Author Topic: Siapakah Yesus .. (Roma 14:9)  (Read 7847 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 02, 2019, 12:01:52 AM
Reply #90
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12795
    • fossil coral cantik
Maka mungkin jadi begini:
Sebelum menjadi manusia, Dia di sebut Allah.
versi saya :
kosakata [dia] ngerujuk ke The Logos genderless (terkait Yohanes 1:1, Trinitas).

Saya nggak sreg dgn yang merah, karena versi saya (terkait Yohanes 1:1, Trinitas) ---> Dia ADALAH Allah.

Quote
(1). Setelah dilahirkan Maria Dia disebut Yesus.
versi saya, kosakata [dia] sudah nggak ngerujuk ke ungu anymore. Kosakata [dia] pada nomor-1 di pov versi saya berupa [dia = The Logos in a human male form]. The human male bergender yang dilahirkan Maria bernama Yesus. Underlined bold di pov saya itulah yang logis. Dgn kata lain di pov versi saya: [Maria TIDAK melahirkan Allah].

[Maria melahirkan Allah], di pov saya oranye ini = absurd....
sama absurdnya dengan kalimat [Maria melahirkan seORANG Allah]

Namun...

[Maria melahirkan seORANG anak laki laki yang DISEBUT Allah], bisa keterima   :happy0062:

Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki
« Last Edit: January 02, 2019, 12:04:27 AM by odading »
January 02, 2019, 08:34:59 AM
Reply #91
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4716
@pt

Utk No.2:
Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yg Mahatinggi.
Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kpd-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya,

Kini kita tahu makna Alkitab Hari Ini - 31 Desember 2018
"Aku adalah Alfa dan Omega, Firman Tuhan Allah,
yg ada dan yg sudah ada dan yg akan datang,
Yg Mahakuasa." - [Wahyu 1:8]

Salam Damai!

dibaca ulang ya pertanyaan saya
kasih jawaban yang sesuai pertanyaan

no 2
lahir kembali bagaimana?? <--- how?
apa saat no 1 Yesus bukan Anak Allah? <---- yes or no question
apa sebelum lahir kembali Yesu bukan Anak Allah? <---- yes or no question

jadi gak usah kasih jawaban yang ngelebar kalau jawaban pertanyaan inti saja masih kabur
January 02, 2019, 09:07:09 AM
Reply #92
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12795
    • fossil coral cantik
(2). Setelah lahir kembali Yesus disebut Anak Allah
Kalo menurut saya, Yesus (bergender) nggak bisa dikatakan seperti bold, karena (menurut saya) yang dilahirkan kembali (regenerated) itu adalah orang yang telah berbuat dosa... sedangkan Yesus (menurut saya) adalah orang yang tidak pernah berbuat dosa.

Titus 3:5
He saved us, through the washing of regeneration and renewing of the Holy Spirit, whom He poured out on us abundantly through Jesus Christ our Savior

Q :
renewing of the Holy Spirit ?

oda :
Ya, karena merah

Q :
ayat ?

oda :
Titus 3:3
For we ourselves were once foolish, disobedient, led astray, slaves to various passions and pleasures, passing our days in malice and envy, hated by others and hating one another.


Quote
Utk No.2:
Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yg Mahatinggi.
Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kpd-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya
apa hubungannya, maren ?

Kronologika maren :
KARENA ungu
MAKA Yesus mengalami regeneration, renewing of the Holy Spirit.

oda thdp kronologika maren:
kok tulalit yah ? saya gak ketemu hubungannya, maren  :rolleye0014:



Quote
(2). Setelah lahir kembali Yesus disebut Anak Allah
IMO, untuk yang di pov maren bahwa [Yesus mengalami Lahir Baru / Lahir Kembali], maka menurut saya pengertian LahirBaru / LahirKembali itu di pov maren "pas"nya berupa :

opsi-A
mao itu pernah berbuat dosa kek - nggak pernah berbuat dosa kek ... untuk mengalami Kebangkitan Daging orang mesti melalui tahap LahirBaru/LahirKembali/Regeneration.

Berangkat dari patokan oranye, maren melanjutkan :
Yesus bergender mengalami KebangkitanDaging
Dengan demikian Yesus bergender sebelumnya mengalami tahap Regeneration.

opsi-B
mao itu pernah berbuat dosa kek - nggak pernah berbuat dosa kek....untuk nyampe disebut Anak Allah, orang mesti melalui tahap LahirBaru/LahirKembali/Regeneration

Berangkat dari patokan coklat, maren melanjutkan :
Yesus bergender disebut Anak Allah
Dengan demikian Yesus bergender sebelumnya mengalami tahap Regeneration.

Karena buat saya sendiri masih gak jelas pengertian [LahirKembali/Regeneration] di pov versi maren, jadi saya tanyakan dulu deh : "apa pengertian [LahirKembali/Regeneration] di pov versi maren ?"
« Last Edit: January 02, 2019, 09:24:29 AM by odading »
January 03, 2019, 09:31:56 AM
Reply #93
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 83
  • Denominasi: Interdenominasi
thdp versi nidus, oda respond :
dengan demikian, sebelum penciptaan - The Logos itu berdaging dan bergender (mempunyai alat kelamin).

bersambung

 :happy0062:

- Memainkan persentase untuk menilai The Logos adalah bukti Oda ingin memasukan The Logos ke dalam logika Oda (jelas tidak bisa).

- Tidak terbatas bukan berarti tidak bisa bertambah (renungkan ini).

- Oda bilang : The Logos TIDAK bergender TIDAK berdaging. Yang bergender berdaging itu adalah Incarnated Logos. << Nidus setuju

- Apakah daging The Logos itu kekal atau tidak, jawabanya Ya dan Tidak, karena pada awalnya daging yang Nidus bilang nggak penting karena tujuanya ada adalah untuk mati dan sudah mati disalib, jelas nggak penting (seperti tubuh kita sekarang ini yang gak penting dan pasti juga akan mati), yang penting adalah daging kekalnya The Logos setelah bangkit dari mati.

- pertanyaan Oda soal dagingnya The Logos dan dagingnya Incarnated Logos ternyata bukan hanya pertanyaan gak penting tapi logikanya konyol, kenapa Nidus bilang konyol?

- Karena Incarnated Logos itu sendiri sudah merupakan The Logos berdaging, Tidak ada Incarnated Logos tanpa dagingNya, jadi kenapa jadi ada pertanyaan "dagingnya Incarnated Logos" << bukankah ini konyol?

- Karena The Logos kemudian berdaging maka kemudian muncul istilah Incarnated Logos, jadi jelas itu dagingnya The Logos, bukan dagingnya "The Logos berdaging" (yang adalah logika konyol).

- Bukankah konyol kalau bilang "bukunya si buku", sudah jelas kan bukunya siapa (misal Nidus).
- Berikut mana yang logis :
A. apakah ini bukunya si "Nidus"?
B. apakah ini bukunya si "bukunya si Nidus"?

Jadi menurut logika Oda ada itu bukunya si buku?
Sudah sadar belum pertanyaan B Oda itu konyol?

Jelas setelah menyebut Incarnated Logos maka itu adalah pengakuan The Logos yang berdaging, kenapa malah masih tanya lagi apakah itu dagingnya The Logos berdaging.

Kalau Oda berpikir Incarnated Logos itu tidak ada, ya nggak usah ngomongin dagingNya The Logos, karena begitu ngomong Incarnated Logos, itu berarti sudah mengakui The Logos berdaging.

Karena

Incarnated Logos (Yesus) = The Logos (Yesus) berdaging.

Jadi sekali lagi mengapa masih timbul pertanyaan itu dagingnya siapa? (bukankah ini konyol)

Bukankah sudah jelas secara logika umum, kenapa malah membedakan dan mempertentangkan antara The Logos dengan Incarnated Logos sekakan-akan mereka tidak sama, padahal yang sejatinya adalah The Logos yang sama (bukan soal hal dagingNya si Logos).

-------------------------------------------------------

Kalau logika Oda tetap bersikukuh bahwa tidak ada Yesus sebelum dilahirkan, maka Nidus bilang itu keliru.
Yesus sudah ada sebelum dilahirkan.

Dimana petunjuknya Yesus sudah ada sebelum dilahirkan?
Waktu Malaikat Gabriel datang kepada Maria, malaikat Gabriel membawakan nama untuk diberikan kepada bayi yang saat itu bahkan belum dikandung Maria. Nama yang disebut itu bukanlah sekedar nama, tapi nama dari The Logos yang akan dilahirkan, jadi penyandang nama ini jelas sudah ada sebelum dilahirkan (hanya tidak berdaging).
"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
(Yohanes 8:31-32)
January 03, 2019, 12:30:25 PM
Reply #94
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12795
    • fossil coral cantik
- Memainkan persentase untuk menilai The Logos adalah bukti Oda ingin memasukan The Logos ke dalam logika Oda (jelas tidak bisa).
Saya TIDAK bermain-main loh, nidus.

Quote
daging-bergender-nya si Logos pentingnya adalah jadi korban tebusan dosa saja, sudah mati juga disalib

Nidus sendiri yang bilang bahwa :
The Logos memiliki daging dan bergender.

Saya bilang :
Di pov saya, The Logos = Allah, eternal.
So, Allah TIDAK memiliki daging dan TIDAK bergender, eternally.
Allah itu roh dan genderless.
Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran

Quote
Tidak terbatas bukan berarti tidak bisa bertambah (renungkan ini).
Terbalik. Justru nidus yg perlu tau bhw [X yang bisa bertambah itu mesti dimulai dari X yg terbatas] :

oda :
Manusia finite ---> oleh karena itu ada pertumbuhan sejak lahir s/d dewasa.
Manusia finite ---> oleh karena itu pengetahuan sejak lahir makin bertambah s/d dewasa.
God infinite ---> Incarnated God finite.

Silahkan dirimu ajukan contohnya dimana [X infinite dan selanjutnya X bertambah].
Jangan dirimu ajukan X = Allah, dimana Allah blakangan nambahin daging ke diriNya sendiri. Karena BUKAN itu pointnya saya. Point saya adalah : Setelah Allah nambahin daging ke diriNya sendiri ---> ini = Allah_yang_terbatas, Incarnated God. Usia Allah_yang_terbatas ini bertambah.

Quote
- Oda bilang : The Logos TIDAK bergender TIDAK berdaging. Yang bergender berdaging itu adalah Incarnated Logos. << Nidus setuju
Nah itu. Makanya saya tanya berulang-ulang terkait kalimat nidus sbb ini :
Quote
daging-bergender-nya si Logos pentingnya adalah jadi korban tebusan dosa saja, sudah mati juga disalib
si Logos itu ngerujuk kemana ? Allah ? ataukah Allah_yang_terbatas ?

Nah, dari kesetujuan nidus di quote atas, maka merah dari nidus tsb kan nidus maksudkan ngerujuk ke Incarnated Logos. Ya bukan ?

Quote
Apakah daging The Logos itu kekal atau tidak, jawabanya Ya dan Tidak
Ternyata bukan  :D. Karena sekali lagi nidus membuat kalimat [daging milik The Logos]. Sementara padahal di quote sebelumnya baru aja nidus bilang setuju bahwa The Logos TIDAK bergender TIDAK berdaging. Begimana pula jadinya tau2 nongol [daging The Logos] ?

Allah infinite. So, sekalipun disuatu ketika Allah nambahin daging ke DiriNya sendiri, menjadi finite ---> ini tidak sertamerta there is no more Allah infinite.

Manusia finite.
Ada manusia X yg tadinya telanjang blakangan dia pakai baju,
then there is no more manusia X yang telanjang.
Kalimat [baju-nya si X] tetep masuk karena there is no more manusia X yang telanjang.

Saya kekeuh disini, karena pengertiannya jadi bisa fatal pabila kalimatnya [dagingnya Allah - alatkelaminnya Allah].

Pengertian yg fatal kayak diatas, akibatnya menimbulkan pertanyaan spt judul thread disalah satu topik di FK sini, yang bahkan dari kalimat pertanyaan itu sendiri udah duluan nggak pas utk diajukan : "Apakah Allah pernah mati ?" ---> kalimat pertanyaan ini memberikan kesan bahwa orang yg bertanya ini ragu ragu whether Allah itu immortal-infinite or not ---atau--- dia sudah duluan mempunyai patokan bhw [Allah immortal-infinite].

Demikian pula kalimat coklat, jadi bisa menimbulkan pertanyaan "Apakah Allah memiliki penis ?".

Patokan awal [God never die].
Yang mati itu adalah Incarnated God.


Quote
yang penting adalah daging kekalnya The Logos setelah bangkit dari mati.
Bold = [daging KEKAL milik Allah] ---> ini udah duluan ter-interpretasi, nidus. Akibatnya ketika kalimatnya dilanjutkan dgn kalimat [setelah bangkit dari mati], keseluruhan rangkaian kalimat tsb menjadi janggal.

bersambung
« Last Edit: January 03, 2019, 12:57:43 PM by odading »
January 03, 2019, 12:30:38 PM
Reply #95
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12795
    • fossil coral cantik
Quote
- pertanyaan Oda soal dagingnya The Logos dan dagingnya Incarnated Logos ternyata bukan hanya pertanyaan gak penting tapi logikanya konyol, kenapa Nidus bilang konyol?

- Karena Incarnated Logos itu sendiri sudah merupakan The Logos berdaging, Tidak ada Incarnated Logos tanpa dagingNya, jadi kenapa jadi ada pertanyaan "dagingnya Incarnated Logos" << bukankah ini konyol?
Terserah nidus bilang itu konyol.... pokok point dari pertanyaan saya untuk menegaskan bahwa Allah TIDAK berdaging. So, setelah Allah tidak berdaging menjadi Allah berdaging ---> event ini NGGAK SAMA dgn manusia.

Nggak samanya :
Kalo manusia X tadinya tidak berpakaian blakangan berpakaian
Maka tidak ada itu [manusia X yg TETEP tidak berpakaian].
There is no more manusia X yg tidak berpakaian.

versus
Kalo Allah tadinya tidak berdaging belakangan berdaging
Maka ada itu [Allah yg TETEP tidak berdaging].
There is still exist Allah yg tidak berdaging.

Quote
- Karena The Logos kemudian berdaging maka kemudian muncul istilah Incarnated Logos, jadi jelas itu dagingnya The Logos
Itu karena pov versi-mu udah duluan berpatokan [Allah = manusia]. Gak beda dengan argumen "manusia X yg blakangan berbaju" ---> jelas itu bajunya manusia X.

Quote
bukan dagingnya "The Logos berdaging" (yang adalah logika konyol).
Whatever logika konyol kek, nggak konyol kek.... Kalimat [DagingNYA tercabikcabik] ---> kosakata [nya] disitu ngerujuk ke Incarnated Logos ---> [His flesh torn apart].

Makanya saya bikin The Logos dgn personal pronoun SHE, dimana He is SHE in a form of human male.

Bedakan kalo itu manusia.
Bajunya compang-camping.
Kosakata [nya] disini biar bagaimanapun tetep ngerujuk ke manusia X.

Genitalnya tidak disunat.
Kosakata [nya] disini biar bagaimanapun tetep ngerujuk ke manusia X.




Allah = SHE. Baby Jesus = He

HER conscious (kesadaranNya Allah) knows everything.
SHE (Allah) knows that SHE (Herself) in that human male form as a baby doesn't know everything.


Yang ijo di pov versimu = logika konyol.

Yang versimu bilang bukan logika konyol kayak gini :
His conscious (kesadaran-nya si bayi lakilaki) knows everything
He (the baby) knows that He (himself) in a human male form as a baby knows everything.
Dengan demikian kalimat [kesadaran-nya] ---> kosakata [nya] ngerujuk ke Allah




Quote
- Bukankah konyol kalau bilang "bukunya si buku", sudah jelas kan bukunya siapa (misal Nidus).
Itu karena dirimu sudah duluan berpatokan bahwa [Allah itu finite], nidus.

[buku dan nidus] itu sendiri sudah duluan finite, nidus.
[buku-nya nidus banyak coret2an] ---> TIDAK KONYOL.
However, berpatokan dari yg diatas, akibatnya versimu bilang :
[genital-nya Allah berukuran sedang] ---> TIDAK KONYOL.

Sekarang gini aja, saya ambil ilustrasi yg sama sama finite.
Ayam BUKAN telur.
Telur menjadi ayam.
Orang nggak pas bikin kalimat "kaki-nya telur berjalan dihalaman".

1. Manusia BUKAN Allah. Manusia bergender-finite. Allah tidak bergender-infinite.
Dirimu setuju ato kagak pada kalimat nomor-1 ?

Kalo setuju, maka
2. Allah menjadi manusia.
Dirimu setuju ato kagak pada kalimat nomor-2 ?

Kalo setuju, maka
3. Orang nggak pas bikin kalimat "genital-Nya Allah sedang sedang saja ukurannya"
Dirimu setuju ato kagak pada kalimat nomor-3 ?

bersambung
« Last Edit: January 03, 2019, 01:31:45 PM by odading »
January 03, 2019, 12:30:47 PM
Reply #96
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12795
    • fossil coral cantik
Quote
- Berikut mana yang logis :
A. apakah ini bukunya si "Nidus"?
B. apakah ini bukunya si "bukunya si Nidus"?

Jadi menurut logika Oda ada itu bukunya si buku?
Sudah sadar belum pertanyaan B Oda itu konyol?
Penangkepanmu thdp yg saya ajukan nggak bener. Akibatnya argumen logika yg kamu ajukan seperti di quote atas  :D.

Quote
Kalau Oda berpikir Incarnated Logos itu tidak ada, ya nggak usah ngomongin dagingNya The Logos, karena begitu ngomong Incarnated Logos, itu berarti sudah mengakui The Logos berdaging.
Point saya BUKAN diperihal bold. Point yang mau saya sampaikan adalah [Allah BUKAN manusia], so ketika ada [Allah_yang_berdaging, finite] TETEP ADA [Allah_yang_tidak_berdaging, infinite]. When there is SHE in a human male form bergender lakilaki, SHE tetep eksis genderless.

Bandingkan kalo SHE disitu adalah manusia X.
Ketika ada manusia X yg berpakaian - there is no more manusia X yg tidak berpakaian.
Pakaian-nya yang nempel ya pakaian yg dikenakan manusia X. Pakaian-nya ---> kosakata [nya] ngerujuk ke she (manusia X bergender wanita).

Quote
Incarnated Logos (Yesus) = The Logos (Yesus) berdaging.
Bukan itu yang sedang saya mau sampaikan, nidus. Melainkan : Ada Incarnated Logos = Allah_yang_berdaging, tidak sertamerta there is no more Allah_yg_tidak_berdaging, karena Allah BUKAN manusia.

Incarnated Logos = Allah_berdaging ---> ini finite-bergender. Keberadaannya terdefinisi.
The Logos = Allah_tidak_berdaging ---> ini infinite-genderless. Keberadaannya tidak terdefinisi.

Quote
Jadi sekali lagi mengapa masih timbul pertanyaan itu dagingnya siapa? (bukankah ini konyol)
Allah = SHE. Baby Jesus = He.

Pada opsi dibawah ini :
A. HER genital ---> alatkelaminNYA, kosakata [nya] ngerujuk ke Allah
B. His genital ---> alatkelaminNya, kosakata [nya] ngerujuk ke baby Jesus

Versi nidus adalah yang A.
Versi oda adalah yang B.


Quote
Bukankah sudah jelas secara logika umum, kenapa malah membedakan dan mempertentangkan antara The Logos dengan Incarnated Logos sekakan-akan mereka tidak sama, padahal yang sejatinya adalah The Logos yang sama (bukan soal hal dagingNya si Logos).
[Incarnated Logos tidak sama dengan The Logos]. Oleh karena itu versi saya yang B.

Sementara versi nidus : [Incarnated Logos = The Logos].
Oleh karena itu versi nidus yang A.

Quote
Kalau logika Oda tetap bersikukuh bahwa tidak ada Yesus sebelum dilahirkan
Nah kalimat diatas ketauan bahwa nidus salah nangkep. Versi saya :
Yesus_genderless-infinite ada terusssss, Allah tidak terdefinisi keberadaannya.
But Yesus_bergender_finite terdefinisi keberadaannya.

Quote
Kalau logika Oda tetap bersikukuh bahwa tidak ada Yesus sebelum dilahirkan
Penangkepan nidus yg berupa bold thdp versi saya, kalimat bold itu sendiri di pov saya udah duluan amburadul apabila kosakata [yesus] pada kalimat bold itu diganti ke [Allah] ---> [Tidak ada Allah sebelum dilahirkan = kalimat amburadul]. Yet, justru di versimu, kalimat [Tidak ada Allah sebelum dilahirkan] = correct, nggak keliru, masuk logika.

Quote
maka Nidus bilang itu keliru.
Yesus sudah ada sebelum dilahirkan.
Well, versi saya :
Allah_genderless_infinite sudah ada sebelum ada Allah_bergender_finite
Yesus_genderless_infinite sudah ada sebelum ada Yesus_bergender_finite


Terserah nidus bilang pink = keliru/not correct  :D.
« Last Edit: January 03, 2019, 01:11:05 PM by odading »
January 03, 2019, 01:31:46 PM
Reply #97
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1817
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
@oda

Soal natur2-an
Bukankah natur2an udah selesai di sini:
http://forumkristen.com/index.php?topic=227.msg1241564#msg1241564
Bahkan kau katakan itu "tergantung kaca mata yg dipake" menggelantung di telinga

saya nggak keberatan thdp nidus yang mengajukan : [The Logos = THEY], maren.
Tergantung kacamata yang dipake gimana  :D


Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
January 03, 2019, 01:58:41 PM
Reply #98
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12795
    • fossil coral cantik
@oda

Soal natur2-an
Bukankah natur2an udah selesai di sini:
http://forumkristen.com/index.php?topic=227.msg1241564#msg1241564
Bahkan kau katakan itu "tergantung kaca mata yg dipake" menggelantung di telinga
Ya betul. Dan yang saya mau sampaikan adalah kalo kacamata yg versi laen itu jadinya bisa menimbulkan hal yang aneh, maren.

Kalimat (misal) [genital-NYA Allah berukuran sedang] ---> walopun mungkin maksud dari kalimat ungu adalah [genital milik baby Jesus], namun kalimat ungu itu sendiri bisa jadi fatal ketika ada orang berpendapat bahwa [Allah genderless], maren.

Demikian pula kalimat (misal) [daging-NYA Allah lembut seperti kapas] ---> walopun mungkin maksud dari kalimat ungu adalah [daging milik baby Jesus], namun kalimat ungu itu sendiri bisa jadi fatal ketika ada orang berpendapat bahwa [Allah fleshless], maren.

Oleh karena itu saya memilih kacamata versi saya :
daging-Nya Incarnated God lembut seperti kapas

Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh
If I only touch His garments, I shall be restored to health


versi pov oda :
God tidak berjubah, eternally.
Incarnated God pernah berjubah pernah pula tidak berjubah
So, kosakata [nya/his] di kalimat ayat tsb ngerujuk ke Incarnated God.


orang yang pov-nya laen dari saya, bilang oranye saya diatas konyol.
Yang tidak konyol berangkat dari kalimat ayat diatas di pov orang ybs ini :
kosakata [nya/his] di kalimat ayat tsb ngerujuk ke Allah.
So, God berjubah.


:)
« Last Edit: January 03, 2019, 02:35:06 PM by odading »
January 03, 2019, 03:26:59 PM
Reply #99
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1817
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Ya betul. Dan yang saya mau sampaikan adalah kalo kacamata yg versi laen itu jadinya bisa menimbulkan hal yang aneh, maren.
Kalimat (misal) [genital-NYA Allah berukuran sedang] ---> walopun mungkin maksud dari kalimat ungu adalah [genital milik baby Jesus], namun kalimat ungu itu sendiri bisa jadi fatal ketika ada orang berpendapat bahwa [Allah genderless], maren.

Fatalitas itu tergantung kacamata itu juga, kan, bro?
Misal: kalimat, genital, Allah, ukuran, baby, Yesus, org, genderless
Tak ada kacamata bisa serentak fokus kpd banyak hal dlm satu kalimat
Jadi menurutku, kita hrs melihat satu2 spy fokus spt lihat via lensa mikroskop atau teleskop

Salam Damai!

 
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)