Author Topic: Mencabut dan Melepas Hak Ke-anak-an - Pelajaran dari Perumpamaan Perginya Anak  (Read 1560 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 27, 2018, 07:52:02 AM
Reply #30
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12160
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Hi Bro, saya gak mau bawa kemana2.  Saya hanya membahas perikob, memberikan pendapat saya, mengakui kalau saya bisa salah dan untuk itu saya menerima masukan terhadap pendapat saya.  Saya tahu bahwa pemikiran saya tidak sempurna, so challenge me. 

Mohon refer ke penjelasan awal saya.

Salam
Masukan yang bagaimana yang anda harapkan?
Challenge anda mengenai hal apa?
Anda lempar topik, apanya yang mau dibahas?
Saya sudah refer ke penjelasan awal anda.
Saya coba bahas mengenai tercabutnya hak ke-anak-an, ternyata bukan itu maksud anda.
Saya coba bahas mengenai perbandingan prodigal son dengan orang percaya yang dijadikan anak Allah, bukan disitu pula maksud anda.

Jadi apa yang mau dibahas?
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
September 27, 2018, 02:13:16 PM
Reply #31
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9134
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
•   Apakah perginya anak karena hak ke-anak-an dilepas Anak? Iya. Anak yang pergi melepaskan hak warisnya.  Dia ambil dan setelah itu dia tidak ada hak lagi.
•   Apakah Bapa mencari Anak yang pergi ?  Tidak, anak pergi atas kehendak bebasnya untuk memilih pergi; dengan demikian, Bapa tidak dapat memaksanya pulang ke rumah.  Pada kedua perumpamaan sebelumnya, yang hilang dicari sampai ketemu (domba hilang dicari sampai dapat Lukas 15:4; dirham hilang dicari sampai ketemu Lukas 15:8). 

Menjawab pertanyaan mengapa. 

Mengapa dikatakan bahwa Anak yang pergi telah melepaskan hak ke-anak-annya?  Jawaban : karena dia telah melepaskan hak waris-nya dan meninggalkan Bapa-nya.  Selama dia berada di luar, walaupun Bapanya mengasihi dia, Bapa sudah menganggap dia "mati" dan "hilang".  Ayat 32 -  kita patus bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.

Salam

bukannya udah sangat jelas point TS :)

kalo ternyata anak itu mati beneran di luar rumah Bapa
dalam keadaan bukan lagi ahli waris janji Bapa
dan janji Bapa itu salah satunya adalah keselamatan
maka....

nah sy udah kasih masukan apa yang termasuk janji2 yang berhak diterima ahli waris itu apa
hemat saya salah satu janji Allah adalah keselamatan, sesuai dengan ayat yang dibaca
kl emang ada sanggahan dipersilahkan kan
toh kita disini mau baca jujur kan? bukannya baca tapi telah dipengaruhi oleh doktrin? :)

ingat nih, yang ngomong anak itu udah mati adalah Bapa sendiri, bukan yang lain :)
dan anak itu hidup kembali ketika dia sudah kembali ke rumah Bapa sendiri, bukan Bapa yang nyari, jangan ubah perumpamaan ini, kl mau bahas perumpamaan tentang Bapa yang nyari ada di domba dan dirham yang hilang

entah kl bgini ga dibilang jelas mah mau diapain lagi deh
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
September 27, 2018, 02:59:59 PM
Reply #32
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12160
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
bukannya udah sangat jelas point TS :)

kalo ternyata anak itu mati beneran di luar rumah Bapa
dalam keadaan bukan lagi ahli waris janji Bapa
dan janji Bapa itu salah satunya adalah keselamatan
maka....

nah sy udah kasih masukan apa yang termasuk janji2 yang berhak diterima ahli waris itu apa
hemat saya salah satu janji Allah adalah keselamatan, sesuai dengan ayat yang dibaca
kl emang ada sanggahan dipersilahkan kan
toh kita disini mau baca jujur kan? bukannya baca tapi telah dipengaruhi oleh doktrin? :)

ingat nih, yang ngomong anak itu udah mati adalah Bapa sendiri, bukan yang lain :)
dan anak itu hidup kembali ketika dia sudah kembali ke rumah Bapa sendiri, bukan Bapa yang nyari, jangan ubah perumpamaan ini, kl mau bahas perumpamaan tentang Bapa yang nyari ada di domba dan dirham yang hilang

entah kl bgini ga dibilang jelas mah mau diapain lagi deh
Seperti biasa, Henhen si mulut besar yang sok tau...
Tapi ya udah, silakan bahas deh. Saya coba ikuti.
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
September 27, 2018, 03:57:45 PM
Reply #33
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1397
Lieerr euy...Ini bicara mengenai warisan dunia atau warisan surgawi sih...Kok ada kalimat" melepaskan Hak Waris (Definisi dunia dan surgawi berbeda Bro)...
Hendaknya dalam menganalisa Firman Tuhan ga usah pakai ukuran dunia (bisa buat bingung dan perbantahan, contoh nyata : Persepuluhan)...
Cobalah sebelum menelaah FT, berdoa minta Hikmat-Nya dulu dengan kerendahan hati...agar kita dapat dimampukan memahami FT hanya dengan memakai cara pandang Kristus (Surgawi/Sesuai Kehendak-Nya)...

Salam Damai Temans...
Tuhan Memberkati...
September 28, 2018, 08:32:06 AM
Reply #34
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 256
  • Denominasi: Kharismatik
Tinggal para brother yang tidak setuju dengan pandangan saya dalam perikop ini (tuh saya sudah benarkan kata "perikob" yang saya salah tulis selama ini  ;D) menjelaskan apa yang ditangkapnya saat dia membaca dan kita bertukar pikiran.

So far, ada yang setuju, ada yang tidak setuju.

Salam
« Last Edit: September 28, 2018, 09:09:32 AM by melangkahpasti »
September 28, 2018, 11:46:47 AM
Reply #35
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1397
Bedakan pemberian/Grace/Kasih Karunia Tuhan dengan Ajaran Tuhan Yesus yang lain...Yang bisa ditolak adalah Ajaran-Nya selain Grace tadi...
Pemberian Kasih karunia/Grace/Keselamatan/Penebusan Yesus tidak bisa ditolak oleh kita manusia, menurut saya...Sekali Tuhan berkehendak menyelamatkan manusia (Rancangan Penebusan) tidak ada yang bisa menolakNya...
Menurut saya, mengenai maksud, segala proses yang ada di dalam Rancangan Keselamatan/Penebusan tidak bisa diganggu gugat oleh Free Will manusia...Itu sudah Ketetapan Allah dan harus pasti terjadi/sudah (Penyaliban) dan akan(Kehidupan kekal buat kita)...(Grand Design Allah yang spesial/Prerogatif Allah)...

Salam Damai Temans...
Tuhan Memberkati...
September 28, 2018, 12:27:24 PM
Reply #36
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 256
  • Denominasi: Kharismatik
Hi Bro,

Thank you penjelasannya.

Bro tidak menyampaikan apa pendapat Bro mengenai perikop ini, jadi saya tidak tahu.

Yang saya tahu adalah Bro ini berkeyakinan bahwa semua yang pernah hidup, sedang hidup dan akan hidup,  diselamatkan (pada akhirnya).  Betul kan?

Menurut pendapat saya,  kita semua harus dengan berani mempelajari, meneliti  apa yang setiap (ayat, perikop, dsb.nya) maksud, apa adanya, bukan berdasarkan pandangan kita atau pandangan separuh-2 kita (saya tidak mengatakan bahwa ini Bro).   Dan dengan meniliti semuanya, maka kita nanti dapat menyimpulkan gambaran luasnya, bukan sebaliknya.

Perikop ini tidak berdiri sendiri tentunya, perlu ada sinergi dengan perikop maupun ayat-ayat lainnya di tempat lain untuk mengerti maksud dari kehendak Allah sesungguhnya, seperti ayat-2 pamungkas osas (Ibrani 10:10 dan 14) maupun ayat-2 pamungkas keselamatan dapat hilang oleh karena perbuatan (Matius 25:1-13) atau ayat-2 keselamatan bagi seluruh manusia yang pernah, sedang dan bakal hidup (1 Tim 2:3-4; Yoh. 3:16; 2 Pet. 3:9).

Dan sebagai TS, saya buka thread membahas perikop ini dengan memberikan pendapat saya.  Pendapat yang lain seperti apa?  Can we reason together?  Setiap kata yang dipakai untuk menjelaskan maknanya, adalah sangat indah / memiliki tujuan.  Tidak sembarangan kenapa Tuhan menginspirasi penulis untuk memakai kata yang dipakai – agar supaya pengertiannya tepat.   Waktu kita membaca frase atau kata “telah mati” di Lukas 15:32 untuk mendeskripsikan apa yang dimaksud mengenai pendapat Bapa tentang Anaknya sebelum dia kembali, ya memang begitulah maksudnya.

Definisi “telah mati” = G3498 = nekros menurut Strong-Lite adalah

1.   One that has breathed his last, lifeless = yang telah menghembuskan nafas terakhirnya, tak bernyawa
2.   Deceased = almarhum
3.   Without life = tanpa kehidupan
4.   Spiritually dead = mati secara rohani

Itulah kata yang dipakai tentang Anak yang pergi dari Bapanya.

Salam


Bedakan pemberian/Grace/Kasih Karunia Tuhan dengan Ajaran Tuhan Yesus yang lain...Yang bisa ditolak adalah Ajaran-Nya selain Grace tadi...
Pemberian Kasih karunia/Grace/Keselamatan/Penebusan Yesus tidak bisa ditolak oleh kita manusia, menurut saya...Sekali Tuhan berkehendak menyelamatkan manusia (Rancangan Penebusan) tidak ada yang bisa menolakNya...
Menurut saya, mengenai maksud, segala proses yang ada di dalam Rancangan Keselamatan/Penebusan tidak bisa diganggu gugat oleh Free Will manusia...Itu sudah Ketetapan Allah dan harus pasti terjadi/sudah (Penyaliban) dan akan(Kehidupan kekal buat kita)...(Grand Design Allah yang spesial/Prerogatif Allah)...

Salam Damai Temans...
Tuhan Memberkati...
« Last Edit: September 28, 2018, 01:02:22 PM by melangkahpasti »
September 28, 2018, 04:29:44 PM
Reply #37
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 934
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Sebelumnya, saya mau sampaikan bahwa saya tahu bisa saja saya salah artikan mengenai perikob Anak yang Pergi.  Oleh karena itu, saya menerima masukan atas apa yang saya sampaikan.  Tapi mohon jangan off topic.  Topik ini khusus untuk membahas apakah hak ke-anak-an orang percaya dapat dicabut dan apakah hak ke-anak-an orang percaya dapat dilepas.

• Apakah Anak perlu takut (kalau dia nakal) Bapa akan mencabut hak ke-anak-annya?  Tidak.  Selama dia berada bersama Bapa, dia aman.
• Apakah perginya anak karena hak ke-anak-an dicabut Bapa?  Tidak. 
• Apakah perginya anak karena hak ke-anak-an dilepas Anak? Iya. Anak yang pergi melepaskan hak warisnya.  Dia ambil dan setelah itu dia tidak ada hak lagi.
• Apakah Bapa mencari Anak yang pergi ?  Tidak, anak pergi atas kehendak bebasnya untuk memilih pergi; dengan demikian, Bapa tidak dapat memaksanya pulang ke rumah.  Pada kedua perumpamaan sebelumnya, yang hilang dicari sampai ketemu (domba hilang dicari sampai dapat Lukas 15:4; dirham hilang dicari sampai ketemu Lukas 15:8). 
• Apakah Bapa sudah tidak mau menerima kembali Anak yang pergi, jika dia mau kembali?  Tidak.  Bapa masih mau menerimanya kembali dengan sepenuh hati, bahkan Bapanya pergi lari mendapatkan dia, dst.nya.
• Apakah Anak dapat menerima kembali hak-nya setelah ia kembali?  Iya, dapat.
• Apakah Anak dapat memilih untuk tidak kembali?  Iya.  Ada anak yang kembali, ada yang tidak mau kembali.  Perumpamaan ini menjelaskan apa yang terjadi kalau anak kembali.
• Pembelajarannya : kembali, hai anak-anak yang pergi.

On topic,
Kita lihat secara sederhana saja dulu
Suatu kejadian anak pergi dr keluarga
Bukan soal hak org dpt dicabut/dilepas

Tanggapanku mungkin memperkaya
Jika tak demikian, ya, kita diskusikan:

• Apakah Anak perlu takut (kalau dia nakal) Bapa akan mencabut hak ke-anak-annya?
Tidak
Sebab anak itu darah-daging-nya.

• Apakah perginya anak karena hak ke-anak-an dicabut Bapa? 
Tidak.
 
• Apakah perginya anak karena hak ke-anak-an dilepas Anak?
Wah, perlu kejelasan pengertian dilepas
Rasaku, dilepas itu dibiarkan begitu saja

Tapi penjelasanmu benar:
Dilepas = Anak pergi membawa hak warisnya. 
Dia ambil dan setelah itu dia rela tidak punya hak lagi.

• Apakah Bapa mencari Anak yang pergi ? 
Tidak,
Sebab anak tahu jalan kembali dan pergi sudah deal
Beda dgn sesuatu yg pergi tidak deal spt ternak, dll.

• Apakah Bapa sudah tidak mau menerima kembali Anak yang pergi, jika dia mau kembali?
Tidak. 
Bapa yg baik tetap terbuka menerimanya kembali
Berharap keluarga tetap bertambah besar sesuai ideal semula

• Apakah Anak dapat menerima kembali hak-nya setelah ia kembali?
Iya, anak tentu dpt menerima hak, jika masih ada.
Beda dgn pertanyaan, apakah anak dpt menuntut hak?
Beda juga dgn, apakah Bapak akan menawarkan hak lagi baginya?

Kurasa anak yg konsekwen tidak berpikiran itu lagi
Sing penting sudah selamat di rumah Bapak-nya
Dan ternyata dia masih dimanusiakan

• Apakah Anak dapat memilih untuk tidak kembali? 
Iya. Bahkan anak dpt memilih utk pergi lagi jika cekcok
[Mat.10:34] tetap berlaku jika abang-nya terus cemburu

Demikian tanggapanku pd pendapatmu, Mel!
Bukan hal pencabutan/pelepasan hak org benar

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
September 28, 2018, 11:56:16 PM
Reply #38
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2231
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Sebelumnya, saya mau sampaikan bahwa saya tahu bisa saja saya salah artikan mengenai perikobp Anak yang Pergi.  Oleh karena itu, saya menerima masukan atas apa yang saya sampaikan.  Tapi mohon jangan off topic.  Topik ini khusus untuk membahas apakah hak ke-anak-an orang percaya dapat dicabut dan apakah hak ke-anak-an orang percaya dapat dilepas.

Mari kita berdiskusi dengan sehat.

Pelajaran dari Perumpamaan Perginya Sang Anak (Lukas 15:11-32)

Yohanes 1:12 – “Tetapi semua orang yang menerimaNya diberiNya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam namaNya.”
...
@Sotardugur Parreva ingin menyampaikan hal-hal berikut ini:

1. Kupikir, perikop untuk Luk 15:11-32 berjudul Perumpamaan tentang anak yang hilang, bukan Perumpamaan Perginya Sang Anak.

2. Ayat 11-14 memberi pengertian bahwa si anak bungsu bukan meninggalkan ayahnya pada ayat 15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. Ayat 15 ini menceritakan tindakan si anak bungsu setelah dia menjual dan menghabiskan warisannya, yang disusul oleh bencana kelaparan. Ayat 13 dan 14 mengungkapkan: Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
Artinya, kepergian si anak bungsu dari rumah ayahnya, bukan terjadi pada ayat 15, melainkan di ayat 13 pun, si anak bungsu sudah meninggalkan rumah ayahnya.

3. Dari segi metoda penyampaian, Injil Lukas itu Injil Sinoptik
Injil Sinoptik adalah Injil Perjanjian Baru dalam Alkitab yang ditulis oleh Matius, Markus, dan Lukas. Injil sinoptik seringkali menulis kisah yang sama tentang Yesus, namun dengan penjelasan dan panjang yang berbeda, namun memiliki urutan yang sama dan banyak menggunakan kata yang sama. Kemiripan di antara tiga buku tersebut sangat dekat sehingga banyak peneliti yang menandainya sebagai masalah sinoptik.
Hampir semua isi Injil Markus dapat dijumpai di Injil Matius, dan ada banyak kemiripan Injil Markus dan Injil Lukas. Namun, Injil Matius dan Injil Lukas mempunyai banyak materi yang sama, yang tidak dijumpai dalam Injil Markus.
Injil kanonikal ke-4, Injil Yohanes, berbeda jauh dengan sinoptik dalam Kristologi, pengajaran Yesus, mukjizat, gaya tulisan, dan lainnya.
Sementara Injil Yohanes bukan Injil Sinoptik.
Injil Yohanes (Injil menurut Yohanes) adalah salah satu kitab yang terdapat di Perjanjian Baru. Kitab yang termasuk dalam rangkaian Injil kanonik ini memiliki gaya dan struktur yang membuatnya unik dan berbeda dengan ketiga Injil yang lain (Injil Markus, Injil Matius, Injil Lukas), meskipun begitu Injil ini tetap memuat wawasan peristiwa yang sama dengan ketiga Injil lainnya. Injil Yohanes menekankan tentang keilahian Yesus Kristus, Anak Allah. Tidak ada Injil lain yang menekankan sifat kemanusiawian sekaligus keilahianNya dengan tegas dan jelas selain Injil ini. Waktu penulisannya diperkirakan terjadi pada tahun 40-140 M. Memang tidak disebutkan dengan jelas siapa yang menulis Injil ini, tetapi Yohanes anak Zebedeus adalah orang yang diperkirakan menulisnya.
Berdasar kedua kutipan di atas, maka meski Luk 15:11-32 menggunakan kosa kata "anak", itu tidak identik sama arti dengan "anak" pada Yoh 1:12.

Bahwa "anak" pada Luk 15:11-32, itu adalah biologis, sementara pada Yoh 1:12 bukan biologis.

Salam damai.
Rawat empat pilar kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
September 29, 2018, 12:38:00 AM
Reply #39
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2231
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
...
•   Apakah Anak perlu takut (kalau dia nakal) Bapa akan mencabut hak ke-anak-annya?  Tidak.  Selama dia berada bersama Bapa, dia aman.
Meski pada beberapa sisi "takut" dan "hormat" mempunyai kesamaan, yaitu mengartikan sikap tunduk atau takluk, menurut pendapatku, seorang anak harus hormat pada orang tuanya, bukan takut.
Tapi, sebentar.
Pada Luk 15:11-32, yang tertulis ialah "anak", bukan "Anak" (dengan kapital) kecuali pada awal kalimat, mengapa @melangkahpasti mempertanyakan perihal "Anak" (dengan kapital)? Jadinya ialah melangkah pasti salah. Meski hanya mengubah huruf dari huruf netral menjadi huruf kapital, itu melangkah pasti salah.

•   Apakah perginya anak karena hak ke-anak-an dicabut Bapa?  Tidak.
Pada kisah Luk 15:11-16 tidak kutemukan ayah dari si anak bungsu mencabut hak keanakan si anak bungsu.

•   Apakah perginya anak karena hak ke-anak-an dilepas Anak? Iya. Anak yang pergi melepaskan hak warisnya.  Dia ambil dan setelah itu dia tidak ada hak lagi.
Tidak kutemukan si anak bungsu melepaskan hak warisnya. Justru anak bungsu menggunakan hak warisnya, di mana dia meminta warisan dari si ayah. Kupikir, meski hak warisnya telah digunakan, namun si anak bungsu itu tetap sebagai anak dari ayahnya. Penggunaan hak waris tidak menghapus statusnya sebagai anak.

•   Apakah Bapa mencari Anak yang pergi ?  Tidak, anak pergi atas kehendak bebasnya untuk memilih pergi; dengan demikian, Bapa tidak dapat memaksanya pulang ke rumah.  Pada kedua perumpamaan sebelumnya, yang hilang dicari sampai ketemu (domba hilang dicari sampai dapat Lukas 15:4; dirham hilang dicari sampai ketemu Lukas 15:8).
Yup. @Sotardugur Parreva juga memandang bahwa si ayah tidak mencari anak bungsu yang pergi, sementara dua perumpamaan sebelumnya, yang hilang dicari sampai dapat.
Pencarian dilakukan karena yang hilang tidak mempunyai akal, harus dituntun. Domba tidak mempunyai akal seperti akal manusia, domba adalah hewan. Meski domba punya naluri, rasa lapar, haus, dll, namun domba tetap hewan.
Sementara dirham, adalah benda mati yang dijadikan alat tukar. Dirham tidak dapat bergerak sendiri seperti domba.
Nah, kalo domba yang dapat bergerak sendiri dicari, apalagi dirham yang adalah benda mati. Harus dicari.
Berbeda dengan si anak bungsu yang adalah manusia yang mempunyai akal. Yang punya akal, seharusnya dapat menentukan pilihan, apakah patut memberontak/protes, atau harus bersikap taat.

•   Apakah Bapa sudah tidak mau menerima kembali Anak yang pergi, jika dia mau kembali?  Tidak.  Bapa masih mau menerimanya kembali dengan sepenuh hati, bahkan Bapanya pergi lari mendapatkan dia, dst.nya.
Tidak kutemukan tulisan "Bapa"(dengan kapital) di Luk 15:11-32 kecuali karena awal kalimat, melainkan "bapa".
Sependek penangkapanku, si bapa tidak memutuskan bahwa anak bungsu itu bukan lagi anaknya walaupun anak bungsu itu meminta dibagi warisan. Anak bungsu itu meminta warisan, si bapa memberi tanpa memutuskan hubungan ayah-anak.

•   Apakah Anak dapat menerima kembali hak-nya setelah ia kembali?  Iya, dapat.
Nah, di sini, kupikir, @Sotardugur Parreva harus menanyakan, hak apa lagi yang @melangkahpasti maksudkan?

•   Apakah Anak dapat memilih untuk tidak kembali?  Iya.  Ada anak yang kembali, ada yang tidak mau kembali.  Perumpamaan ini menjelaskan apa yang terjadi kalau anak kembali.
Pada kisah itu, tidak kutemukan anak yang meninggalkan ayahnya selain si anak bungsu. Jika @melangkahpasti menemukan, silahkan kemukakan.

•   Pembelajarannya : kembali, hai anak-anak yang pergi.
Okey, simpulan pelajaran seperti itu berterima di logikaku.

Salam damai.
Rawat empat pilar kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)