Author Topic: Keselamatan sebagai Hadiah  (Read 1837 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 20, 2018, 04:38:38 PM
Reply #30
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12138
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
kalo cuma gw yang ngomong gt, gw introspeksi diri deh, mungkin emang cuma gw yang sensi bro
tapi masalahnya gak cuma gw tuh ;D
banyak, ini salah satunya tuh

http://forumkristen.com/index.php?topic=55151.110

baca2 aja diskusinya buat yang ingin mengenal Aleph lebih jauh lagi ;D

Kenapa jawaban saya ke Siip ditrit itu gak dikutip lagi, Hen?
Lu sehat Hen?
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
September 20, 2018, 04:46:14 PM
Reply #31
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9062
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
kepenuhan coy

lu kutipin aja ksini, malas amat lu
orang lagian tinggal klik baca

kenapa u ga kutip? kalo u berpikir jawaban u itu bagus? ;D

lagian elu jawab apa sih? bukannya diskusinya udah putus sampe situ karena emang begitulah pemikiranmu tendensinya

kl gw bilang mah jawaban elu slanjutnya udah ga ada esensinya
intinya OSAS, dan orang yang gak percaya OSAS itu resiko frustasi ujung2nya gak selamat malah ;D ;D

itu aja kok diulang2
« Last Edit: September 20, 2018, 04:54:45 PM by HenHen »
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
September 20, 2018, 05:19:03 PM
Reply #32
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 10400
kalo cuma gw yang ngomong gt, gw introspeksi diri deh, mungkin emang cuma gw yang sensi bro
tapi masalahnya gak cuma gw tuh ;D
banyak, ini salah satunya tuh

http://forumkristen.com/index.php?topic=55151.110

baca2 aja diskusinya buat yang ingin mengenal Aleph lebih jauh lagi ;D



lho... tunggu... tunggu....

mas siip bilang gini:
Kl saya liat ya, problem dari tulisan Bro Aleph adalah Bro menuliskan ssuatu dg paradigma seolah 'mutlak'.


bukankah....
kebenaran mutlak = kebenaran absolut
kebenaran absolut = hanya oleh Tuhan

mungkinkah... ini berarti:
Aleph itu adalah Tuhan incognito?


ohh maiii gotttt.....
aku terkenyut....

hahahaha
September 20, 2018, 10:17:49 PM
Reply #33
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 290
  • Denominasi: Katolik
Ephesians 2:8-9 :”For by grace are ye saved through faith; and that not of yourselves: it is the GIFT of God.”

Gift = doron = present = hadiah = bukan upah


1.   Hadiah tidak mungkin ditahan oleh karena adanya perbuatan jahat.  Demikian juga, hadiah tidak mungkin diberikan oleh karena adanya perbuatan baik. 
2.   Hadiah tidak mungkin dikurangi oleh karena perbuatan jahat.  Hadiah adalah pemberian cuma-cuma yang didasari kebaikan yang memberi dan tidak didasari oleh perbuatan yang diberi.
3.   Hadiah tidak dapat berhutang.  Jika seseorang diberi hadiah, maka hadiah itu adalah haknya sepenuhnya.  Hadiah yang dia peroleh tidak membuat dia berhutang kepada yang memberi di kemudian hari. 
4.   Hadiah tidak dapat dipakai sebagai alasan untuk membayar hutang. Kalau orang bekerja, upahnya bukan hadiah, tapi haknya.  Kalau orang diberi hadiah, kalaupun dia bekerja bukan untuk membayar hadiah yang diterimanya.
5.   Hadiah bukan terdiri dari sebagian pemberian cuma-cuma, sebagian hutang.  Hadian murni pemberian cuma-cuma.
6.   Hadiah dapat ditolak, diabaikan atau diterima dan dibuang di kemudian hari.
Yesus datang ke dunia ini bukan karena ketaatan atau perbuatan baik manusia. Kedatangan Yesus ini sudah direncanakan Allah semenjak manusia jatuh dalam dosa karena kasih-Nya kepada manusia. Dimana Yesus ini melaksanakan kehendak Bapa dengan taat sampai wafat di kayu salib untuk menebus dosa manusia.
Penebusan dosa inilah kasih karunia Allah, pemberian Allah secara cuma-cuma kepada manusia yang tentu saja harus ditanggapi dengan iman supaya selamat. Sampai disini seseorang itu sudah selamat, namanya tertulis di buku kehidupan seperti penjahat yang disalibkan di samping Yesus yang beriman menjelang wafatnya. (Dia tidak sempat berbuat baik tetapi kalau dia selamat dari penyaliban, diapun harus berbuat baik sesuai kemampuannya)

Tetapi apakah beriman saja cukup seperti yang  dikehendaki Yesus ?
Jawabannya ternyata tidak.


Marilah kita teruskan ayat Efesus 2:8-9 ini dengan ayat sesudahnya yaitu Efesus 2:10/Ephesians 2:10

Ephesians 2:10 For we are his workmanship, created in Christ Jesus unto good works, which God hath before ordained that we should walk in them.

Efesus 2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Jadi sesudah beriman kita dituntut untuk melakukan perbuatan baik supaya tetap selamat, karena bila seorang Kristen hidupnya buruk bahkan lebih buruk dari orang yang tidak beriman terancam kehilangan keselamatannya seperti yang tertulis dalam

Wahyu 3:5 Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya. 

Wahyu 3:5 ini secara tegas mengatakan bahwa keselamatan karena iman kepada Kristus pada saat seseorang beriman pada Kristus bukanlah keselamatan kekal sehingga anugrah ini perlu dipelihara dengan melakukan kehendak Allah termasuk perbuatan baik untuk memelihara keselamatan itu. Karena Yesus berkuasa menghapuskan nama seseorang dalam kitab kehidupan sehingga orang tersebut tidak selamat.

Perihal perbuatan disamping iman ini diajarkan oleh Yesus dan Yakobus, seperti yang tertulis dalam :

Matius 7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. ---> syarat supaya selamat.

Matius 7:24-25
7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
7:25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.
---> syarat supaya selamat.

Matius 25:11-13
25:11 Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu!
25:12 Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya aku tidak mengenal kamu.
--> tidak selamat
25:13 Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya."

Yakobus 2:17 Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. --> iman tanpa perbuatan tidak selamat.

Jadi keselamatan eternal itu:
Pertama-tama karena kasih karunia Allah yang harus ditanggapi dengan iman dan diwujudkan dalam perbuatan.
1 Korintus 10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
September 21, 2018, 06:35:32 AM
Reply #34
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 252
  • Denominasi: Kharismatik
Hi bro, thank you atas tanggapannya.  Saya tidak mau keluar off-topic dari ayat ini karena nanti kita main perang ayat. 

Kalau anda kasih ayat2, dengan satu ayat saja, pembicaraan kita melebar kemana-mana, contoh
 
Filipi 2:13  karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.

Oleh karena itu saya hanya merespons sehubungan dengan hadiah itu bukan pemberian bersyarat.  Hadiah adalah pemberian cuma2 dan menjadi hak si penerima sepenuhnya.  Kalau anda mau mengatakan hadiah itu nantinya harus dibayar, kata hadiah itu harus diganti dengan pemberian bersyarat, pemberian dengan kondisi atau apalah.  Jadi definisi hadiah memang hadiah.

Tapi karena ayat Efesus 2:10 melekat pada Efesus 2:8-9 dan anda masukkan itu dalam meresponi saya, baik kita masukkan itu dalam diskusi kita.

Hadiah itu memiliki ciri2.  Ciri2nya adalah perbuatan baik (Efesus 2:10).  Bukan bahwa perbuatan baik adalah apa yang saya harus bayar untuk mempertahankan hadiah itu tetap jadi milik saya.  Pada waktu ciri2 tidak ada lagi dalam kehidupan seseorang (dan ini hanya Tuhan yang tahu), ya berarti hadiah itu sudah dia lepaskan sehingga hak kepemilikannya tidak lagi menjadi miliknya. 

Salam


Yesus datang ke dunia ini bukan karena ketaatan atau perbuatan baik manusia. Kedatangan Yesus ini sudah direncanakan Allah semenjak manusia jatuh dalam dosa karena kasih-Nya kepada manusia. Dimana Yesus ini melaksanakan kehendak Bapa dengan taat sampai wafat di kayu salib untuk menebus dosa manusia.
Penebusan dosa inilah kasih karunia Allah, pemberian Allah secara cuma-cuma kepada manusia yang tentu saja harus ditanggapi dengan iman supaya selamat. Sampai disini seseorang itu sudah selamat, namanya tertulis di buku kehidupan seperti penjahat yang disalibkan di samping Yesus yang beriman menjelang wafatnya. (Dia tidak sempat berbuat baik tetapi kalau dia selamat dari penyaliban, diapun harus berbuat baik sesuai kemampuannya)

Tetapi apakah beriman saja cukup seperti yang  dikehendaki Yesus ?
Jawabannya ternyata tidak.


Marilah kita teruskan ayat Efesus 2:8-9 ini dengan ayat sesudahnya yaitu Efesus 2:10/Ephesians 2:10

Ephesians 2:10 For we are his workmanship, created in Christ Jesus unto good works, which God hath before ordained that we should walk in them.

Efesus 2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Jadi sesudah beriman kita dituntut untuk melakukan perbuatan baik supaya tetap selamat, karena bila seorang Kristen hidupnya buruk bahkan lebih buruk dari orang yang tidak beriman terancam kehilangan keselamatannya seperti yang tertulis dalam

Wahyu 3:5 Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya. 

Wahyu 3:5 ini secara tegas mengatakan bahwa keselamatan karena iman kepada Kristus pada saat seseorang beriman pada Kristus bukanlah keselamatan kekal sehingga anugrah ini perlu dipelihara dengan melakukan kehendak Allah termasuk perbuatan baik untuk memelihara keselamatan itu. Karena Yesus berkuasa menghapuskan nama seseorang dalam kitab kehidupan sehingga orang tersebut tidak selamat.

Perihal perbuatan disamping iman ini diajarkan oleh Yesus dan Yakobus, seperti yang tertulis dalam :

Matius 7:21. Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. ---> syarat supaya selamat.

Matius 7:24-25
7:24 "Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.
7:25 Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak rubuh sebab didirikan di atas batu.
---> syarat supaya selamat.

Matius 25:11-13
25:11 Kemudian datang juga gadis-gadis yang lain itu dan berkata: Tuan, tuan, bukakanlah kami pintu!
25:12 Tetapi ia menjawab: Aku berkata kepadamu, ....
September 21, 2018, 10:22:22 AM
Reply #35
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12138
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
kepenuhan coy

lu kutipin aja ksini, malas amat lu
orang lagian tinggal klik baca

kenapa u ga kutip? kalo u berpikir jawaban u itu bagus? ;D

lagian elu jawab apa sih? bukannya diskusinya udah putus sampe situ karena emang begitulah pemikiranmu tendensinya

kl gw bilang mah jawaban elu slanjutnya udah ga ada esensinya
intinya OSAS, dan orang yang gak percaya OSAS itu resiko frustasi ujung2nya gak selamat malah ;D ;D

itu aja kok diulang2

Ini jawaban saya ke Siip
Betul Siip,
Itu pendapat saya. Memang tidak bisa dimutlakkan. Kalau mau mendalami lebih lanjut sebaiknya ayo kita bahas ayatnya.
Saya hanya ingin membukakan bahwa yang anda katakan 'sama saja, cuma kemasannya berbeda', ternyata pada tingkat tertentu sangat berpengaruh dalam pengambilan keputusan.

Saya gak ingin berkata, 'grace-radical adalah the-best', tapi bukankah seharusnya Firman Tuhan itu menolong dan menguatkan kita? Dan dalam keterpurukan kita, bagaimanakah doktrin 'dipilih sebagian' dapat menolong kita? Bagaimanakah doktrin 'keselamatan kita akan hilang' bisa menolong kita?

Memang bisa saja kita bersikap seperti anda..."itu semua cuma kemasan, yang penting percaya Yesus", kalau dalam konteks saling menerima saya juga gak masalah bersikap seperti itu. Tapi kalau mau saling mempertajam, berdikusi lebih dalam, mempelajari ayat secara mendalam, mari kita dama-sama belajar....
Saya sudah katakan, saya tidak memutlakkan pendapat saya. Saya cuma kasih contoh bagaimana hal yang kita percaya menolong kita dalam suatu situasi yang ekstrem, yaitu dalam hal ini kita sedang terpuruk karena telah melakukan dosa yang besar.

Elu silakan aja share bagaimana hal yang elu percaya, yaitu keselamatan elu bisa hilang, bisa mengangkat elu dari keterpurukan ini. Atau si cadang, silakan share kalau konsep Allah yang tidak mungkin sedikitpun dipahami bisa menolong diri si cadang.

Elu ini malah kayak anak kecil, mewek-mewek nuduh orang lain. Berdiskusilah dengan jujur. Kebiasaan elu itu kalau udah gelagepan langsung cari-cari nyerang orangnya, nuduh sok bener, sok jadi Tuhan, atau sama member lain juga nyari-nyari nuduh klonengan, dlsb.

Semoga nyadar.
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
September 21, 2018, 10:33:34 AM
Reply #36
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 290
  • Denominasi: Katolik
Hi bro, thank you atas tanggapannya.  Saya tidak mau keluar off-topic dari ayat ini karena nanti kita main perang ayat. 

Kalau anda kasih ayat2, dengan satu ayat saja, pembicaraan kita melebar kemana-mana, contoh
 
Filipi 2:13  karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaan-Nya.

Oleh karena itu saya hanya merespons sehubungan dengan hadiah itu bukan pemberian bersyarat.  Hadiah adalah pemberian cuma2 dan menjadi hak si penerima sepenuhnya.  Kalau anda mau mengatakan hadiah itu nantinya harus dibayar, kata hadiah itu harus diganti dengan pemberian bersyarat, pemberian dengan kondisi atau apalah.  Jadi definisi hadiah memang hadiah.

Tapi karena ayat Efesus 2:10 melekat pada Efesus 2:8-9 dan anda masukkan itu dalam meresponi saya, baik kita masukkan itu dalam diskusi kita.

Hadiah itu memiliki ciri2.  Ciri2nya adalah perbuatan baik (Efesus 2:10).  Bukan bahwa perbuatan baik adalah apa yang saya harus bayar untuk mempertahankan hadiah itu tetap jadi milik saya.  Pada waktu ciri2 tidak ada lagi dalam kehidupan seseorang (dan ini hanya Tuhan yang tahu), ya berarti hadiah itu sudah dia lepaskan sehingga hak kepemilikannya tidak lagi menjadi miliknya. 

Salam
Tetapi manusia diberikan kehendak bebas oleh Allah sehingga bisa merespon pemberian Allah ini dengan iman. Kehendak bebas ini juga yang membuat manusia bisa mewujudkan iman dengan perbuatan atau tidak.

Filipi 2:13 ini artinya Allah memberikan kemampuan kepada manusia untuk berbuat baik bukan berarti Allah mengendalikan manusia sepenuhnya termasuk kehendak manusia untuk berbuat baik.
Perihal manusia berbuat baik, itu diserahkan kepada manusia itu sendiri apakah manusia tersebut mau melakukannya atau tidak.

Bila kita lihat ayat sebelumnya yaitu Filipi 2:12
Filipi 2:12. Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,

Terlihat jelas bahwa perbuatan baik itu harus diusahakan bukan secara otomatis muncul pada orang beriman. Allah memang memberikan kemampuan kepada manusia untuk berbuat baik seperti yang tertulis dalam Filipi 2:13 tetapi perihal manusia berbuat baik, itu diserahkan kepada manusia itu sendiri apakah manusia tersebut mau melakukannya atau tidak.

Perbuatan baik ini bukan untuk membayar hadiah pemberian Allah karena tidak ada yang bisa menggantikan penebusan Yesus di kayu salib. Perbuatan baik ini adalah ucapan syukur kepada Allah karena kita telah ditebus begitu kita beriman kepada Kristus sekaligus untuk mengikuti kehendak Allah sebagai kewajiban orang beriman.

Cobalah kita lihat lagi Efesus 2:10
Efesus 2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Terutama pada kalimat " Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya" terlihat jelas bahwa Allah tidak mengendalikan manusia sepenuhnya sehingga bisa berbuat baik tetapi terlihat jelas bahwa manusia diberi kemampuan untuk memilih apakah mau berbuat baik atau tidak sesuai dengan kehendak bebas yang telah dianugrahkan Allah kepada manusia.
1 Korintus 10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
September 21, 2018, 11:03:11 AM
Reply #37
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 252
  • Denominasi: Kharismatik
Tetapi manusia diberikan kehendak bebas oleh Allah sehingga bisa merespon pemberian Allah ini dengan iman. Kehendak bebas ini juga yang membuat manusia bisa mewujudkan iman dengan perbuatan atau tidak.

Filipi 2:13 ini artinya Allah memberikan kemampuan kepada manusia untuk berbuat baik bukan berarti Allah mengendalikan manusia sepenuhnya termasuk kehendak manusia untuk berbuat baik.
Perihal manusia berbuat baik, itu diserahkan kepada manusia itu sendiri apakah manusia tersebut mau melakukannya atau tidak.

Bila kita lihat ayat sebelumnya yaitu Filipi 2:12
Filipi 2:12. Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir,

Terlihat jelas bahwa perbuatan baik itu harus diusahakan bukan secara otomatis muncul pada orang beriman. Allah memang memberikan kemampuan kepada manusia untuk berbuat baik seperti yang tertulis dalam Filipi 2:13 tetapi perihal manusia berbuat baik, itu diserahkan kepada manusia itu sendiri apakah manusia tersebut mau melakukannya atau tidak.

Perbuatan baik ini bukan untuk membayar hadiah pemberian Allah karena tidak ada yang bisa menggantikan penebusan Yesus di kayu salib. Perbuatan baik ini adalah ucapan syukur kepada Allah karena kita telah ditebus begitu kita beriman kepada Kristus sekaligus untuk mengikuti kehendak Allah sebagai kewajiban orang beriman.

Cobalah kita lihat lagi Efesus 2:10
Efesus 2:10 Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Terutama pada kalimat " Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya" terlihat jelas bahwa Allah tidak mengendalikan manusia sepenuhnya sehingga bisa berbuat baik tetapi terlihat jelas bahwa manusia diberi kemampuan untuk memilih apakah mau berbuat baik atau tidak sesuai dengan kehendak bebas yang telah dianugrahkan Allah kepada manusia.

Hi Bro, thank you tanggapanya.  Sekali lagi saya tidak mau melebar bahas ayat-ayat lain.  Kalau mau, mungkin bro buat satu topik khusus, seperti Percaya Yesus + Perbuatan = Mempertahankan Keselamatan.  Dan masukkan ayat-ayatnya (yang sebelumnya bro Wiltu80 post) dan saya akan respon.

Saya mau topik ini mengacu pada Efesus 2:8-9 dan sekarang bro masukkan yang 10.

Saya tidak sepaham dengan cara pandang bro.  Hadiah (Keselamatan) datang dengan ciri-2 (perbuatan baik).  Ketika hadiah itu diberikan melengket dengan ciri-cirinya.  Itu artinya mau supaya, menurut saya.

Jadi menurut bro, hadiah (keselamatan) HARUS dipertahankan dengan perbuatan baik, kalau tidak diambil lagi (pemberian bersyarat yang menentang arti kata itu sendiri). 

Saya berkeyakinan hadiah (keselamatan) PASTI nyata dengan perbuatan baik, kalau tidak artinya hadiah itu telah terima namun telah dilepaskan.   

Ini saya berikan translasi lainnya untuk bro bandingkan :

Efesus 2:10

Tuhanlah yang telah bekerja di dalam kita. Dia sendiri yang membuat kita seperti kita. Dia sudah menyiapkan hal-hal baik untuk kita lakukan. Dan dia telah bergabung dengan kita bersama Yesus Kristus sehingga kita dapat melakukan hal-hal yang baik itu.

Karena kita adalah pengerjaannya, telah diciptakan di dalam Kristus Yesus untuk pekerjaan baik yang dipersiapkan Allah sebelumnya sehingga kita dapat melakukannya.

Salam







« Last Edit: September 21, 2018, 11:10:53 AM by melangkahpasti »
September 21, 2018, 11:12:19 AM
Reply #38
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 290
  • Denominasi: Katolik
Hi bro,

Kesan saya, penjelasan bro ini agak malu-malu, atau tidak to the point, karena saya masih meraba-raba apa yang bro percayai.3

Dengan 2 ayat 1 Timotius 2:3-4 dan 2 Petrus 3:9, apakah bro ini  dan berdasarkan pendapat bro bahwa kehendak Allah bukan suatu tawaran, maka

1. "Semua orang" yang dimaksud dalam ayat adalah orang-2 yang dipilih Allah terlebih dahulu sebelum dunia dijadikan karena yang Bapa kehendaki selamat pasti selamat?  atau
2. "Semua orang" yang dimaksud dalam ayat adalah semua umat manusia, sehingga tidak ada satu orang pun yang tidak diselamatkan, pada nantinya.
3. "Semua orang" yang dimaksud dalam ayat ini adalah seperti pendapat Bro Adhi, semua yang memiliki roh manusia (ada manusia lain yang tidak memiliki roh manusia)
4. Yang lain?

Gpp juga sih kalau masih mau abu-abu, hak masing-masing juga ;D

Saya newbie, baru juga juga beberapa hari lalu  :), jadi belum kenal.

Salam

Yang dimaksud 1 Timotius 2:3-4 dan 2 Petrus 3:9 ini adalah Allah menginginkan semua orang diselamatkan, bukan sebagian orang yang ditentukan sejak semula untuk selamat.
Tetapi pada kenyataannya ada orang-orang yang tidak selamat bukan karena mereka ditentukan sejak semula untuk binasa melainkan sebagai konsekuensi dari pilihan mereka itu sendiri yang memilih jalan kebinasaan bukan jalan kebahagiaan kekal seperti yang diinginkan Allah.
Allah telah menetapkan manusia memiliki kehendak bebas dan Allah tidak pernah mengingkari/ merubah apa yang sudah ditetapkan-Nya.
Dengan kehendak bebas manusia yang telah ditetapkan Allah, manusia bisa memilih jalan keselamatan atau jalan kebinasaan.

Tetapi hal ini bukan berarti kehendak Bapa tidak semua terlaksana, karena kehendak bebas manusia juga sebenarnya kehendak Allah yang ditetapkan untuk manusia.
Dan tidak ada kehendak Allah yang tidak terlaksana.

Jadi pendapat saudara melangkahpasti yang berkata : "Saya lebih condong pakai kata kerinduan daripada kehendak". Menurut saya itu sudah tepat. Saya setuju dengan hal itu.

1 Korintus 10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
September 21, 2018, 11:33:20 AM
Reply #39
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 290
  • Denominasi: Katolik
Hi Bro, thank you tanggapanya.  Sekali lagi saya tidak mau melebar bahas ayat-ayat lain.  Kalau mau, mungkin bro buat satu topik khusus, seperti Percaya Yesus + Perbuatan = Mempertahankan Keselamatan.  Dan masukkan ayat-ayatnya (yang sebelumnya bro Wiltu80 post) dan saya akan respon.

Saya mau topik ini mengacu pada Efesus 2:8-9 dan sekarang bro masukkan yang 10.

Saya tidak sepaham dengan cara pandang bro.  Hadiah (Keselamatan) datang dengan ciri-2 (perbuatan baik).  Ketika hadiah itu diberikan melengket dengan ciri-cirinya.  Itu artinya mau supaya, menurut saya.

Jadi menurut bro, hadiah (keselamatan) HARUS dipertahankan dengan perbuatan baik, kalau tidak diambil lagi (pemberian bersyarat yang menentang arti kata itu sendiri). 

Saya berkeyakinan hadiah (keselamatan) PASTI nyata dengan perbuatan baik, kalau tidak artinya hadiah itu telah terima namun telah dilepaskan.   

Ini saya berikan translasi lainnya untuk bro bandingkan :

Efesus 2:10

Tuhanlah yang telah bekerja di dalam kita. Dia sendiri yang membuat kita seperti kita. Dia sudah menyiapkan hal-hal baik untuk kita lakukan. Dan dia telah bergabung dengan kita bersama Yesus Kristus sehingga kita dapat melakukan hal-hal yang baik itu.

Karena kita adalah pengerjaannya, telah diciptakan di dalam Kristus Yesus untuk pekerjaan baik yang dipersiapkan Allah sebelumnya sehingga kita dapat melakukannya.

Salam
Cobalah anda lihat ayat-ayat dibawah ini

Wahyu 2:1-5
2:1. "Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Efesus: Inilah firman dari Dia, yang memegang ketujuh bintang itu di tangan kanan-Nya dan berjalan di antara ketujuh kaki dian emas itu.
2:2 Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu. Aku tahu, bahwa engkau tidak dapat sabar terhadap orang-orang jahat, bahwa engkau telah mencobai mereka yang menyebut dirinya rasul, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, bahwa engkau telah mendapati mereka pendusta.
2:3 Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah.
2:4 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.
2:5 Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.


Wahyu 3:4-5
3:4 Tetapi di Sardis ada beberapa orang yang tidak mencemarkan pakaiannya; mereka akan berjalan dengan Aku dalam pakaian putih, karena mereka adalah layak untuk itu.
3:5 Barangsiapa menang, ia akan dikenakan pakaian putih yang demikian; Aku tidak akan menghapus namanya dari kitab kehidupan, melainkan Aku akan mengaku namanya di hadapan Bapa-Ku dan di hadapan para malaikat-Nya. 

Wahyu 3:14-16
3:14. "Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Laodikia: Inilah firman dari Amin, Saksi yang setia dan benar, permulaan dari ciptaan Allah:
3:15 Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas. Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!
3:16 Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.

Sudah sangat jelas ayat- ayat ini ditujukan kepada orang-orang Kristen bukan orang Yahudi ataupun penyembah berhala. Mereka ini sudah selamat karena percaya Yesus sebagai Tuhan dan juru selamat. Tetapi iman saja tidak cukup untuk mempertahankan keselamatan. Mereka harus berusaha melakukan kehendak Allah supaya tetap selamat.

Tuhan memang telah memampukan kita berbuat baik, tetapi perihal manusia mau berbuat baik atau tidak, itu diserahkan kepada manusia itu sendiri apakah manusia tersebut mau melakukannya atau tidak.
1 Korintus 10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)