Author Topic: Mencabut dan Melepas Hak Ke-anak-an - Pelajaran dari Perumpamaan Perginya Anak  (Read 1511 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 25, 2018, 06:05:28 PM
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 256
  • Denominasi: Kharismatik
Sebelumnya, saya mau sampaikan bahwa saya tahu bisa saja saya salah artikan mengenai perikob Anak yang Pergi.  Oleh karena itu, saya menerima masukan atas apa yang saya sampaikan.  Tapi mohon jangan off topic.  Topik ini khusus untuk membahas apakah hak ke-anak-an orang percaya dapat dicabut dan apakah hak ke-anak-an orang percaya dapat dilepas.

Mari kita berdiskusi dengan sehat.

Pelajaran dari Perumpamaan Perginya Sang Anak (Lukas 15:11-32)

Yohanes 1:12 – “Tetapi semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya.”

•   Apakah Anak perlu takut (kalau dia nakal) Bapa akan mencabut hak ke-anak-annya?  Tidak.  Selama dia berada bersama Bapa, dia aman.
•   Apakah perginya anak karena hak ke-anak-an dicabut Bapa?  Tidak. 
•   Apakah perginya anak karena hak ke-anak-an dilepas Anak? Iya. Anak yang pergi melepaskan hak warisnya.  Dia ambil dan setelah itu dia tidak ada hak lagi.
•   Apakah Bapa mencari Anak yang pergi ?  Tidak, anak pergi atas kehendak bebasnya untuk memilih pergi; dengan demikian, Bapa tidak dapat memaksanya pulang ke rumah.  Pada kedua perumpamaan sebelumnya, yang hilang dicari sampai ketemu (domba hilang dicari sampai dapat Lukas 15:4; dirham hilang dicari sampai ketemu Lukas 15:8). 
•   Apakah Bapa sudah tidak mau menerima kembali Anak yang pergi, jika dia mau kembali?  Tidak.  Bapa masih mau menerimanya kembali dengan sepenuh hati, bahkan Bapanya pergi lari mendapatkan dia, dst.nya.
•   Apakah Anak dapat menerima kembali hak-nya setelah ia kembali?  Iya, dapat.
•   Apakah Anak dapat memilih untuk tidak kembali?  Iya.  Ada anak yang kembali, ada yang tidak mau kembali.  Perumpamaan ini menjelaskan apa yang terjadi kalau anak kembali.
•   Pembelajarannya : kembali, hai anak-anak yang pergi.
« Last Edit: September 26, 2018, 04:26:38 PM by melangkahpasti »
September 26, 2018, 07:24:09 AM
Reply #1
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 256
  • Denominasi: Kharismatik
Menjawab pertanyaan mengapa. 

Mengapa dikatakan bahwa Anak yang pergi telah melepaskan hak ke-anak-annya?  Jawaban : karena dia telah melepaskan hak waris-nya dan meninggalkan Bapa-nya.  Selama dia berada di luar, walaupun Bapanya mengasihi dia, Bapa sudah menganggap dia "mati" dan "hilang".  Ayat 32 -  kita patus bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.

Salam
September 26, 2018, 08:11:14 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9112
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
:)

sy tahu kira2 osas mau jawab apa

well, observe dulu ah

hahaha
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
September 26, 2018, 10:51:46 AM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12160
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Maksudnya anda mau menjadikan perikop ini sebagai dasar ajaran keselamatan bisa hilang?
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
September 26, 2018, 11:26:07 AM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9112
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
barusan disebelah dia ngomong, kalo baca Alkitab dengan jujur.... dan blah blah blah

ini orang lg baca jujur

kalo menurut nalar kamu gak jujur
tunjukkanlah dimana ketidak jujuran dia
atau tunjukkan nalarmu gitu loh

bukannya malah ngasih pertanyaan gak mutu ;D

kalo emang ujung2nya bukan nalar tp percaya, ya udah gak perlu didiskusiin lg ;D
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
September 26, 2018, 12:09:55 PM
Reply #5
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 256
  • Denominasi: Kharismatik
Maksudnya anda mau menjadikan perikop ini sebagai dasar ajaran keselamatan bisa hilang?

Hi Bro, kita lagi membahas perikob, bukan membahas dasar ajaran keselamatan.  Dasar ajaran tidak ditentukan oleh satu ayat atau satu perikob.   

Sekarang kita membahas perikob ini. 

Karena kita membahas perikob ini, tidak mengurangi nilai ayat-2 assurance of salvation.  Justru mereka saling berkaitan untuk memberikan suatu gambaran indah bagi kita - bahwa memang Yesus datang untuk memberitakan Kabar Baik yang sungguh-sungguh baik.

Salam

 
September 26, 2018, 12:56:37 PM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12160
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Hi Bro, kita lagi membahas perikob, bukan membahas dasar ajaran keselamatan.  Dasar ajaran tidak ditentukan oleh satu ayat atau satu perikob.   

Sekarang kita membahas perikob ini. 

Karena kita membahas perikob ini, tidak mengurangi nilai ayat-2 assurance of salvation.  Justru mereka saling berkaitan untuk memberikan suatu gambaran indah bagi kita - bahwa memang Yesus datang untuk memberitakan Kabar Baik yang sungguh-sungguh baik.

Salam
Saya bertanya demikian karena anda menghubungkan perikop ini dengan Yoh 1:12.
Menurut saya perikop ini bukan tentang menjadi/tidak menjadi anak Allah.
Perikop ini adalah rangkaian dari 3 perumpamaan oleh Yesus mengenai sukacita Tuhan apabila seorang pendosa diketemukan.

Anda menghubungkan perikop ini dengan Yoh 1:12, menjadi seolah-olah kita bisa melepaskan diri untuk tidak lagi menjadi Anak Allah. Menurut Yohanes, menjadi anak Allah itu bukan sekedar punya hak waris, seperti di perumpamaan prodigal son. Menjadi anak Allah itu berarti diperanakan kembali (Yoh 1:13) dan orang itu mengalami proses dilahirkan kembali (Yoh 3:5).

Mengenai assurance of salvation, kalau ada sedikit aja aspek dari salvation yang bergantung pada manusia, maka tidak mungkin menjadikan salvation itu secure.

Demikian pandangan saya.

If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
September 26, 2018, 01:15:40 PM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2228
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Menjawab pertanyaan mengapa. 

Mengapa dikatakan bahwa Anak yang pergi telah melepaskan hak ke-anak-annya?  Jawaban : karena dia telah melepaskan hak waris-nya dan meninggalkan Bapa-nya.  Selama dia berada di luar, walaupun Bapanya mengasihi dia, Bapa sudah menganggap dia "mati" dan "hilang".  Ayat 32 -  kita patus bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.

Salam
Sebelum masuk ke respon terhadap pertanyaan @melangkahpasti, kalo menurut https://www.jesoes.com/index.php?hal=lihatPasal&injil=42&pasal=15&ayat=16#16, judul perikopnya ialah Perumpamaan tentang anak yang hilang, dan ayatnya ialah Luk 15:11-32. Judul perikopnya bukan Perumpamaan Perginya Anak.

Menurut pendapatku,  berdasar perikop Luk 15:11-32, jika dikatakan Anak yang pergi telah melepaskan hak ke-anak-annya, kukira kurang tepat. Justru, anak bungsu itu menggunakan hak keanakannya untuk memperoleh warisan, bukan melepas. Sifat keanakannya tidak lepas, walaupun dari ayat 19 aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa, ketahuan bahwa si anak itu merasa tidak layak disebut sebagai anak. Ayahnya sendiri memberi warisan yang menjadi hak anak bungsunya namun tidak melepas sifat keanakannya. Anak bungsu itu tetap anak sang ayah, walaupun dianggap sudah mati atau hilang.

Salam damai.
Rawat empat pilar kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
September 26, 2018, 01:31:49 PM
Reply #8
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 256
  • Denominasi: Kharismatik
Hi Bro,

Apakah mungkin pandangan Bro dalam melihat perikob ini sebagaimana adanya perikob ini dipengaruhi oleh pandanga once saved always saved.  Just a thought, bukan accusation. 

Tapi ini tanggapan saya kenapa Prodigal Son adalah Orang Percaya

1. Bapa dalam perikob ini adalah Allah.  Prodigal Son hanya sah kalau dia adalah Anak.  Yohanes 1:12.  Bapa tidak memanggil non-believers sebagai Anaknya.
2. Jelas dalam Alkitab pemanggilan believers sebagai anak-anak Allah dan non-believers sebagai anak-anak iblis (1 Yohanes 3:10)
3. Prodigal Son hanya dapat menerima hak warisnya yang sah sebagai anak.  Pembantu, anak orang lain (apa saja namanya, anak tetangga, anak iblis), budak, budak orang lain, tidak mendapat warisan.
4. Keberadaan orang yang dipanggil Anak dalam rumah Bapanya adalah keberadaan yang benar-benar layaknya seorang anak.
3. Harus dipertanyakan kenapa dalam 2 perumpamaan sebelumnya, yang hilang dicari sampai ketemu, tapi disini yang pergi, dibiarkan pergi.  Konsekuensinya adalah yang pergi, pergi atas kehendaknya sendiri, tidak dapat dipaksakan untuk kembali. Kalau dicari atau dipaksa untuk kembali, Bapa akan mencari atau menyuruh orang suruhannya untuk mencari.
4. Keadaannya Anak yang pergi, kemudian kembali, DIPULIHKAN seperti SEMULA sewaktu dia Anak.  Tidak ada posisi awal non-believers sebagai Anak.

Itu adalah konsekuensi logis, dari sudut pandang saya.l

Salam.

Saya bertanya demikian karena anda menghubungkan perikop ini dengan Yoh 1:12.
Menurut saya perikop ini bukan tentang menjadi/tidak menjadi anak Allah.
Perikop ini adalah rangkaian dari 3 perumpamaan oleh Yesus mengenai sukacita Tuhan apabila seorang pendosa diketemukan.

Anda menghubungkan perikop ini dengan Yoh 1:12, menjadi seolah-olah kita bisa melepaskan diri untuk tidak lagi menjadi Anak Allah. Menurut Yohanes, menjadi anak Allah itu bukan sekedar punya hak waris, seperti di perumpamaan prodigal son. Menjadi anak Allah itu berarti diperanakan kembali (Yoh 1:13) dan orang itu mengalami proses dilahirkan kembali (Yoh 3:5).

Mengenai assurance of salvation, kalau ada sedikit aja aspek dari salvation yang bergantung pada manusia, maka tidak mungkin menjadikan salvation itu secure.

Demikian pandangan saya.
September 26, 2018, 01:34:30 PM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2228
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Ijin nimbrung.
...
Anda menghubungkan perikop ini dengan Yoh 1:12, menjadi seolah-olah kita bisa melepaskan diri untuk tidak lagi menjadi Anak Allah. Menurut Yohanes, menjadi anak Allah itu bukan sekedar punya hak waris, seperti di perumpamaan prodigal son. Menjadi anak Allah itu berarti diperanakan kembali (Yoh 1:13) dan orang itu mengalami proses dilahirkan kembali (Yoh 3:5).

Mengenai assurance of salvation, kalau ada sedikit aja aspek dari salvation yang bergantung pada manusia, maka tidak mungkin menjadikan salvation itu secure.

Demikian pandangan saya.
Menurut pendapat dan pengimananku, keselamatan memang bisa hilang. Contohnya, Yudas Iskariot yang termasuk sebagai orang yang dipilih menjadi seorang dari 12 rasul.
Dengan terpilih sebagai seorang dari 12 rasul, kumaknai bahwa Yudas Iskariot memperoleh keselamatan, sebab dia senantiasa bersama jalan, kebenaran, dan hidup. Namun, dari Mat 26:24 "Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan" kumaknai bahwa Yudas Iskariot celaka (tidak selamat) karena Yudas Iskariot menyerahkan Yesus Kristus.

Salam damai.
Rawat empat pilar kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)