Author Topic: Doa, Pujian, Penyembahan dan langitpun terbuka.  (Read 246 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

November 22, 2018, 08:34:00 AM
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 56
  • Denominasi: Interdenominasi
Hari ini Kamis, 22 November 2018

Kejadian yang ajaib dan luar biasa diluar nalar telah kulihat dengan mata kepalaku sendiri.

Kesaksian pagi ini berhubungan dengan permintaan Tuhan beberapa bulan yang lalu masih di tahun ini, yaitu soal adanya sebuah ruang doa, pujian dan penyembahan di rumah kami. Kebetulan rumah keluarga kami memiliki sebuah "sotoh rumah" yang tidak begitu besar, kira kira hanya 3x4 meter luasnya yang terletak diatas garasi. (Sotoh rumah adalah atap rumah yang datar biasanya berupa cor beton untuk masa sekarang).

Permintaan Tuhan itu sederhana, satu ruang doa dan waktu penyembahan di rumah yang secara jelas waktu itu ditunjukan bahwa sotoh rumah kami inilah yang diminta sebagai ruang pujian dan penyembahan. Pada awalnya saya pribadi sangat antusias dan memulai memakai sotoh rumah kami itu untuk memuji, menyembah dan berdoa kepada Tuhan pada pagi hari. Setelah beberapa waktu ternyata saya mulai tidak mengerjakanya lagi (pujian dan penyembahan di sotoh rumah), selang waktu berlalu dan ternyata Tuhan meng-ingat-kan lagi kepada saya pada waktu keluarga kami beribadah di gereja, ditegaskan disana bahwa ruang doa, pujian dan penyembahan di rumah itu penting. Saya jadi teringat bahwa Tuhan pernah menunjukan dimana ruang doa dan penyembahan itu di rumah kami.

Baru tadi malam saya membulatkan tekad kembali untuk mengerjakan pujian dan penyembahan lagi di sotoh rumah kami. kemudian pagi hari ini saya naik ke atas sotoh itu membawa gitar dan mulai menaikan puji-pujian kepada Tuhan. Yang aneh adalah situasi pagi ini saat saya naik ke atas pada awalnya langit tertutup oleh awan dari arah utara, barat, selatan, timur, sejauh mata memandang tidak ada langit biru yang bisa terlihat, yang ada adalah awan cukup tebal. Hal ini sebetulnya tidak menjadi perhatian secara khusus tadinya, namun setelah pujian dan penyembahan dinaikan selama beberapa saat saya mulai menyadari bahwa ada yang aneh, yaitu situasi di sekeliling saya agak lebih terang oleh cahaya siang hari padahal saya tau betul pagi ini jelas awan cukup tebal menutup langit di segala arah.

Kemudian saya mulai memperhatikan langit karena penasaran apakah memang awan mendung sudah meninggalkan langit ataukah belum. Yang saya mulai perhatikan juga adalah angin, angin bertiup cukup kencang dan memperlihatkan juga ada pergerakan awan dari arah selatan ke utara. Ini yang saya temukan aneh dan terlihat begitu ajaib, yaitu bahwa awan tebal ternyata tidak meninggalkan langit, awan tebal justru masih mendominasi langit dari berbagai arah, namun jelas apa yang saya saksikan disini yaitu langit diatas saya, yaitu saat melakukan pujian dan penyembahan itu ternyata langit terbuka dari awan tebal. Jadi terdapat semacam celah diantara awan-awan tebal itu bahwa langit biru menjadi terlihat. Anehnya lagi begitu saya mulai melambat dalam menaikan pujian dan penyembahan karena terfokus memperhatikan hal ini, maka langit biru itu mulai tertutup awan lagi. Kemudian saya coba kembali menaikan pujian dan penyembahan dengan sungguh-sungguh dan langit mulai terbuka lagi diatas saya. Sampai sekitar 30-an menit kemudian saya masih heran dan memperhatikan langit tersebut sambil memuji Tuhan karena hal ini terus masih terjadi selama itu.

Setelah beberapa waktu kemudian saat saya akan mulai mengakhiri waktu-waktu penyembahan itu dan akan turun dari sotoh rumah kami, saya tetap memperhatikan langit. Begitu selesai dari mengucap syukur kepada Tuhan, kemudian sewaktu saya akan turun dari sotoh, secara jelas terjadi didepan mata bahwa langit biru yang tadinya terbuka tertutup kembali oleh awan tebal.

Dalam hal ini saya bisa menyaksikan kepada saudara-saudara seiman sekalian, bahwa doa pujian dan penyembahan itu benar mempunyai kuasa, juga bisa merubah kondisi dan situasi ternyata. Bukan hanya yang kita percaya secara rohani saja, tetapi secara jasmani ternyata langit-pun juga bisa terbuka dari tutupan awan. Langit terbuka, saya menyaksikan saat pujian penyembahan itu dinaikan, maka langit terbuka bahkan secara jasmani seperti yang saya alami.

Mari kita jangan ragu-ragu dengan kuasa Tuhan yang begitu besar dan dengan segenap hati kita bisa mengucap syukur kepada Tuhan sebagai satu-satunya penguasa langit dan bumi, Yesus Kristus Tuhan namanya, nama diatas segala nama, nama yang begitu ajaib, pujilah Dia, agungkan namaNya, lakukan kehendakNya, maka kita akan sama-sama melihat langit terbuka.

Datanglah kerajaanMu, jadilah kehendakMu ya Tuhan di bumi seperti di Sorga.
Amin.
GB.
"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
(Yohanes 8:31-32)
November 22, 2018, 06:12:24 PM
Reply #1
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 410
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Mat 6:6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi.

November 26, 2018, 12:45:09 PM
Reply #2
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 56
  • Denominasi: Interdenominasi
Mat 6:6 Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi.

Well.. Bukan protestan namanya kalau tidak memprotes bahkan sebuah kesaksian. hehehe  :happy0025:

Lalu bilamanakah kita bisa bersaksi bahwa Tuhan memelihara kehidupan dan kesehatan kita, karena setiap kali kita makan, kita mengucap syukur dan berdoa untuk makanan kita, agar supaya Tuhan memberkatinya. Demikian juga saat kita makan di sebuah tempat makan, tidakkah kita tetap berdoa dan mengucap syukur atasnya walaupun disana banyak orang bisa melihat kita. Apakah kita malah takut kehilangan upah kita, jika doa kita ternyata bisa saja disaksikan orang banyak, sehingga kemudian kita jadi mengurungkan hati kita untuk berdoa.

Jadi betulkah jika berdoa, memuji dan menyembah Tuhan di atas sotoh rumah itu sesuatu hal yang dianggap menyalahi "aturan" Matius 6:6?

Well.. Menurut Nidus sih tempat itu memang penting, namun terlebih penting adalah sikap hati.

 :afro:
"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
(Yohanes 8:31-32)
November 30, 2018, 06:15:55 PM
Reply #3
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 410
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Jadi betulkah jika berdoa, memuji dan menyembah Tuhan di atas sotoh rumah itu sesuatu hal yang dianggap menyalahi "aturan" Matius 6:6?

Sekalian nyapa penggemar sih gak mama kali bro., gak ngerti juga bro.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)