Author Topic: Berbagai Pandangan Mengenai Keselamatan  (Read 1942 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

November 28, 2018, 02:11:15 PM
Reply #20
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 356
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Yang benar hanya prinsip keselamatan berdasarkan OSAS karena :

1.Keselamatan setiap orang sudah ditentukan sejak kekal sebelum penciptaan

2.Keselamatan hanya berdasarkan Anugerah Iman dari Tuhan saja

3.Keselamatan berdasarkan karya salib Kristus yg tidak mungkin gagal

4.Keselamatan bukan bersifat penawaran tetapi pemberian

5.Sudah ada jaminan ROH KUDUS didalam diri orang percaya sehingga mustahil ROH KUDUS bisa keluar masuk karena kemurtadan manusia seolah olah Tuhan sudah gagal didalam menyelamatkan manusia.

6.Keselamatan bersifat unconditional bukan atas jasa atau usaha manusia.

Itu dulu !



Yang benar hanya OSAS?
Faktanya sejak gereja perdana sampai sekarang, ada banyak model mengenai keselamatan.

Dan mengatakan bahwa hanya model yang anda terima sebagai kebenaran mutlak, tampaknya agak kurang pas ya.
November 28, 2018, 02:26:27 PM
Reply #21
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 356
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Yang benar hanya prinsip keselamatan berdasarkan OSAS karena :

1.Keselamatan setiap orang sudah ditentukan sejak kekal sebelum penciptaan

2.Keselamatan hanya berdasarkan Anugerah Iman dari Tuhan saja

3.Keselamatan berdasarkan karya salib Kristus yg tidak mungkin gagal

4.Keselamatan bukan bersifat penawaran tetapi pemberian

5.Sudah ada jaminan ROH KUDUS didalam diri orang percaya sehingga mustahil ROH KUDUS bisa keluar masuk karena kemurtadan manusia seolah olah Tuhan sudah gagal didalam menyelamatkan manusia.

6.Keselamatan bersifat unconditional bukan atas jasa atau usaha manusia.

Itu dulu !


Menanggapi saudara jamu. Bahwa sepanjang sejarah Kekristenan, terdapat banyak pandangan.
Memang ketidaktahuan biasanya menimbulkan eksklusifisme.

Ada sembilan pandangan
1. Pertama, keselamatan sebagai theosis (deifikasi atau divinisasi). Pemahaman ini khas dalam pandangan ortodoks timur. tercermin dalam rumusan Athanasius “Allah menjadi manusia agar manusia menjadi Allah” (On the Incarnation, 54). Clement dari Alexandria mengungkapkan secara berbeda, “Firman Allah menjadi manusia, agar engkau mungkin belajar dari manusia bagaimana manusia dapat menjadi Allah” (Protrepticus, 1.8.4). Tentu yang dimaksud oleh Athanasius maupun Clement bukanlah bahwa hakikat manusia berubah menjadi hakikat ilahi. Theosis lebih dipahami sebagai kenyataan bagi manusia untuk berpartisipasi atau “mengambil bagian dalam kodrat ilahi” (2Ptr. 1:4) dan menjadi manusia seutuhnya dalam persekutuan dengan Allah Trinitas

2. Kedua, keselamatan sebagai pembenaran karena anugerah yang diterima oleh iman saja. Luther memahami keselamatan dalam pengertian ini, ketika ia berkata, “Saya memahami bahwa keadilan Allah adalah kebenaran yang dengannya, melalui kasih karunia dan belas kasihan, Allah membenarkan kita melalui iman.

3. Ketiga, keselamatan dapat juga dimengerti sebagai persekutuan bersama dan di dalam Allah Tritunggal. Pemahaman ini sangat kuat di dalam banyak tradisi Kristen, khususnya di gereja Katolik dan Ortodoks.

4. Keempat, sebagian tradisi Kristen juga memahami keselamatan sebagai kesempurnaan moral atau kesempurnaan Kristiani. John Wesley yang melahirkan tradisi Methodisme, misalnya, memahami pengudusan sebagai “keselamatan yang penuh” yang terjadi ketika seorang Kristen mengalami kesempurnaan moral

5. Friedrich Schleiermacher secara khas memahami keselamatan sebagai kesadaranakan-Allah (God-consciousness). Dengan memahami agama sebagai “perasaan kebergantungan total” pada Allah sedemikian rupa hingga manusia meneladani Kristus yang memiliki kesadaran penuh akan Allah.

6. Keenam, tidak boleh dilupakan pemahaman para teologi eksistensialis, seperti Paul Tillich dan Rudolf Bultmann, yang melihat keselamatan sebagai kemanusiaan yang autentik. Tillich memahami keselamatan sebagai “penerimaan Ada yang Baru,”

7. ketujuh, tradisi Kristen juga memiliki arus pemahaman mengenai keselamatan sebagai pembebasan dari penindasan. Jelaslah bahwa pandangan semacam ini sangat kuat di dalam teologi-teologi pembebasan dan kontekstual

8. keselamatan sebagai partisipasi ke dalam Gereja sebagai Tubuh Kristus. Pandangan ini dianut misalnya oleh gereja Katolik. Dengan mengutip tulisan Cyprianus, extra ecclesiam nulla salus, “di luar gereja tidak ada keselematan,” Katekismus Gereja Katolik menandaskan bahwa “seluruh keselamatan datang dari Kristus sebagai Kepala melalui Gereja, yang adalah Tubuh-Nya”

9. terakhir, yang kesembilan dan mungkin yang paling popular, adalah keselamatan sebagai surga. Billy Graham menulis, “Hanya ada dua jenis manusia: yang diselamatkan dan yang tidak diselamatkan. Alkitab adalah cerita tentang dua jalan, dua pilihan. Pengurbanan diri atau pementingan diri, keselamatan atau kebinasaan, Surga atau Neraka.”

Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan.
Pertama, kita bisa saja mengadopsi kombinasi dari dua atau lebih pandangan.
Kedua, kita diundang untuk tidak mudah mengabaikan model-model keselamatan yang tidak kita sukai dan mengatakan bahwa mereka tidak Alkitabiah atau tidak Kristiani. Sebab sembilan model itu lahir dari rahim Kekristenan sepanjang abad. dengan mudah kita akan dapat menemukan ayat-ayat Alkitab, jika dibutuhkan, yang dapat mendukung setiap model tersebut.

Sembilan pandangan tersebut saya kutip dari tulisan Joas Adiprasetya
November 29, 2018, 01:57:08 AM
Reply #22
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2566
Yang benar hanya OSAS?
Faktanya sejak gereja perdana sampai sekarang, ada banyak model mengenai keselamatan.

Dan mengatakan bahwa hanya model yang anda terima sebagai kebenaran mutlak, tampaknya agak kurang pas ya.


Bisa berikan alasannya dimana kesalahan prinsip OSAS ?

November 29, 2018, 02:00:33 AM
Reply #23
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2566
Menanggapi saudara jamu. Bahwa sepanjang sejarah Kekristenan, terdapat banyak pandangan.
Memang ketidaktahuan biasanya menimbulkan eksklusifisme.

Ada sembilan pandangan
1. Pertama, keselamatan sebagai theosis (deifikasi atau divinisasi). Pemahaman ini khas dalam pandangan ortodoks timur. tercermin dalam rumusan Athanasius “Allah menjadi manusia agar manusia menjadi Allah” (On the Incarnation, 54). Clement dari Alexandria mengungkapkan secara berbeda, “Firman Allah menjadi manusia, agar engkau mungkin belajar dari manusia bagaimana manusia dapat menjadi Allah” (Protrepticus, 1.8.4). Tentu yang dimaksud oleh Athanasius maupun Clement bukanlah bahwa hakikat manusia berubah menjadi hakikat ilahi. Theosis lebih dipahami sebagai kenyataan bagi manusia untuk berpartisipasi atau “mengambil bagian dalam kodrat ilahi” (2Ptr. 1:4) dan menjadi manusia seutuhnya dalam persekutuan dengan Allah Trinitas

2. Kedua, keselamatan sebagai pembenaran karena anugerah yang diterima oleh iman saja. Luther memahami keselamatan dalam pengertian ini, ketika ia berkata, “Saya memahami bahwa keadilan Allah adalah kebenaran yang dengannya, melalui kasih karunia dan belas kasihan, Allah membenarkan kita melalui iman.

3. Ketiga, keselamatan dapat juga dimengerti sebagai persekutuan bersama dan di dalam Allah Tritunggal. Pemahaman ini sangat kuat di dalam banyak tradisi Kristen, khususnya di gereja Katolik dan Ortodoks.

4. Keempat, sebagian tradisi Kristen juga memahami keselamatan sebagai kesempurnaan moral atau kesempurnaan Kristiani. John Wesley yang melahirkan tradisi Methodisme, misalnya, memahami pengudusan sebagai “keselamatan yang penuh” yang terjadi ketika seorang Kristen mengalami kesempurnaan moral

5. Friedrich Schleiermacher secara khas memahami keselamatan sebagai kesadaranakan-Allah (God-consciousness). Dengan memahami agama sebagai “perasaan kebergantungan total” pada Allah sedemikian rupa hingga manusia meneladani Kristus yang memiliki kesadaran penuh akan Allah.

6. Keenam, tidak boleh dilupakan pemahaman para teologi eksistensialis, seperti Paul Tillich dan Rudolf Bultmann, yang melihat keselamatan sebagai kemanusiaan yang autentik. Tillich memahami keselamatan sebagai “penerimaan Ada yang Baru,”

7. ketujuh, tradisi Kristen juga memiliki arus pemahaman mengenai keselamatan sebagai pembebasan dari penindasan. Jelaslah bahwa pandangan semacam ini sangat kuat di dalam teologi-teologi pembebasan dan kontekstual

8. keselamatan sebagai partisipasi ke dalam Gereja sebagai Tubuh Kristus. Pandangan ini dianut misalnya oleh gereja Katolik. Dengan mengutip tulisan Cyprianus, extra ecclesiam nulla salus, “di luar gereja tidak ada keselematan,” Katekismus Gereja Katolik menandaskan bahwa “seluruh keselamatan datang dari Kristus sebagai Kepala melalui Gereja, yang adalah Tubuh-Nya”

9. terakhir, yang kesembilan dan mungkin yang paling popular, adalah keselamatan sebagai surga. Billy Graham menulis, “Hanya ada dua jenis manusia: yang diselamatkan dan yang tidak diselamatkan. Alkitab adalah cerita tentang dua jalan, dua pilihan. Pengurbanan diri atau pementingan diri, keselamatan atau kebinasaan, Surga atau Neraka.”

Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan.
Pertama, kita bisa saja mengadopsi kombinasi dari dua atau lebih pandangan.
Kedua, kita diundang untuk tidak mudah mengabaikan model-model keselamatan yang tidak kita sukai dan mengatakan bahwa mereka tidak Alkitabiah atau tidak Kristiani. Sebab sembilan model itu lahir dari rahim Kekristenan sepanjang abad. dengan mudah kita akan dapat menemukan ayat-ayat Alkitab, jika dibutuhkan, yang dapat mendukung setiap model tersebut.

Sembilan pandangan tersebut saya kutip dari tulisan Joas Adiprasetya


Bisa berikan ayat ayat Alkitabnya yg mendukung semua sistim diatas untuk kita kupas lebih mendalam ?

November 29, 2018, 07:58:48 AM
Reply #24
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 356
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan

Bisa berikan alasannya dimana kesalahan prinsip OSAS ?



Tidak ada yang bilang salah ya..hehehe
Yang saya tekankan. Pandangan mengenai keselamatan itu ada banyak, dan arogan jika membenarkan diri sendiri dan menganggap pandangan lain salah. Begitu kira kira..


Bisa berikan ayat ayat Alkitabnya yg mendukung semua sistim diatas untuk kita kupas lebih mendalam ?




Untuk ayat Alkitab saya rasa bisa dicoba cari sendiri dulu ya, bisa cek di internet.
atau mungkin yang lain bisa membantu?
November 29, 2018, 08:50:11 AM
Reply #25
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2566
Tidak ada yang bilang salah ya..hehehe
Yang saya tekankan. Pandangan mengenai keselamatan itu ada banyak, dan arogan jika membenarkan diri sendiri dan menganggap pandangan lain salah. Begitu kira kira..


Untuk ayat Alkitab saya rasa bisa dicoba cari sendiri dulu ya, bisa cek di internet.
atau mungkin yang lain bisa membantu?


Siapapun yakin pandangannya yang benar kalau tidak buat apa bersandar kepada Kitab Suci ?

Kebenaran Tuhan itu absolut tidak relatif dan tidak mungkin kompromi terhadap hal hal yang prinsipil.



November 29, 2018, 09:00:39 AM
Reply #26
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 356
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan

Siapapun yakin pandangannya yang benar kalau tidak buat apa bersandar kepada Kitab Suci ?

Kebenaran Tuhan itu absolut tidak relatif dan tidak mungkin kompromi terhadap hal hal yang prinsipil.





Masalahnya, semua pandangan tentang keselamatan berasal dari Alkitab yang sama. Apa yang menjadikan tafsir anda yang paling benar?

Saya sendiri berlatar belakang Gereja Calvin. Kurang lebih menerima doktrin TULIP, tetapi ketika terpapar dengan pandangan lain, saya tidak bisa menyebut pandangan saya yang absolut benar.
Semua punya argumen masing-masing yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kembali ke pertanyaan di atas, apa yang menjadikan tafsir anda mengenai keselamatan adalah yang absolut benar? sehingga pandangan lain salah?
November 29, 2018, 09:04:31 AM
Reply #27
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2566
Masalahnya, semua pandangan tentang keselamatan berasal dari Alkitab yang sama. Apa yang menjadikan tafsir anda yang paling benar?

Saya sendiri berlatar belakang Gereja Calvin. Kurang lebih menerima doktrin TULIP, tetapi ketika terpapar dengan pandangan lain, saya tidak bisa menyebut pandangan saya yang absolut benar.
Semua punya argumen masing-masing yang dapat dipertanggungjawabkan.

Kembali ke pertanyaan di atas, apa yang menjadikan tafsir anda mengenai keselamatan adalah yang absolut benar? sehingga pandangan lain salah?

Itulah gunanya forum ini yaitu mendiskusikan pandangan masing masing,kalau tidak mau berdiskusi ya ngapain masuk kesini ?

Saya yakin pandangan saya benar secara alkitabiah kecuali ada yg membuktikan itu salah !



November 29, 2018, 09:46:39 AM
Reply #28
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 356
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Itulah gunanya forum ini yaitu mendiskusikan pandangan masing masing,kalau tidak mau berdiskusi ya ngapain masuk kesini ?

Iya, kan saya kemukakan posisi saya. Saya percaya dengan apa yang saya percaya, tanpa menyalahkan kepercayaan lain. Siapa saya bisa memastikan yang saya percaya adalah yang paling benar dan menghakimi yang lain?


Yang benar hanya prinsip keselamatan berdasarkan OSAS karena :

1.Keselamatan setiap orang sudah ditentukan sejak kekal sebelum penciptaan

2.Keselamatan hanya berdasarkan Anugerah Iman dari Tuhan saja

3.Keselamatan berdasarkan karya salib Kristus yg tidak mungkin gagal

4.Keselamatan bukan bersifat penawaran tetapi pemberian

5.Sudah ada jaminan ROH KUDUS didalam diri orang percaya sehingga mustahil ROH KUDUS bisa keluar masuk karena kemurtadan manusia seolah olah Tuhan sudah gagal didalam menyelamatkan manusia.

6.Keselamatan bersifat unconditional bukan atas jasa atau usaha manusia.

Itu dulu !



Yang saya Kritisi pernyataan anda di atas. Saya tidak mempermasalahkan OSAS.
Pertanyaan saya
1. Hanya OSAS yang benar berarti yang lain salah?
2. Apa anda sudah tahu semua pandangan mengenai Keselamatan di Alkitab dan sepanjang sejarah? Naif kalau anda mengklaim hanya kepercayaan anda yang benar tanpa tahu yang lain.
Nampaknya anda belum tahu?


Bisa berikan ayat ayat Alkitabnya yg mendukung semua sistim diatas untuk kita kupas lebih mendalam ?



sama seperti anda mengklaim hanya masakan di restoran A yang bisa dimakan, tapi tanpa pernah ke restoran B, C, D, atau yang lainnya.


3. Apa yang menjadikan tafsir anda paling benar?
November 29, 2018, 09:59:11 AM
Reply #29
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2566
Iya, kan saya kemukakan posisi saya. Saya percaya dengan apa yang saya percaya, tanpa menyalahkan kepercayaan lain. Siapa saya bisa memastikan yang saya percaya adalah yang paling benar dan menghakimi yang lain?


Yang saya Kritisi pernyataan anda di atas. Saya tidak mempermasalahkan OSAS.
Pertanyaan saya
1. Hanya OSAS yang benar berarti yang lain salah?
2. Apa anda sudah tahu semua pandangan mengenai Keselamatan di Alkitab dan sepanjang sejarah? Naif kalau anda mengklaim hanya kepercayaan anda yang benar tanpa tahu yang lain.
Nampaknya anda belum tahu?

sama seperti anda mengklaim hanya masakan di restoran A yang bisa dimakan, tapi tanpa pernah ke restoran B, C, D, atau yang lainnya.


3. Apa yang menjadikan tafsir anda paling benar?


Makanya daripada debat kusir silahkan anda mengeritik apa yang salah dengan kriteria saya agar lebih fokus diskusinya karena sayakan menjelaskan point point apa yang saya percayai walau belum lengkap menunggu tanggapan yang lain !


 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)