Author Topic: Sinaga: Tolonglah. . . Kami Cuma Ingin Mau Beribadah  (Read 402 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

September 30, 2018, 12:27:21 PM
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 171
  • Denominasi: Fundamentalis
Quote
Warga Histeris saat Gerejanya Disegel, Sinaga: Tolonglah. . . Kami Cuma Ingin Mau Beribadah
Jumat, 28 September 2018 01:27

Editor: Abdi Tumanggor

Pagi itu sinar matahari belum terasa panas di sekitaran salah satu rumah ibadah, Gereja Methodist Indonesia Kanaan, Kota Jambi, Kamis (27/9/2018).

Menjelang siang, sekitar pukul 11.00 WIB, sinar matahari mulai terasa panas dan suasana di lokasi mendadak riuh saat didatangi puluhan warga.

Sejumlah warga menangis histeris di depan Gereja Methodist Indonesia Kanaan tersebut.

Apa gerangan?

Ternyata rumah ibadah gereja mereka disegel oleh Pemerintah Kota (Pemko) Jambi.

Menurut infonya, Gereja yang berada di kawasan Jalan Lingkar Barat III, Kota Jambi ini tidak memiliki izin dari Pemko Jambi.



Penyegelan rumah ibadah ini bukan hanya mengundang perhatian warga sekitar, tapi turut mengundang perhatian netizen hingga ramai dibagikan ke laman media sosial masing-masing.

Di antaranya salah seorang akun Facebook atas nama @Choky Christianhalomoan Nainggolan.

Ia mengunggah beberapa foto dan video ke linimasa akun Facebook-nya, Kamis (27/9/2018) sore.

"Penutupan/penyegelan gereja di Jambi, Kamis, 27.09.18. pukul 11.00.WIB. #Save gereja di Kota Jambi. Detik-detik penutupan/penyegelan 3 gereja oleh Pemkot (HKI, METHODIST, GSJA) hari ini, Kamis, 27 Sept 2018. Pukul 11.00 wib," tulisnya.

Dilansir dari TribunJambi.com (Grup Tribun-Medan.com), menurut seorang warga bernama David mengaku bahwa sebelumnya jauh-jauh hari dari pihak gereja sudah mengajukan surat izin kepada Pemko Jambi, namun tidak diberikan.

"Kami mengajukan izin tapi tidak diberikan. Sekarang mendadak mau disegel, tidak setujulah kami," kata David.

"Kami cuman ingin mau beribadah, tolong kasihlah kami tempat ibadah. Kami swadaya membangun gereja ini," lanjut David.

Menurut warga lainnya bermarga Sinaga, gereja ini hanya digunakan untuk tempat ibadah setiap minggu.

Katanya, Gereja yang berada di Jalan Lingkar Barat Tiga itu sudah berdiri selama 18 tahun. Namun, hingga penyegelan ini Pemko Jambi belum memberikan izin.

"Mereka menolak tapi tidak tahu alasanya apa. Padahal ini tempat ibadah. Kami tidak pernah mengganggu masyarakat dari agama lain di sini. Kita di sini saling membantu, saling mengasihi dan saling berbagi," tuturnya.


Dalam penyegelan, berapa anggota kepolisian dan pihak Satpol PP berjaga-jaga di seputaran gereja untuk mengamankan agar menghindari aksi anarkis oleh sejumlah masyarakat.

Kepada Tribun, Pemerintah Kota Jambi menyebutkan penyegelan yang dilakukan hasil keputusan bersama antara FKUB, Lembaga Adat Melayu Jambi, MUI, Kepolisian dan instansi terkait lainnya.

"Ini telah melalui rapat antara FKUB, MUI, LAM dan instansi terkait," kata Liphan Pasaribu Kepala Badan Kesbangpol Kota Jambi.

Menurut Liphan Pasaribu, penyegelan ini bersifat sementara sambil Pemko Jambi dan pihak terkait lainnya mencari solusi terkait izin yang belum dikantongi dalam pendirian gereja tersebut.


Karena menurut keterangan Kepala Badan Kesbangpol Kota Jambi itu, warga sekitar ada yang tidak setuju hingga meminta kepada Pemko Jambi untuk menutup gereja tersebut.

Warga sebut Liphan Pasribu berencana akan melakukan unjuk rasa jika tidak ada tindakan dari Pemko Jambi.

Liphan Pasaribu mengakui, puluhan tahun gereja ini berdiri sampai saat ini memang belum ada izin.

"Sementara ditutup dulu gerejanya. Disegel untuk dicarikan solusinya, pimpinan akan rapat mencari solusinya seperti di Aurduri dulu," kata Liphan.

Menurutnya, perizinan belum diberikan karena belum memenuhi syarat sebagaimana Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan Nomor 8 Tahun 2006.

"Untuk pembangunan rumah ibadah harus ada rekomendasi dari FKUB, ditambah lagi harus ada syarat rekomendasi persetujuan 60 warga sekitar dan minimal ada 90 pengguna," jelasnya.

"Pemko Jambi bukan tak mau mengeluarkan izin, tetapi salah satu syarat untuk mendirikan rumah ibadah yakni rekomendasi FKUB belum ada," kata Liphan lagi.

(Tribun-medan.com/TribunJambi.com)

Sumber : __hxxp://medan.tribunnews.com/2018/09/28/warga-histeris-saat-gerejanya-disegel-sinaga-tolonglah-kami-cuma-ingin-mau-beribadah?page=3
« Last Edit: September 30, 2018, 12:47:34 PM by sangmurid »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)