Author Topic: Siapakah Yesus .. (Roma 14:9)  (Read 8112 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 15, 2019, 08:43:17 PM
Reply #200
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1070
  • There is none like You
Pesan saya,
Hati-hati saja ntar terpleset kedalam paham 3 tuhan.

Coba perhatikan ayat ini :

2 Timotius 1:14 (TB)
Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh ROH KUDUS yang diam di dalam kita.

dan

Yohanes 14:23 (TB)
Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.

Siapa itu "Kami" ?
jawabannya adalah Bapa dan Anak.

Ternyata yang diam bersama orang percaya bukan hanya ROH KUDUS melainkan Bapa dan Anak juga

TUHAN YESUS MEMBERKATI
ZheZhu

Yohanes 14:23 (TB) 
Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.
February 16, 2019, 12:21:37 AM
Reply #201
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1148
Bisa,,
how?

Quote
Mengosongkan.. artinya secara sukarela mengosongkan atribut atribut ke-Allahan-Nya
Ini bukan persoalan sukarela atau terpaksa.

Sekali yang mahakuasa bisa menjadi tidak mahakuasa... berarti itu bukan maha kuasa.

Quote
bukan kehilangan,, kehilangan itu bermakna ada yang mengambil atau mencurinya..
Kehilangan itu gak mesti ada yang mengambil atau mencuri.

Quote
Salah... bukan seperti itu bro..

Sebelum Inkarnasi : Allah Tritunggal
Setelah Inkarnasi   : Allah Tritunggal
Setelah Kenaikan   : Allah tritunggal
Lha...
Kata Anda: gak ''ómnipresent''?

Quote
Amin..

Apanya yang Ámin".??

Quote
Allah Lebih Rendah dari Malaikat artinya secara Nature, malaikat lebih tinggi.

1. Malaikat bisa terbang, Yesus nggak bisa terbang
2. Malaikat nggak bisa tua, Yesus bisa berubah jadi tua secara natur manusia, seandainya Yesus mati di salib pada umur 90 tahun, pasti Yesus pada waktu itu sudah sangat tua renta.
3. secara Fisik Malaikat lebih kuat, Tuhan Yesus tenaga-Nya terbatas. bisa cape, letih, haus dan lapar.
dst..
Dwi Natur....
Ini sudah ratusan kali kukatakan ke bro Odading.

Quote
Allah tetap-lah Allah, sekalipun Dia menjadi manusia..

Salam,
TYM
Kalau begitu jangan katakan bahwa Allah menjadi tidak omnipotent, tidak omniscience, tidak omnipresent.

Sebab Allah tidak bisa menjadi bukan Allah.

Allah tidak bisa menjadi tidak mahakuasa, mahatahu, mahaberada.

====

Salam,
February 16, 2019, 09:59:06 AM
Reply #202
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 564
Alkitab mana ya yang bro maksud.. ? terbitan mana yang melarang memanggil Yesus sebagai bapa.. ?
tertulis dimana.. ? ayat berapa.. ?
Yohanes 1:14 ..kemuliaan yg diberikan kepada - Nya “sbg anak tunggal Bapa/Allah”.

1 Yohanes 4:2:..setiap orang yg MENGAKU bahwa Yesus Kristus telah datang SEBAGAI  MANUSIA (bukan sbg Bapa/Allah), berasal dari Allah.

Jadi sangat jelas saudaraku, Dalam 1 Yohanes 4:2 tsb, dinyatakan dengan “sangat tegas”, bahwa kita “harus mengakui”, bahwa Yesus itu telah datang “Sbg MANUSIA” dan BUKAN sbg Allah.

Jika Ia datang “sbg Allah”, maka Ia tidak perlu inkarnasi, tetapi karena Ia datang “sbg manusia”, maka Ia “HARUS” inkarnasi.

Quote from:
Yesus Kristus bukanlah Allah Bapa, tapi tidak ada larangan memanggil Yesus sebagai Bapa.
tidak ada larangan pula memanggil Yesus sebagai Allah.
Hahaha .. seperti penjelasan saya diatas yg tertulis dalam 1 Yohanes 4:2, TERNYATA  DILARANG mengakui kedatangan Yesus itu “Sbg Allah/Bapa”. ==> TIDAK  BOLEH saudara ku.

Quote from:
bahkan Allah Bapa sendiri memanggil Yesus sebagai Allah.
Ibrani 1:8. Tetapi tentang Anak Allah Bapa berkata: "Takhta-Mu, ya Allah, tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran.
salam
Benar saudara ku, cuma .. anda yg keliru memahaminya.

Pada ayat tersebut berbicara tentang “Tah-tah”, BUKAN berbicara tentang saat Inkarnasi, jadi .. ayat tersebut “tidak salah”, tetapi anda yg telah keliru memahaminya.

Memahami Alkitab itu saudara ku, harus ekstra sangat hati2, sebab Alkitab itu ditulis oleh banyak penulis, dalam kondisi yg berbeda-beda dan dengan gaya bahasa yg berbeda2 pula.

Jika kita tidak hati2 mempelajarinya, maka bisa lahir pemahaman yg keliru, seperti yg anda alami.


Jbu
February 16, 2019, 10:07:55 AM
Reply #203
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 564
tidak berbeda bro..

makanya baca dulu tulisanku tersebut sampai habis..,
kalau tertari membahas surga, mari silahkan dilanjut di topik  yang membahas mengenai surga saja..

 :) :)
salam
Maaf oot ..

Saya paham penjelasan anda, tetapi sehubungan dgn topik disini, anda “tidak konsisten” dalam memahami “surga itu”, sebab di topik x, anda mengatakan surga itu di bumi, dan disini anda mengatakan surga itu “dilangit yg ketiga”, maka timbul pertanyaan saya: yg mana yg benar dari pemahaman anda tsb ?

(A). Surga ada di bumi ini.
(B). Surga ada di langit yg ke 3.

Simpel kok saudara ku, tinggal jawab A atau B, supaya saya dapat mengerti tentang pemahaman anda, sehingga dalam diskusi2 topik lainnya nanti, saya dapat tahu .. apa yg menjadi dasar pemikiran anda.

Jbu
February 16, 2019, 10:21:58 AM
Reply #204
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 564
kalau mau menilik sampai situ, lebih baik pakai bahasa aslinya

https://biblehub.com/interlinear/isaiah/9-6.htm

pakai kata EL, dimana itu memang diartikan sebagai Allah
contoh EL SHADDAY - Allah yang mahakuasa

http://www.sarapanpagi.org/nama-nama-el-ELOHIM-dengan-gelar-vt9177.html

http://www.sarapanpagi.org/yesus-kristus-adalah-allah-vt35.html

-----

untuk soal Bapa
sy ngerti maksud anda btw
tp kalopun ada orang mau sebut Yesus sebagai Bapa, it's okay, jangan malah jadi tertuduh

kalau ada orang sebut Bapa merujuk kepada Yesus, ya yang dia maksudkan itu Yesus, bukan 1st person trinity and such, saya aja bisa mengerti apalagi Bapa di sorga yang melihat hati. Bapa dan Yesus adalah satu, gak perlu lah sampe detil2 yang bgt sampe harus melarang orang menyebut Yesus sebagai Bapa

mereka memang bisa dibedakan tapi satu
kalau satu ya gak masalah mau dibolak balik gmn jg

http://www.sarapanpagi.org/bapa-abba-vt9322.html

Sebenarnya saudara ku.. TIDAK BOLEH menyebut/memanggil Yesus saat inkarnasi itu “sbg Allah/bapa”, silahkan baca 1 Yohanes 4: 2-3.

Disana dikatakan, harus mengakui Yesus itu telah datang “Sbg Manusia” dan Bukan Sebagai Allah.

Nah, kalau Ia datang sbg Allah, maka Ia tidak perlu inkarnasi, tetapi karena Ia datang “sebagai MANUSIA”, maka Ia “harus inkarnasi”.

Kedatangan Allah sebagai manusia inilah, menyebabkan Allah itu disebut “anak Allah - Yoh 1:14”, dan Kebangkitan Anak Allah atau Yesus dari kematian itu, menyebab kan Yesus itu menjadi Tuhan atas yg hidup dan yg mati - Roma 14:9.

Itulah sebabnya Rasul Paulus “menegaskan”, bahwa Kita punya 1 Allah, yaitu Bapa dan punya 1 Tahun, yaitu Yesus Kristus.


Jbu
February 16, 2019, 10:29:45 AM
Reply #205
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 564
Siapa kita yg sudah memahami-Nya dgn benar?
Sebab kita sudah kehilangan kemuliaan Allah, jadi
Bagi yg takut menyebut salah, sebut saja Dia, Yesus

Bagi yg belajar Yesus, tak ada hukumnya utk salah sebut, artinya bukan dosa jika salah sebut. Biarkanlah mereka dan kita pun belajar Yesus baik sbg manusia, sbg anak daud, anak yosef, anak maria, sbg Tuhan, sbg Allah, Bapak Guru, Tuan, Nabi, Rabi, dll. Sebab kata Yesus: Bukan setiap org yg berseru kpd-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dlm Kerajaan Sorga, melainkan dia yg melakukan kehendak Bapa-Ku yg di sorga. Oleh sebab itu lebih baik kita terus menerus pelajari "salah laku", dan "laku yg benar" hingga akhir jaman. Apa indikator kelakuan itu agar kelak bisa dibenarkan di hadapan-Nya. Itulah pengharapan, sebab kita tahu, bw jalan dan kebenaran dan hidup hanya ada pd Yesus. .


tujuannya: agar “silang pendapat” tentang ke - Allahan an Yesus itu dapat diakhiri
(walaupun hal ini mustahil terjadi)
, tetapi paling tidak .. mereka yg Non Kristen dapat mengerti tentang diri Yesus ini., bahwa Yesus itu “sekarang” memiliki 2 kemuliaan, yaitu “kemuliaan sebelum menjadi manusia dan kemuliaan setelah menjadi manusia”.
Ya! Kebenaran kita mustahil benarnya
Mengapa yg mustahil yg hrs kita otak-atik
Lebih baik kelakuan kita yg kita obrak-abrik...

Apa indikatornya, bw kelakuan kita mulai mulia?
Indikator bw Yesus sudah berada di dlm hati kita?
Bw kita pun telah dipenuhi di dlm ke-Allahan-Nya?

Salam Damai!

Kebenaran apapun yg anda pahami, TETAP tidak boleh menyebut Yesus “Sbg Bapa”, silahkan baca 1 Yohanes 4:2 - 3.

Memanggil Yesus sbg Bapa, adalah sama artinya “menolak inkarnasi”, dan juga “menolak persembahan yg dibawa manusia sbg korban penebusan dosa di kayu salib”., karena itulah kami “MENOLAK” Ajaran “Monofisitisme” ini, sebab “telah menyamakan Yesus = Bapa”.


Jbu
February 16, 2019, 10:59:45 AM
Reply #206
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 564
Jika demikian maka penggalan pendapat tsb di bawah ini bertentangan dgn Tritunggal yg Maha Kudus, Hakikat Allah itu Esa
Tidak bertentangan saudara ku.. tetapi manusia saja yg sudah “keliru memahaminya”, sebab manusia itu “cenderung” untuk memegang teguh “doktrin gereja” dari pada fakta2 Alkitab itu sendiri.

Nah, disaat anda berfikir, bahwa Bapa itu benar2 berbeda dan “terpisah” dari anak, maka pastilah lahir apa yg anda pahami tersebut diatas.

Roh Allah itu Esa (bukan 2 dan bukan 3, tetapi benar2 Esa atau benar2 satu), kemudian Roh Allah yg Esa itu, sebelum menjadi manusia, maka Ia di kenal sebagai Yehova atau Bapa, Kemudian Roh Allah yg Esa itu, Dilahirkan menjadi “Nafas Hidup” manusia yg bernama Yesus, dan karena Nafas Hidup Yesus ini adalah Roh Allah yg esa, Maka Yesus itu disebut sbg Anak Allah (Bukan Disebut sbg Allah lagi, sebab sudah menjadi manusia), kemudian manusia yg bernama Yesus itu mati dan bangkit. Nah, kebangkitan Yesus itu, bukan karena Ia adalah Allah, tetapi kebangkitan “seorang manusia” berdasarkan “janji allah”, yaitu.. Allah akan menganugerahkan “hidup kekal” pada setiap orang yg melaksanakan semua perintah allah tanpa cacat (sempurna).

Nah, kebangkitan Yesus dari alam maut inilah, yg mengakibatkan Yesus itu menjadi Tuhan atas semua yg hidup dan yg mati (Roma 14:9).

Jadi Ringkasnya  adalah:

Roh Allah Yg Esa Itu, hadir dalam kepribadian, yaitu:
(1). Hadir sebagai Bapa (Disebut Allah)
(2). Hadir sebagai Anak (Disebut Tuhan).
(3). Hadir sebagai Hakikat Aslinya (Disebut ROH KUDUS atau Roh Suci).

Inilah yg dimaksudkan sbg, una substantia tress personae ==> Yang artinya: Satu Hakikat Allah, yaitu “Roh Allah” yg memiliki 3 Kepribadian.

Itulah pemahaman saya terhadap makna “Tritunggal Maha Kudus”, berdasarkan urutan “kronologis” yg tertulis di dalam Alkitab.

FT katakan .. sembah lah Allah Yg Esa..

Tetapi kalau anda memahami Tritunggal itu dgn pemahaman yg “berbeda” sah2 saja, selama anda mampu untuk memberikan penjelasan yg rasional terhadap pertanyaan2 yg muncul, sebab .. ketidak mampu an manusia, dalam menjawab pertanyaan2 yg muncul pada hal2 yg berhubungan, dgn ajaran Tritunggal ini, telah membawa manusia pada “pemahaman ganda tentang Yesus”, sehingga tidak sedikit yg telah “murtad” akibat dari pemahaman ganda tersebut.

Bagi saya .. selama anda mengaku, bahwa Kristus telah datang sbg Tuhan dan Juruselamat anda, itu sudah cukup, bahwa anda adalah saudara se iman dgn saya didalam Kristus Yesus.

Jbu
February 16, 2019, 11:19:12 AM
Reply #207
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 564
Pesan saya,
Hati-hati saja ntar terpleset kedalam paham 3 tuhan.

Coba perhatikan ayat ini :

2 Timotius 1:14 (TB)
Peliharalah harta yang indah, yang telah dipercayakan-Nya kepada kita, oleh ROH KUDUS yang diam di dalam kita.

dan

Yohanes 14:23 (TB)
Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.

Siapa itu "Kami" ?
jawabannya adalah Bapa dan Anak.

Ternyata yang diam bersama orang percaya bukan hanya ROH KUDUS melainkan Bapa dan Anak juga

TUHAN YESUS MEMBERKATI
ZheZhu
Siapa “kami” itu ??

Saudara ku, dalam banyak kesempatan diskusi pada forum disini, sejak mulai 10 tahun yg lalu, saya sudah berkali-kali memberikan penjelasan, tentang “persamaan dan perbedaan”, antara Bapa, Anak dan ROH KUDUS ini.

Namun, selama manusia itu “tidak dapat memahami dgn benar”, apa yg menjadi “hakikat dari manusia itu sendiri”, maka selama itu pula, manusia tidak akan dapat memahami perkataan “Kami” pada ayat tersebut diatas.

Ringkas nya sbb:

Dalam Tubuh manusia Yesus itu, memiliki “Nafas hidup yg adalah Roh Allah sendiri”, dan Tubuh Manusia Yesus itu, memiliki “Jiwa sendiri”, sehingga didalam Tubuh Manusia Yesus itu, terdiri dari: Nafas Hidup (Roh Allah) + Jiwa (Roh Manusia Yesus) + Tubuh, itulah manusia Yesus.

Artinya adalah: sebagaimana manusia pada umumnya, sebenarnya memiliki 2 Roh, yaitu Nafas Hidup dan Jiwa, demikian juga terhadap Yesus.

Jadi, perkataan “Kami” pada ayat yg anda kutip diatas, tidak menunjukkan adanya 2 substansi yg terpisah (Bapa dan Anak), tetapi perkataan “kami” disana, untuk maksut yg ditujukan Yesus, bagi Roh Allah (Roh Bapa) yg telah menjadi “Nafas Hidup-Nya” dan Roh Manusia Yesus sendiri (Jiwa) yg dimilikinya dan terbentuk sejak Ia dilahirkan sampai mati.

Jadi, perkataan “kami” disana, ditujukan untuk Roh Allah (Bapa) dan Roh Manusia (Anak) yg ada didalam diri Yesus.


Jbu
February 17, 2019, 09:35:45 AM
Reply #208
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9590
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Sebenarnya saudara ku.. TIDAK BOLEH menyebut/memanggil Yesus saat inkarnasi itu “sbg Allah/bapa”,

ini yang saya bilang untuk kedua kalinya perkataan saudara jelas2 menentang Firman Tuhan

Yesaya 9
6. (9-5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Firman Tuhan jelas bilang boleh
anda melarang
anda sudah jelas2 menentang Firman Tuhan itu
yang salah jelas bukan Firman Tuhan, tapi pengertian anda

dan anda sampai sekarang sama sekali gak menanggapi hal ini

buat saya, sampai sini kita bisa sepakat untuk tidak sepakat

silahkan baca 1 Yohanes 4: 2-3.
Disana dikatakan, harus mengakui Yesus itu telah datang “Sbg Manusia” dan Bukan Sebagai Allah.

Nah, kalau Ia datang sbg Allah, maka Ia tidak perlu inkarnasi, tetapi karena Ia datang “sebagai MANUSIA”, maka Ia “harus inkarnasi”.

Kedatangan Allah sebagai manusia inilah, menyebabkan Allah itu disebut “anak Allah - Yoh 1:14”, dan Kebangkitan Anak Allah atau Yesus dari kematian itu, menyebab kan Yesus itu menjadi Tuhan atas yg hidup dan yg mati - Roma 14:9.

Itulah sebabnya Rasul Paulus “menegaskan”, bahwa Kita punya 1 Allah, yaitu Bapa dan punya 1 Tahun, yaitu Yesus Kristus.


Jbu

ya itulah kenapa Bapa gereja merumuskan dwinatur broh

mau sebut Yesus sebagai manusia? boleh !!
mau sebut Yesus sebagai Allah? boleh !!
Dia itu 100% manusia dan juga 100% Allah !!
Gak pusing mau sebut dia yang mana juga

dan inkarnasi itu bukannya manusia jadi Allah, tapi Allah jadi manusia broooo

ini pertama kali saya nemu orang bilang inkarnasi itu awalnya manusia lalu jadi Allah
dan saya gak setuju dengan itu

dari dulu, sekarang, dan selama2nya, Dia tetap Allah gak berubah
dalam satu waktu Dia berinkarnasi jadi manusia
makanya Dia sejak itu jadi yang namanya manusia Allah (dwinatur)

so again
kita harus sepakat untuk tidak sepakat lagi
February 17, 2019, 05:10:46 PM
Reply #209
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 564
ini yang saya bilang untuk kedua kalinya perkataan saudara jelas2 menentang Firman Tuhan

Yesaya 9
6. (9-5) Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Firman Tuhan jelas bilang boleh
anda melarang
anda sudah jelas2 menentang Firman Tuhan itu
yang salah jelas bukan Firman Tuhan, tapi pengertian anda

dan anda sampai sekarang sama sekali gak menanggapi hal ini

buat saya, sampai sini kita bisa sepakat untuk tidak sepakat

ya itulah kenapa Bapa gereja merumuskan dwinatur broh

mau sebut Yesus sebagai manusia? boleh !!
mau sebut Yesus sebagai Allah? boleh !!
Dia itu 100% manusia dan juga 100% Allah !!
Gak pusing mau sebut dia yang mana juga

dan inkarnasi itu bukannya manusia jadi Allah, tapi Allah jadi manusia broooo

ini pertama kali saya nemu orang bilang inkarnasi itu awalnya manusia lalu jadi Allah
dan saya gak setuju dengan itu

dari dulu, sekarang, dan selama2nya, Dia tetap Allah gak berubah
dalam satu waktu Dia berinkarnasi jadi manusia
makanya Dia sejak itu jadi yang namanya manusia Allah (dwinatur)

so again
kita harus sepakat untuk tidak sepakat lagi
Berarti anda “belum memahami” perkataan Rasul Paulus yg telah “dituliskan dgn jelas dan tegas”, didalam 1 Korintus 8:6..namun bagi kita HANYA ada satu Allah saja, yaitu Bapa...dan satu Tuhan saja, yaitu Yesus Kristus.

Kemudian, anda mengutip Yesaya 9, tetapi anda “tidak memahami” Firman itu dgn benar.

Baiklah saya akan ikuti pemahaman anda, dimana berdasarkan pemahaman anda tsb, anda “telah menyamakan”, bahwa Yesus (Anak) = Bapa.

Jadi, sekalipun saya akan sajika ratusan ayat pada anda, tetapi selama anda tetap pada pendirian pemahaman “gereja anda dan bukan Alkitab”, maka selama itu pula.. anda tidak akan memahami “kebenaran yg sesungguhnya”.

Disini, saya tidak akan “mengutip” dari perkataan “Nabi ataupun Rasul”, tetapi saya akan “mengutip” perkataan Yesus Langsung.

Yohanes 20:17

... katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa - Ku dan Bapa - mu, kepada Allah - Ku dan Allah - mu..

Silahkan anda baca dan renungkan ayat tsb dalam2, dimana Yesus berkata dgn “sangat tegas”, dalam perkataan .. Bapa-Ku dan Bapa-mu, kemudian agar manusia “tidak keliru memahaminya”, dipertegas Yesus dalam kalimat selanjutnya menjadi “Allah - Ku dan Allah - mu”.

Nah, Mana yg akan anda ikuti.. FT dalam Yesaya yg anda kutip diatas, atau “ucapan Yesus langsung”., yg jelas2 dan tegas, membedakan antara Yesus dgn Bapa.

Saudara ku .. Sekalipun Yesus itu memiliki Roh Allah/Bapa, NAMUN Yesus tidak dapat disebutkan “sebagai Bapa”, disaat inkarnasi.

Setiap orang yg “menyamakan Yesus” dgn Bapa, maka orang tersebut telah menjadikan dirinya menjadi “Anti Kristus”, sebab Anak adalah Anak, dan karena itu, Ia disebut Tuhan dan Bapa adalah Bapa, karena itu Ia disebut Allah.

Rasul Paulus “sudah tegas membedakan”, antara Allah (Bapa) dan Tuhan (Anak), dan perbedaan tersebut, dapat diliha dalam ucapan Yesus sendiri pada Yohanes 20:17 diatas.

Sekarang, tinggal anda memilih..Patuh pada ucapan Yesus sendiri atau Patuh pada Nabi Yesaya.. hahaha ..

Jbu
« Last Edit: February 17, 2019, 05:25:34 PM by Pencerah888 »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)