Author Topic: dua pertanyaan yang berhubungan  (Read 131 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

October 18, 2018, 08:54:32 PM
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 459
  • Gender: Male
  • Denominasi: kharismatik
1. ada seorang teman mama saya, dia janda, dulunya sama2 agama lain dan sama2 suka ke paranormal. anaknya ada 3, semuanya Kristen. tapi  setahun terakhir, teman mama saya ini terkena penyakit mematikan dan harus terapi terus. karena sakit, mama saya dan temannya ini jarang berkomunikasi. sampai kemudian minggu lalu teman mama saya ini telepon mama saya dan mengatakan kalau dia bulan lalu sudah dibaptis, dia mengatakan kalau waktu sakit, teman2nya yang Kristen sering mengunjungi, bukan untuk menginjili karena teman mama saya ini seperti mama saya, benci orang Kristen dan Kekristenan, jadi hanya datang untuk menyambangi dan menghibur. entah kenapa, tidak ada yang menginjili saat sakit, tiba2 teman mama saya ini ingin masuk Kristen dan dibaptis. dulu sering diinjili oleh anak2nya, tapi malah marah dan tidak suka. setelah dibaptis, dia merasa tenang, ada seperti kelepasan dan perasaan plong. setelah dibaptis, dia mengatakan kalau ingin kumpul dengan Yesus dan sejak saat itu, kesehatannya drop dan sering kritis meski dokter mengatakan harusnya tidak seperti ini. anak2nya tinggal 1 yang belum menikah, belum punya pacar dan anaknya tersebut ingin mamanya menghadiri pernikahannya kelak. anaknya berdoa dan menguatkan mamanya agar tetap hidup. saya jadi bingung, salahkah mamanya kalau ingin cepat ketemu Yesus (meninggal)? atau salahkah anaknya karena "memaksa" mamanya agar terus berjuang agar keingingannya ada orang tuanya hadir saat pernikahannya?

2. setelah mendengar kesaksian temannya, mama saya sudah 3 kali menceritakan hal tersebut. pertama cerita dengan nada aneh, karena dulu sama2 benci orang Kristen dan Kekristenan. cerita kedua dan ketiga, sepertinya mama saya cerita dengan kekaguman, terutama saat cerita tentang rasa tenang dan perasaan plong. mama saya dan temannya sering meditasi, doa, dan mendengar khotbah para biksu tapi tidak pernah merasakan hal itu. oleh karena hal itu, saya ingin mengajak mama saya ke gereja sekali lagi, tapi saya ragu. dulu saat saya menginjili mama saya atau mengajak ke gereja, selalu mengungkit tentang beberapa orang Kristen yang menipu uang keluarga saya meski taat beribadah. selain itu juga mengungkit tentang saya yang sejak jadi Kristen malah sering sakit dan secara finansial malah menurun. saya 2 kali keluar dari perusahaan dengan bos Kristen karena disuruh berbohong tentang pajak. coba usaha sendiri beberapa kali gagal terus sampai uang saya habis. sehingga sekarang saya kerja serabutan kalau diminta keluarga besar. saya juga kecelakaan ditabrak orang beberapa saat setelah jadi Kristen sehingga gegar otak. karena gegar otak, saya juga jadi kena depresi, bingung, susah konsentrasi, sangat pelupa. selain itu juga saya sempat sakit punggung selama hampir 1 tahun meski sudah jauh lebih baik karena dipijat, tapi masih kadang kumat. karena mama saya sering mengungkit itu, beberapa tahun terakhir saya tidak lagi menginjili dan mengajak ke gereja. saya sekarang ragu mau menginjili dan mengajak mama saya ke gereja, karena selama ini mama saya selalu mencari berkat di agama dan kepercayaannya baik lewat jimat maupun doa2 dari para suhu. saya selalu berpikir "nanti bagaimana kalau setelah jadi Kristen, mama saya tidak diberkati seperti kesaksian beberapa orang Kristen tapi harus memikul salibNya? apakah mama saya siap?".
saya ingin masukan, bagaimana mempersiapkan seseorang dengan latar belakang seperti mama saya yang mulai tertarik dengan Kekristenan untuk siap memikul salibNya?
October 19, 2018, 02:10:34 PM
Reply #1
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6338
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Kamu berdoa pd ROH KUDUS utk membuka jalan bagimu menginjili mamamu,
Nanti Tuhan akan bukakan jalan.

Pas Dia buka jalan, kamu pasti akan tau saat dan waktu utk masuk.
Ngga usah kuatir berlebihan Bro, Tuhan lebih sayang sama mamamu daripada kamu.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
November 16, 2018, 06:04:31 AM
Reply #2
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 136
1. ada seorang teman mama saya, dia janda, dulunya sama2 agama lain dan sama2 suka ke paranormal. anaknya ada 3, semuanya Kristen. tapi  setahun terakhir, teman mama saya ini terkena penyakit mematikan dan harus terapi terus. karena sakit, mama saya dan temannya ini jarang berkomunikasi. sampai kemudian minggu lalu teman mama saya ini telepon mama saya dan mengatakan kalau dia bulan lalu sudah dibaptis, dia mengatakan kalau waktu sakit, teman2nya yang Kristen sering mengunjungi, bukan untuk menginjili karena teman mama saya ini seperti mama saya, benci orang Kristen dan Kekristenan, jadi hanya datang untuk menyambangi dan menghibur. entah kenapa, tidak ada yang menginjili saat sakit, tiba2 teman mama saya ini ingin masuk Kristen dan dibaptis. dulu sering diinjili oleh anak2nya, tapi malah marah dan tidak suka. setelah dibaptis, dia merasa tenang, ada seperti kelepasan dan perasaan plong. setelah dibaptis, dia mengatakan kalau ingin kumpul dengan Yesus dan sejak saat itu, kesehatannya drop dan sering kritis meski dokter mengatakan harusnya tidak seperti ini. anak2nya tinggal 1 yang belum menikah, belum punya pacar dan anaknya tersebut ingin mamanya menghadiri pernikahannya kelak. anaknya berdoa dan menguatkan mamanya agar tetap hidup. saya jadi bingung, salahkah mamanya kalau ingin cepat ketemu Yesus (meninggal)? atau salahkah anaknya karena "memaksa" mamanya agar terus berjuang agar keingingannya ada orang tuanya hadir saat pernikahannya?

2. setelah mendengar kesaksian temannya, mama saya sudah 3 kali menceritakan hal tersebut. pertama cerita dengan nada aneh, karena dulu sama2 benci orang Kristen dan Kekristenan. cerita kedua dan ketiga, sepertinya mama saya cerita dengan kekaguman, terutama saat cerita tentang rasa tenang dan perasaan plong. mama saya dan temannya sering meditasi, doa, dan mendengar khotbah para biksu tapi tidak pernah merasakan hal itu. oleh karena hal itu, saya ingin mengajak mama saya ke gereja sekali lagi, tapi saya ragu. dulu saat saya menginjili mama saya atau mengajak ke gereja, selalu mengungkit tentang beberapa orang Kristen yang menipu uang keluarga saya meski taat beribadah. selain itu juga mengungkit tentang saya yang sejak jadi Kristen malah sering sakit dan secara finansial malah menurun. saya 2 kali keluar dari perusahaan dengan bos Kristen karena disuruh berbohong tentang pajak. coba usaha sendiri beberapa kali gagal terus sampai uang saya habis. sehingga sekarang saya kerja serabutan kalau diminta keluarga besar. saya juga kecelakaan ditabrak orang beberapa saat setelah jadi Kristen sehingga gegar otak. karena gegar otak, saya juga jadi kena depresi, bingung, susah konsentrasi, sangat pelupa. selain itu juga saya sempat sakit punggung selama hampir 1 tahun meski sudah jauh lebih baik karena dipijat, tapi masih kadang kumat. karena mama saya sering mengungkit itu, beberapa tahun terakhir saya tidak lagi menginjili dan mengajak ke gereja. saya sekarang ragu mau menginjili dan mengajak mama saya ke gereja, karena selama ini mama saya selalu mencari berkat di agama dan kepercayaannya baik lewat jimat maupun doa2 dari para suhu. saya selalu berpikir "nanti bagaimana kalau setelah jadi Kristen, mama saya tidak diberkati seperti kesaksian beberapa orang Kristen tapi harus memikul salibNya? apakah mama saya siap?".
saya ingin masukan, bagaimana mempersiapkan seseorang dengan latar belakang seperti mama saya yang mulai tertarik dengan Kekristenan untuk siap memikul salibNya?

ADA BEBERAPA PERTANYAAN YANG SAYA KIRA PERLU ANDA RENUNGKAN:
1. APAKAH ANDA SUDAH LAHIR BARU? (YOH.3:5-7).
KARENA SETIAP ORANG YANG LAHIR KE DUNIA DISEBUT SEBAGAI KETURUNAN ADAM YANG TELAH JATUH KE DALAM DOSA SEHINGGA PERSEKUTUANNYA DENGAN ALLAH TERPUTUS KARENA ROHNYA MATI (KEJ. 2:16-17)
2. APAKAH ANDA SUDAH MENGAKUI YESUS KRISTUS SEBAGAI TUHAN DAN JURUSELAMAT ANDA PRIBADI
ROMA 10:9-10
3. APAKAH ANDA BERTUMBUH DI DALAM PENGENALAN AKAN TUHAN MELALUI Firman Tuhan YANG WAJIB KITA BACA SECARA BERKESINAMBUNGAN SELAMA KITA HIDUP DI DUNIA MULAI DARI KITAB KEJADIAN SAMPAI DENGAN KITAB WAHYU; KARENA HANYA ENGAN DEMIKIAN SAJA KITA AKAN MENGENAL ALLAH KITA 2TIMOTIUS 3:16
4. APAKAH DENGAN PERTOLONGAN ROH KUDUS KEHIDUPAN ANDA SEHARI-HARI SUDAH DIUBAHKAN SEHINGGA DIPISAHKAN DARI KEHIDUPAN DAGING DAN HIDUP DI DALAM ROH?
November 16, 2018, 06:09:18 AM
Reply #3
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 136
1. ada seorang teman mama saya, dia janda, dulunya sama2 agama lain dan sama2 suka ke paranormal. anaknya ada 3, semuanya Kristen. tapi  setahun terakhir, teman mama saya ini terkena penyakit mematikan dan harus terapi terus. karena sakit, mama saya dan temannya ini jarang berkomunikasi. sampai kemudian minggu lalu teman mama saya ini telepon mama saya dan mengatakan kalau dia bulan lalu sudah dibaptis, dia mengatakan kalau waktu sakit, teman2nya yang Kristen sering mengunjungi, bukan untuk menginjili karena teman mama saya ini seperti mama saya, benci orang Kristen dan Kekristenan, jadi hanya datang untuk menyambangi dan menghibur. entah kenapa, tidak ada yang menginjili saat sakit, tiba2 teman mama saya ini ingin masuk Kristen dan dibaptis. dulu sering diinjili oleh anak2nya, tapi malah marah dan tidak suka. setelah dibaptis, dia merasa tenang, ada seperti kelepasan dan perasaan plong. setelah dibaptis, dia mengatakan kalau ingin kumpul dengan Yesus dan sejak saat itu, kesehatannya drop dan sering kritis meski dokter mengatakan harusnya tidak seperti ini. anak2nya tinggal 1 yang belum menikah, belum punya pacar dan anaknya tersebut ingin mamanya menghadiri pernikahannya kelak. anaknya berdoa dan menguatkan mamanya agar tetap hidup. saya jadi bingung, salahkah mamanya kalau ingin cepat ketemu Yesus (meninggal)? atau salahkah anaknya karena "memaksa" mamanya agar terus berjuang agar keingingannya ada orang tuanya hadir saat pernikahannya?

2. setelah mendengar kesaksian temannya, mama saya sudah 3 kali menceritakan hal tersebut. pertama cerita dengan nada aneh, karena dulu sama2 benci orang Kristen dan Kekristenan. cerita kedua dan ketiga, sepertinya mama saya cerita dengan kekaguman, terutama saat cerita tentang rasa tenang dan perasaan plong. mama saya dan temannya sering meditasi, doa, dan mendengar khotbah para biksu tapi tidak pernah merasakan hal itu. oleh karena hal itu, saya ingin mengajak mama saya ke gereja sekali lagi, tapi saya ragu. dulu saat saya menginjili mama saya atau mengajak ke gereja, selalu mengungkit tentang beberapa orang Kristen yang menipu uang keluarga saya meski taat beribadah. selain itu juga mengungkit tentang saya yang sejak jadi Kristen malah sering sakit dan secara finansial malah menurun. saya 2 kali keluar dari perusahaan dengan bos Kristen karena disuruh berbohong tentang pajak. coba usaha sendiri beberapa kali gagal terus sampai uang saya habis. sehingga sekarang saya kerja serabutan kalau diminta keluarga besar. saya juga kecelakaan ditabrak orang beberapa saat setelah jadi Kristen sehingga gegar otak. karena gegar otak, saya juga jadi kena depresi, bingung, susah konsentrasi, sangat pelupa. selain itu juga saya sempat sakit punggung selama hampir 1 tahun meski sudah jauh lebih baik karena dipijat, tapi masih kadang kumat. karena mama saya sering mengungkit itu, beberapa tahun terakhir saya tidak lagi menginjili dan mengajak ke gereja. saya sekarang ragu mau menginjili dan mengajak mama saya ke gereja, karena selama ini mama saya selalu mencari berkat di agama dan kepercayaannya baik lewat jimat maupun doa2 dari para suhu. saya selalu berpikir "nanti bagaimana kalau setelah jadi Kristen, mama saya tidak diberkati seperti kesaksian beberapa orang Kristen tapi harus memikul salibNya? apakah mama saya siap?".
saya ingin masukan, bagaimana mempersiapkan seseorang dengan latar belakang seperti mama saya yang mulai tertarik dengan Kekristenan untuk siap memikul salibNya?

SETELAH ANDA MEMPERSIAPKAN DIRI BARULAH ANDA MENGINJILI IBU ANDA DI BAWAH PIMPINAN ROH KUDUS DENGAN MEMINTA KAPAN SAAT YANG TEPAT BAGINYA
November 16, 2018, 11:11:32 AM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4639
  • Gender: Male
1. ada seorang teman mama saya, dia janda, dulunya sama2 agama lain dan sama2 suka ke paranormal. anaknya ada 3, semuanya Kristen. tapi  setahun terakhir, teman mama saya ini terkena penyakit mematikan dan harus terapi terus. karena sakit, mama saya dan temannya ini jarang berkomunikasi. sampai kemudian minggu lalu teman mama saya ini telepon mama saya dan mengatakan kalau dia bulan lalu sudah dibaptis, dia mengatakan kalau waktu sakit, teman2nya yang Kristen sering mengunjungi, bukan untuk menginjili karena teman mama saya ini seperti mama saya, benci orang Kristen dan Kekristenan, jadi hanya datang untuk menyambangi dan menghibur. entah kenapa, tidak ada yang menginjili saat sakit, tiba2 teman mama saya ini ingin masuk Kristen dan dibaptis. dulu sering diinjili oleh anak2nya, tapi malah marah dan tidak suka. setelah dibaptis, dia merasa tenang, ada seperti kelepasan dan perasaan plong. setelah dibaptis, dia mengatakan kalau ingin kumpul dengan Yesus dan sejak saat itu, kesehatannya drop dan sering kritis meski dokter mengatakan harusnya tidak seperti ini. anak2nya tinggal 1 yang belum menikah, belum punya pacar dan anaknya tersebut ingin mamanya menghadiri pernikahannya kelak. anaknya berdoa dan menguatkan mamanya agar tetap hidup. saya jadi bingung, salahkah mamanya kalau ingin cepat ketemu Yesus (meninggal)? atau salahkah anaknya karena "memaksa" mamanya agar terus berjuang agar keingingannya ada orang tuanya hadir saat pernikahannya?

Jangan cari yang salah, cari yang benar saja.

Keinginan mamanya itu baik juga keinginan anaknya baik. Tidak ada yang salah namanya juga kerinduan hati. Namun manusia boleh merencanakan dalam hatinya, tetapi keputusan tetap di tangan TUHAN.

Ams 19:21, "Banyaklah rancangan di hati manusia, tetapi keputusan Tuhanlah yang terlaksana."

Jika mamanya harus pulang ke rumah Bapa, maka itulah yang terbaik buat dirinya mengingat kasus raja Hizkia (2Raj 20:1-20). JIka ternyata mamanya diperkenankan menyaksikan pernikahannya, maka itu juga anugerah-Nya. Kedua-duanya sama-sama indahnya (Roma 8:28).

Quote
2. setelah mendengar kesaksian temannya, mama saya sudah 3 kali menceritakan hal tersebut. pertama cerita dengan nada aneh, karena dulu sama2 benci orang Kristen dan Kekristenan. cerita kedua dan ketiga, sepertinya mama saya cerita dengan kekaguman, terutama saat cerita tentang rasa tenang dan perasaan plong. mama saya dan temannya sering meditasi, doa, dan mendengar khotbah para biksu tapi tidak pernah merasakan hal itu. oleh karena hal itu, saya ingin mengajak mama saya ke gereja sekali lagi, tapi saya ragu. dulu saat saya menginjili mama saya atau mengajak ke gereja, selalu mengungkit tentang beberapa orang Kristen yang menipu uang keluarga saya meski taat beribadah. selain itu juga mengungkit tentang saya yang sejak jadi Kristen malah sering sakit dan secara finansial malah menurun. saya 2 kali keluar dari perusahaan dengan bos Kristen karena disuruh berbohong tentang pajak. coba usaha sendiri beberapa kali gagal terus sampai uang saya habis. sehingga sekarang saya kerja serabutan kalau diminta keluarga besar. saya juga kecelakaan ditabrak orang beberapa saat setelah jadi Kristen sehingga gegar otak. karena gegar otak, saya juga jadi kena depresi, bingung, susah konsentrasi, sangat pelupa. selain itu juga saya sempat sakit punggung selama hampir 1 tahun meski sudah jauh lebih baik karena dipijat, tapi masih kadang kumat. karena mama saya sering mengungkit itu, beberapa tahun terakhir saya tidak lagi menginjili dan mengajak ke gereja. saya sekarang ragu mau menginjili dan mengajak mama saya ke gereja, karena selama ini mama saya selalu mencari berkat di agama dan kepercayaannya baik lewat jimat maupun doa2 dari para suhu. saya selalu berpikir "nanti bagaimana kalau setelah jadi Kristen, mama saya tidak diberkati seperti kesaksian beberapa orang Kristen tapi harus memikul salibNya? apakah mama saya siap?".
saya ingin masukan, bagaimana mempersiapkan seseorang dengan latar belakang seperti mama saya yang mulai tertarik dengan Kekristenan untuk siap memikul salibNya?

Tidak ada judlak dalam menginjil, yang ada adalah dorongan dari ROH KUDUS (2Kor 3:5-6). Ikutilah apa yang sudah ditaruh oleh Roh Allah dalam hatimu untuk kamu lakukan atau katakan. Hasilnya bukan bagian kita, itu bagiannya Allah (1Kor 3:6-7).
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)