Author Topic: Keselamatan sebagai Hadiah  (Read 3793 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 28, 2018, 08:28:14 AM
Reply #100
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 256
  • Denominasi: Kharismatik
Betul Bro.

Saya pikir bahwa hadiah apapun itu bentuknya : manusia baru, mendapat keselamatan, beriman pada Kristus – semuanya benar.  Kalau saya lihatnya hadiah itu adalah one-package deal yang melekat pada pribadi Yesus Kristus dan alasan kenapa saya berkesimpulan demikian, ada di 1Yoh. 5:12 – “Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.”

Kata “memiliki” diambil dari kata echo.  Di Strong-Lite : definisi echo = G2192 utamanya adalah :

(a)   To have (hold) in the hand = memegang di tangan
(b)   To have (hold) possession of the mind = memiliki pikiran
(c)   To hold fast keep = memegang erat untuk memiliki = bukan hanya memegang, tetapi memegang erat untuk tidak dilepaskan.

Jadi  1Yoh. 5:12 mengatakan “Barangsiapa (a) memegang di tangan, (b) memiliki pikiran, (c) memegang erat untuk memiliki Anak, ia memiliki (sama (a), (b), (c)) hidup;  barang siapa tidak (a), (b), (c) Anak, ia tidak memiliki hidup. 

Salam

kenapa kok Hadiah itu harus berupa "diubah menjadi ciptaan baru"?

kalo ada yang merasa bahwa Hadiah nya itu "beriman pada Kristus" atau "mendapat keselamatan", apakah perasaan orang itu salah?
« Last Edit: September 28, 2018, 08:33:38 AM by melangkahpasti »
September 28, 2018, 08:30:11 AM
Reply #101
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 256
  • Denominasi: Kharismatik
Melepaskan Hadiah Manusia Baru, Alegori Permaisuri yang Bodoh

Alkisah, di sebuah negeri antah berantah hiduplah seorang Raja Bijak yang ingin mempersunting gadis untuk dijadikan Permaisurinya.  Raja ini turun dari tahtanya dan berkelana ke pelosok kerajaannya untuk mencari sang gadis idaman. 

Di sebuah dusun kecil, hidupnya seorang gadis lugu dari kasta terendah.  Hidupnya sangat memprihatinkan; dia dalam keadaan menderita dan sengsara oleh karena kemiskinan.  Bukan itu saja, tetapi ia berhutang besar kepada lintah darah untuk kelangsungan hidupnya.

Sang Raja tidak memaksakan kehendaknya bahwa siapa yang dia sukai harus mau menjadi istrinya.  Hubungan yang ia jalin dengan istri itu harus berdasarkan kehendak bebas.  Sang Raja memberikan kehendak bebas kepada calon istrinya untuk memilih.  Dia tidak mau calon pengantinnya menjadi istrinya karena terpaksa. 

Waktu Sang Raja melihat si gadis, ia tertarik kepadanya.  Sang Raja memperkenalkan dirinya kepada si gadis.  Si gadis yang lugu itu, merasa tidak layak, karena ia hanya seorang gadis desa dari kasta terendah.  Tetapi, Raja itu terus mengejarnya dan memperkenalkan siapa pribadinya kepada si gadis.  Si gadis mulai tertarik dan jatuh cinta kepada Sang Raja.  Akhirnya si gadis memilih untuk menerima undangan Sang Raja untuk dijadikan istri atas kehendak bebasnya.  Akhirnya Sang Raja dan si gadis menjalin hubungan.  Dilaksanakanlah suatu perayaan ikat janji, dimana Sang Raja mempersunting si gadis berkasta rendah.  Dengan terjalinnya hubungan resmi sebagai suami istri, Sang Raja memberikan janji-janji-nya :

1.   Si gadis menjadi pilihan Sang Raja untuk menjadi Permaisuri.  Sekarang dia adalah manusia baru.
2.   Dengan terikatnya janji, Sang Permaisuri telah menjadi istrinya untuk selamanya.
3.   Statusnya menjadi istri Raja bukan lagi si gadis berkasta rendah, dia telah diterima sepenuhnya menjadi Sang Pemaisuri.
4.   Semua hutang Sang Permaisuri, baik dulu, sekarang dan ke depannya dibayar lunas.
5.   Sang Permaisuri dibebaskan dari belenggu perbudakan para pemberi hutang.
6.   Sebagai seorang Permaisuri, ia dilindungi, diproteksi, dijamin kehidupannya.
7.   Tata caranya harus berubah layaknya seorang Permaisuri.
8.   Semua kesalahannya diampuni – dulu, sekarang, dan akan datang.   Statusnya sebagai seorang Permaisuri aman.
9.   Dia sekarang adalah pribadi yang rajani, ningrat.
10.   Perbuatannya bukan alasan Sang Raja mencintai dia dan perbuatan juga bukan alasan Sang Raja tidak mencintai dia lagi.

Setelah berlangsung beberapa lama, ternyata Sang Permaisuri, mulai tertarik kepada pribadi lain, penguasa dari kerajaan seberang.  Akhirnya, Sang Permaisuri mengambil keputusan untuk meninggalkan suaminya, melepaskan status ke-istri-an-nya, dan menikah dengan raja penguasa dari negeri seberang.   Semua hadiah, hak, tanggung jawab ia lepaskan.   Statusnya sebagai manusia baru dalam lingkungan Raja Bijak, ia tinggalkan.
___________________________________
Alegori ini bertujuan untuk menjadikan Yesus Kristus sebagai satu-satu-nya bagi kita dan agar kita tidak melepaskan hadiah yang sudah kita terima.

2 Korintus 11:2 :”Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi.  Karena aku mempertunangkan kamu kepada SATU laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus.”
« Last Edit: September 28, 2018, 09:38:51 AM by melangkahpasti »
September 28, 2018, 10:38:11 AM
Reply #102
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9110
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Betul Bro.

Saya pikir bahwa hadiah apapun itu bentuknya : manusia baru, mendapat keselamatan, beriman pada Kristus – semuanya benar.  Kalau saya lihatnya hadiah itu adalah one-package deal yang melekat pada pribadi Yesus Kristus dan alasan kenapa saya berkesimpulan demikian, ada di 1Yoh. 5:12 – “Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup.”

intinya : hadiah itu adalah sesuatu yang membuat kita selamat :)

ada banyak yang bisa menggambarkan hal ini :
1. jadi ciptaan baru
2. hubungan dengan Tuhan
3. Yesus ada dalam kita, dan kita dalam Yesus
etc

sama aja benernya sih

misal ada orang berargumen yang bener itu harusnya ciptaan baru
apa kata Alkitab tentang ciptaan baru?

2Korintus 5
17. Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

ada pre-condition-nya kan : orang itu harus ada di dalam Kristus

gimana kalo orang itu nantinya memilih tidak ada di dalam Kristus? :)
seperti perumpamaan anak yang hilang di thread sebelah :)

Alkitab mau dibolak balik gimana juga
asal kalo mau baca jujur ketemu2nya hal sama aja kok
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
September 28, 2018, 10:46:18 AM
Reply #103
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 256
  • Denominasi: Kharismatik
Yup, saya setuju  :afro:

Salam

intinya : hadiah itu adalah sesuatu yang membuat kita selamat :)

ada banyak yang bisa menggambarkan hal ini :
1. jadi ciptaan baru
2. hubungan dengan Tuhan
3. Yesus ada dalam kita, dan kita dalam Yesus
etc

sama aja benernya sih

misal ada orang berargumen yang bener itu harusnya ciptaan baru
apa kata Alkitab tentang ciptaan baru?

2Korintus 5
17. Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang.

ada pre-condition-nya kan : orang itu harus ada di dalam Kristus

gimana kalo orang itu nantinya memilih tidak ada di dalam Kristus? :)
seperti perumpamaan anak yang hilang di thread sebelah :)

Alkitab mau dibolak balik gimana juga
asal kalo mau baca jujur ketemu2nya hal sama aja kok
November 24, 2018, 11:41:55 AM
Reply #104
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2566
Pemberian hadiah itu biasanya bersifat conditional (kausalitas) sedangkan anugerah Allah adalah non conditional semata mata hanya kehendak Allah yang berdaulat.
November 24, 2018, 12:34:18 PM
Reply #105
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 10520
Pemberian hadiah itu biasanya bersifat conditional (kausalitas) sedangkan anugerah Allah adalah non conditional semata mata hanya kehendak Allah yang berdaulat.

menurut VERSIMU.. keselamatan versimu itu conditional ah...
hadiahnya dikasih dengan KONDISI manusia itu "mengaku-aku percaya"

kalo memang enggak kondisional:
maka terserah allah suka-suka allah mau ngasih ke manusia yang "ngaku-ngaku percaya" atau pun enggak ngaku-ngaku percaya..
dan enggak perlu menjilat Allah dengan jadi debt collector nagih hutang Allah: "karena saya udah ngaku-ngaku percaya, maka Allah yang tidak mungkin ingkarjanji pasti HARUS kasih gw keselamatan"
November 25, 2018, 07:58:18 AM
Reply #106
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2566
Iman keselamatan memang hanya karunia Allah bukan hasil usaha manusia.
November 27, 2018, 05:19:41 PM
Reply #107
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 10520
Iman keselamatan memang hanya karunia Allah bukan hasil usaha manusia.

Jadi mnurut kamu, Allah boleh dong suka-suka Allah, untuk mengkaruniakan keselamatan kepada manusia siapapun, walaupun manusia itu mengaku-aku percaya ataupun tidak mengaku-aku percaya?

November 28, 2018, 11:44:40 AM
Reply #108
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2566
Jadi mnurut kamu, Allah boleh dong suka-suka Allah, untuk mengkaruniakan keselamatan kepada manusia siapapun, walaupun manusia itu mengaku-aku percaya ataupun tidak mengaku-aku percaya?

Iman ada yang sejati (pilihan Allah) dan ada palsu ngaku ngaku doang tanpa dibuktikan oleh perbuatannya.

November 29, 2018, 03:40:25 PM
Reply #109
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 10520
Iman ada yang sejati (pilihan Allah) dan ada palsu ngaku ngaku doang tanpa dibuktikan oleh perbuatannya.

jadi menurut jamu: kalo enggak dibuktikan oleh perbuatan, maka imannya itu palsu?

dan karena imannya Palsu, maka manusia itu tidak memenuhi SYARAT untuk menerima keselamatan?
atau dgn kata lain, karena imannya palsu, maka Tuhan TIDAK BOLEH menghadiahkan keselamatan untuk orang itu?
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)