Author Topic: "Nomou" ---> the Law, batal atau kagak di pov para Rasul ?  (Read 647 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

October 22, 2018, 09:31:45 AM
Reply #20
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 541
  • Gender: Male
Bagaimana dengan bagi yang hidup di dalam keduanya?

Bagi pengikut Kristus hidupnya dibawah hk Kasih Karunia,  yg masih PL hidupnya ikut hk Taurat
October 22, 2018, 11:05:57 AM
Reply #21
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12136
    • fossil coral cantik
Harusnya A, tapi awal-awal masih B.
Nah disini yang menurut saya sulit, lis.

IMO,
disini kita (saya tulis "kita" karena secara garis besar, saya anggep saya juga setuju sama tulisan di quote atas) menempatkan patokan kacamata kita sendiri yg ada di time-frame saat ini, yakni : "sejak Yesus bangkit (telah menggenapi HT), kita tidak hidup dibawah HT" ---> akibatnya kita bilang "harusnya sih A" ---> seyogyanya sih, segera setelah kenaikan Yesus - murid2Nya tidak hidup dibawah HT anymore.

Tidak hidup = [tidak boleh hidup] kah ? [tidak bisa hidup] kah ?

However, ngebaca dari info terbaca, kesimpulan yg bisa diambil cenderung berupa "kenyataannya masih B" ---> murid2Nya masih menjalankan Law yang terbaca di kitab yang mereka pakai di awal awal.

Akibatnya dari kalimat "awal awal", rentang waktu-nya jadi panjang.... :
awal = time-frame para Rasul masih hidup setelah kenaikan Yesus
blakangan = time-frame kita saat ini.

Quote
Karena kalau kita lihat di KPR (Kisah Para Rasul) dan Galatia masih terjadi perdebatan berkaitan ttg sunat, dll.
Itu diperihal sunat, dan perihal sunat itu aplikasinya ke Gentile. Bagaimana dgn aplikasinya ke Yahudi Kristen ?  Bagaimana dengan perihal2 lain ? Bagaimana dengan (misal) perayaan Paskah ?

Taroh kata :
mereka yang bukan Kristen (Yahudi yg bukan pengikut Yesus) saat itu baru aja ngerayain Paskah a'la yg terbaca di HT (misal seminggu yang lalu), dan ada Rasul (Yahudi pengikut Yesus) yang mati juga di saat itu...

pertanyaannya :
Rasul yang mati saat itu tsb, juga baru aja ikut ngerayain Paskah a'la yg terbaca di HT atau kagak ?

kembali ke kalimat di quote paling atas, jawabannya menjadi :
harusnya sih Rasul yang mati tsb NGGAK baru aja ngerayain Paskah a'la yg terbaca di HT (sudah nggak hidup didalam HT anymore)
tapi kalo awal-awalnya (setelah kenaikan Yesus) Rasul yg mati tsb masih ngerayain Paskah a'la yg terbaca di HT (masih hidup didalam HT)

Dari jawaban diatas, rentang waktunya pendek :
awal = time-frame si Rasul (yg mati tsb) setelah Kenaikan Yesus
blakangan = time-frame si Rasul ybs menjelang mati

Quote
Perpindahan dari melakukan Law kepada Grace terjadi melalui pewahyuan dan pengertian yg bertumbuh melalui tuntunan ROH KUDUS.
Sekali lagi, (imo) kalimat diatas itu sudah memakai patokan kacamata yang ada di time-frame sekarang. So, kalimat diatas (di pov kacamata sekarang) "masuk".

Taroh kata dipaksain secara rentang waktu pendek, akibatnya timbul pertanyaan :
dari mana kita bisa tau bhw Rasul yg mati saat itu tsb TIDAK baru aja ngerayain Paskah a'la yg terbaca di HT ?

dari mana kita bisa tau bhw Rasul yg mati saat itu tsb TIDAK baru aja nyunat bayi yg baru lahir dari pasangan Yahudi Kristen spt yg terbaca di HT ?
« Last Edit: October 22, 2018, 11:09:19 AM by odading »
October 23, 2018, 10:01:02 AM
Reply #22
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 541
  • Gender: Male
Nah disini yang menurut saya sulit, lis.

IMO,
disini kita (saya tulis "kita" karena secara garis besar, saya anggep saya juga setuju sama tulisan di quote atas) menempatkan patokan kacamata kita sendiri yg ada di time-frame saat ini, yakni : "sejak Yesus bangkit (telah menggenapi HT), kita tidak hidup dibawah HT" ---> akibatnya kita bilang "harusnya sih A" ---> seyogyanya sih, segera setelah kenaikan Yesus - murid2Nya tidak hidup dibawah HT anymore.

Tidak hidup = [tidak boleh hidup] kah ? [tidak bisa hidup] kah ?

However, ngebaca dari info terbaca, kesimpulan yg bisa diambil cenderung berupa "kenyataannya masih B" ---> murid2Nya masih menjalankan Law yang terbaca di kitab yang mereka pakai di awal awal.

Akibatnya dari kalimat "awal awal", rentang waktu-nya jadi panjang.... :
awal = time-frame para Rasul masih hidup setelah kenaikan Yesus
blakangan = time-frame kita saat ini.
 Itu diperihal sunat, dan perihal sunat itu aplikasinya ke Gentile. Bagaimana dgn aplikasinya ke Yahudi Kristen ?  Bagaimana dengan perihal2 lain ? Bagaimana dengan (misal) perayaan Paskah ?

Taroh kata :
mereka yang bukan Kristen (Yahudi yg bukan pengikut Yesus) saat itu baru aja ngerayain Paskah a'la yg terbaca di HT (misal seminggu yang lalu), dan ada Rasul (Yahudi pengikut Yesus) yang mati juga di saat itu...

pertanyaannya :
Rasul yang mati saat itu tsb, juga baru aja ikut ngerayain Paskah a'la yg terbaca di HT atau kagak ?

...


Taroh kata dipaksain secara rentang waktu pendek, akibatnya timbul pertanyaan :
dari mana kita bisa tau bhw Rasul yg mati saat itu tsb TIDAK baru aja ngerayain Paskah a'la yg terbaca di HT ?

dari mana kita bisa tau bhw Rasul yg mati saat itu tsb TIDAK baru aja nyunat bayi yg baru lahir dari pasangan Yahudi Kristen spt yg terbaca di HT ?

Jika murid-murid Yesus di awal-awal masih hidup di bawah HT, dengan melakukan seremoni ataupun sunat itu wajar saja karena adat-istiadat dan kebiasaan. Tapi seiring dengan pewahyuan dan pengertian dari tuntunan RK (ROH KUDUS) maka perlahan-lahan mereka mulai melepaskan diri dari kuk HT.

Kita coba lihat di KPR (Kisah Para Rasul) 15
15:5
Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya, datang dan berkata: "Orang-orang bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa."

Beberapa murid-murid yg menjadi percaya masih berpedoman bahwa Gentile harus ikut disunat dan ikut hukum Musa, tapi para rasul mengadakan sidang dan diambillah keputusan bahwa keselamatan didalam PB adalah melalui iman dan bukan kuk HT

15:9   dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman.
15:10  Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri?
15:11  Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga."

Dan Paulus yang menjadi rasul untuk Gentiles juga memberi penegasan yang lebih kuat lagi dalam Gal 5
5:3   Sekali lagi aku katakan kepada setiap orang yang menyunatkan dirinya, bahwa ia wajib melakukan seluruh hukum Taurat.
5:4   Kamu lepas dari Kristus, jikalau kamu mengharapkan kebenaran oleh hukum Taurat; kamu hidup di luar kasih karunia.

Paulus menegaskan jikalau ada murid-murid yang masih ingin melakukan beberapa bagian dari HT maka ia wajib secara keseluruhan hidup dan melakukan SELURUH HT. Dan bilamana murid tsb memilih untuk hidup dibawah HT maka ia lepas dari Kristus.

Jadi jelas hidup dibawah HT bertentangan dengan hidup dalam Kristus, murid-murid Kristus harus sepenuhnya hidup dalam Kristus ATAU jika memilih HT maka wajib melakukan seluruh HT.

Di masa-masa KPR terlihat para rasul sudah mulai menarik garis perbedaan yang sangat jelas antara hidup dalam HT atau PB. Jadi banyak bukti di masa KPR, bahwa HT sudah batal dan mereka mulai melepaskan diri dan mengajar murid-murid utk lepas dari kebiasaan dan cara-cara lama hidup dalam HT.
« Last Edit: October 23, 2018, 10:10:47 AM by Gabriella_lissa »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)