Author Topic: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?  (Read 2181 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 09, 2018, 01:32:40 PM
Reply #30
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 219
  • Hidup Itu sementara dan saling memberkati.
  • Denominasi: Protestan
Anggaplah kita adalah orang Kristen yang sedang mau dibunuh itu.
Melihat pendetamu disuruh murtad terus kamu ngapain ?

1. Sembunyi dan diam-diam
2."Teriak, murtad dong pendeta demi nyawa kita , pengorbanan yang mulia tuh. Bagus demi kemanusiaan"
3."Pendeta tak boleh murtad , kami lebih baik mati daripada kamu murtad!".

Kamu pilih yang mana ?

Salam Mikir saja deh.
Hidup hanya sementara.
December 09, 2018, 07:27:09 PM
Reply #31
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 910
  • Denominasi: Protestan
Lha, perintah untuk menyelamatkan orang2 tsb, adalah dengan jalan meludah/menginjak gambar/salib Tuhan, bukan untuk bunuh diri.. nah, kalau dia bunuh diri dan orang desa itu dibunuh juga, akibat pendeta itu tidak melaksanakan perintah, maka tidak ada arti kematiannya si pendeta.
Oh, bunuh diri itu cuma berandai-andai, bray.

Ya karena jika si pastor bunuh diri, otomatis dia ga perlu murtad, kan. Bunuh diri disini bukan gantung diri kayak Yudas Iskariot, ya. Tapi yang sifatnya heroik gitu loh. Kayak di film-film action, bray. Bukan lebih tepatnya disebut "korban diri" (tapi ujung-ujungnya mati).
 
Tapi mungkin saja si pastor mungkin memiliki pertimbangannya sendiri. Who knows.

[Kenapa tidak .. apa lah artinya saya yg debuh tanah ini, dibanding kan oleh pengorbanan Kristus yg telah rela tinggalkan tah-tah surga.
Elo rela dan ikhlas masuk neraka? Serius bray?

Kalo beneren, gue angkat jempol & salut sama elo, bray. Gue aza mati-matian ngehindari neraka, eh elo malah rela dan ikhlas masuk neraka.

Gue doain deh supaya semangat elo ini ga bakal pudar selamanya. Amin.

Kristus sudah berkorban untuk semua manusia, masak kita tidak mau berkorban untuk segelintir manusia.. hahaha..
Kalo berkorban sih gue mah oke-oke aza, bray.

Cuma kalo berkorban sampai gue masuk ke neraka, kayaknya elo aza deh yang maju.
Gue pass.


2 Korintus 5:21 .. Dia yg tidak mengenal dosa, telah dibuatnya MENJADI DOSA karena Kita, supaya dalam Dia, kita dibenarkan oleh Allah.
Ya mana sama, bray.

"MENJADI PENDOSA" dengan "MENJADI DOSA", ya mana samalah. Coba deh elo buka-buka naskah aslinya, kalo ga percaya.


Tepat .. sang pendeta melakukan, bukan yg diperintahkan oleh Tuhan, tetapi tahap yg lebih tinggi, yaitu .. Sang pendeta melakukan apa yg dikehendaki oleh Tuhan, yaitu “PENGORBANAN”.
Oh, jadi murtad-nya si pastor bukan perintah Tuhan tapi kehendak Tuhan, gitu bukan?

Atau Tuhan berkehendak supaya si pastor "mengorbankan iman-nya kepada Tuhan" untuk menyelamatkan orang lain. Apakah seperti itu, bray?


Haul yakin .. Tuhan membutuhkan orang2 yg mau “BERKORBAN” bagi Nya. Kata Yesus.. Kasih yg terbesar, bukan orang yg melakukan perintahnya,

TETAPI Kasih yg terbesar, adalah “jika seseorang mau mati untuk sahabatnya atau untuk orang lain”.
Nah, itu elo sendiri sudah jawab sendiri pertanyaan gue yang pertama.

Mau MATI dan bukan mau MURTAD.
December 10, 2018, 08:31:44 AM
Reply #32
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12669
    • fossil coral cantik

Lalu, apakah Tuhan akan sebut saya murtad ?
Nah.. kayaknya disitulah pointnya.

Definisi murtad lebih ditujukan pada perihak perihal "apa kata orang" selanjutnya dikatakan bahwa "apa kata orang" tsb idem dengan "apa kata Tuhan".

Contoh misal...

Kata orang:
1. Murtad = meludahi gambar Yesus

2. Kalo ada orang Kristen meludahi gambar Yesus
Maka itu Kristen gadungan, orang beriman Kristen palsu sejak mulanya.

Pertanyaannya:
Ayat mana yg bisa menuntun ke kesimpulan spt nomor 1 dan nomor 2?

Saya disini gak ngomongin sikon normal karena sesuai topik, sikon yg diajukan adalah sikon tidak normal.

So, ya terserah orang mau kata apa (misal spt nomor 1 dan nomor 2) pabila itu di dalam sikon normal. Namun sekali lagi, dalam hal ini sikon yg diajukan adalah sikon gak normal... jadi...

Bgmana itu ceritanya orang didalam sikon ga normal tetep aja kekeuh ngikutin apa kata orang laen?

Kesimpulan:
Di sikon ga normal, Orang yg kayak gitu (ngikutin apa kata orang) adalah orang yg sok, menjaga gengsi demi dirinya tidak sampai di cemooh oleh orang laen.

Ibarat kata:
Di sikon ga normal, seseorang didalam state kelaparan, gak mau makan dgn tangan (tanpa sendok) demi dirinya gak sampai di cemooh oleh orang laen yg berupa "artinya itu orang jorok krn dia makan pakai tangan".

Org tsb lebih milih tetep dikatakan oleh orang laen : "orang itu bersih karena gak mau makan pakai tangan".

Orang beriman sejati, gak meludahi gambar Yesus
Orang beriman palsu, meludahi gambar Yesus
« Last Edit: December 10, 2018, 09:11:29 AM by odading »
December 10, 2018, 08:54:08 AM
Reply #33
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12669
    • fossil coral cantik
Anggaplah kita adalah orang Kristen yang sedang mau dibunuh itu.
Melihat pendetamu disuruh murtad terus kamu ngapain ?

1. Sembunyi dan diam-diam
2."Teriak, murtad dong pendeta demi nyawa kita , pengorbanan yang mulia tuh. Bagus demi kemanusiaan"
3."Pendeta tak boleh murtad , kami lebih baik mati daripada kamu murtad!".

Kamu pilih yang mana ?

Salam Mikir saja deh.
lion membalik point of view nya. Dari pov si pendeta ke pov para jepang Kristen yg disiksa sampai mati.

Anyway,
yg di nomor 1, kisah yg disajikan, para Jepang Kristen melindungi si pendeta. So... jepang2 Kristen tsb memilih diam.

Yg nomor 2 dan nomor 3,
Point of view yg sedang di fokuskan adalah pov si pendeta. Taroh kata Jepang Kristen tsb bilang spt nomor 2 ataupun spt nomor 3, DAN si pendeta menuruti apa kata mereka, maka jadinya bisa dikatakan bhw si pendeta melakukan "apa kata orang".

Lion sbg jepang Kristen yg disiksa sampai mati milih nomor berapa?

Saya duga dirimu milih nomor 1. Dan apabila dugaan saya bener, sekarang di balik kembali posisinya, dirimu adalah si pendeta dimana Jepang Kristen tsb memilih spt nomor 1....diam, melindungi dirimu.

Kamu pilih mana?
A. Milih utk tetep menjadi "apa kata orang" ---> yakni "lion beriman sejati"..... Biarlah mereka pada disiksa, pokok gue gak sampai dikatakan orang laen "beriman palsu".

ataukah
B. Rela berkorban agar mereka tdk disiksa dgn tidak perduli akan "apa kata orang" ---> yakni "lion beriman palsu".... Biarlah orang lain ngatain gue "beriman palsu" pokok mereka tidak sampai disiksa.
« Last Edit: December 10, 2018, 09:05:09 AM by odading »
December 10, 2018, 09:59:34 AM
Reply #34
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 219
  • Hidup Itu sementara dan saling memberkati.
  • Denominasi: Protestan
Saya tak begitu mengerti tulisan panjang-panjang atau yang lain. (Harap maklum kalau saya tak baca)

Terus kagak ada yang memilih. Cape ya.

Inti nya saja.

Sekarang bagaimana menurut saya yang harus dilakukan si pendeta kan ?
Saya bukan pendeta, jadi saya jelaskan pilihan saja ke para pendeta.

Gampang kan, serbu saja bawa tongkat kek , teriakin "Hidup untuk Kristus, Mati adalah keuntungan." Tak takut mati ah. Bagaimana dengan yang lagi ditawan.. Sama.. Serbu juga.. teriakin "Hidup untuk Kristus, Mati adalah keuntungan."  Hasil. yah.. Mati kali semua mungkin.

Namun akhir cerita, semua bahagia di surga.

Sekarang kalau pendeta murtad ? Apakah akibatnya ?
1. Orang yang melihat semua mencemooh Tuhan. Heh ? Tuhanmu cuma segitu saja harganya ?
2. Orang Kristen yang melihat pendetanya Murtad semua imannya runtuh. Pendeta saja murtad, apalagi kita ?

Pilih yang mana ?

Salam Santai.
Hidup hanya sementara.
December 10, 2018, 10:06:06 AM
Reply #35
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12669
    • fossil coral cantik

Pengorbanan ? Huh. Engkau tak jelas apa arti pengorbanan itu.

Demi duniawi atau sorgawi.
Nah itu...
Demi sorgawi = Demi masuk sorga.

Demi masuk sorga, biarlah orang lain disiksa.

Quote
Pengorbanan demi manusia dengan mengkhianati Allah yang Hidup.
Dari pada gue mengkhianati Allah, mending mereka aja yg disiksa. So...

Quote
Kalau pengorbanan sorgawi itu harus untuk Tuhan. Nah itu baru benar.
so....
Jadi, dimana itu ayatnya yang mengajarkan [demi masuk sorga korbankanlah orang lain disiksa] ?
« Last Edit: December 10, 2018, 10:09:09 AM by odading »
December 10, 2018, 10:15:30 AM
Reply #36
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 219
  • Hidup Itu sementara dan saling memberkati.
  • Denominasi: Protestan
Dari pada gue mengkhianati Allah, mending mereka aja yg disiksa. So...
 so....
ketika kamu menghianati Allah, Yang melihat akan menghianati Allah juga. Kamu mempermalukan Allah, sedangkan kamu pendeta, gimana nanti jemaat kamu ? Yah sama saja akan mengikuti. Hasil ? Makin banyak yang masuk neraka ? Pengorbanan Surgawi ? Mikir.

Siksa ? Apakah orang Kristen yang Hidup untuk Kristus, mati adalah keuntungan takut disiksa ? Kemudian menyuruh pendetanya Murtad ? Mikir.

Salam Santai.
Hidup hanya sementara.
December 10, 2018, 10:24:08 AM
Reply #37
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12305
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kharismatik - OSAS
Pertanyaan yang muncul dari skenario pendeta yang disuruh murtad ini adalah akibat gagal paham.
Sekarang ini kita bukan lagi di bawah hukum tetapi di bawah kasih karunia.
Sekarang ini Tuhan bukan memberikan tuntutan melalui suatu hukum, tapi justru menolong kita dalam kehidupan ini.
If salvation can be lost, then who is righteous enough to keep their own salvation?
December 10, 2018, 10:34:40 AM
Reply #38
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12669
    • fossil coral cantik

Sekarang bagaimana menurut saya yang harus dilakukan si pendeta kan ? 
point pertanyaan saya sebenernya bukan spt yg di quote atas, lion.

Yg saya tanyakan, dimana itu ayatnya yg mengajarkan [demi sorga, korbankanlah orang lain disiksa].

 
Quote
Gampang kan, serbu saja bawa tongkat kek , teriakin "Hidup untuk Kristus, Mati adalah keuntungan." Tak takut mati ah.
Sdh dijelaskan sebelum2nya, ini bukan soal mati jasmani, lion. Ini bukan soal "gapapa gue disiksa sampai mati, pokok toh akhirnya gue bahagia di sorga".

Quote
Namun akhir cerita, semua bahagia di surga.
nah itu...
Yg diajukan disini adalah :
"Gapapa mereka disiksa sampai mati, pokok toh akhirnya mereka semua bahagia di sorga"

Dimana itu ayatnya ?

Quote
Sekarang kalau pendeta murtad ? Apakah akibatnya ?
1. Orang yang melihat semua mencemooh Tuhan. Heh ? Tuhanmu cuma segitu saja harganya ?
kok nanya... kan tuhan (jamu) berfirman  "kalo pendeta murtad, maka dia beriman palsu".

Quote
2. Orang Kristen yang melihat pendetanya Murtad semua imannya runtuh. Pendeta saja murtad, apalagi kita ?
loh... gak ada koneksinya yg kayak di quote atas donk, lion.

Kalian yg melihat pendetanya murtad ngomong kayak gini : "artinya dia itu beriman palsu... kita yg beriman sejati tidak akan murtad".

Jelas ya.
December 10, 2018, 10:46:45 AM
Reply #39
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 219
  • Hidup Itu sementara dan saling memberkati.
  • Denominasi: Protestan
point pertanyaan saya sebenernya bukan spt yg di quote atas, lion.
Yg saya tanyakan, dimana itu ayatnya yg mengajarkan [demi sorga, korbankanlah orang lain disiksa].
Siapa yang menyuruh kamu mengorbankan diri ?

Itu kan cuma kondisi yg dibuat seperti itu. Memaksakan kondisi seperti itu. Lalu yang memaksakan kondisi itu siapa ? Tuhan atau manusia ?

Yang jelas pendeta disuruh murtad. Pilihannya.  Mendingan saya mati daripada murtad. (Jelas ya)
Yang disiksa ? Mendingan saya mati disiksa daripada nyuruh orang murtad. (Orang Kristen ya)

Kondisi pengorbanan ? Yang disiksa saja kagak minta pendeta berkorban , lalu dimana cerita pengorbanan dirinya ? Berkorban buat siapa ? Yang disiksa saja tak meminta.

Salam santai..
« Last Edit: December 10, 2018, 10:50:02 AM by Squall Lion Heart »
Hidup hanya sementara.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)