Author Topic: Berbagai Pandangan Mengenai Keselamatan  (Read 487 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 21, 2018, 04:33:47 PM
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 252
  • Denominasi: Kharismatik
Hi All,

Saya yang belum seminggu berkelana di Forum Kristen, telah mendeteksi perbedaan pandangan mengenai keselamatan.  Berikut ini saya sampaikan temuan saya.  Jika salah, silahkan dikoreksi (nanti saya revisi).  Jika ada yang tidak tercantum, silahkan ditambahkan. 

1. Grace plus Works.   Percaya Yesus + Perbuatan Baik = Mempertahankan Keselamatan.  Selain harus tetap terus beriman kepada Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamatnya, karya manusia (perbuatan baiknya) memiliki jasa dalam mempertahankan orang percaya untuk tetap menjadi penerima dari berkat ilahi (keselamatan).  Keselamatan bisa hilang.

2. Osas.  Percaya Yesus = Keselamatan Takkan Hilang.  Percaya Yesus satu-satunya tindakan yang CUKUP untuk menerima dan mempertahankan keselamatan.  Karya manusia (perbuatan baiknya) tidak memiliki jasa apapun dalam mempertahankan orang percaya untuk tetap menjadi penerima dari berkat ilahi (keselamatan).  Keselamatan tidak bisa hilang.

3. Hyper Calvin.  Sebagian orang telah ditentukan sebelumnya untuk diselamatkan dan mereka akan tetap terus bertahan dalam kepercayaannya sampai mati.  Karya manusia (perbuatan baiknya) tidak memiliki jasa apapun dalam mempertahankan orang percaya untuk tetap menjadi penerima dari berkat ilahi (keselamatan), mereka tetap selamat karena mereka sudah ditentukan terlebih dahulu untuk diselamatkan.  Keselamatan tidak bisa hilang.

4. Universal Reconciliation.  Dengan matiNya di kayu salib, Yesus telah menebus semua umat manusia untuk diselamatkan pada nantinya.  Keselamatan milik semua.

5. Keselamatan Bagi Pemilik Roh Manusia.  Hanya sebagian manusia yang memiliki roh manusia, dan hanya merekalah yang akan diselamatkan.  Yang sebagian lainnya tidak memiliki roh manusia, dan mereka pada nantinya dibinasakan (bukan masuk neraka, tapi musnah). Keselamatan tidak bisa hilang.

6. Salvation and Annihilation.  Bagi yang percaya kepada Yesus Kristus akan diselamatkan dan yang sisanya akan dibinasakan (bukan masuk neraka, tapi musnah).  Keselamatan tidak bisa hilang

7. Works as Manifestation of Salvation.  Keselamatan termanifestasi secara lahiriah oleh perbuatan baik.  Walaupun perbuatan baik tidak menjadi syarat dalam mempertahankan keselamatan, tetapi ia termanifestasi dalam kehidupan yang diselamatkan.  Keselamatan tidak diambil kembali tapi dapat dilepaskan.   Ini pandangan saya.


Salam
« Last Edit: September 26, 2018, 09:01:17 AM by melangkahpasti »
September 21, 2018, 05:23:36 PM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9062
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
pandangan saya tentang keselamatan lengkapnya bisa baca2 disini :

http://berbagi-sharing.blogspot.com/2016/05/1-2-3-keselamatan.html

mungkin secara ringkas mirip no 7.
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
September 22, 2018, 12:15:46 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1542
  • Denominasi: Gak tau dah...
Pandangan saya mirip di nomor satu. Percaya Yesus, lalu HARUS MAU pikul salib dan sangkal diri. Keselamatan bisa hilang.
September 22, 2018, 08:37:02 AM
Reply #3
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 252
  • Denominasi: Kharismatik
Dalam penerapan praktis dalam kehidupan sehari-hari, seseorang yang yang mempercayai sesuatu sistim kepercayaan tentang keselamatan harus mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan yang timbul sesuai dengan pandangan tentang kepercayaannya itu. Tidak semua orang dikaruniai dengan kapasitas pikiran layaknya seorang teolog. Bagi yang awam, persiapan praktis yang sederhana bagi pertanyaan yang timbul sangat diperlukan.

×××××××××××××××××××××××××

Bagi yang berpandangan bahwa keselamatan dapat hilang, bagaimana mempersiapkan diri dalam menghadapi hal-hal berikut ini?

Bagi yang berpendapat keselamatan bisa hilang, boleh bantu menjawab?

1. Ibrani 10:26 mengatakan bahwa bagi yang sengaja melakukan dosa, tidak tersedia lagi korban untuk penghapusan dosa. Bukankah banyak dosa yang saya lakukan sehari-hari adalah dosa yang sengaja dilakukan? Walaupun tidak banyak, tetapi bahkan satu dosa yang disengaja sudah cukup untuk tidak tersedianya korban lagi. Bagaimana saya menghadapi tantangan ini?
2. Berapa banyak perbuatan baik yang harus saya lakukan agar saya dapat pertahankan keselamatan saya?
3. Begitu banyak permasalahan yang saya hadapi dalam hidup saya dan dalam banyak area saya justru masih bergumul melawan daging saya dan saya belum menang, padahal hanya yang menang yang diselamatkan, bagaimana saya menyikapi hal ini?
4. Bagaimana saya memastikan bahwa saya melakukan kehendak Bapa (secara sempurna)? Karena yang tidak melakukan kehendak Bapa tidak selamat. Kalau tidak secara sempurna, berapa besarkah?
5. Dengan berdosa, saya mencemarkan diri saya, padahal yang mencemarkan diri, namanya dihapus dari kitab kehidupan. Berarti saya sudah tidak selamatkah?
6. Mempertahankan keselamatan saya berhubungan pengembangan (seluruh talenta saya) dan berbuah. Bagaimana saya pastikan kedua hal ini seluruhnya sudah ada dalam kehidupan saya? Berapa banyak saya harus lakukan?
7. Dll.

Nanti untuk pandangan lain, saya sampaikan juga pertanyaannya.

Salam.
« Last Edit: September 22, 2018, 08:41:12 AM by melangkahpasti »
September 22, 2018, 01:00:32 PM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1542
  • Denominasi: Gak tau dah...
Bagi yang berpendapat keselamatan bisa hilang, boleh bantu menjawab?

1. Ibrani 10:26 mengatakan bahwa bagi yang sengaja melakukan dosa, tidak tersedia lagi korban untuk penghapusan dosa. Bukankah banyak dosa yang saya lakukan sehari-hari adalah dosa yang sengaja dilakukan? Walaupun tidak banyak, tetapi bahkan satu dosa yang disengaja sudah cukup untuk tidak tersedianya korban lagi. Bagaimana saya menghadapi tantangan ini?
2. Berapa banyak perbuatan baik yang harus saya lakukan agar saya dapat pertahankan keselamatan saya?
3. Begitu banyak permasalahan yang saya hadapi dalam hidup saya dan dalam banyak area saya justru masih bergumul melawan daging saya dan saya belum menang, padahal hanya yang menang yang diselamatkan, bagaimana saya menyikapi hal ini?
4. Bagaimana saya memastikan bahwa saya melakukan kehendak Bapa (secara sempurna)? Karena yang tidak melakukan kehendak Bapa tidak selamat. Kalau tidak secara sempurna, berapa besarkah?
5. Dengan berdosa, saya mencemarkan diri saya, padahal yang mencemarkan diri, namanya dihapus dari kitab kehidupan. Berarti saya sudah tidak selamatkah?
6. Mempertahankan keselamatan saya berhubungan pengembangan (seluruh talenta saya) dan berbuah. Bagaimana saya pastikan kedua hal ini seluruhnya sudah ada dalam kehidupan saya? Berapa banyak saya harus lakukan?
7. Dll.
Saya tidak tahu, sewaktu Paulus menganalogikan kehidupan seperti pertandingan, pertandingan apa yang dimaksud. Bahkan kalau pertandingannya sama dengan zaman modern ini(berlari, bertinju), saya tidak tahu apakah peraturannya masih mirip atau tidak. Cuma saya beranikan diri menganalogikan dalam pertandingan tinju modern.

Dalam pertandingan tinju modern, ada waktu istirahat di sela babak. Petinju dipijit-pijit, dikasih minum, dan dikasih petunjuk teknis. Tinggal si petinjunya mau ikut atau tidak. Karena namanya pelatih, bisa juga memberi arahan yang salah.

Tapi berbeda dengan 'pertandingan rohani'. Sang Pelatih Agung tidak akan memberikan petunjuk teknis yang salah. Walaupun kita sebagai petinju, masih sering mengabaikan petunjuk teknis tersebut.

Sewaktu kita abaikan, maka belurlah kita. Muka bonyok, hidung pesek, mata lembab. Masuk lagi ke jeda istirahat.

Kembali petunjuk teknis diberikan Sang Pelatih Agung. Pilihan ada di tangan. Mau ikut atau tidak. Jika tidak mau ikut, maka lanjut terus. Makin babak belur di setiap ronde. Sampai akhirnya KO, ataupun kalah angka. Keselamatan pun hilang.

Memang analoginya kurang tepat. Karena di pertandingan yang kita hadapi, ternyata Sang Pelatih Agung juga merangkap sebagai Wasit, juga Juri. Bahkan ikut bertinju bersama kita.

Inilah pemahaman saya yang sederhana. Terbuka untuk koreksi.
September 22, 2018, 03:36:07 PM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1365
Bagi yang percaya ada Purgatory ga akan terpengaruh/bingung dengan berbagai doktrin" lain....
Keselamatan dari penebusan  Yesus itu PASTI untuk semua orang (Pada akhirnya)...
Perbuatan dosa konsekwensinya diukur dalam Purgatory/pemurnian...(Jadi Fixed : Iman plus perbuatan)
Ingat ga ada ayat : Debu akan kembali jadi debu, Roh akan kembali pada Bapa...

Salam Damai Temans...
Tuhan memberkati...
September 22, 2018, 04:26:20 PM
Reply #6
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 290
  • Denominasi: Katolik
Menurut saudara Melangkahpasti Siapa saja member- member Forum Kristen yang termasuk kategori 1-6 ?  :D :wink:
1 Korintus 10:31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah.
September 22, 2018, 05:12:06 PM
Reply #7
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 252
  • Denominasi: Kharismatik
Hi bro,  ini bukan upaya bro untuk menjawab pertanyaan aplikasi praktisnya dalam kehidupan sehari-hari yang saya ajukan kan?
Karena pertanyaan ada banyak tapi jawabannya hanya satu.  Contoh pertanyaan nomor 1 tidak terjawab.


Tapi eniwei, menurut saya pribadi, penjelasan bro memiliki kelemahan besar.   Frase kalah angka yang digunakan (kalau ko saya ngerti) sangat rentan keragu-ragu-an dalam menjalankan kehidupan kita sehari-hari.  Seberapa besarkah  kalah angka itu? 15% vs 85% 49% vs 51%?  35% vs 65%?  10% vs 90%?

Menghidupi kehidupan dengan adanya keprihatinan takut kalah angka, KESANnya sama saja dengan keprihatinan seseorang belum percaya Kristus, bedanya hanya ada pada sekarang dia sudah percaya Kristus.

Salam
 
Saya tidak tahu, sewaktu Paulus menganalogikan kehidupan seperti pertandingan, pertandingan apa yang dimaksud. Bahkan kalau pertandingannya sama dengan zaman modern ini(berlari, bertinju), saya tidak tahu apakah peraturannya masih mirip atau tidak. Cuma saya beranikan diri menganalogikan dalam pertandingan tinju modern.

Dalam pertandingan tinju modern, ada waktu istirahat di sela babak. Petinju dipijit-pijit, dikasih minum, dan dikasih petunjuk teknis. Tinggal si petinjunya mau ikut atau tidak. Karena namanya pelatih, bisa juga memberi arahan yang salah.

Tapi berbeda dengan 'pertandingan rohani'. Sang Pelatih Agung tidak akan memberikan petunjuk teknis yang salah. Walaupun kita sebagai petinju, masih sering mengabaikan petunjuk teknis tersebut.

Sewaktu kita abaikan, maka belurlah kita. Muka bonyok, hidung pesek, mata lembab. Masuk lagi ke jeda istirahat.

Kembali petunjuk teknis diberikan Sang Pelatih Agung. Pilihan ada di tangan. Mau ikut atau tidak. Jika tidak mau ikut, maka lanjut terus. Makin babak belur di setiap ronde. Sampai akhirnya KO, ataupun kalah angka. Keselamatan pun hilang.

Memang analoginya kurang tepat. Karena di pertandingan yang kita hadapi, ternyata Sang Pelatih Agung juga merangkap sebagai Wasit, juga Juri. Bahkan ikut bertinju bersama kita.

Inilah pemahaman saya yang sederhana. Terbuka untuk koreksi.
September 22, 2018, 05:14:32 PM
Reply #8
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 252
  • Denominasi: Kharismatik
Purgatory layak mendapat tempat terpisah  dan topik sendiri.  Mungkin sdh ada ya?  Kalau belum, dibuat aja bro, nanti coba kita timpali.

Salam
« Last Edit: September 22, 2018, 05:47:39 PM by melangkahpasti »
September 22, 2018, 05:15:49 PM
Reply #9
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 252
  • Denominasi: Kharismatik
gak ingat nama2 bro  :D tapi yang paling banyak pandangan 1 kayak bro ini.  :)

Salam
Menurut saudara Melangkahpasti Siapa saja member- member Forum Kristen yang termasuk kategori 1-6 ?  :D :wink:
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)