Author Topic: Darimana saya harus mulai?  (Read 230 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

October 07, 2018, 10:53:22 PM
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 1
Salam. Sebut saja saya Mira, saya bukan seorang umat Kristiani, tetapi saya ingin menjadi umat.
Saya sendiri masih muda, tetapi saya memutuskan, bertahan-tahun saya mempelajari agama saya dari sekolah, ceramah, dan sebagainya, saya merasa tidak nyaman. Ada perasaan gundah di hati saya saat saya mempelajari agama saya, seperti saya tidak bisa menemukan ketenangan yang harusnya agama berikan kepada saya.

Pada saat saya masuk SMA, saya masuk ke sebuah sekolah swasta yang dipegang oleh sebuah yayasan sosial Katolik. Di sana jelas saya diajari iman Katolik walaupun hanya sebatas pengenalan karena saya non-Kristiani. Pada saat itu juga saya tiba tiba merasakan rasa ketenangan yang agama saya tidak bisa berikan. Saya merasa damai dan terpanggil oleh Tuhan yang selama ini saya jauhi. Saya mulai bertanya-tanya pada teman saya yang beragama Katolik dan menjadi semakin tertarik. Saya benar-benar terpukau, dan untuk pertama kalinya saya berpikir, "begitu indahnya Tuhan". Tetapi saat itu saya belum berani bilang, karena saya takut orangtua saya marah besar.

Saat kelas 11 SMA, saya menjadi seorang ateis. Saya benar-benar tidak percaya Tuhan. Saya tidak pernah beribadah, mengkaji kitab suci, saya benar-benar jauh dari Tuhan. Saya lupa pada Katolik yang sempat memberikan saya kedamaian. Entah apakah ini berkah dari Tuhan, pada saat saya duduk di bangku kuliah, saya tiba tiba teringat pada Katolik. Alasannya cukup lucu, karena di sebuah festival, saya dihampiri dan ditanya, "adik anggota (organisasi Katolik) ya? Mari kunjungi stand kami." Sangat sering saya dikira sebagai umat Kristiani padahal di identitas saya bukan dan saya tidak pernah berlaku seperti umat Kristiani pada saat itu.

Saya pun mulai membaca artikel-artikel di Internet. Saya tidak berani bertanya pada siapa-siapa karena saya takut dicemooh. Saya mulai membaca Alkitab sedikit demi sedikit, dan terkadang memandangi buku-buku tentang iman Katolik di toko buku, berharap bisa membaca tanpa harus takut dikucilkan. Saya sekarang selalu berdoa pada Tuhan Yesus walaupun diam-diam. Terkadang saya merasa ingin mengikuti kegiatan berdoa di gereja bersama teman-teman saya yang Katolik, tetapi saya merasa saya bukan seorang Katolik maka saya tidak pantas masuk.

Saya menemukan kedamaian yang saya cari pada Tuhan Yesus. Saya ingin lebih dekat kepada-Nya, karena itu saya ingin menjadi seorang Katolik. Saya sudah tahu tahap-tahapannya, tetapi saya tidak tahu harus mulai dari mana. Apakah saya harus melapor ke gereja terdekat bahwa saya ingin mempelajari agama ini?

Mohon bimbingannya.
Terima kasih dan salam.
October 08, 2018, 08:00:54 AM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9114
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
datang ke gereja Katolik terdekat

kalau mau serius, ikut kelasnya sampe tar dibaptis :)
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
October 08, 2018, 09:33:54 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1393
Salam. Sebut saja saya Mira, saya bukan seorang umat Kristiani, tetapi saya ingin menjadi umat.
Saya sendiri masih muda, tetapi saya memutuskan, bertahan-tahun saya mempelajari agama saya dari sekolah, ceramah, dan sebagainya, saya merasa tidak nyaman. Ada perasaan gundah di hati saya saat saya mempelajari agama saya, seperti saya tidak bisa menemukan ketenangan yang harusnya agama berikan kepada saya.

Pada saat saya masuk SMA, saya masuk ke sebuah sekolah swasta yang dipegang oleh sebuah yayasan sosial Katolik. Di sana jelas saya diajari iman Katolik walaupun hanya sebatas pengenalan karena saya non-Kristiani. Pada saat itu juga saya tiba tiba merasakan rasa ketenangan yang agama saya tidak bisa berikan. Saya merasa damai dan terpanggil oleh Tuhan yang selama ini saya jauhi. Saya mulai bertanya-tanya pada teman saya yang beragama Katolik dan menjadi semakin tertarik. Saya benar-benar terpukau, dan untuk pertama kalinya saya berpikir, "begitu indahnya Tuhan". Tetapi saat itu saya belum berani bilang, karena saya takut orangtua saya marah besar.

Saat kelas 11 SMA, saya menjadi seorang ateis. Saya benar-benar tidak percaya Tuhan. Saya tidak pernah beribadah, mengkaji kitab suci, saya benar-benar jauh dari Tuhan. Saya lupa pada Katolik yang sempat memberikan saya kedamaian. Entah apakah ini berkah dari Tuhan, pada saat saya duduk di bangku kuliah, saya tiba tiba teringat pada Katolik. Alasannya cukup lucu, karena di sebuah festival, saya dihampiri dan ditanya, "adik anggota (organisasi Katolik) ya? Mari kunjungi stand kami." Sangat sering saya dikira sebagai umat Kristiani padahal di identitas saya bukan dan saya tidak pernah berlaku seperti umat Kristiani pada saat itu.

Saya pun mulai membaca artikel-artikel di Internet. Saya tidak berani bertanya pada siapa-siapa karena saya takut dicemooh. Saya mulai membaca Alkitab sedikit demi sedikit, dan terkadang memandangi buku-buku tentang iman Katolik di toko buku, berharap bisa membaca tanpa harus takut dikucilkan. Saya sekarang selalu berdoa pada Tuhan Yesus walaupun diam-diam. Terkadang saya merasa ingin mengikuti kegiatan berdoa di gereja bersama teman-teman saya yang Katolik, tetapi saya merasa saya bukan seorang Katolik maka saya tidak pantas masuk.

Saya menemukan kedamaian yang saya cari pada Tuhan Yesus. Saya ingin lebih dekat kepada-Nya, karena itu saya ingin menjadi seorang Katolik. Saya sudah tahu tahap-tahapannya, tetapi saya tidak tahu harus mulai dari mana. Apakah saya harus melapor ke gereja terdekat bahwa saya ingin mempelajari agama ini?

Mohon bimbingannya.
Terima kasih dan salam.
Datang saja ke Gereja Katolik terdekat...Ga usah sungkan dan malu, terbuka aja...Orang" di Gereja, Ramah ramah kok dan sangat welcome kok (termasuk sama orang baru, asal kita sopan aja)...tanya aja bagian sekretariat paroki dimana (biasanya ada di dalam Lingkungan Gereja)...terus kalau mau langsung ngobrol dengan pastor/romo juga boleh...Romo dan Pastor biasanya ada, karena mereka biasanya tinggal di Paroki (Dalam Lingkungan Gereja)...Mudah mudahan kamu dapat segera ikut katekisasi (Biasanya sampai setahun) dan bisa masuk menjadi Umat Katolik...Banyak"lah  berdoa, biar Tuhan Yesus yang tuntun kamu langsung (Yakin deh kalau udah dituntun-Nya, pasti semuanya aman dan lancar" aja)...
Oh iya...kamu boleh kapan saja ke Gereja Katolik (Ikut Misa), tapi sebatas simpatisan, belum boleh terima Komuni/Hosti...
Jadi kalau selagi Misa...ketika banyak orang maju ke depan untuk terima hosti, kamu boleh duduk saja...

Salam Damai...
Tuhan Memberkati...
December 03, 2018, 01:57:33 PM
Reply #3
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 93
Salam. Sebut saja saya Mira, saya bukan seorang umat Kristiani, tetapi saya ingin menjadi umat.
Saya sendiri masih muda, tetapi saya memutuskan, bertahan-tahun saya mempelajari agama saya dari sekolah, ceramah, dan sebagainya, saya merasa tidak nyaman. Ada perasaan gundah di hati saya saat saya mempelajari agama saya, seperti saya tidak bisa menemukan ketenangan yang harusnya agama berikan kepada saya.

Pada saat saya masuk SMA, saya masuk ke sebuah sekolah swasta yang dipegang oleh sebuah yayasan sosial Katolik. Di sana jelas saya diajari iman Katolik walaupun hanya sebatas pengenalan karena saya non-Kristiani. Pada saat itu juga saya tiba tiba merasakan rasa ketenangan yang agama saya tidak bisa berikan. Saya merasa damai dan terpanggil oleh Tuhan yang selama ini saya jauhi. Saya mulai bertanya-tanya pada teman saya yang beragama Katolik dan menjadi semakin tertarik. Saya benar-benar terpukau, dan untuk pertama kalinya saya berpikir, "begitu indahnya Tuhan". Tetapi saat itu saya belum berani bilang, karena saya takut orangtua saya marah besar.

Saat kelas 11 SMA, saya menjadi seorang ateis. Saya benar-benar tidak percaya Tuhan. Saya tidak pernah beribadah, mengkaji kitab suci, saya benar-benar jauh dari Tuhan. Saya lupa pada Katolik yang sempat memberikan saya kedamaian. Entah apakah ini berkah dari Tuhan, pada saat saya duduk di bangku kuliah, saya tiba tiba teringat pada Katolik. Alasannya cukup lucu, karena di sebuah festival, saya dihampiri dan ditanya, "adik anggota (organisasi Katolik) ya? Mari kunjungi stand kami." Sangat sering saya dikira sebagai umat Kristiani padahal di identitas saya bukan dan saya tidak pernah berlaku seperti umat Kristiani pada saat itu.

Saya pun mulai membaca artikel-artikel di Internet. Saya tidak berani bertanya pada siapa-siapa karena saya takut dicemooh. Saya mulai membaca Alkitab sedikit demi sedikit, dan terkadang memandangi buku-buku tentang iman Katolik di toko buku, berharap bisa membaca tanpa harus takut dikucilkan. Saya sekarang selalu berdoa pada Tuhan Yesus walaupun diam-diam. Terkadang saya merasa ingin mengikuti kegiatan berdoa di gereja bersama teman-teman saya yang Katolik, tetapi saya merasa saya bukan seorang Katolik maka saya tidak pantas masuk.

Saya menemukan kedamaian yang saya cari pada Tuhan Yesus. Saya ingin lebih dekat kepada-Nya, karena itu saya ingin menjadi seorang Katolik. Saya sudah tahu tahap-tahapannya, tetapi saya tidak tahu harus mulai dari mana. Apakah saya harus melapor ke gereja terdekat bahwa saya ingin mempelajari agama ini?

Mohon bimbingannya.
Terima kasih dan salam.
Kiranya Roh Tuhan Yesus membimbing anda, untuk berani memutuskan, menerima Yesus sbg Tuhan dan Juruselamat anda.. segeralah temui Gereja Katholik terdekat, sebab semua Gereja Kristus adalah sama.

Jesus Bless You..
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)