Author Topic: Keselamatan sebagai Hadiah  (Read 6472 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 24, 2018, 04:52:39 PM
Reply #80
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4722
Hi Bro Pengen_Tahu,

Ini jawaban saya.

1. pindah agama untuk mendapatkan sesuatu, murtad dan tidak percaya lagi kepada Yesus
menurut anda apakah masih mendapatkan keselamatan gak?? Jawaban : Tidak.  Maka-nya cepat-cepat-lah dia bertobat  :'(.  Pandangan Ultra-osas saya pikir seperti ini : Yang sudah percaya Yesus, tidak mungkin murtad (mungkin seperti jawabannya).

2. tidak pernah ke gereja lagi sampai mati, malah beribadah di tempat lain dan sudah tidak percaya lagi kepada Yesus
menurut anda apakah itu tidak melepaskan keselamatan?  Jawaban : Keselamatan ia lepaskan  :char12:.  Jawaban Ultra-osas saya pikir seperti ini : Yang sudah selamat, tidak mungkin tidak percaya lagi. Kalau ada orang percaya yang demikian, berarti awalnya dia belum percaya (mungkin seperti itu jawabannya)


Salam

sip bro,
silahkan lanjut diskusinya
saya numpang belajar
 :afro:
September 24, 2018, 09:05:26 PM
Reply #81
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 186
  • Gender: Male
  • King James Bible, Fundamentalis, Militan
    • Baptis Militan
  • Denominasi: Baptis Independen (Anabaptis)
Saya tanya kembali : kalau saya pindah agama demi mendapatkan sesuatu dan saya sudah tidak lagi percaya kepada Tuhan Yesus, anda bilang saya tidak mungkin telah kehilangan keselamatan saya?[/color]

Salam
Itu bukan tidak percaya lagi tapi anda sejak awal memang masih ragu2 dan belum mendapat keselamatan sedangkan Allah hanya memberikan keselamatan kepada orang yg benar2 percaya, orang yg sudah paham isi injil dan benar2 percaya isinya.

Ketika percaya, ROH KUDUS dimeteraikan di dalam tubuh sampai hari Tuhan Yesus datang kembali bukan sampai tidak percaya lagi. Walaupun tidak percaya lagi, ROH KUDUS tetap ada tapi situasi ini mustahil. Ga ada situasi tidak percaya, yg ada adalah orang pura2 pecaya atau asal percaya tanpa memahami isi injil. Tapi tentu saja isi hati orang hanya Allah yg tau. Saya tidak tau pasti isi hati orang, anda juga tidak.

Tapi anda bilang mereka pernah percaya namun tidak percaya lagi, kalau saya bilang mereka masih ragu2 atau pura2 saja.

Teman anda itu adalah contoh Yudas, si iblis seperti kata Tuhan Yesus di Yohanes 6:70. Dia pura2 percaya dan orang2 sperti Yudas tidak pernah mendapat keselamatan.
« Last Edit: September 24, 2018, 09:14:42 PM by Bro Tarigan 7.0 »
Syarat agar selamat hanya percaya. Bukan dibaptis, tobat dari dosa, rajin ibadah, makan roti minum anggur atau perbuatan lainnya (Kisah Rasul 16:30-31). Ini kabar baiknya: mudah masuk surga.

Pelajari doktrin Alkitab secara mendalam di sini:
https://www.youtube.com/channel/UC3xZkWLNo6-AAnzv3ZfnjQQ
September 24, 2018, 10:17:49 PM
Reply #82
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 256
  • Denominasi: Kharismatik
Itu bukan tidak percaya lagi tapi anda sejak awal memang masih ragu2 dan belum mendapat keselamatan sedangkan Allah hanya memberikan keselamatan kepada orang yg benar2 percaya, orang yg sudah paham isi injil dan benar2 percaya isinya.

Ketika percaya, ROH KUDUS dimeteraikan di dalam tubuh sampai hari Tuhan Yesus datang kembali bukan sampai tidak percaya lagi. Walaupun tidak percaya lagi, ROH KUDUS tetap ada tapi situasi ini mustahil. Ga ada situasi tidak percaya, yg ada adalah orang pura2 pecaya atau asal percaya tanpa memahami isi injil. Tapi tentu saja isi hati orang hanya Allah yg tau. Saya tidak tau pasti isi hati orang, anda juga tidak.

Tapi anda bilang mereka pernah percaya namun tidak percaya lagi, kalau saya bilang mereka masih ragu2 atau pura2 saja.

Teman anda itu adalah contoh Yudas, si iblis seperti kata Tuhan Yesus di Yohanes 6:70. Dia pura2 percaya dan orang2 sperti Yudas tidak pernah mendapat keselamatan.

Ya, memang begitulah penjelasan ultra osas, tahu kok, gak lari kemana-mana.

Salam
September 24, 2018, 10:23:14 PM
Reply #83
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 256
  • Denominasi: Kharismatik
sip bro,
silahkan lanjut diskusinya
saya numpang belajar
 :afro:

okidoki kita smua blajar

Salam
September 24, 2018, 10:31:44 PM
Reply #84
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 186
  • Gender: Male
  • King James Bible, Fundamentalis, Militan
    • Baptis Militan
  • Denominasi: Baptis Independen (Anabaptis)
Ya, memang begitulah penjelasan ultra osas, tahu kok, gak lari kemana-mana.

Salam
penjelasan itu lebih bisa diterima daripada bilang ROH KUDUS dimeteraikan sampai yg bersangkutan tidak percaya lagi.
Syarat agar selamat hanya percaya. Bukan dibaptis, tobat dari dosa, rajin ibadah, makan roti minum anggur atau perbuatan lainnya (Kisah Rasul 16:30-31). Ini kabar baiknya: mudah masuk surga.

Pelajari doktrin Alkitab secara mendalam di sini:
https://www.youtube.com/channel/UC3xZkWLNo6-AAnzv3ZfnjQQ
September 24, 2018, 10:40:07 PM
Reply #85
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 256
  • Denominasi: Kharismatik
penjelasan itu lebih bisa diterima daripada bilang ROH KUDUS dimeteraikan sampai yg bersangkutan tidak percaya lagi.

ya noted, yang paling masuk otak itulah menurut osas. 

Tapi mohon maaf, saya sama sekali tak sepaham.

Salam
« Last Edit: September 25, 2018, 06:57:07 AM by melangkahpasti »
September 25, 2018, 07:35:17 AM
Reply #86
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 11002
Itu bukan tidak percaya lagi tapi anda sejak awal memang masih ragu2 dan belum mendapat keselamatan sedangkan Allah hanya memberikan keselamatan kepada orang yg benar2 percaya, orang yg sudah paham isi injil dan benar2 percaya isinya.

Ketika percaya, ROH KUDUS dimeteraikan di dalam tubuh sampai hari Tuhan Yesus datang kembali bukan sampai tidak percaya lagi. Walaupun tidak percaya lagi, ROH KUDUS tetap ada tapi situasi ini mustahil. Ga ada situasi tidak percaya, yg ada adalah orang pura2 pecaya atau asal percaya tanpa memahami isi injil. Tapi tentu saja isi hati orang hanya Allah yg tau. Saya tidak tau pasti isi hati orang, anda juga tidak.

Tapi anda bilang mereka pernah percaya namun tidak percaya lagi, kalau saya bilang mereka masih ragu2 atau pura2 saja.

Teman anda itu adalah contoh Yudas, si iblis seperti kata Tuhan Yesus di Yohanes 6:70. Dia pura2 percaya dan orang2 sperti Yudas tidak pernah mendapat keselamatan.

jadi,

contoh orang itu (sebut saja si X)..
walaupun si X ini awalnya sudah mati-mati-an mengaku-aku pokoknya percaya banget..
terus pada suatu waktu ternyata berubah pikiran, maka si X ini sebenernya belum ber-iman.

walaupun, si X ini dulunya waktu ditanya orang-orang jawabnya "saya sudah pasrah beriman apa adanya paling persis sesuai Firman Tuhan"..

gitu kah menurut pendapat mas tarigan?



jadi misalnya:
Suatu hari andaikata TUHAN BEKEHENDAK bahwa mas Tarigan BERUBAH PIKIRAN jadi tidak percaya yesus lagi,
maka...
walaupun hari ini mas tarigan NGOTOT SELF-CLAIM bahwa mas targian SUDAH BERIMAN..
artinya SELALU ADA KEMUNGKINAN bahwa: Atas Kehendak Tuhan, BISA SAJA SEBETULNYA mas tarigan ini BELUM BERIMAN?
September 25, 2018, 08:10:42 AM
Reply #87
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12356
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Hi Bro Pengen_Tahu,

Ini jawaban saya.

1. pindah agama untuk mendapatkan sesuatu, murtad dan tidak percaya lagi kepada Yesus
menurut anda apakah masih mendapatkan keselamatan gak?? Jawaban : Tidak.  Maka-nya cepat-cepat-lah dia bertobat  :'(.  Pandangan Ultra-osas saya pikir seperti ini : Yang sudah percaya Yesus, tidak mungkin murtad (mungkin seperti jawabannya).

2. tidak pernah ke gereja lagi sampai mati, malah beribadah di tempat lain dan sudah tidak percaya lagi kepada Yesus
menurut anda apakah itu tidak melepaskan keselamatan?  Jawaban : Keselamatan ia lepaskan  :char12:.  Jawaban Ultra-osas saya pikir seperti ini : Yang sudah selamat, tidak mungkin tidak percaya lagi. Kalau ada orang percaya yang demikian, berarti awalnya dia belum percaya (mungkin seperti itu jawabannya)


Salam
Kita harus mengerti dulu, kenapa kita bisa selamat kalau percaya Kristus.
Apakah Kristus memberikan reward atas jasa kita karena kita percaya padaNya?
Kemudian reward itu diambil lagi kalau kita tidak lagi percaya?

Bukankah dengan demikian keselamatan adalah upah, bukan lagi hadiah?
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
September 25, 2018, 09:13:57 AM
Reply #88
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 256
  • Denominasi: Kharismatik
Kita harus mengerti dulu, kenapa kita bisa selamat kalau percaya Kristus.
Apakah Kristus memberikan reward atas jasa kita karena kita percaya padaNya?
Kemudian reward itu diambil lagi kalau kita tidak lagi percaya?

Bukankah dengan demikian keselamatan adalah upah, bukan lagi hadiah?

Hai Bro,

Thank you atas tanggapannya.

Hanya pemberian bersyarat yang dapat diambil lagi, hadiah tidak; bahkan reward pun tidak dapat diambil lagi.  Ketika hadiah diambil lagi, berarti melanggar hak kepemilikan si penerima hadiah.  Cara mengambil hadiah itu adalah dengan merampas, mencurinya dan demikian melanggar hak si penerima. Saya pikir penjelasan saya panjang lebar mengenai hadiah sudah menjelaskan pandangan saya.

Tapi hadiah itu bisa, atas kehendak bebas kita sendiri, kita lepaskan.  Memang kalau orang waras, menurut Bro Tarigan, tidak mungkin mau melepaskan hadiah itu.  Tapi tidak semua kita waras.  Hadiah itu melekat dengan pribadi Yesus Kristus.  Dengan melepaskan Pribadi itu, berarti lepas pula hadiah itu.

Kalau menurut bro, percaya bukan perbuatan / tindakan (not works), konsekuensinya tidak percaya juga bukan perbuatan / tindakan (not works).

Kalau menurut bro, tidak percaya juga adalah sebuah perbuatan / tindakan (works), maka konsekuensinya adalah percaya juga adalah sebuah perbuatan / tindakan (works).

Terserah bro memang untuk memformulasi pandangan bro sendiri. 

Salam

September 25, 2018, 10:42:18 AM
Reply #89
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12356
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Hai Bro,

Thank you atas tanggapannya.

Hanya pemberian bersyarat yang dapat diambil lagi, hadiah tidak; bahkan reward pun tidak dapat diambil lagi.  Ketika hadiah diambil lagi, berarti melanggar hak kepemilikan si penerima hadiah.  Cara mengambil hadiah itu adalah dengan merampas, mencurinya dan demikian melanggar hak si penerima. Saya pikir penjelasan saya panjang lebar mengenai hadiah sudah menjelaskan pandangan saya.

Tapi hadiah itu bisa, atas kehendak bebas kita sendiri, kita lepaskan.  Memang kalau orang waras, menurut Bro Tarigan, tidak mungkin mau melepaskan hadiah itu.  Tapi tidak semua kita waras.  Hadiah itu melekat dengan pribadi Yesus Kristus.  Dengan melepaskan Pribadi itu, berarti lepas pula hadiah itu.

Kalau menurut bro, percaya bukan perbuatan / tindakan (not works), konsekuensinya tidak percaya juga bukan perbuatan / tindakan (not works).

Kalau menurut bro, tidak percaya juga adalah sebuah perbuatan / tindakan (works), maka konsekuensinya adalah percaya juga adalah sebuah perbuatan / tindakan (works).

Terserah bro memang untuk memformulasi pandangan bro sendiri. 

Salam
Fokus pertanyaan saya itu adalah bagaimana seseorang percaya kemudian kok bisa selamat. Terus kalau tidak lagi selamat kok bisa keselamatannya hilang.

Jadi kita jangan terlalu berkutat dengan analogi 'hadiah', tapi hendaknya kita harus mengerti apa hadiah itu.

'Hadiah' yang kita bicarakan, yang kita terima dengan iman itu adalah dihapusnya dosa kita sekali untuk selamanya. Jadi setelah kita dihapus dosanya sekali untuk selamanya, bisakah kita (karena tidak lagi percaya) lalu dosa kita tidak jadi dihapus?

'Hadiah', itu juga berupa kita dijadikan ciptaan baru. Bisakah kita setelah menjadi ciptaan baru, lalu diubah lagi jadi ciptaan lama karena kita tidak lagi percaya? Lalu nanti kalau kita percaya lagi, kita dapat 'hadiah' lagi, diubahkan menjadi ciptaan baru lagi (yang sebenernya tidak lagi baru, karena sebelumnya sudah pernah)?
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)