Author Topic: SILENCE (movie), seorang Pendeta yang tidak rela masuk neraka ?  (Read 2311 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 10, 2018, 03:14:44 PM
Reply #50
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1148
Di sini konsepnya jadi salah. Karena menyelamatkan itu memiliki dua arti.

1. Selamatkan secara ragawi (Nyawa)
2. Selamatkan secara Rohani (Roh)

Nah. Urusan Rohani, Kalau kamu misalnya menginjak gambar Tuhan Yesus, meludahi gambar Tuhan Yesus,  jelas orang sekitar akan melihat kamu, masih kah dia mau percaya sama Tuhanmu ? Masih kah kamu memiliki kesaksian ? Masihkah layak Tuhanmu dipercaya ?

Orang yang mengikuti kamu misalnya jemaatmu , masihkah mereka memiliki iman ? Apakah menurutmu keselamatan secara Rohani akan terjadi ? Atau sebaliknya ?

Walaupun tujuanmu baik karena untuk menyelamatkan nyawa, tetapi dalam prosesnya kamu malah kehilangan Jiwa. Layakkah ?

Salam Hidup hanya sementara.

Lah contoh Rahab yg saya sampaikan sebelumnya juga mengenai itu.

Rahab berbohong ==> mati rohani.

Kalau Rahab gak berbohong ===> palingan orang yg diumpetin Rahab itu akan dibunuh (mati fisik)

===

Salam,
December 10, 2018, 03:19:24 PM
Reply #51
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 219
  • Hidup Itu sementara dan saling memberkati.
  • Denominasi: Protestan
Lah contoh Rahab yg saya sampaikan sebelumnya juga mengenai itu.

Rahab berbohong ==> mati rohani.

Kalau Rahab gak berbohong ===> palingan orang yg diumpetin Rahab itu akan dibunuh (mati fisik)

Salam,

Lalu apakah dengan Rahab berbohong , ada Jiwa yang hilang ? Apakah ada yang kehilangan Iman ? Kehilangan kepercayaan dll ? Mati rohani ? darimana kesimpulan itu.?

Kurasa udah jelas ya tentang hal ini (Keselamatan Ragawi). Saya juga akan berbohong. Dosa. Iya. Kehilangan keselamatan. Ya ngak.

Ini tentang keselamatan Ragawi lho. Bedain dengan keselamatan Jiwa/Rohani/Roh.

Bedain dengan yang ini.

6:6 namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.

Salam Santai.

« Last Edit: December 10, 2018, 03:25:39 PM by Squall Lion Heart »
Hidup hanya sementara.
December 10, 2018, 03:37:05 PM
Reply #52
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 219
  • Hidup Itu sementara dan saling memberkati.
  • Denominasi: Protestan
Sekarang mungkin banyak yang bertanya. Antara memilih Tuhan Yesus dan mengasihi begitu banyak nyawa yang mungkin hilang. Mana lebih penting ? Bagaimana kalau nyawa keluarganya sendiri yang dipertaruhkan ?

10:37 Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.

Salam Hidup sementara.


Hidup hanya sementara.
December 10, 2018, 03:42:47 PM
Reply #53
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9602
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Dunno. Tanya oda aja.  :)

Tapi kalau ngeliat perbandingannya sih... sepertinya itu yg dimaksud. (menyangkal).

===

Salam,

paen tanya dia, orang dia juga bukan orang Kristen, jawaban dia juga gak valid  :tongue:
December 10, 2018, 05:39:15 PM
Reply #54
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1148
Lalu apakah dengan Rahab berbohong , ada Jiwa yang hilang ? Apakah ada yang kehilangan Iman ? Kehilangan kepercayaan dll ? Mati rohani ? darimana kesimpulan itu.?
Berbohong itu adalah dosa, dan upah dosa adalah maut. [Maut disini adalah mati rohani, the death of the soul, bukan physical death]

Rahab lebih memilih melakukan dosa berbohong, daripada memberitahukan keberadaan dua orang mata-mata utusan Yosua, kepada orang yg diutus raja Yerikho.

Jika Rahab tidak berbohong===> maka dia tidak berdosa (berbohong)... tapi akibatnya dua utusan Yosua mungkin akan mati dibunuh oleh orang Yerikho.

Mengikuti alur pemikiran Anda, harusnya Rahab gak usah berbohong... supaya dia gak perlu bersaksi dusta, dan juga kalaupun dua orang utusan Yosua itu tertangkap karena dikasih tahu oleh Rahab... palingan kedua orang tersebut dibunuh (Mati ragawi).

Tapi kita tahu bahwa di kisah itu... Rahab berbohong dan dua mata-mata yg diutus Yosua selamat nyawanya/raganya.
===

Kurasa udah jelas ya tentang hal ini (Keselamatan Ragawi). Saya juga akan berbohong. Dosa. Iya. Kehilangan keselamatan. Ya ngak.

Ini tentang keselamatan Ragawi lho. Bedain dengan keselamatan Jiwa/Rohani/Roh.
Yang namanya berdosa itu adalah menyangkut Roh/jiwa; bukan ragawi.

Jadi mau dosa berat apa pun.... endingnya adalah Mati Rohani.

membunuh (dengan segala bentuknya: aborsi, bunuh diri, eutanasia, membiarkan pembunuhan terjadi, etc), berzinah, mencuri, atau menyangkal Kristus===> adalah sama saja. BERDOSA.

Kita tidak bisa mengatakan bahwa menyangkal Kristus lebih berdosa daripada membunuh, bersaksi dusta, atau berzinah sebagai misal.

Dan ini tidak ada hubungannya dengan keselamatan.  Jika seseorang yg sampai dengan matinya tetap dalam keadaan berdosa maka dia tidak akan Selamat.


Quote
Bedain dengan yang ini.

6:6 namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum.

Salam Santai.

Ada beberapa penafsiran mengenai ayat ini:

Pertama:
Frasa "it is impossible" di KS tidak serta merta bermakna "TIDAK MUNGKIN SAMA SEKALI".

Frasa itu kadang adalah sebuah hyperbola untuk menyatakan hal yang jarang terjadi atau kecil kemungkinan terjadi. [Di kitab lain, Yesus menggunakan perumpamaan 'Lobang jarum']


19:24 Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah."

Adalah impossible seekor unta bisa melalui lubang jarum.

Tapi apa yang dimaksudkan Yesus disini ternyata bukanlah:

" it is impossible for rich men to enter into the kingdom of heaven"

melainkan:

"a rich man shall hardly enter into the kingdom of heaven" ==> sebagaimana tertulis di ayat 23.

Kedua

"enlightened, and have tasted of the heavenly gift, and were made partakers of the Holy Ghost adalah karunia/gifts dari Sakramen Baptis...
Mereka yang sudah pernah menerima Baptis dan jatuh kembali ke pola hidup sebelum dibaptis tidak dapat diperbarui (renewed) kembali dengan Sakramen Baptis, sebab sakramen Baptis hanya sekali untuk selamanya. Sakramen Tobat bisa berkali-kali, tapi sakramen Baptis hanya sekali.

Ketiga

Mereka yang sudah partakers of the Holy Ghost, tapi memilih keluar dari bagian itu memang tidak dapat diselamatkan lagi, bukan karena rahmat Pengampunan ada batasnya... melainkan secara sadar, tahu, dan dan berkehendak tidak berkeinginan untuk ambil bagian dalam persekutuan Kudus.

Di kitab lain... disebut "dosa menghujat ROH KUDUS".

====

Salam,
December 10, 2018, 11:24:25 PM
Reply #55
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12813
    • fossil coral cantik
Lha udah jelas kan. Hidup untuk Kristus, mati adalah keuntungan.
Silahkan siksa sampai mati.
Ya jadi bener dugaan saya bahwa kamu sbg Jepang Kristen memilih nomor-1 pada tiga opsi yang kamu tawarkan  :happy0062:.

Selanjutnya saya ulang post saya sebelumnya :
Quote
sekarang di balik kembali posisinya, dirimu adalah si pendeta dimana Jepang Kristen tsb memilih spt nomor 1....diam, melindungi dirimu.

Kamu (sbg si pendeta) pilih mana?
A. Milih utk tetep menjadi "apa kata orang" ---> yakni "lion beriman sejati"..... Biarlah mereka pada disiksa, pokok gue gak sampai dikatakan orang laen "beriman palsu".

ataukah
B. Rela berkorban agar mereka tdk disiksa dgn tidak perduli akan "apa kata orang" ---> yakni "lion beriman palsu".... Biarlah orang lain ngatain gue "beriman palsu" pokok mereka tidak sampai disiksa.
December 10, 2018, 11:48:37 PM
Reply #56
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12813
    • fossil coral cantik
apakah menginjak salib = menyangkal Yesus? :)
Nah itu dia Hen.

Seperti yg udah saya sampaikan di post sebelumnya....
Kalo itu kondisi normal, ya saya tidak berpikir bhw [menginjak salib= menyangkal Yesus = murtad] adalah hal "oke oke aja". Saya walo nonK pun akan bertanya-tanya kalo ada orang Kristen menginjak salib dalam kondisi normal. Kondisi normal versi saya disini termasuk kondisi dimana orang Kristen ybs akan disiksa sampai mati kalo dia tidak mau menginjak salib  (ataupun menginjak gambar Yesus). Seperti yg udah saya tulis di awal awal post bhw sikon demikian saya sebut "typical", mati sbg martir dalam kondisi spt demikian.

Namun sesuai dgn topik yg saya ajukan, sikon-nya ini gak normal.
Si Pendeta gak disiksa kalo nggak mao nginjek icon Yesus melainkan orang2 Kristen laen yang disiksa sampai mati.

Sikon demikian kalo ninjau pov si pendeta, pilihannya kan cuma dua :
A. mengorbankan mereka disiksa sampai mati - "pokok gue gak murtad"
B. mengorbankan diri sendiri menjadi murtad agar mereka tidak disiksa sampai mati.

So pointnya disini :
apakah didalam sikon spt demikian, menginjak salib (ataupun menginjak gambar Yesus) = menyangkal Yesus = murtad ?
« Last Edit: December 10, 2018, 11:53:22 PM by odading »
December 10, 2018, 11:59:55 PM
Reply #57
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12813
    • fossil coral cantik
Membiarkan banyak saudara Kristen dibantai oleh orang lain (ketika keadaan memungkinkan saya utk menyelamatkan mereka) ==> bukan merupakan dosa yg mendatangkan maut.
Nah itu yang bold. Sekali granits ikutan, langsung nangkep maksud saya  :happy0062: :afro:
December 11, 2018, 12:11:55 AM
Reply #58
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12813
    • fossil coral cantik
Sekarang mungkin banyak yang bertanya. Antara memilih Tuhan Yesus dan mengasihi begitu banyak nyawa yang mungkin hilang. Mana lebih penting ?
Sebelum menjawab pertanyaan bold, sudah duluan ada pertanyaan di kalimat ungu, lion.

Dimana itu ayat yang mengajarkan bahwa :
tidak menginjak gambar Yesus = memilih Tuhan = mengasihi Yesus
mengasihi orang laen = TIDAK memilih Tuhan = TIDAK mengasihi Yesus


Dimana itu ayat yang mengajarkan bahwa :
tidak menginjak gambar Yesus = beriman sejati
mengasihi orang laen = beriman palsu

December 11, 2018, 12:44:33 AM
Reply #59
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12813
    • fossil coral cantik
Di sini konsepnya jadi salah. Karena menyelamatkan itu memiliki dua arti.

1. Selamatkan secara ragawi (Nyawa)
2. Selamatkan secara Rohani (Roh)

Nah. Urusan Rohani, Kalau kamu misalnya menginjak gambar Tuhan Yesus, meludahi gambar Tuhan Yesus,  jelas orang sekitar akan melihat kamu, masih kah dia mau percaya sama Tuhanmu ? Masih kah kamu memiliki kesaksian ? Masihkah layak Tuhanmu dipercaya ?
Berondongan pertanyaan2-mu nggak pas diajukan, lion. Nggak pas, karena jawabannya sudah ada....

Q :
begimana jadinya jemaat2 Kristen laen yang ngliat pendetanya murtad demi orang2 laen gak disiksa sampai mati ?

A :
mereka akan bilang "pendeta tsb pendeta gadungan, beriman palsu. Kami beriman sejati, tidak akan murtad".

Quote
Orang yang mengikuti kamu misalnya jemaatmu , masihkah mereka memiliki iman ?
Lah... ajaran Tuhan kan : sekali iman dimiliki selamanya dimiliki. Kalo ada yang murtad, ya itu artinya orang ybs beriman palsu, tidak pernah memiliki iman sejak awalnya.

Quote
Apakah menurutmu keselamatan secara Rohani akan terjadi ?
Walaupun tujuanmu baik karena untuk menyelamatkan nyawa, tetapi dalam prosesnya kamu malah kehilangan Jiwa.
Sekali lagi, jemaat2 tsb beriman sejati - tidak akan murtad ngikut2 kayak si pendeta. keselamatan secara rohani sudah terjadi. Sekali selamat tetep selamat.

Sementara si pendeta beriman palsu - ketauan dari kemurtadan dia.
Keselamatan rohani si pendeta tidak pernah terjadi.

Quote
Walaupun tujuanmu baik karena untuk menyelamatkan nyawa, tetapi dalam prosesnya kamu malah kehilangan Jiwa.
Nggak ada hubungannya donk lion. Kan si pendeta beriman palsu, para jemaat beriman sejati. Dan karena nggak ada hubungannya, maka pertanyaan sbb ini nggak pas diajukan :

Quote
Layakkah ?

 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)