah), tp bagi orang Arab potong tangan.

Hukuman kekal itu ukuran siapa?
Ukuran Tuhan.

Skrg manusia bisa hidup itu pinjaman dari Tuhan, nafas itu pinjaman, detak jantung itu pinjaman, kekuatan itu pinjaman. Kl pinjaman itu manusia gunakan utk berbuat dosa dan dosa itu menyeret orang lain jg plus merusak jg nama Tuhan, kira-kira setimpalnya apa?

Anggaplah 5 tahun?
Emang Tuhan kasih pinjam manusia 5 tahun nafas shg setimpal dg 5 tahun?

Jadi ukuran setimpal itu relatif di dunia,
Kl kita ukur Tuhan dg standar dunia yg berbeda-beda, bukankah ukuran kita jadi tidak pas?
September 18, 2018, 12:07:16 PM
Reply #6
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6338
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Hai bro,

Kekal itu selama-lamanya.  Contoh : kalau tangan saya terbakar, saya akan menderita, tetapi dalam bilangan waktu - satu bulan hingga lukanya sembuh.  Saya pernah mengalami hal itu dan sakitnya luar biasa.  Tapi kalau kita berbicara selama-lamanya terbakar, keadaan dibakar itu tidak berhenti, tanpa jedah. 

Saya orang percaya Yesus Kristus dan bukan penganut Annihilationism, how do I make sense of this?

Dalam Amsal 16:11, Tuhan memakai timbangan dan neraca.  Kita mengerti makna dua kata itu "timbangan" dan "neraca", apapun keputusan disesuaikan dengan hasil dari timbangan itu, bukan semuanya sama.  Bagaimana?

Salam,

Betul,
Kekal itu selama-lamanya.

Begitu juga surga itu kekal.
Kl dipikir-pikir, kenapa juga masuk surga itu jadi kekal?
Bukankah kebaikan manusia juga bisa ditakar dg neraca?
Jika kebaikannya 10.000 tindakan, bukankah adil masuk surga hanya 10.000 tahun?
Kl nafas dan detak jantung kita dipinjamkan Tuhan, kenapa juga segala kebaikan kita dihitung sbg jasa? Bukankah semua itu jasa-jasa Tuhan melalui kita?
Kl bgitu bukankah manusia tidak layak mendapat sedetikpun di sorga?

Saya tau di luar sana ada orang perhitungan dg durasi siksaan neraka, tp mreka biasanya tidak masalah dg konsep kekekalan di sorga pdhl modal mreka masuk sorga hanya kebaikan dlm rentang hidup singkat, itupun mreka bisa lakukan dg pinjaman nyawa dari Tuhan. Tanpa Tuhan apa yg manusia bisa lakukan?

Lagipula ada sih definisi kebaikan?
Kita punya uang 100 juta, baik itu jika kita sumbang berapa?
Apakah 10 juta sudah termasuk baik? Kita bandingkan dg siapa?
Ada yg bilang ke saya 10 juta itu pelit, 50 juta itu sudah seharusnya, kl beri 90 juta barulah baik krn manusia hanya butuh 10 juta.
So patokan durasi surga diukur dg apa?

Tuhan tidak mematok durasi surga, diberikanNya kpd kita tidak seimbang kelayakan perbuatan kita;
Tp ada yg protes soal durasi neraka, minta Tuhan adil dg bobot kejahatan, seolah-olah manusia bisa berbuat apa-apa di luar Dia.

Bukan Bro melangkahpasti, itu orang di luar sana.

Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
September 18, 2018, 12:36:47 PM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12160
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Manusia dalam keterbatasan moral dan kebijaksanaannya memahami arti dari hukuman yang setimpal.  Pada saat pelanggaran dilakukan, maka hukuman yang sebanding / sesuai akan dikenakan.

Contoh (asal-asal-an):

1. Ganjaran untuk pencuri adalah (a) penjara (b) lama di penjara 1 tahun
2. Ganjaran untuk koruptor adalah (a) penjara) (b) lama di penjara 3 tahun
3. Ganjaran untuk kelalaian yang menyebabkan kematian adalah (a) penjara (b) lama di penjara 10 tahun
4. Ganjaran untuk pembunuhan adalah  (a) penjara (b) lama di penjara seumur hidup

Hakim berusaha untuk memberikan hukuman yang setimpal sesuai dengan perbuatannya.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas bagaimana kita dapat menjelaskan :

Anggap saja semua orang di bawah ini belum mengenal / pernah dengar tentang Yesus :

1. Hitler
2. Anak muda yang meninggal bunuh diri di umur 15 tahun
3. Politikus koruptor
4. Ibu rumah tangga di negara antah berantah

Mereka semua dimasukkan ke dalam neraka dengan masa selama-lamanya


Pertanyaannya adalah :
a. Apakah "waktu" = kekalan itu setimpal dengan hukumannya?
b. Apakah persamaan waktu hukuman = kekalan untuk masing-masing orang sebanding?

Mohon pencerahannya.

Salam,
Kalau nurut saya, jangan memandang bahwa hukuman kekal nanti itu adalah semata-mata karena perbuatan jahat yang orang lakukan di dunia.
Penghukuman atas dosa yang kekal itu karena manusia dari sejak Adam sudah berdosa.

Dosa itu sifatnya merusak. Ganjaran/kerusakan akibat dosa itu akan orang rasakan di dunia ini.
Dosa besar, kerusakkannyapun besar. Ini menimpa baik orang percaya ataupun bukan orang percaya.
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
September 18, 2018, 12:42:14 PM
Reply #8
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 256
  • Denominasi: Kharismatik
Terima kasih atas penjelasannya, bro.

1. Agak susah bro menanggapi pertanyaan yang dijawab dengan pertanyaan karena pertanyaan dapat dijawab juga dengan pertanyaan.  Sifatnya jawabannya harap jangan "defensive" tetapi "explanatory", karena saya tidak bermaksud menyerang.

2. Saya tidak bertanya "kenapa" Tuhan membiarkan orang dalam neraka selama-lamanya.  Pertanyaan kenapa tidak akan dapat terselesaikan karena jawabannya hanya akan dijawab dengan pertanyaan lagi.  Saya menerima "ya, memang sudah demikian."  Saya bertanya "bagaimana" hal ini bisa make sense.

3.  Jadi, saya hanya menginginkan satu proses "bagaimana" penjelasan sehingga pemikiran ini bisa make sense.  Bagaimana cara menjelaskannya kepada orang ateis?  Apakah jawabanya pantas dengan menjawab sekedar "pokoknya, hukuman kekal selama-lamanya", apakah ada jawaban / apologetics yang lebih mengarahkan pemikiran logika agar dapat menerima (make sense) atau tidak?  Kalau tidak ada, ya sudah, berarti harus diteriman dengan iman tok.    Jika pertanyaan ini (seperti banyak pertanyaan lainnya) dijawab dengan memang sudah haknya Tuhan, yah lebih bungkam lagi deh.  Setiap pertanyaan dapat saja dijawab  dengan sudah kehendak Tuhan demikian dan tidak memberikan ruang pemikiran lebih lanjut mengenai bagaimana hal ini bisa demikian.

4. Oh ada diskusi mengenai durasi neraka di luar sana ya?  Boleh tolong referensinya?  Kalau saya tidak temukan disini, ya coba saya cari kesana, siapa tahu ada jawabannya.

5. Contoh perbandingan takaran mengenai surga dan perbuatan baik, tidak saya tanggapi, karena menurut saya tidak ada hubungan sama sekali dengan esensi pertanyaan saya.

6.  Anyway, terima kasih sudah menjelaskan, walaupun "bagaimana"-nya saya belum dapat.

Salam



Betul,
Kekal itu selama-lamanya.

Begitu juga surga itu kekal.
Kl dipikir-pikir, kenapa juga masuk surga itu jadi kekal?
Bukankah kebaikan manusia juga bisa ditakar dg neraca?
Jika kebaikannya 10.000 tindakan, bukankah adil masuk surga hanya 10.000 tahun?
Kl nafas dan detak jantung kita dipinjamkan Tuhan, kenapa juga segala kebaikan kita dihitung sbg jasa? Bukankah semua itu jasa-jasa Tuhan melalui kita?
Kl bgitu bukankah manusia tidak layak mendapat sedetikpun di sorga?

Saya tau di luar sana ada orang perhitungan dg durasi siksaan neraka, tp mreka biasanya tidak masalah dg konsep kekekalan di sorga pdhl modal mreka masuk sorga hanya kebaikan dlm rentang hidup singkat, itupun mreka bisa lakukan dg pinjaman nyawa dari Tuhan. Tanpa Tuhan apa yg manusia bisa lakukan?

Lagipula ada sih definisi kebaikan?
Kita punya uang 100 juta, baik itu jika kita sumbang berapa?
Apakah 10 juta sudah termasuk baik? Kita bandingkan dg siapa?
Ada yg bilang ke saya 10 juta itu pelit, 50 juta itu sudah seharusnya, kl beri 90 juta barulah baik krn manusia hanya butuh 10 juta.
So patokan durasi surga diukur dg apa?

Tuhan tidak mematok durasi surga, diberikanNya kpd kita tidak seimbang kelayakan perbuatan kita;
Tp ada yg protes soal durasi neraka, minta Tuhan adil dg bobot kejahatan, seolah-olah manusia bisa berbuat apa-apa di luar Dia.

Bukan Bro melangkahpasti, itu orang di luar sana.
September 18, 2018, 12:57:14 PM
Reply #9
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 256
  • Denominasi: Kharismatik
Nah, kalimat pertama yang bro berikan bagi saya lebih make sense untuk menjelaskan, tetapi belum sempurna.  Kesimpulan kalimat pertama saya dapatkan begini : jadi pointnya adalah manusia itu dihakimi dengan hukuman KEKAL bukan karena besar atau kecil perbuatan jahatnya, tetapi oleh . . .  Jadi ukuran KEKAL itu setimpal dengan . . . (saya tidak tahu jawabannya apa ya). 

Karena kalau besar / kecil perbuatan jahat diberikan hukuman sama, KEKAL, belum dapat di-make-sense-in.

Thanks,

Kalau nurut saya, jangan memandang bahwa hukuman kekal nanti itu adalah semata-mata karena perbuatan jahat yang orang lakukan di dunia.
Penghukuman atas dosa yang kekal itu karena manusia dari sejak Adam sudah berdosa.

Dosa itu sifatnya merusak. Ganjaran/kerusakan akibat dosa itu akan orang rasakan di dunia ini.
Dosa besar, kerusakkannyapun besar. Ini menimpa baik orang percaya ataupun bukan orang percaya.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)