Author Topic: Keselamatan sebagai Hadiah  (Read 4058 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 20, 2018, 11:04:16 AM
Reply #20
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1397
nah begitu dong, jadi saya mengenal mahluk seperti apa anda ini  :afro:  Anda menganut universal reconciliation/salvation.  Hidup anda sekarang ini lebih tenang pasti tenang karena anda berpendapat semua orang pasti diselamatkan, nantinya.

Tapi saya sama sekali tidak sependapat.

Mungkin universal reconciliation bisa menjadi topik terpisah.

Aniwei, salam damai
Didalam DIA pasti ada Damai Sukacita itu bukan isapan jempol tapi nyata...Mau merasakan hal itu ?, masuk aja kedalam-Nya....Jika saya tahu begini damainya, tenangnya, kenapa ga dari dulu aja saya masuk kedalam-Nya....
Percaya bisa saja diucapkan tanpa mengerti arti sebenarnya dan penerapan sebenarnya dalam perbuatan...
Jika kita mau mengerti sepenuhnya dan bisa menerapkannya...mintalah Hikmat pada-Nya....
Anda jangan menyangka saya "tenang" karena Aji mumpung dapat Grace dari-Nya...
Justru setelah diberi Hikmat, saya jadi merasa sangat kecil, tidak pantas, dan sering terharu dan berterima Kasih pada-Nya, karena pengorbanan-Nya untuk kita...bagaimana saya bisa membalasnya...sehingga terpikir mau membantu-Nya/minta diberi kesempatan/dipakai  oleh-Nya untuk mewujudkan Kehendak-Nya (Berbagi Kasih, Jasmani dan Rohani)...

Salam Damai Bro...
Tuhan memberkati...
September 20, 2018, 11:18:59 AM
Reply #21
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 256
  • Denominasi: Kharismatik
Hi bro,

Menurut saya, mau tidak mau, suka atau tidak suka, ADA KORELASINYA (terlalu banyak ayatnya).  Tetapi ada korelasi terjadi bukan karena saya "harus" membuktikan supaya saya selamat, tetapi pembuktian itu kelihatan, karena saya selamat.

Dua-dua pihak punya "tantangan". 

Untuk yang percaya ultra osas,  harus ada kebijaksanaan merumuskan dan menjabarkan pengertiannya.   Jangan main asal tabrak. Contoh :  sudah terbukti orang-orang yang bunuh diri, karena setelah mendengar kotbah / menerima konseling dan mendapat kepastian bahwa "kalau orang percaya bunuh diri, pasti masuk surga",  mereka bunuh diri.   

Untuk yang percaya bahwa keselamatan dapat hilang, harus juga bijaksana, karena kalau tidak, akan hidup di bawah hukum Taurat.  Contoh : perpuluhan dipakai sebagai alat untuk intimidasi dengan menggunakan ayat-ayat kutuk atau diiming-iming dengan janji muluk-2 tingkap-2 langit dibuka.  Dengan demikian, orang2 yang memberi perpuluhan memberi berdasar ikatan kuk hukum Taurat.

That's my two cents.

Salam.


enggak ada yg berantem lah mas..
disini iklim diskusinya sehat dan straightforward kok..
supaya semua pendapat bisa disampaikan secara gamblang..

haha...

hmmm......

i think i know where this leads..


btw, menurut mas aleph,
"pembuktian dalam kehidupan sehari-hari" itu enggak ngaruh terhadap keselamatan lho mas..

kalo nurut mas melang, apakah "pembuktian dalam kehidupan sehari-hari" itu ADA KORELASI-nya dengan kesalamatan seseorang atau tidak ?
September 20, 2018, 11:25:42 AM
Reply #22
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 256
  • Denominasi: Kharismatik
duly noted

salam

Didalam DIA pasti ada Damai Sukacita itu bukan isapan jempol tapi nyata...Mau merasakan hal itu ?, masuk aja kedalam-Nya....Jika saya tahu begini damainya, tenangnya, kenapa ga dari dulu aja saya masuk kedalam-Nya....
Percaya bisa saja diucapkan tanpa mengerti arti sebenarnya dan penerapan sebenarnya dalam perbuatan...
Jika kita mau mengerti sepenuhnya dan bisa menerapkannya...mintalah Hikmat pada-Nya....
Anda jangan menyangka saya "tenang" karena Aji mumpung dapat Grace dari-Nya...
Justru setelah diberi Hikmat, saya jadi merasa sangat kecil, tidak pantas, dan sering terharu dan berterima Kasih pada-Nya, karena pengorbanan-Nya untuk kita...bagaimana saya bisa membalasnya...sehingga terpikir mau membantu-Nya/minta diberi kesempatan/dipakai  oleh-Nya untuk mewujudkan Kehendak-Nya (Berbagi Kasih, Jasmani dan Rohani)...

Salam Damai Bro...
Tuhan memberkati...
September 20, 2018, 11:44:30 AM
Reply #23
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9134
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
:afro: :afro:

saya lihat disini sering berantem-2 tulisannya  :).

Tapi, menurut saya, ujung-ujungnya perbedaan pendapat ini, pembuktiannya ada pada kehidupan sehari-hari.

Bagi yang percaya mengenai kepastian keselamatan, tidak sembarangan menghidupi kehidupannya.  Karena memang kasih karunia yang diterima bukan alasan untuk berbuat dosa.   

Bagi yang menganut keselamatan dapat hilang bahwa apa yang dilakukannya bukan didasari oleh karena upah dan ganjaran, tetapi atas dasar saya selamat, makanya saya bekerja.  Karena kalau didasari oleh karena upah dan ganjaran, maka dia membawa dirinya kembali berada di bawah pengaruh hukum Taurat.

This is just my two cents’

Salam.

emang sebenernya gak masalah kok
itu kan keyakinan masing2 orang
orang mau hidup yakini OSAS ya silahkan, why should I care? And I don't want to change that belief either, no profit at all for me

yang NAJIS dan JIJIK itu ketika dia JUDGE orang diluar OSAS pasti hidupnya gak tenang, seolah2 kalo GAK MEYAKINI OSAS gak bakalan deh elu masuk sorga, karena hiduplu pasti hancur dituduh2 iblis dan bla bla bla
apalagi GAK SEGAN2 ubah ayat yang tertulis demi doktrinnya bener

itu aja permasalahannya
bukan masalah doktrinnya :)
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
September 20, 2018, 11:45:47 AM
Reply #24
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9134
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
enggak ada yg berantem lah mas..
disini iklim diskusinya sehat dan straightforward kok..
supaya semua pendapat bisa disampaikan secara gamblang..

haha...

hmmm......

i think i know where this leads..


btw, menurut mas aleph,
"pembuktian dalam kehidupan sehari-hari" itu enggak ngaruh terhadap keselamatan lho mas..

kalo nurut mas melang, apakah "pembuktian dalam kehidupan sehari-hari" itu ADA KORELASI-nya dengan kesalamatan seseorang atau tidak ?

lha wong menurut Aleph orang terima Yesus, bunuh diri, tetep masuk sorga juga kok
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
September 20, 2018, 11:50:34 AM
Reply #25
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 256
  • Denominasi: Kharismatik
ooo baru tahu saya  :rolleye0014:

emang sebenernya gak masalah kok
itu kan keyakinan masing2 orang
orang mau hidup yakini OSAS ya silahkan, why should I care? And I don't want to change that belief either, no profit at all for me

yang NAJIS dan JIJIK itu ketika dia JUDGE orang diluar OSAS pasti hidupnya gak tenang, seolah2 kalo GAK MEYAKINI OSAS gak bakalan deh elu masuk sorga, karena hiduplu pasti hancur dituduh2 iblis dan bla bla bla
apalagi GAK SEGAN2 ubah ayat yang tertulis demi doktrinnya bener

itu aja permasalahannya
bukan masalah doktrinnya :)
September 20, 2018, 12:36:46 PM
Reply #26
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 10529
emang sebenernya gak masalah kok
itu kan keyakinan masing2 orang
orang mau hidup yakini OSAS ya silahkan, why should I care? And I don't want to change that belief either, no profit at all for me

yang NAJIS dan JIJIK itu ketika dia JUDGE orang diluar OSAS pasti hidupnya gak tenang, seolah2 kalo GAK MEYAKINI OSAS gak bakalan deh elu masuk sorga, karena hiduplu pasti hancur dituduh2 iblis dan bla bla bla
apalagi GAK SEGAN2 ubah ayat yang tertulis demi doktrinnya bener

itu aja permasalahannya
bukan masalah doktrinnya :)

nah... well said.

ditambah pula..
dirinya sok merasa seolah-olah diperintah tuhan untuk "mengkoreksi kekeliruan" orang yg non-osas, agar mereka ini "tercegah dari kesesatan" dan jangan sampai non-osas ini menjadi "batu sandungan iman"


hahaha....
September 20, 2018, 12:39:35 PM
Reply #27
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 10529
Hi bro,

Menurut saya, mau tidak mau, suka atau tidak suka, ADA KORELASINYA (terlalu banyak ayatnya).  Tetapi ada korelasi terjadi bukan karena saya "harus" membuktikan supaya saya selamat, tetapi pembuktian itu kelihatan, karena saya selamat.

Dua-dua pihak punya "tantangan". 

Untuk yang percaya ultra osas,  harus ada kebijaksanaan merumuskan dan menjabarkan pengertiannya.   Jangan main asal tabrak. Contoh :  sudah terbukti orang-orang yang bunuh diri, karena setelah mendengar kotbah / menerima konseling dan mendapat kepastian bahwa "kalau orang percaya bunuh diri, pasti masuk surga",  mereka bunuh diri.   

Untuk yang percaya bahwa keselamatan dapat hilang, harus juga bijaksana, karena kalau tidak, akan hidup di bawah hukum Taurat.  Contoh : perpuluhan dipakai sebagai alat untuk intimidasi dengan menggunakan ayat-ayat kutuk atau diiming-iming dengan janji muluk-2 tingkap-2 langit dibuka.  Dengan demikian, orang2 yang memberi perpuluhan memberi berdasar ikatan kuk hukum Taurat.

That's my two cents.

Salam.

thanks for the opinion bro
September 20, 2018, 01:11:44 PM
Reply #28
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12160
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
emang sebenernya gak masalah kok
itu kan keyakinan masing2 orang
orang mau hidup yakini OSAS ya silahkan, why should I care? And I don't want to change that belief either, no profit at all for me

yang NAJIS dan JIJIK itu ketika dia JUDGE orang diluar OSAS pasti hidupnya gak tenang, seolah2 kalo GAK MEYAKINI OSAS gak bakalan deh elu masuk sorga, karena hiduplu pasti hancur dituduh2 iblis dan bla bla bla
apalagi GAK SEGAN2 ubah ayat yang tertulis demi doktrinnya bener

itu aja permasalahannya
bukan masalah doktrinnya :)
Kalau saya sih mencoba berdiskusi dengan dasar Firman Tuhan, dengan contoh-contoh masalah kehidupan yang nyata. Mungkin elu aja Hen yang terlalu sensi dan guoblok. Beda pendapat dianggap sedang di-judge. Gelagepan ketauan busuknya malah nuduh orang lain.

Itu aja permasalahannya, memang bukan masalah doktrinnya tapi elu-nya.
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
September 20, 2018, 04:32:14 PM
Reply #29
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9134
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
kalo cuma gw yang ngomong gt, gw introspeksi diri deh, mungkin emang cuma gw yang sensi bro
tapi masalahnya gak cuma gw tuh ;D
banyak, ini salah satunya tuh

http://forumkristen.com/index.php?topic=55151.110

Kalau anda percaya anda dapat kehilangan keselamatan, mungkin anda juga akan frustasi karena selalu mengecewakan Tuhan dan berfikir mungkin Tuhan sudah menolak anda. Karena terlalu sering minta ampun dan jatuh lagi.

Lain halnya bila anda ngerasa Allah itu seperti Bapa yang baik yang setia yang tak akan meninggalkan kita. Dia akan selalu di samping kita meskipun kita gagal-lagi-gagal lagi. Ini akan menjadikan motivasi dan kekuatan bagi kita untuk mampu mengatasi perbuatan dosa.


Kl saya liat ya, problem dari tulisan Bro Aleph adalah Bro menuliskan ssuatu dg paradigma seolah 'mutlak'.

Misal:

Misalnya ketika anda terjerat rokok atau alkohol. Mau lepas susah. Jatuh lagi-jatuh lagi.
Kalau anda percaya teori pemilihan, mungkin pada suatu titik anda akan mikir, 'jangan-jangan saya memang bukan orang pilihan. Terbukti saya selalu gagal hidup sesuai Firman Tuhan'. Akhirnya bisa jadi putus asa dan meninggalkan Kekristenan.


Cara Bro menulis seolah-olah hampir pasti pola pikir keliru ini akan terjadi di benak para Calvinist.

Kalau anda percaya anda dapat kehilangan keselamatan, mungkin anda juga akan frustasi karena selalu mengecewakan Tuhan dan berfikir mungkin Tuhan sudah menolak anda. Karena terlalu sering minta ampun dan jatuh lagi.

Ini juga sama.
Cara Bro menulis seolah-olah hampir pasti pola pikir keliru ini akan terjadi di benak para Arminianist.

Lain halnya bila anda ngerasa Allah itu seperti Bapa yang baik yang setia yang tak akan meninggalkan kita. Dia akan selalu di samping kita meskipun kita gagal-lagi-gagal lagi. Ini akan menjadikan motivasi dan kekuatan bagi kita untuk mampu mengatasi perbuatan dosa.

Sbg pbandingan, maka Bro mngedepankan pola pikir di atas sbg suatu kepastian yg dialami kaum 'grace-radical'.

Jadi pendalaman alkitab yang 'membingungkan' ini bagai saya bukan sekedar teori untuk memuaskan pikiran kita, tapi benar-benar nyata untuk menerima pertolongan Tuhan dalam menghadapi masalah hidup.

Dg konteks tulisan Bro sebelumnya, maka ksimpulan ini jadi beda diartikannya (stidaknya oleh saya).

Saya jd mngartikan bhw Bro mngatakan grace-radical adalah the-best.
Ya sudahlah itu kan iman pribadi Bro.

Tp ktika Bro mbandingkannya pd calvinism dan arminianism, Bro mngambil suatu ksimpulan 'pribadi' bhw penganut Calvin dan Arminian tidak akan mungkin (or akan sangat sangat sukar) mcapai kdewasaan rohani sbgmn kaum grace-radical.
Padahal, Calvinist dan Arminianist belum tentu mngalami proses bpikir sbgmn yg Bro simpulkan sndiri itu.


baca2 aja diskusinya buat yang ingin mengenal Aleph lebih jauh lagi ;D
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)