Author Topic: Mencabut dan Melepas Hak Ke-anak-an - Pelajaran dari Perumpamaan Perginya Anak  (Read 1558 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 26, 2018, 04:27:54 PM
Reply #20
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 256
  • Denominasi: Kharismatik
Menjawab Bro Sotardugur Parreva

Seingatku, yang kita bicarakan ialah Alkitab, bukan naskah Asli Alkitab. Di Amerika saja meski bukan naskah asli, namanya bukan Alkitab. Bahkan situs-situs yang Anda referensikan itu tidak satupun bernama AlkitabJawaban : mohon maaf, saya tidak tahu bro mau bawa kemana diskusi ini.  Coba lihat disini, disitu ada tulisan Alkitab http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/chapter/?b=42&version=bis . Ada gak tajuknya?  Gak ada.  Setelah anda menjawab, saya sudah tidak akan respon lagi, khusus untuk penjelasan ini.  Saya pikir sudah cukup.

Menurut dugaanku, jika @melangkahpasti cermat pada hubungan pengertian antar ayat di Lukas 15 itu, maka @melangkah pasti tidak merubah perikop yang ada dari ayat 11 ke ayat 32 menjadi dari ayat 16 ke ayat 32. Jawaban : tanya dong, memang saya salah ketik Bro, jangan bilang saya ubah dong (malu  :ashamed0002:).  Saya salah ketik.  Tuh sudah saya ubah. ;D

Ooo... begitu.
Maafkan, saya salah menangkap. Jawaban : noted. 

Salam
« Last Edit: September 26, 2018, 04:33:46 PM by melangkahpasti »
September 26, 2018, 04:45:29 PM
Reply #21
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12160
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Hi Bro,

Terima kasih sudah menjawab dengan jujur. 

Mengenai hak ke-anak-an mungkin yang lain bisa bantu kasih inputan.   Saya mau belajar kok.

Saya juga kalau membaca ayat-ayat kepastian selamat, saya juga yakin ayat-ayat itu benar dan amin.  Makanya iman kita adalah suatu misteri.  Kita semua sedang sama-sama belajar. 

Salam
Maaf, saya tidak mengerti pembahasannya mau dibawa kemana.
Pertama saya kira arahnya ke keselamatan, ternyata bukan.
Kemudian saya kira anda fokus kepada tercabutnya hak ke-anak-an. Ternyata bukan juga.

ok, saya baru akan nimbrung lagi kalau sudah jelas arahnya.

If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
September 26, 2018, 08:53:42 PM
Reply #22
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6347
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Bro Melangkah Pasti ini punya ritme dan aturannya sendiri dlm diskusi,
Dia bebas membawa kmanapun arah diskusi sesuai maksud dia sendiri,
Namun kl pihak lain mbawa arah diskusi ke arah yg tdk sesuai keinginannya, dia tdk mau ikut.
Scr sepihak dia akan mngatakan arahnya melenceng.

Gaya diskusinya spt penari yg handal.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
September 26, 2018, 09:40:40 PM
Reply #23
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 256
  • Denominasi: Kharismatik
Hi Bro Siip. Thank you for your opinion. Saya akan menyetop pembicaraan kalau hal ini berlaku :
1. Pembicaraan sudah keluar topic. Kalau thread subjectnya saya yang buat; saya sudah bahas ayat atau perikob atau topik. Kalau topik bisa saja bahas luas tapi kalau terlalu luas, the true meaning is lost (sama seperti yang Bro Siip tulis di Thread Erastus Sabdono untuk menyudahi yang off topic); kalau ayat dan perikob harus fokus karena kalau sudah terlalu banyak ayat kesana kemari, yang baca kebanjiran ayat.Kalau threadnya orang lain buat, ya terserah mereka, tapi bolak baliknya, jadinya argue for the sake of arguing.
2. Tujuan saya ikut diskusi adalah to reason together, bukan masuk dalam heated debate. Kalau nadanya sudah heated debate, lebih baik saya mundur karena beretika dalam heated debate itu susah, yang keluar hanya personal judgment.
3. Kalau opini saya sudah saya sampaikan, terus lawan bicaranya terus cecerin, padahal sudah saya sampaikan, saya rasa sudah cukup. Saya tidak mau teruskan dengan pernyataan yang sama atau banyak tambahan lagi, jadi tidak ada habisnya.
4. Pada akhirnya walaupun saya tidak sependapat dengan orang lain, saya menghargai opini orang. Baca saja, saya baru semingguan disini, saya sudah bilang saya salah, saya malu, maaf, saya mengerti tapi tidak sependapat, ada penjelasan tambahan (tentang yahudi dan nonyahudi di topik Hukum Taurat) yang saya gak ngeh, saya terima dengan baik.

Salam
« Last Edit: September 26, 2018, 10:07:38 PM by melangkahpasti »
September 26, 2018, 10:00:40 PM
Reply #24
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 256
  • Denominasi: Kharismatik
Hi Bro, saya gak mau bawa kemana2.  Saya hanya membahas perikob, memberikan pendapat saya, mengakui kalau saya bisa salah dan untuk itu saya menerima masukan terhadap pendapat saya.  Saya tahu bahwa pemikiran saya tidak sempurna, so challenge me. 

Mohon refer ke penjelasan awal saya.

Salam
Maaf, saya tidak mengerti pembahasannya mau dibawa kemana.
Pertama saya kira arahnya ke keselamatan, ternyata bukan.
Kemudian saya kira anda fokus kepada tercabutnya hak ke-anak-an. Ternyata bukan juga.

ok, saya baru akan nimbrung lagi kalau sudah jelas arahnya.
« Last Edit: September 26, 2018, 10:05:47 PM by melangkahpasti »
September 26, 2018, 10:06:30 PM
Reply #25
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2231
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Bro Melangkah Pasti ini punya ritme dan aturannya sendiri dlm diskusi,
Dia bebas membawa kmanapun arah diskusi sesuai maksud dia sendiri,
Namun kl pihak lain mbawa arah diskusi ke arah yg tdk sesuai keinginannya, dia tdk mau ikut.
Scr sepihak dia akan mngatakan arahnya melenceng.

Gaya diskusinya spt penari yg handal.
Betul.

1. Tanpa sungkan @melangkahpasti mengutip Luk 15:16-32 dan memberi nama perikop Perumpamaan Perginya Anak. Ketika kusampaikan bahwa Luk 15 terdiri dari 3 perikop, dan kutipannya (Luk 15:16-32) adalah bagian dari perikop Perumpamaan tentang anak yang hilang, @melangkahpasti berargumen bahwa naskah asli Alkitab tidak mengenal nomor ayat, tidak mengenal perikop.
Aneh, dia mengutip Luk 15:16-32 dan menamainya sebagai perikop Perumpamaan Perginya Anak, menampilkan dirinya seolah cukup piawai membagi ayat-ayat Alkitab menjadi perikop sendiri sesuai seleranya.

2. Aneh juga, @melangkahpasti memberi kesan bahwa dia mendasari sikapnya kepada naskah asli Alkitab yang tidak bernomor ayat dan tidak berperikop, sementara dia mengutip ayat bernomor 16 - 32 dan menamainya sebagai perikop. Menurut pendapatku, jika dia sungguh menitikberatkan pengutipannya pada naskah asli Alkitab, pastinya, dia tidak mengenal istilah perikop yang ditulisnya sebagai"perikob" dan juga tidak mengetahui ayat ke berapa sampai ayat berapa yang dikutipnya. 
Hi Bro, kita lagi membahas perikob, bukan membahas dasar ajaran keselamatan.  Dasar ajaran tidak ditentukan oleh satu ayat atau satu perikob. ...


3. Menurut pendapatku, selaku TS, @melangkahpasti justru aneh, mengharapkan partisipan lain menentukan arah diskusi.
...Jawaban : mohon maaf, saya tidak tahu bro mau bawa kemana diskusi ini.  Coba lihat disini, disitu ada tulisan Alkitab http://www.sabda.org/sabdaweb/bible/chapter/?b=42&version=bis . Ada gak tajuknya?  Gak ada.  Setelah anda menjawab, saya sudah tidak akan respon lagi, khusus untuk penjelasan ini.  Saya pikir sudah cukup....


Dari ketiga poin kenaehan itu, @Sotardugur Parreva juga tidak akan berpartisipasi di trit ini sebelum mengteahui ke mana arah diskusi trit ini hendak dibangun.

Salam damai.
Rawat empat pilar kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
September 26, 2018, 10:13:13 PM
Reply #26
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 256
  • Denominasi: Kharismatik
Betul.

1. Tanpa sungkan @melangkahpasti mengutip Luk 15:16-32 dan memberi nama perikop Perumpamaan Perginya Anak. Ketika kusampaikan bahwa Luk 15 terdiri dari 3 perikop, dan kutipannya (Luk 15:16-32) adalah bagian dari perikop Perumpamaan tentang anak yang hilang, @melangkahpasti berargumen bahwa naskah asli Alkitab tidak mengenal nomor ayat, tidak mengenal perikop.
Aneh, dia mengutip Luk 15:16-32 dan menamainya sebagai perikop Perumpamaan Perginya Anak, menampilkan dirinya seolah cukup piawai membagi ayat-ayat Alkitab menjadi perikop sendiri sesuai seleranya.

2. Aneh juga, @melangkahpasti memberi kesan bahwa dia mendasari sikapnya kepada naskah asli Alkitab yang tidak bernomor ayat dan tidak berperikop, sementara dia mengutip ayat bernomor 16 - 32 dan menamainya sebagai perikop. Menurut pendapatku, jika dia sungguh menitikberatkan pengutipannya pada naskah asli Alkitab, pastinya, dia tidak mengenal istilah perikop yang ditulisnya sebagai"perikob" dan juga tidak mengetahui ayat ke berapa sampai ayat berapa yang dikutipnya. 
3. Menurut pendapatku, selaku TS, @melangkahpasti justru aneh, mengharapkan partisipan lain menentukan arah diskusi.
Dari ketiga poin kenaehan itu, @Sotardugur Parreva juga tidak akan berpartisipasi di trit ini sebelum mengteahui ke mana arah diskusi trit ini hendak dibangun.

Salam damai.

Hi Bro, anda salah mengerti apa yang saya katakan mengenai Lukas 15:16-32.  Itu ayat 16 saya salah tulis dan sudah saya ubah.  Saya sidah tulis sebelumnya di penjelasan saya kepada anda bahwa saya malu :ashamed0002: karena salah ketik. Nih, saya minta maaf : dengan ini saya mohon maaf atas keteledoram saya dalam salah mengetik.

Kalau hal mengenai tujuan, lihat saja penjelasan saya sebelum ini di atas kepada Bro Alephtav.  Kalau penjelasan menfenai penggunaan nama, saya tetap berkesimpulan.  bahwa perikob itu tentang perginya anak. 

Kalau masalah penamaan tajuk perikob, saya sudah kasih reference Alkitab yang tidak ada tajuknya. 

Salam
« Last Edit: September 26, 2018, 10:17:04 PM by melangkahpasti »
September 26, 2018, 10:27:04 PM
Reply #27
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2231
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Hi Bro, saya gak mau bawa kemana2.  Saya hanya membahas perikob, memberikan pendapat saya, mengakui kalau saya bisa salah dan untuk itu saya menerima masukan terhadap pendapat saya.  Saya tahu bahwa pemikiran saya tidak sempurna, so challenge me

Mohon refer ke penjelasan awal saya.

Salam
Ooo... begitu.
Kutangkap, @melangkahpasti ingin menguji pendapat sendiri atas 'perikob' yang dipilihnya.
Begitu, bukan?

Menurut pendapatku:
1. Yang @melangkahpasti sebut 'perikob' itu, hanya menurut pemahaman @melangkahpasti sendiri. Secara umum, perikop yang ada di Luk 15, salah satunya ialah Perumpamaan tentang anak yang hilang (Luk 15:11-32).
Karena hal itu, @Sotardugur Parreva menyimpulkan, tidak perlu menguji pendapatmu itu, karena perikop yang dimaksud umum berbeda dari 'perikob' yang @melangkahpasti maksud. Pemahaman @melangkahpasti itu merupakan anomali. Gunakan saja sendiri.

2. @melangkahpasti berharap agar partisipan trit memberi challenge terhadap pendapat @melangkahpasti. Sayangnya, menulis perikop saja @melangkahpasti masih 'perikob', yang secara tidak langsung sudah kucoba kuminta untuk @melangkahpasti edit, namun tidak @melangkahpasti gubris. Kusimpulkan, @melangkahpasti tidak sungguh-sungguh minta di-challenge.

3. Walaupun @melangkahpasti menuliskan, "Saya bisa salah dan untuk itu saya menerima masukan terhadap pendapat saya", dari beberapa interaksi kita, kusimpulkan bahwa @melangkahpasti tidak membutuhkan masukan dari partisipan trit.

Salam damai.
Rawat empat pilar kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
September 26, 2018, 10:48:36 PM
Reply #28
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 256
  • Denominasi: Kharismatik
Hi Bro, kalau nama perumpamaan, saya tetap berpendapat demikian, anaknya pergi dari rumah Bapanya.  Saya namakan demikian.  Mau bilang Anak Hilang juga saya gak masalah (tidak salah), tapi saya tidak pakai itu.

Saya seumur2 tidak tahu tulisan perikop itu pakai p  :D :D :D.  Ada alasan kenapa saya benar2 tdk tahu (tdk perlu ditulis disini).  Tinggal anda kasih tahu toh saya salah tulis.  Anda bilang anda kasih tahu bahwa saya salah tulis dan perlu saya edit. Dimana?  Bingung saya.

Kalau pendapat bahwa saya tidak perlu masukan, ya itu opini anda, ya sudah.

Salam



Ooo... begitu.
Kutangkap, @melangkahpasti ingin menguji pendapat sendiri atas 'perikob' yang dipilihnya.
Begitu, bukan?

Menurut pendapatku:
1. Yang @melangkahpasti sebut 'perikob' itu, hanya menurut pemahaman @melangkahpasti sendiri. Secara umum, perikop yang ada di Luk 15, salah satunya ialah Perumpamaan tentang anak yang hilang (Luk 15:11-32).
Karena hal itu, @Sotardugur Parreva menyimpulkan, tidak perlu menguji pendapatmu itu, karena perikop yang dimaksud umum berbeda dari 'perikob' yang @melangkahpasti maksud. Pemahaman @melangkahpasti itu merupakan anomali. Gunakan saja sendiri.
2. @melangkahpasti berharap agar partisipan trit memberi challenge terhadap pendapat @melangkahpasti. Sayangnya, menulis perikop saja @melangkahpasti masih 'perikob', yang secara tidak langsung sudah kucoba kuminta untuk @melangkahpasti edit, namun tidak @melangkahpasti gubris. Kusimpulkan, @melangkahpasti tidak sungguh-sungguh minta di-challenge.

3. Walaupun @melangkahpasti menuliskan, "Saya bisa salah dan untuk itu saya menerima masukan terhadap pendapat saya", dari beberapa interaksi kita, kusimpulkan bahwa @melangkahpasti tidak membutuhkan masukan dari partisipan trit.

Salam damai.
September 27, 2018, 07:27:49 AM
Reply #29
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9134
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
buat Aleph mah sejelas2 apapun topiknya
ketika sudah mengarah ke non OSAS
jd gak jelas buat dia (happened so many times)
apalagi kl dia udah ga bisa jawab ;D

mungkin dia lagi resah juga mikir jawaban nalar vs percaya dia di thread sebelah

wkwkwkwk ;D
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)