Author Topic: Siapakah Yesus .. (Roma 14:9)  (Read 8621 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 03, 2019, 03:38:46 PM
Reply #100
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2392
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh

Aku memaknai-Nya:
Yesus datang ke dunia ini memang utk digunakan
Tak hrs ku teliti atau teteli sempurna dulu utk menggunakan-Nya

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
January 03, 2019, 07:49:09 PM
Reply #101
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12923
    • fossil coral cantik
Tak ada kacamata bisa serentak fokus kpd banyak hal dlm satu kalimat
Betul, maren  :happy0062:.
Oleh karena itu-lah, gunakan kalimat yang lebih jelas.

Quote
Aku memaknai-Nya:
Yesus datang ke dunia ini memang utk digunakan
Nah, Allah datang ke dunia secara bagaimana ?
misal : jreng! tiba2 muncul seperti raksasa ? seperti harimau dewasa ?
atau mungkin, jreng! tiba2 muncul sebagai human fetus di rahim seseorang?
« Last Edit: January 04, 2019, 10:45:11 PM by odading »
January 05, 2019, 03:46:38 PM
Reply #102
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 100
  • Denominasi: Interdenominasi
Well, versi saya :
Allah_genderless_infinite sudah ada sebelum ada Allah_bergender_finite
Yesus_genderless_infinite sudah ada sebelum ada Yesus_bergender_finite


Terserah nidus bilang pink = keliru/not correct  :D.

Nah...  ;D ;D ;D

ya gimana.., mosok Allah berubah finite gara-gara bergender?

Kalau Allah kemudian bergender, maka itu tidak akan menyebabkan Dia menjadi finite, karena Dia Allah.
jangan main matematika Allah+(daging+gender) = finite, karena Allah + berapapun tetaplah infinite.
(DagingNya bisa mati memang (dagingNya yang tadinya tidak infinite), tapi bangkit lagi tuh (dagingNya jadi Infinite), membuktikan keberadaan Dia yang sejatinya Infinite)

Menurut Nidus begini donk :

Allah_genderless_infinite sudah ada sebelum ada Allah_bergender_infinite
Yesus_genderless_infinite sudah ada sebelum ada Yesus_bergender_infinite


Kenapa Allah selalu infinite bagaimanapun juga, karena Dia tidak nature. (jelas infinite)
Kenapa Yesus juga infinite, karena Dia Allah, sudah ada sebelum berdaging/dilahirkan. (dagingNya pun yang tadinya mati dibangkitakan lagi dan membuktikan Dia Infinite)

Pahamilah hal berikut :
- Keberadaan Allah tidak dilahirkan
- Allah datang ke dunia sebagai (manusia) Yesus, dilahirkan supaya berdaging sehingga bisa berdarah untuk tebusan dosa
- Allah sudah ada sebelum dagingNya dilahirkan
- Allah tetap infinite meskipun menjadi berdaging
- Allah itu punya nama, namaNya Yesus
- Yesus/Allah itu Infinite
- Yesus/Allah menjadi manusia tetap Infinite
- DagingNya Yesus/Allah tadinya memang seakan-akan finite, tapi DagingNya berubah Infinite setelah bangkit dari mati
- Karena sejatinya Dia Infinite.

Jadi gamblang kok untuk bisa paham hal ini.

Allah sudah ada sebelum dagingNya ada. (Infinite)
Yesus sudah ada sebelum dagingNya ada. (Infinite)


Yesus = Allah

 :afro:

GB
"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
(Yohanes 8:31-32)
January 05, 2019, 06:55:46 PM
Reply #103
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12923
    • fossil coral cantik
Nah...  ;D ;D ;D

ya gimana.., mosok Allah berubah finite gara-gara bergender?
wkwkwk... terbalik atuh.
Yg saya maksudkan begini loh :

1. Manusia = finite, bergender.
sependapat gak nidus ?

2. Allah = infinite, genderless
sependapat gak nidus ?

3. Allah menjadi manusia
sependapat gak nidus ?

4. Allah menjadi manusia  = [infinite, genderless] menjadi [finite, bergender]

Begituuuuuuu  :D.

Quote
Kalau Allah kemudian bergender, maka itu tidak akan menyebabkan Dia menjadi finite, karena Dia Allah.
Nggak begitu. Point saya bukan : tadinya Allah genderless blakangan bergender. Melainkan kronologika 1 2 3 4.

Quote
jangan main matematika Allah+(daging+gender) = finite, karena Allah + berapapun tetaplah infinite.
Kembali lagi, 1 2 3 4.

Quote
DagingNya bisa mati
Allah itu ROH.
Allah tidak berdaging. Begimana pula nidus mengajukan "dagingNya" ?
Mengajukan "dagingNya" = "dagingNya bisa bonyok" ---> daging Allah bisa bonyok.

Akibat selanjutnya orang jadi bisa mengajukan
"genitalNya bisa keras" ---> alat kelamin Allah bisa keras.

Dengan demikian itu finite karena terdefinisi oleh observer, but itu ABSURD. Karena sebelon kalimat [bisa bonyok - bisa keras], kalimat [daging Allah - genital Allah] udah duluan nggak pantes.

Well, [nggak pantes] itu di pov saya.
Ditambah lagi, patokan saya berupa nomor 2, ya jadi tambah [nggak pantes] lagi.

Kalo di pov Kekristenan kalimat merah itu pantes, ya itu terserah  :D

Quote
memang dagingNya yang tadinya tidak infinite
Begimana pula itu jadi ada [TADINYA daging Allah finite] ? Sebelum-sewaktu-setelah mencipta, Allah TIDAK berdaging TIDAK bergender, eternal.

Yang saya baca kayak gini :
Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam dan kebenaran

Sementara padahal informasi diperuntukkan buat orang Kristen terbaca kayak diatas, begimana pula itu orang Kristen pula yang MERUBAHNYA menjadi : [Allah itu Roh+Daging:rolleye0014:



Quote
Menurut Nidus begini donk :
Allah_genderless_infinite sudah ada sebelum ada Allah_bergender_infinite
Berantakan  ;D.

Di quote atas, nidus cuma mengajukan HANYA dua state.
Yet, kalimat nidus sebelumnya, nidus ada mengajukan state yang tidak ada didalam quote diatas, sbb :
Quote
memang dagingNya yang TADInya tidak INfinite
Oleh karena itu saya bilang berantakan  :D.

Rangkuman versi nidus (3 state) :
Allah_berdaging_finite
Allah_berdaging_INfinite
Allah_fleshless_INfinite
TADInya awalnya ijo .... blakangan setelah ijo, oranye .... blakangan lagi setelah oranye, pink.

oda:
Begitu ? :rolleye0014:



Quote
Kenapa Allah selalu infinite bagaimanapun juga, karena Dia tidak nature. (jelas infinite)
Nggak mengerti saya kalimat bold. Apa itu maksudnya [Allah tidak nature] ya ?

Quote
Kenapa Yesus juga infinite, karena Dia Allah, sudah ada sebelum berdaging/dilahirkan.
Diatas itu kalimat macem apa ya, nidus ?

Yesus = Allah
Di pov nidus Yesus = Allah.
So, kalimat bold di quote atas idem dengan kalimat : [Kenapa Allah juga infinite, karena Dia Allah] ---> ini kalimat macem apa ya, nidus ?  :cheesy:

Nggak beda dengan kalimat :
[Kenapa air_laut juga asin, ya karena itu air_laut] ---> kalimat macem apa ini ?  :rolleye0014:  :mad0261:

Quote
dagingNya pun yang tadinya mati dibangkitakan lagi dan membuktikan Dia Infinite
Ach ngaco itu donk.

Ato gak ngaco yah ? Karena memang ajaran Kristen bunyinya :
[Nanti setelah kita mati lalu dibangkitkan ---> ini membuktikan kita infinite].

Quote
Pahamilah hal berikut :
Jangan dulu nyuruh saya memahami hal berikut atuh ... tapi coba nidus ajukan ayat dimana bisa disimpulkan bhw : [daging orang Kristen yang tadinya mati, setelah dibangkitkan lagi, maka daging orang Kristen bersangkutan itu INfinite] ---> dengan demikian ini membuktikan bahwa orang Kristen tsb INfinite.

bersambung
« Last Edit: January 05, 2019, 10:43:13 PM by odading »
January 05, 2019, 06:55:57 PM
Reply #104
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12923
    • fossil coral cantik
Quote
- Keberadaan Allah tidak dilahirkan
Ya... dimana di pov nidus : keberadaan Allah sebelum eksis dibumi, berdaging dimana dagingNya yang TADInya tidak infinite blakangan dagingNya jadi Infinite. Begitu bukan ?  :rolleye0014:

Quote
- Allah datang ke dunia sebagai (manusia) Yesus,
dilahirkan supaya berdaging sehingga bisa berdarah untuk tebusan dosa
Makin kacau lagi  :D.

Bukannya di pov nidus, Allah datang kedunia [sebagai Allah] ?
Kok di quote atas nidus tulis [sebagai manusia] ?

Quote
3. Allah sudah ada sebelum dagingNya dilahirkan
Hadeuh... kalimat diatas itu di pov saya kalimat error, nidus.  :D

Saya jabarkan yah dimana error-nya di pov saya:
Lahir = eksis di bumi.
[Allah sudah ada sebelum daging Allah eksis di bumi] ---> ini menunjukkan bahwa :
AWAL-nya Allah berdaging
Blakangan Daging milik Allah tsb eksis/nongol/keliatan di bumi.

Kenapa di pov saya kalimat nidus di quote atas error ?
Karena patokan versi saya : [Allah TIDAK berdaging, eternally]. Berangkat dari patokan ini, impossible versi saya mengajukan : "blakangan dagingNYA dilahirkan".

But ya terserah kalo menurut Kekristenan :
Allah berdaging sudah ada, sebelum dagingNya dilahirkan = correct.  :D

[Cuplis berbaju sudah ada, sebelum bajunya dicopotin] ---> kalimat ini TANPA superscript "berbaju" PUN, di pov saya = correct. However, patokan saya itu kan [Allah TIDAK berdaging] ---> analogis dgn sikon awal cuplis TIDAK berbaju. Akibatnya kalimat sbb ini = not correct di pov saya :
[Cuplis tidak berbaju sudah ada, sebelum bajunya dicopotin]

Dengan kata lain, kalimat yang blekplek terbaca sbb ini :
[Cuplis sudah ada, sebelum bajunya dicopotin] ---> ini HARUS sudah bisa ditangkep oleh pembaca bahwa TADInya  ---sebelum baju merah yg dikenakan cuplis dicopotin--- cuplis sedang berbaju meraaaaaahhh.....  :D

Quote
4. Allah tetap infinite meskipun menjadi berdaging
Bener bener penyampaian kalimat nidus itu kok lari lari ya ?  :D

Kalimat bold, menunjukkan bahwa TADInya Allah TIDAK berdaging.
Cuplis menjadi berpakaian ---> Tadinya Cuplis TIDAK berpakaian.

However, kalimat nidus di nomor-3 itu menunjukkan bahwa Allah TADInya berdaging tidak INfinite ---> blakangan dagingNya Allah tsb eksis di bumi (dilahirkan), berdaging INfinite.

Jadi mao yang kayak macem apa nih yg nidus mao sampaikan ya ?  :rolleye0014:

Kalo yg nidus mao sampaikan adalah [Allah tadinya TIDAK berdaging]
maka jangan ajukan kalimat yg spt di nomor 3 donk :wink:.
Ganti itu kalimat di nomor-3, misal spt sbb : (revisi dari oda)
3. Allah sudah ada sebelum menjadi berdaging lalu dilahirkan.



Quote
- Yesus/Allah menjadi manusia tetap Infinite
Itu KEPERCAYAAN. Saya disini nggak lagi ngomongin kepercayaan melainkan logika, nidus.

case-1.
Manusia = berdaging-finite.
Wong segera terdengar kosakata "daging", maka sdh bisa diketahui itu "benda" koook.
Bisa diraba bisa diliat. Otomatis ya finite laaaaah.

Disamping itu, awal keberadaan manusia terdefinisi.
It is NOT beginingless. Jadi, manusia ya finite.

sependapat nggak nidus thdp case-1 ?


case-2
Allah = tidak berdaging-INfinite.
Tidak mempunyai awal keberadaan. Beginingless.

sependapat nggak nidus thdp case-2 ?


case-3
Allah menjadi manusia

sependapat nggak nidus thdp case-3 ?


case-4
yang tadinya [tidak berdaging-INfinite] blakangan menjadi [berdaging-finite]

Kalo kamu sependapat dengan case 1 2 3
namun case 4 kamu gak sependapat, karena versi case-4 kamu berupa :
yang tadinya [tidak berdaging-INfinite] blakangan menjadi [berdaging-INfinite]

maka saya bilang : nidus itu NABRAKIN logika.
Case-4 versimu otomatis menyebabkan case-3 versi saya tidak pantes utk kamu setujui.
Seturut case-4 versimu, maka case-3 versimu : Allah TIDAK menjadi manusia.

However, taroh kata kamu ngotot bhw case-3 versi saya kamu setujui, maka kamu NABRAKIN lagi logika di case-1. Dengan kata lain, kamu tidak setuju dgn case-1 versi saya. Case-1 versimu jadinya berupa : [Manusia = berdaging-INfinite, beginingless]. Dengan demikian logikanya barulah masuk... sbb versi nidus :

1. Manusia = berdaging-INfinite
2. Allah = fleshless-INfinite (idem dgn versi saya)
3. Allah menjadi manusia (idem dgn versi saya)
4. Yang [fleshless-INfinite] menjadi [berdaging-INfinite]
« Last Edit: January 05, 2019, 10:41:05 PM by odading »
January 05, 2019, 07:39:11 PM
Reply #105
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12923
    • fossil coral cantik
Saya gunakan personal pronoun SHE untuk kosakata [allah], He untuk [manusia laki2 tsb].

Quote
2. Allah datang ke dunia sebagai (manusia)

SHE came to the world as HE (human male).



Quote
3. Allah sudah ada sebelum dagingNya dilahirkan

SHE already existed before HER_flesh was born.  :rolleye0014: :rolleye0014: :rolleye0014:

versi oda :
HER existence precedes HER existence in a human male form.
HER existence precedes His existence.


Quote
dilahirkan supaya berdaging sehingga bisa berdarah untuk tebusan dosa
Silahkan pilih :
1A. SHE was born
ataukah
1B. He was born



Quote
8. sejatinya Dia Infinite
2A. SHE is infinite
ataukah
2B. He is infinite

3A. SHE is beginingless
ataukah
3B. He is beginingless
« Last Edit: January 05, 2019, 10:18:14 PM by odading »
January 06, 2019, 11:32:54 AM
Reply #106
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 565
Iya betul itu, yang inkarnasi ya Tuhan Pencipta langit dan bumi. Namun perlu diingat bahwa dalam hal ini bukan Bapa yang turun inkarnasi, tapi Logos nya Bapa (disebut Anak Bapa), karena Bapa mencipta segala sesuatu lewat Logos / Firman / Anak Nya. Jadi Logos / Firman / Anak itulah Pencipta segala sesuatu menurut kehendak Bapa. Bapa ber-Firman, maka oleh Firman itulah semuanya dijadikan, oleh Logoslah semuanya jadi Ada, oleh AnakNyalah semuanya telah Ada.

Bapa dan Anak itu adalah kesatuan Tuhan (satu bukan soal berapa jumlah Tuhan, tapi kesatuan, yaitu mereka satu kata, satu pikiran, satu keinginan, satu tindakan, se-iya-se-kata). Saat Bapa berpikir A, Anak juga berpikir A, saat Bapa berkehendak A, demikian juga kehendak Anak. Begitulah Anak dan Bapa adalah satu, yaitu Anak di dalam Bapa dan Bapa di dalam Anak.

Seperti saat satu orang laki-laki dan satu orang perempuan bersatu, maka mereka menjadi (kondisi kesatuan) satu keluarga. Sebelumnya pun laki-laki dan perempuan itu adalah satu kesatuan, kemudian tulang rusuk diambil dari tubuh laki-laki Adam, lalu dibentuk seorang perempuan yang dinamai Hawa.
Adam dan Hawa adalah satu kesatuan manusia, juga merupakan kesatuan keluarga.

Satu keluarga tidak terdiri dari satu orang saja, tapi ada ayah, ibu dan anak, masing-masing memiliki peran dalam sebuah keluarga.

Jadi yang inkarnasi ke dunia adalah Anak Bapa, Pencipta langit dan Bumi dan segala isinya, di dalam Dia lah (Firman) segala sesuatu yang ada telah diciptakan.

GB
Seperti contoh anda diatas, tentang kesatuan suami - isteri, berarti .. ada 2 dong Tuhan itu..

Nah, anda sudah memahami.. bahwa yg inkarnasi itu adalah “Allah”, lalu bagaimana kok tiba2 dalam penjelasan anda disini, yg inkarnasi itu, berubah menjadi “Anak Allah”?

Biar nyambung, Apakah Allah itu, berubah dulu jadi anak Allah, lalu kemudian baru inkarnasi ??

Jbu
January 06, 2019, 05:17:36 PM
Reply #107
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 100
  • Denominasi: Interdenominasi
Saya gunakan personal pronoun SHE untuk kosakata [allah], He untuk [manusia laki2 tsb].

SHE came to the world as HE (human male).


Ampun dah, sudah ditulis banyak, baca banyak masih gagal paham juga si Oda..  ;D ;D ;D

Ini jelas Oda membedakan Allah yang datang sebagai Yesus (manusia laki-laki) sebagai dua hal yang berbeda dan harus diperdebatkan.

Allah itu Roh < betul

Bisa paham nggak sih Roh itu kemudian bisa dilahirkan dalam daging?

Dilahirkan itu seperti ini :
Allah (roh, infinite) + daging manusia (finite) = tetap Allah (Infinite)
misal nih juga :
Allah (roh, infinite) + daging rusa (finite)  = tetap Allah (Infinite)

ini yang error? ya error karena mainframe logika Oda tidak mengerti Logos (Logika Tuhan)

menurut Oda
Allah (Infinite) + daging (finite) = Allah (finite) ???

Yesus itu tadinya Roh juga karena Dia Allah.
Yesus sudah ada sebelum lahir, "bukan Yesus berdaging."
(jangan panggil istilah He sebagai Yesus "berdaging" disini dengan pura-pura gak paham maksud Nidus)

Kalau pun itu error dalam logika Oda, Ya memang karena logika Oda terbatas (natural), tidak bisa mengerti Logos (Logika Tuhan yang supernatural).

Ibarat logika Oda itu logika bahasa javascript, Logos itu menjelaskan dirinya dengan bahasa binary. Coba baca binary pakai javascript? ya error..  :cheesy: :cheesy:

jadi Logika Oda memang akan error saat membaca sesuatu yang dirangkai dalam Logika Tuhan (Logos)

bisa ngerti gak sekarang?
 :afro:

GB
"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
(Yohanes 8:31-32)
January 06, 2019, 11:39:47 PM
Reply #108
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12923
    • fossil coral cantik
Ini jelas Oda membedakan Allah yang datang sebagai Yesus (manusia laki-laki) sebagai dua hal yang berbeda dan harus diperdebatkan.
Ya ... di pov saya itu dua hal berbeda, nidus.

Karena di pov versi saya, Allah beginingless.
Manusia has a beginning, at the time of conception, human fetus.
Dengan demikian, manusia laki laki tsb ya has a beginning.

Quote
Allah itu Roh < betul
Kok betul ? Bukannya di pov nidus, Allah itu Roh+Daging ?

Quote
Bisa paham nggak sih Roh itu kemudian bisa dilahirkan dalam daging?
Nggak bisa  :D.
Karena di pov saya, secara logika, Allah "harus" menjadi finite dulu maka barulah "masuk" logika selanjutnya - dimana yg finite tsb ada didalam rahim. Barulah selanjutnya ""masuk" logikanya dimana yang finite tsb dilahirkan.

Quote
Dilahirkan itu seperti ini :
Allah (roh, infinite) + daging manusia (finite) = tetap Allah (Infinite)
misal nih juga :
Allah (roh, infinite) + daging rusa (finite)  = tetap Allah (Infinite)
Yang kayak diatas, di pov versi saya adalah model : Allah jreng! nongol sudah dewasa, nidus. All what in God's Mind before.... All is there after jreng! nongol didalam bentuk whatever. Dengan kata lain, Mind - Sub/conscious Allah didalam bentuk whatever tsb, tetep infinite, tau dan nyadar segalanya. Semisal dalam bentuk wanita dewasa bergender laki2 PUN, ya Dia infinite.

bandingkan dgn versi nidus yg ini :
Allah jreng! nongol didalam rahim dimana All what in God's Mind before is there (didalam "telur" yang ada didalem rahim). Mind-Subconscious pada "telur" didalam rahim tsb infinite, nyadar dan tau segalanya.

Quote
ini yang error?
Iya... itu oranye error ---> Tidak ada logikanya, walopun kalo itu dipercayai, ya possible.

Quote
menurut Oda
Allah (Infinite) + daging (finite) = Allah (finite) ???
Atuh diliat donk 1 2 3 4 saya di post sebelonnya, nidus  :D. Tak kopasin lagi aja deh :

Quote
mosok Allah berubah finite gara-gara bergender?
wkwkwk... terbalik atuh.
Yg saya maksudkan begini loh :

1. Manusia = finite, bergender.
sependapat gak nidus ?

2. Allah = infinite, genderless
sependapat gak nidus ?

3. Allah menjadi manusia
sependapat gak nidus ?

4. Allah menjadi manusia  = [infinite, genderless] menjadi [finite, bergender]

Begituuuuuuu  :D.
Udah dua kali nidus ngajuin pertanyaan dgn point yg sama (biru).
 Padahal yg pertama kali udah saya jawab kan.  :wink:

bersambung
« Last Edit: January 07, 2019, 12:22:42 AM by odading »
January 06, 2019, 11:40:01 PM
Reply #109
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12923
    • fossil coral cantik
Quote
Yesus itu tadinya Roh juga karena Dia Allah.
Gunakan patokan pov nidus, yakni [Yesus = Allah]. So kalimat di quote atas berupa :
[Allah itu tadinya Roh juga karena Dia Allah] ---> ini kalimat macem apa ya, nidus ?   :rolleye0014:

Quote
Yesus sudah ada sebelum lahir, "bukan Yesus berdaging."
Kok bold?
Kan sebelumnya nidus tulis : [dagingNya TADInya tidak INfinite]

Quote
(jangan panggil istilah He sebagai Yesus "berdaging" disini dengan pura-pura gak paham maksud Nidus)
Kenapa jangan ? di pov saya, vocab [He] disitu BUKAN istilah, but proper personal prounoun, nidus.

Di pov saya, kalimat malaikat didalam bahasa Inggris berikut ini ngerujuk ke proper personal pronoun ---> She will bear a Son, and you shall call His name Jesus.

A Son ---> jelas2 ini = bergender laki2 ---> Ia akan melahirkan anak laki-laki .

Silahkan dipikir secara logika finite, logika manusia ..... sbb....

malaikat berbahasa Inggris tsb menggunakan kata ganti milik [his] dikalimatnya KARENA :
A. vocab [his] dari si malaikat tsb ngerujuk ke Allah
ataukah
B. vocab [his] dari si malaikat tsb ngerujuk ke anak laki laki tsb

dan engkau akan menamakan Dia Yesus
malaikat berbahasa Indonesia tsb menggunakan personal pronoun [dia] :
A. vocab [dia] dari si malaikat tsb ngerujuk ke Allah
ataukah
B. vocab [dia] dari si malaikat tsb ngerujuk ke anak laki laki tsb

Kalo kamu jawab "yang logisnya tentu jawabannya yang point A, oda",
maka saya : "itu nabrakin logika, nidus".

Tapi kalo kamu PERCAYA point A, ya itu terserah.
Karena di pov saya, seseorang percaya yang aneh aneh itu ya possible  :happy0062:.

Quote
Kalau pun itu error dalam logika Oda, Ya memang karena logika Oda terbatas (natural), tidak bisa mengerti Logos (Logika Tuhan yang supernatural).
Lah... kan disini kita lagi ngadu logika milik manusia. Atuh jangan dibawa2 Logika milik Tuhan donk, nidus  :D.

Logika yg saya miliki logika manusia, terbatas. Pertanyaannya :
Logika yg nidus miliki itu logika infinite, logika Tuhan saja ? ataukah selain nidus memiliki logika infinite, nidus juga memiliki logika finite, logika manusia ?

Kalo logika yg nidus miliki hanya logika Tuhan,
maka itu nggak fair donk  :D.....karena:
apa apa yg saya ajukan itu menggunakan logika finite yg saya miliki, logika manusia ---sementara dilain sisi---  apa apa yg nidus ajukan itu menggunakan logika infinite yg nidus miliki, logika Tuhan.


Kalo logika yg nidus miliki, selain logika Tuhan nidus juga memiliki logika manusia,
maka ya nidus gunakan yang logika manusia donk. Baru ini fair.  :happy0062:

Quote
Ibarat logika Oda itu logika bahasa javascript, Logos itu menjelaskan dirinya dengan bahasa binary. Coba baca binary pakai javascript? ya error..  :cheesy: :cheesy:
Sekali lagi, pink.

Yang saya punyai logika java (logika finite manusia)
Yang nidus punyai logika binary (logika infinite Tuhan)
Ya atuh jadinya ini nggak fairrrrrrrrr....  :D

Quote
bisa ngerti gak sekarang?
Aneh, kok nidus ngajuin pertanyaan yg kayak gitu ya ?
Jelas2 HARUSnya dirimu tidak bertanya kayak diatas, karena dirimu sendiri udah tau duluan bhw [oda yang logikanya terbatas gak bakalan ngerti dengan logikamu yang tidak terbatas].
« Last Edit: January 07, 2019, 12:19:41 AM by odading »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)