Author Topic: hukum tabur tuai  (Read 2689 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

October 01, 2018, 11:43:15 AM
Reply #30
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 956
  • bosan jadi omdo, mari belajar bersama
kalo anda gak merasa begitu, ya tulisan itu bukan buat anda broh :)

Ya terimakasih bro, cadang ternyata sudah mulai sadar kalau keselamatan sepenuhnya anugerah.
October 01, 2018, 11:48:38 AM
Reply #31
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 10400
Nah kan, begitu ditanyain, kepepet langsung buru-buru tuduh sana sini...
wkwkwkw...

jadi kamu enggak setuju dengan "sesuatu yang enggak ngaruh mau didoakan atau dimintakan sama tuhan atau didoakan sehari 5 kali"


hahahaha...
wkwkwk

kalau kamu enggak setuju dengan pertanyaan itu
silakan dibuktikan kalo saya salah..

(huahahaha...... udah mirip elo belum?)
October 01, 2018, 11:54:07 AM
Reply #32
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 10400
Ya terimakasih bro, cadang ternyata sudah mulai sadar kalau keselamatan sepenuhnya anugerah.

mas cba..
kalo anda baca history post saya sejak post no 1..
memang sampai saat ini saya percayanya gitu kok..

Surga dan neraka itu adalah sepenuhnya suka-suka tuhan..
coba dibaca lagi ya mas...

maka, turunan logis dari kepercayaan saya itu..
- ngapain kok berusaha menyenangkan hati tuhan, emang tuhan bakal berubah keputusannya?
- ngapain kok sok jadi asisten tuhan untuk bilang: ini cara beriman yang benar itu salah, emangnya tuhan bakal setuju atau terbantu atau malah berubah sesuai dengan penilaian si asisten?
- ngapain kok mupeng surga.. padahal mau kamu mupeng 1000% atau enggak mupeng sama sekali, kalau tuhan udah memutuskan kamu bakal masuk neraka atau surga, mau elo ngaku-ngaku nyembah-nyembah.. sumprit han.. gw percaya sama elo han... --> enggak bakal mengubah apa-apa kok..


bukankah jadi kontradiktif sendiri kalau:
- kita percaya keselamatan adalah suka-suka tuhan, tapi malah bilang: eh kalo kamu gini itu sesaat lho, yang bener itu gini, kalo kamu gini tidak ada kata terlambat supaya diselamatkan tuhan..
- hahaha.. apa pengaruhnya?  selain cuma melampiaskan nafsu duniawi supaya merasa puas karena dianggap orang saleh oleh tetangganya...


salam
October 01, 2018, 12:05:36 PM
Reply #33
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 956
  • bosan jadi omdo, mari belajar bersama
mas cba..
kalo anda baca history post saya sejak post no 1..
memang sampai saat ini saya percayanya gitu kok..

Surga dan neraka itu adalah sepenuhnya suka-suka tuhan..
coba dibaca lagi ya mas...

maka, turunan logis dari kepercayaan saya itu..
- ngapain kok berusaha menyenangkan hati tuhan, emang tuhan bakal berubah keputusannya?
- ngapain kok sok jadi asisten tuhan untuk bilang: ini cara beriman yang benar itu salah, emangnya tuhan bakal setuju atau terbantu atau malah berubah sesuai dengan penilaian si asisten?
- ngapain kok mupeng surga.. padahal mau kamu mupeng 1000% atau enggak mupeng sama sekali, kalau tuhan udah memutuskan kamu bakal masuk neraka atau surga, mau elo ngaku-ngaku nyembah-nyembah.. sumprit han.. gw percaya sama elo han... --> enggak bakal mengubah apa-apa kok..


bukankah jadi kontradiktif sendiri kalau:
- kita percaya keselamatan adalah suka-suka tuhan, tapi malah bilang: eh kalo kamu gini itu sesaat lho, yang bener itu gini, kalo kamu gini tidak ada kata terlambat supaya diselamatkan tuhan..
- hahaha.. apa pengaruhnya?  selain cuma melampiaskan nafsu duniawi supaya merasa puas karena dianggap orang saleh oleh tetangganya...


salam

Tentunya sedikit banyak saya sudah mengenal Cadang dari tulisan2nya dong..

Saya menanggapi cadang karena cadang yang biasanya terkesan ke arah keselamatan berdasar perbuatan ternyata cadang lebih ke arah keselamat sepenuhnya anugerah.

Dalam kasus ini kita sudah klop satu hal, yaitu keselamatan sepenuhnya anugerah.

Bedanya saya percaya bahwa saya turut diselamatkan, maka sebagai hamba kewajiban saya untuk mengikuti jalan Yesus, sangkal diri dan pikul salib.

Kalau Cadang belum yakin dirinya mendapat anugerah keselamatan, cadang tak merasa memiliki kewajiban untuk sangkal diri dan pikul salib, tapi cadang melakukan sangkal diri dan pikul salib dengan tujuan untuk orang lain dan diri sendiri agar sehat bergizi di dunia (bukan untuk keselamatan).

1 Korintus 15:19 (TB)  Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.



« Last Edit: October 01, 2018, 12:10:16 PM by cba_k »
October 01, 2018, 01:05:46 PM
Reply #34
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12138
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Kalau nurut saya cadang itu bukan menganut keselamatan adalah anugerah.
Cadang memegang konsep Tuhan yang tidak mungkin dipahami sedikitpun. Jadi dalam hidup ini dia suka-suka berbuat apapun yang dia anggap baik. Kalau nantinya perbuatan dia dinilai Tuhan sebagai perbuatan baik lalu dia dikasih keselamatan ya bagus, tapi kalau kagak ya mau gimana lagi.

Berdasarkan konsep ini, akhirnya keselamatan berarti atas dasar jasa si cadang juga ditambah dengan hoki, karena kebetulan perbuatan dia di dunia klop terhadap maunya Tuhan.

Kalau dalam Kekristenan, keselamatan adalah anugerah itu, Tuhan sudah kasih tahu standard kesucianNya. Tapi Tuhan juga kasih tahu kalau manusia tidak mungkin dapat mencapai standard itu. Kemudian Tuhan menganugerahkan keselamatan melalui Kristus dan mengundang semua manusia untuk mau percaya dan menerima keselamatan dariNya.
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
October 01, 2018, 01:10:08 PM
Reply #35
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12138
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
jadi kamu enggak setuju dengan "sesuatu yang enggak ngaruh mau didoakan atau dimintakan sama tuhan atau didoakan sehari 5 kali"


hahahaha...
wkwkwk

kalau kamu enggak setuju dengan pertanyaan itu
silakan dibuktikan kalo saya salah..

(huahahaha...... udah mirip elo belum?)
Ini bukan soal setuju atau gak setuju, tapi soal elu yang amburadul, ngatain orang sok ngerti maunya Tuhan, padahal diri elu sendiri sok jadi Tuhan dengan sok tahu persis pemikiran Tuhan.

Ngerti?
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
October 01, 2018, 02:03:02 PM
Reply #36
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 10400
Ini bukan soal setuju atau gak setuju, tapi soal elu yang amburadul, ngatain orang sok ngerti maunya Tuhan, padahal diri elu sendiri sok jadi Tuhan dengan sok tahu persis pemikiran Tuhan.

Ngerti?

oooo...
jadi maksud elo:

Cadang sudah tahu persis pemikiran tuhan bahwa "tuhan berkehendak kalau tuhan tidak mungkin dipahami"?

ahahahahahaha....

post of the dayyy...
elo dapet piring cantik dehh...
komen ter-ngehe hari ini.. wkwkwkw
October 01, 2018, 02:19:09 PM
Reply #37
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 10400
Tentunya sedikit banyak saya sudah mengenal Cadang dari tulisan2nya dong..

Saya menanggapi cadang karena cadang yang biasanya terkesan ke arah keselamatan berdasar perbuatan ternyata cadang lebih ke arah keselamat sepenuhnya anugerah.

Dalam kasus ini kita sudah klop satu hal, yaitu keselamatan sepenuhnya anugerah.

Bedanya saya percaya bahwa saya turut diselamatkan, maka sebagai hamba kewajiban saya untuk mengikuti jalan Yesus, sangkal diri dan pikul salib.

Kalau Cadang belum yakin dirinya mendapat anugerah keselamatan, cadang tak merasa memiliki kewajiban untuk sangkal diri dan pikul salib, tapi cadang melakukan sangkal diri dan pikul salib dengan tujuan untuk orang lain dan diri sendiri agar sehat bergizi di dunia (bukan untuk keselamatan).

1 Korintus 15:19 (TB)  Jikalau kita hanya dalam hidup ini saja menaruh pengharapan pada Kristus, maka kita adalah orang-orang yang paling malang dari segala manusia.

sebenernya ini turunan dari "keselamatann adalah suka-suka Tuhan"

kalo memang kita sungguh-sungguh secara utuh meyakini bahwa "Terserah Tuhan mau menganugerahkan keselamatan kepada siapa aja suka-suka"

- maka sequentially kita juga harus sepenuhnya pasrah apakah "Tuhan berkehendak menganugerahkan keselamatan kepada saya atau tidak"

- sehubungan dgn kutipan "barangsiapa percaya blabla....", maka sekalilagi yang MAMPU KITA LAKUKAN hanyalah "SAYA MERASA SUDAH BERUSAHA UNTUK PERCAYA pada TUHAN"...
Judgement apakah "USAHA SAYA UNTUK PERCAYA" itu benar-benar DIANGGAP sudah MEMENUHI KRITERIA TUHAN shg di-judge "benar-benar percaya" --> Itu juga CUMA TUHAN yang BERHAK, dan SUKA-SUKA TUHAN kriteria-nya..

- jadi kalo kita MEMAKSA TUHAN untuk HARUS SUDAH MENYELAMATKAN saya, HANYA gara-gara SAYA SUDAH "BERUSAHA PERCAYA semampu saya" kepada Tuhan --> maka artinya "Saya ENGGAK LAGI PERCAYA bahwa Keselamatan adalah ANUGERAH TUHAN", melainkan itu adalah REWARD dan PEMAKSAAN dari hasil saya yang SUDAH MENGAKU-AKU PERCAYA tuhan.


as simple as that kok..

tinggal saya memilih untuk pasrah beneran, atau "pura-pura pasrah tapi sebenernya maksa"?
sekali lagi.. yg bener yg mana?
Suka-suka tuhan mau menganggap yg mana yg benar...

salam
October 01, 2018, 02:47:43 PM
Reply #38
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 10400
mungkin kita bisa pakai ilustrasi ini:

Seorang IBU berkata pada anak2nya..
"Barangsiapa sudah selesai PR-nya, maka pasti akan mendapat Hadiah Komik pada waktunya"

maka yang ada dalam pikiran anak-anaknya:
- Hadiah Komik itu adalah anugerah dari guru
- suka-suka guru akan memberikan komik kepada siapa aja, karena suka-suka guru yang menentukan kriteria "sudah selesai PR-nya" itu yang gimana


anak A dengan sangat cepat dan sungguh-sungguh menyelesaikan PR nya dengan memeriksa kembali pekerjaanya.. kemudian diserahkan ke bu Guru.
setelah itu dia keluar kelas, dan bermain.
A merasa: aku sudah berusaha menyelesaikan PR sebaik-baiknya yang saya mampu, terserah bu guru aku mau dikasih hadiah komik atau tidak.


anak B dengan sangat cepat, sungguh-sungguh dan proaktif menyelesaikan PR nya dengan memastikan PR-nya dikerjakan persis seperti cara yang bu Guru tulis di papan tulis, diperiksa berulang-ulang sampai benar-benar persis.
kemudian diserahkan ke bu Guru
setelah itu dia keluar kelas dan bermain.
si B bertemu si A, C, D, dan teman2nya, dengan bangga dan penuh kegembiraan berkata: Saya SUNGGUH YAKIN bahwa SAYA SUDAH PASTI BAKAL MENDAPAT HADIAH KOMIK, karena saya SUDAH MENYELESAIKAN PR dengan PERSIS, dan bu Guru enggak mungkin bohong.


Ternyata, yg namanya PR bisa aja mengandung trick-question, atau kalo istilah sekarang HOTS (higher order thinking skills), yang malah enggak ada contoh persisnya di papan tulis..
sekali lagi... TERSERAH bu guru mau bikin soal kayak gimana pun kan?
enggak bakal si murid bisa nyogok gurunya kasih soal gampang gara-gara muridnya bilang "bu guru.. aku sudah benar-benar persis mengikuti penjelasan ibu di papan tulis lho bu... aku sungguh-sungguh percaya pada ibu lho bu.. beneran lho bu.. ibu enggak mungkin bohong kan buuuu..."


maka pertanyaannya:
1. mungkinkah ternyata PR yang dikerjakan oleh si B banyak salah-nya?
2. mungkinkah bahwa ternyata kriteria "Selesai mengerjakan PR" itu maksudnya bu guru: "selesai kerjakan soal dan hasilnya benar"?
3. boleh gak bu Guru bikin kriteria kayak gitu? Boleh gak bu Guru enggak nulis detil kriteria yg dimaksud?
4. boleh gak bu Guru memutuskan bahwa si A dan si B dua-duanya enggak dapat komik, atau salah satu dapat komik, atau dua-duanya dapat komik?
October 01, 2018, 03:03:45 PM
Reply #39
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 956
  • bosan jadi omdo, mari belajar bersama
sebenernya ini turunan dari "keselamatann adalah suka-suka Tuhan"

kalo memang kita sungguh-sungguh secara utuh meyakini bahwa "Terserah Tuhan mau menganugerahkan keselamatan kepada siapa aja suka-suka"

- maka sequentially kita juga harus sepenuhnya pasrah apakah "Tuhan berkehendak menganugerahkan keselamatan kepada saya atau tidak"

- sehubungan dgn kutipan "barangsiapa percaya blabla....", maka sekalilagi yang MAMPU KITA LAKUKAN hanyalah "SAYA MERASA SUDAH BERUSAHA UNTUK PERCAYA pada TUHAN"...
Judgement apakah "USAHA SAYA UNTUK PERCAYA" itu benar-benar DIANGGAP sudah MEMENUHI KRITERIA TUHAN shg di-judge "benar-benar percaya" --> Itu juga CUMA TUHAN yang BERHAK, dan SUKA-SUKA TUHAN kriteria-nya..

- jadi kalo kita MEMAKSA TUHAN untuk HARUS SUDAH MENYELAMATKAN saya, HANYA gara-gara SAYA SUDAH "BERUSAHA PERCAYA semampu saya" kepada Tuhan --> maka artinya "Saya ENGGAK LAGI PERCAYA bahwa Keselamatan adalah ANUGERAH TUHAN", melainkan itu adalah REWARD dan PEMAKSAAN dari hasil saya yang SUDAH MENGAKU-AKU PERCAYA tuhan.


as simple as that kok..

tinggal saya memilih untuk pasrah beneran, atau "pura-pura pasrah tapi sebenernya maksa"?
sekali lagi.. yg bener yg mana?
Suka-suka tuhan mau menganggap yg mana yg benar...

salam


Ayat legendaris

Yohanes 3:16 (TB)  Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Firman mengatakan tidak akan binasa, tentu artinya diselamatkan.

Melakukan firmanNya termasuk bagian dari perbuatan percaya.

Sama sekali bukan pemaksaan minta selamat, tapi pengamalan firman.


Memang yang sulit adalah tindakan berikutnya, yaitu sangkal diri dan pikul salib.
Tapi mengamalkan Yohanes 3:16 adalah usaha yang tidak sulit walau terpaksa harus dihindari  orang2 tertentu demi mempertahankan doktrin.

 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)