Author Topic: Mencabut dan Melepas Hak Ke-anak-an - Pelajaran dari Perumpamaan Perginya Anak  (Read 1557 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 30, 2018, 09:48:48 AM
Reply #40
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 256
  • Denominasi: Kharismatik
Hi Bro Maren Kitatau,

Thank you atas penjelasannya.  Saya mengerti.  Dalam banyak hal (hampir semua) kita sependapat.  Yang terpenting dan utama bahwa dua anak menggambarkan orang percaya.    Saya sudah menjelaskan kenapa saya berpendapat bahwa perikop ini memberi gambaran bahwa hak ke-anak-an dapat dilepas, jadi saya tidak menanggapi pernyataan Bro yang mengatakan tidak demikian,  saya dapat memahami pendapatmu. 

Saya punya dua pertanyaan untuk Bro untuk saya dapat lebih mengerti mengenai pendapat Bro :

Menurut Bro kan : Apakah Anak dapat memilih untuk tidak kembali?  [/b]
Iya. Bahkan anak dpt memilih utk pergi lagi jika cekcok
[Mat.10:34] tetap berlaku jika abang-nya terus cemburu 

Pertanyaan : (a) apa yang terjadi pada anak kalau anak memilih untuk tidak kembali?
(b) bagaimana aplikasi (a) dalam kehidupan rohani sehari-hari orang percaya?


Itu saja sih.  Mari kita berdiskusi dengan damai.  :afro:

Salam
« Last Edit: September 30, 2018, 10:17:52 AM by melangkahpasti »
September 30, 2018, 09:56:50 AM
Reply #41
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 256
  • Denominasi: Kharismatik

@Sotardugur Parreva ingin menyampaikan hal-hal berikut ini:

1. Kupikir, perikop untuk Luk 15:11-32 berjudul Perumpamaan tentang anak yang hilang, bukan Perumpamaan Perginya Sang Anak.

2. Ayat 11-14 memberi pengertian bahwa si anak bungsu bukan meninggalkan ayahnya pada ayat 15 Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. Ayat 15 ini menceritakan tindakan si anak bungsu setelah dia menjual dan menghabiskan warisannya, yang disusul oleh bencana kelaparan. Ayat 13 dan 14 mengungkapkan: Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan iapun mulai melarat.
Artinya, kepergian si anak bungsu dari rumah ayahnya, bukan terjadi pada ayat 15, melainkan di ayat 13 pun, si anak bungsu sudah meninggalkan rumah ayahnya.

3. Dari segi metoda penyampaian, Injil Lukas itu Injil SinoptikSementara Injil Yohanes bukan Injil Sinoptik.Berdasar kedua kutipan di atas, maka meski Luk 15:11-32 menggunakan kosa kata "anak", itu tidak identik sama arti dengan "anak" pada Yoh 1:12.

Bahwa "anak" pada Luk 15:11-32, itu adalah biologis, sementara pada Yoh 1:12 bukan biologis.

Salam damai.

Hi Bro Sotardugur,

Sehubungan dengan tanggapanmu, boleh saya bertanya terlebih dahulu, karena saya membaca  tapi tidak jelas dengan penjelasanmu. 

Bapa itu siapa?

Anak (bungsu dan sulung) itu siapa?

Salam

 
« Last Edit: September 30, 2018, 09:59:47 AM by melangkahpasti »
September 30, 2018, 04:00:47 PM
Reply #42
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2231
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Hi Bro Sotardugur,
Hai juga, @melangkahpasti.

Sehubungan dengan tanggapanmu, boleh saya bertanya terlebih dahulu, karena saya membaca  tapi tidak jelas dengan penjelasanmu. 
Bapa itu siapa?
Oh, kurang tertangkap oleh @melangkahpasti?
Padahal, @sotardugur Parreva sudah berupaya menyajikannya cukup jelas.
Kuduga, @melangkahpasti tidak mengetahui siapa itu ayah pada perikop itu karena @melangkahpasti memenggal perikopnya, yang dimulai seharusnya dari ayat 11, tetapi @melangkahpasti membacanya mulai dari ayat 16. Di ayat 11 tercatat: Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki". Dari ayat 11 itu, pembaca harusnya mengetahui bahwa ayah yang dimaksud ialah seorang laki-laki yang mempunyai dua anak laki-laki. Yesus tidak menyebut nama laki-laki itu. Juga, Yesus tidak menjelaskan apakah ayah itu sudah duda, atau istrinya sedang pergi TKW ke luar negri.

Anak (bungsu dan sulung) itu siapa?
Itu sudah @melangkahpasti jawab, anak-anak di situ ialah anak dari si ayah, mereka itu anak sulung dan anak bungsu. Yesus tidak menyebut nama. Menurut dugaanku, setiap pembaca bebas hendak mengartikan siapa saja kedua anak itu, sepanjang dalam ikatan pertalian yang sesuai, sulung (lahir lebih dahulu) dan bungsu (lahir kemudian).

Salam
Semoga menjadi lebih jelas.
Salam damai.
Rawat empat pilar kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
September 30, 2018, 04:42:11 PM
Reply #43
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 256
  • Denominasi: Kharismatik
Hi Bro, jauh dari jelas, for the benefit of the doubt, saya anggap anda belum ngerti maksud saya.

Setiap perumpamaan dalam Alkitab adalah sebuah object lesson.  Pribadi2 yang ada dalam perumpamaan itu menggambarkan siapa dalam kehidupan (rohani).

Dalam perumpamaan ini :

Bapa menggambarkan siapa?
Anak sulung menggambarkan siapa?
Anak bungsu menggambarkan siapa?


Salam


Hai juga, @melangkahpasti.
Oh, kurang tertangkap oleh @melangkahpasti?
Padahal, @sotardugur Parreva sudah berupaya menyajikannya cukup jelas.
Kuduga, @melangkahpasti tidak mengetahui siapa itu ayah pada perikop itu karena @melangkahpasti memenggal perikopnya, yang dimulai seharusnya dari ayat 11, tetapi @melangkahpasti membacanya mulai dari ayat 16. Di ayat 11 tercatat: Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki". Dari ayat 11 itu, pembaca harusnya mengetahui bahwa ayah yang dimaksud ialah seorang laki-laki yang mempunyai dua anak laki-laki. Yesus tidak menyebut nama laki-laki itu. Juga, Yesus tidak menjelaskan apakah ayah itu sudah duda, atau istrinya sedang pergi TKW ke luar negri.
Itu sudah @melangkahpasti jawab, anak-anak di situ ialah anak dari si ayah, mereka itu anak sulung dan anak bungsu. Yesus tidak menyebut nama. Menurut dugaanku, setiap pembaca bebas hendak mengartikan siapa saja kedua anak itu, sepanjang dalam ikatan pertalian yang sesuai, sulung (lahir lebih dahulu) dan bungsu (lahir kemudian).
Semoga menjadi lebih jelas.
Salam damai.
September 30, 2018, 09:11:18 PM
Reply #44
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2231
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Hi Bro, jauh dari jelas, for the benefit of the doubt, saya anggap anda belum ngerti maksud saya.

Setiap perumpamaan dalam Alkitab adalah sebuah object lesson.  Pribadi2 yang ada dalam perumpamaan itu menggambarkan siapa dalam kehidupan (rohani).

Dalam perumpamaan ini :

Bapa menggambarkan siapa?
Anak sulung menggambarkan siapa?
Anak bungsu menggambarkan siapa?

Salam
Oh, terima kasih.
Kupikir, namanya menggambarkan, berarti bukan yang sebenarnya. Di perumpamaan itu tertulis "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki", tidak kutemukan informasi bahwa itu menggambarkan siapapun. Lhah, selaku penggagas trit, jika di pemahaman @melangkahpasti itu menggambarkan siapa, @melangkahpasti dong yang mengemukakan apa yang @melangkahpasti maksudkan. 
Mengingat trit ini @melangkahpasti yang memulai dengan meminta pandangan partisipan lain, maka kukemukakan pendapatku. @melangkah pasti menanyakan siapa yang digambarkan oleh perumpamaan yang @melangkahpasti ganti judul itu, kukemukakan yang kupahami, dan itu tidak @melangkahpasti tangkap apalagi terima, mau bagaimana lagi?

Ya sudah, ternyata dugaanku semula bahwa @melangkahpasti tidak memerlukan pandangan partisipan lain, memang sudah mendekati hal yang sebenarnya.
Saya undur, silahkan berdiskusi dengan partisipan lain.
Berinteraksi dengan @melangkahpasti menambah kekayaan pemahaman kejiwaan partisipan forum ini.

Salam damai.
Rawat empat pilar kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
September 30, 2018, 09:37:53 PM
Reply #45
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 816
  • Denominasi: Protestan
Hi Bro, jauh dari jelas, for the benefit of the doubt, saya anggap anda belum ngerti maksud saya.

Setiap perumpamaan dalam Alkitab adalah sebuah object lesson.  Pribadi2 yang ada dalam perumpamaan itu menggambarkan siapa dalam kehidupan (rohani).

Dalam perumpamaan ini :

Bapa menggambarkan siapa?
Anak sulung menggambarkan siapa?
Anak bungsu menggambarkan siapa?
Numpang nanya dikit, bray :

Nurut elo, kisah perumpaaman tentang anak yang hilang itu, benaran ada atau hanya karangan (imajinasi) Yesus Kristus doang?

Kalo nurut gue sih, beneran ada, bray.

(11) Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
October 01, 2018, 05:26:26 AM
Reply #46
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 256
  • Denominasi: Kharismatik
Hi Bro,

Saya terheran-heran membaca jawaban anda.  Bagaimana anda mengetahui pesan di balik sebuah perumpamaan kalau anda tidak mau tahu tentang object lessonnya?  Penggambaran pribadi dalam suatu object lesson adalah sebuah keniscayaan.  Kalau tidak, kita bisa menggambarkan ayah dalam cerita itu sebagai siapa saja, seperti iblis dan anaknya sebagai siapa saja, seperi malaikat atau manusia.

Saya coba mencari di internet apakah ada jawaban dari perumpamaan Lukas 15:11-32 yang tidak menggambarkan siapapun.  Sejauh ini saya tidak menemukan.  Ini contoh jawaban yang berbeda-beda:

http://gospelhall.org/index.php/faqs/107-questions-about-friends-and-family-relationships/3202-is-the-prodigal-son-a-backsliding-believer-or-a-lost-sinner

http://gospelhall.org/index.php/faqs/107-questions-about-friends-and-family-relationships/3202-is-the-prodigal-son-a-backsliding-believer-or-a-lost-sinner

https://gracegems.org/Pink/prodigal_son.htm

Bagaimana anda menuduh saya mau pemahaman saya harus menjadi pemahamanmu, kamu punya hak atas pemahamanmu kok.  Dari awal kamu masuk dalam pembicaraan dengan kesan menuduh saya kok, jadi memang susah ya mau diskusinya.  Padahal saya hanya mau tahu kamu melihat pribadui2 sebagai siapa untuk memahami pendapatmu.

Salam


Oh, terima kasih.
Kupikir, namanya menggambarkan, berarti bukan yang sebenarnya. Di perumpamaan itu tertulis "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki", tidak kutemukan informasi bahwa itu menggambarkan siapapun. Lhah, selaku penggagas trit, jika di pemahaman @melangkahpasti itu menggambarkan siapa, @melangkahpasti dong yang mengemukakan apa yang @melangkahpasti maksudkan. 
Mengingat trit ini @melangkahpasti yang memulai dengan meminta pandangan partisipan lain, maka kukemukakan pendapatku. @melangkah pasti menanyakan siapa yang digambarkan oleh perumpamaan yang @melangkahpasti ganti judul itu, kukemukakan yang kupahami, dan itu tidak @melangkahpasti tangkap apalagi terima, mau bagaimana lagi?

Ya sudah, ternyata dugaanku semula bahwa @melangkahpasti tidak memerlukan pandangan partisipan lain, memang sudah mendekati hal yang sebenarnya.
Saya undur, silahkan berdiskusi dengan partisipan lain.
Berinteraksi dengan @melangkahpasti menambah kekayaan pemahaman kejiwaan partisipan forum ini.

Salam damai.
« Last Edit: October 01, 2018, 06:18:25 AM by melangkahpasti »
October 01, 2018, 06:05:55 AM
Reply #47
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 256
  • Denominasi: Kharismatik
Hi Bro,

Menurut saya, perumpamaan ke3 sama seperti kedua perumpamaan sebelumnya dalam pasal 15, tidak beneran ada, tapi menggambarkan kasih Bapa Surgawi kepada kita.  Alasan saya ada sbb:

1.  Domba : gembala mana yang mau meninggalkan 99 dombanya untuk mencari 1 sampai dapat.  Kalau hitung2an, nilai satu domba tidak sebanding dengan nilai 99 domba.  99 domba ditinggalin begitu saja.

2. Dirham :setelah menemukan satu dirham yang hilang, dia berpesta dengan teman2 dan tetangganya.  Hitung punya hitung biayanya (kemungkinan) lebih tinggi atau samalah dengan 1 dirham yang ditemukan.  It beats the purpose of looking for the lost coin.

3.  Anak : bagaimana seorang Bapa, tidak memarahi atau menegur anaknya ketika anaknya minta warisannya, malah dikasih dan diperbolehkan pergi.  Bahkan manusia normal merasa bahwa memang anaknya tidak memiliki hak lagi (seperti yang dirasakan oleh anak bungsu ayat 18-19).  Bukan itu saja, sang ayah menerima anaknya tanpa memarahi atau menegur.   Ini menggambarkan kasih seorang ayah yang tidak normal.  Memang kasih Bapa luar biasa.

Begitu pendapat saya.  Kalau pendapat Bro, kenapa Bro mengganggap bahwa itu beneran?

Salam


Numpang nanya dikit, bray :

Nurut elo, kisah perumpaaman tentang anak yang hilang itu, benaran ada atau hanya karangan (imajinasi) Yesus Kristus doang?

Kalo nurut gue sih, beneran ada, bray.

(11) Yesus berkata lagi: "Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.
« Last Edit: October 01, 2018, 06:16:55 AM by melangkahpasti »
October 01, 2018, 11:04:15 AM
Reply #48
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2231
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Dari @Sotardugur Parreva untuk trit ini, "Sudah selesai".

Salam damai.
Rawat empat pilar kebangsaan, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
October 01, 2018, 05:41:25 PM
Reply #49
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 934
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Hi Bro Maren Kitatau,
Saya punya dua pertanyaan untuk Bro untuk saya dapat lebih mengerti mengenai pendapat Bro :
Menurut Bro kan : Apakah Anak dapat memilih untuk tidak kembali?  [/b]
Iya. Bahkan anak dpt memilih utk pergi lagi jika cekcok
[Mat.10:34] tetap berlaku jika abang-nya terus cemburu 

Pertanyaan : (a) apa yang terjadi pada anak kalau anak memilih untuk tidak kembali?
(b) bagaimana aplikasi (a) dalam kehidupan rohani sehari-hari orang percaya?


Org percaya.
Kita bandingkan saja dulu anak manja di PL
Dgn anak bungsu di perumpamaan ini, Mel.

Anak bungsu biasanya anak kesayangan bapaknya dan umumnya manja
Spt Yusuf anak no-11, kesayangan Yakub, ia manja tapi mikir hal2 muskil
Maka walau ia jadi budak di Mesir, difitnah, dipenjara, Yusuf tetap berbuah

Anak bungsu yg ini hanya ingin foya2 saja
Tak mampu berkarya di ladang ternak “babi”
Makannya pun maunya yg redi, "ampas", ya, sulit.

Maka dia belum bisa mandiri bersama Tuhan
Dia lebih percaya pd bapaknya utk selamat bisa makan
Dan benar, bapaknya menyambutnya dgn segala kekurangannya

Kalau dia tidak kembali ke rumah bapaknya
Tentu dia tidak selamat dan akan mati kelaparan
Sebab dia hanya tahu makan yg redi dan foya2 saja

Salam Damai!
« Last Edit: October 01, 2018, 06:01:19 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)