Author Topic: Siapakah Bapa itu ??  (Read 944 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 15, 2018, 12:57:24 PM
Reply #30
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12653
    • fossil coral cantik
Bukan salah bro oda.... saya cuma pengen kepastian maksud oda.

Penjelasan oda di atas soal pemahaman saya tentang Yehova (TUHAN) dan Allah (Bapa) hampir benar, hanya saja saya tidak sepakat dengan istilah oda [Allah tampil sebagai Yehovah].

Jika seperti itu maka artinya sama juga Yehova (TUHAN) = Allah (Bapa); Padahal dalam pemahaman saya tentang Yehova (TUHAN) dengan Allah (Bapa) itu tidak sama.

Allah (Bapa) itu Roh sedangkan Yehova itu Kuasa dan Firman Allah (Bapa) dimana Kuasa dan Firman Allah (Bapa) ini telah menjadi pribadi tersendiri di samping Allah (Bapa).
Iya... kayaknya samar2 dulu pernah saya nangkep hal demikian diatas dari vbn (entah di thread mana, saya lupa).

Jadi mungkin di pov versi vbn kayak gini kali ya :

ALLAH
!
!
!
--------------------------------
!                   !                  !
!                   !                  !
    Kuasa            Firman         ROH KUDUS


Quote
Hal itu telah dijelaskan oleh Yehova (TUHAN) yg telah menjadi Manusia (Yesus) bahwa Diri-Nya berasal dari Allah (Bapa) [Yoh.8:42]
oops... salah lagi donk gambar saya diatas.... hahaha  ;D

Quote
Yoh. 6:46   Hal itu tidak berarti, bahwa ada orang yang telah melihat Bapa. Hanya Dia yang datang dari Allah, Dialah yang telah melihat Bapa.


Siapakah orang yang telah/pernah melihat Allah (Bapa) selain Yehova (TUHAN) sendiri!?
Pertama, Kayaknya pertanyaan vbn diatas itu muncul karena vbn udah duluan mematok bahwa [Allah bukan YHWH].

Kedua, kalo ngikutin gambar saya diatas.... dimana [Kuasa = YHWH, PL), [Firman = Yesus, PB]
karena di PL nggak ada terbaca bhw YHWH berbicara spt di Yoh 6:46,
maka yang pernah ngliat Allah itu adalah Firman (The Logos).  :D
December 15, 2018, 05:01:13 PM
Reply #31
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 559
Baiklah... untuk sekali ini kutanggapi dulu si Pencerah yg menggelapkan ini...  :D
Walaupun hampir sebagian besar peristilahan filosofis dan teologis bahasa inggri berasal dari Latin... tetapi yang mengatakan Bahasa Latin adalah bahasa Inggris... siapa ya???? :mad0261:
Plajari apa yang dimaksud dengan 'Baku'. Dikatakan baku berarti sesuai dengan kaidah bahasa/berbahasa, bukan dalam kaitannya dengan arti kata.
Anggap saja Anda benar... lalu hubungannya apa???

Persona-ae/feminimus/1st declinatio = 1. Karakter 2. Topeng 3. Personality.

Secara etimologis berasal dari kata: πρόσωπο [prósopo/prosopon] Greek (artinya 'topeng']
'Masuk' ke Latin dari Peradaban Etruscan; dar latin ke Old France (persone); dari old France ke English [person]
Yeah.... menurutmu dan menurut Sabellius.
Hm... kalau saja saya jadi moderator FK ini, sudah ku-persona non grata, kau ini...


Peletak dasar doktrin Tritunggal adalah YESUS

Matius  28
Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan ROH KUDUS,


====

Salam,
Haha .. Tuhan Yesus tidak pernah mengajarkan “ajaran Tritunggal”, ayat nya dimana ?? Ajaran Tritunggal adalah “rangkuman atas tafsiran pemahaman manusia, tentang hakikat dan eksistensi Allah yg didukung oleh fakta2 Alkitab”.

Jbu..
December 15, 2018, 05:56:59 PM
Reply #32
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 559
kalo menurut versi 888, sebelon bumi jadi (SBJ) Anak eksis ato kagak ?
Begini Oda .. kita harus paham dulu, pengertian “eksis bagi Allah dan manusia”.

Segala kehendak dan rencana yg ada pada diri Allah, maka semuanya itu sudah eksis, sementara bagi pemahaman manusia, bagian kehendak dan rencana Allah yg belum terealisasi, maka hal itu bagi manusia dipahami belum eksis., sehingga Eksis bagi Allah, harus dipahami: A - Z = Z - A, sementara eksis bagi manusia, harus dipahami : A - Z.

Nah, jika alam semesta tidak pernah direncanakan atau dikehendaki Allah untuk diciptakan, maka Eksistensi Bapa dan Anak itu tidak pernah ada, dan yg “ada” adalah eksistensi “Roh yg Esa”., kemudian “disaat pertama sekali lahir kehendak dan rencana Allah untuk ciptakan  alam semesta  (jauh sebelum semuanya di mulai), maka pada saat itulah Eksistensi Bapa dan Anak baru dimulai., artinya adalah: Bapa dan Anak itu adalah Eksistensi dari Roh yg Esa itu, dan semua eksistensi itu, “telah ada dalam diri Allah”, jauh sebelum proses penciptaan di mulai., tetapi sejak pertama sekali kehendak dan rencana muncul dalam diri Allah.
Quote from:
Apakah maksud 888 kayak gini ? :
Nama [Bapa + Anak + RK] adalah Yesus Kristus ?
Tepat sekali, dalam Nama Yesus (tidak termasuk Kristus nya), meliputi nama bapa (YHVH) didalamnya, seperti yg dikatakan Yohanes 17:11.. nama bapa yg diberikan kepada Ku.. sehingga, jika kita memanggil “Yesus”, maka artinya kita memanggil 3 Nama, yaitu: Nama Bapa, Nama Anak dan Nama ROH KUDUS.
Quote from:
Belon lagi kalo ingin diketahui lebih jauh terkait [Kristus / yang di urapi], jadinya bisa timbul pertanyaan :
kapan itu event pengurapannya ?
Begini Oda .. sejak Yesus dilahirkan, belum ada embel2 “Kristus”, tetapi cuma Yesus (atau sebenarnya dalam Ibrani namanya “Yeshua”), kemudian .. setelah pembaptisan oleh Yohanes pembaptis dan Yesus mulai mengajar, maka sejak itulah embel2 “Kristus” mulai muncul .. FT katakan .. dan Ia akan disebut “anak Allah yg maha tinggi”, artinya .. seiring proses pengajaran yg dilakukan Yesus semakin membesar, maka mulailah disaat itu, manusia mulai sadar, bahwa Yesus itu bukan manusia biasa, sehingga manusia mulai “MENYEBUT” Yesus sbg Anak Allah. Jadi, sebutan anak Allah, tidak melekat bersamaan kelahiran Yesus..

Jbu
December 15, 2018, 05:58:14 PM
Reply #33
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 559
Tertuliian.... "Against Hemorgenes" :

For from the moment when those things began to exist, over which the power of a Lord was to act, God, by the accession of that power, both became Lord and received the name thereof.

Because God is in like manner a Father, and He is also a Judge;
but He has not always been Father and Judge, merely on the ground of His having always been God.
For He could not have been the Father previous to the Son, nor a Judge previous to sin.

There was, however, a time when neither sin existed with Him, nor the Son;
the former of which was to constitute the Lord a Judge, and the latter a Father.

In this way He was not Lord previous to those things of which He was to be the Lord.
But He was only to become Lord at some future time: just as He became the Father by the Son, and a Judge by sin, so also did He become Lord by means of those things which He had made, in order that they might serve Him
http://www.newadvent.org/fathers/0313.htm

Yang saya bold, kayaknya pov Tertullian terkait "tres personae" sbb :
SBJ, nggak ada itu Father-Son-HG.... yang ada, Allah.
Blakangan... setelah penciptaan - seiring waktu berjalan, nongol lah itu "persona" Father, "persona" Son, "persona" RK. Kosakata [persona] bukan didalam makna person/pribadi, melainkan "tampil sebagai".


Entah bener ato kagak kesimpulan ungu saya tsb berdasarkan tulisan Tertullian  :D


Mantap...
December 15, 2018, 06:02:24 PM
Reply #34
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 559
Maksudnya adalah bahwa antara Yehova (TUHAN) dengan Allah (Bapa) itu berbeda sekalipun Yehova (TUHAN) itu Kuasa Allah (Bapa); Sebab Yesus Kristus menjelaskannya sbb:

Yoh. 5:26   Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri.

Paham gak?
Bisa dibaca penjelasan saya terhadap Oda, tentang Eksistensi Bapa dan Anak yg lahir atau muncul, sejak pertama kali Roh yg Esa memiliki kehendak atau rencana untuk menciptakan, jauh sebelum proses penciptaan itu dimulai.

Jbu
December 15, 2018, 06:07:53 PM
Reply #35
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 559
YHWH itu nama Allah bukan kuasa !
Yehova itu nama Sang Firman .. Yer 48:15 ..

Hahaha n Jbu
December 16, 2018, 05:43:47 AM
Reply #36
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2988
Yehova itu nama Sang Firman .. Yer 48:15 ..

Hahaha n Jbu

Sang Firman adalah dirinya Allah juga.

December 16, 2018, 11:56:51 AM
Reply #37
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 559
Sang Firman adalah dirinya Allah juga.
Tepat sekali..mantappppp..
December 16, 2018, 12:10:16 PM
Reply #38
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12653
    • fossil coral cantik
Begini Oda .. kita harus paham dulu, pengertian “eksis bagi Allah dan manusia”.

Segala kehendak dan rencana yg ada pada diri Allah, maka semuanya itu sudah eksis,

sementara bagi pemahaman manusia,
bagian kehendak dan rencana Allah yg belum terealisasi, maka hal itu bagi manusia dipahami belum eksis.
Kalo versi pendapat saya, saya pakai dua model :
1. "Eksis" (dgn tanda petik) ---> ini adanya di logika benak (Mind)
2. Eksis (tanpa tanda petik) ---> ini adanya di realita

contoh ilustrasi :
Sikon : Mr. X belon kawin.
A. Pada suatu hari, Mr.X berencana [anak anaknya akan disekolahin di Amrik].
Nah, pada point-A : anak sudah "eksis" di benak mr.X

B. selanjutnya Mr.X menikah dan punya bayi, rencana ungu tetep.
Nah, pada point-B : anak sudah eksis (sudah terealisasi),
dan [sekolahin di Amrik] belon eksis (belon terealisasi) - sudah "eksis" sebelon anak eksis.

Yang gak bakal bisa manusia "comprehend" adalah apabila mr.X itu adalah Allah :
1. karena kita2 sbg manusia udah duluan menempatkan sikon Allah yang "timeless"
2. maka otomatis nggak ada itu [Pada suatu hari" Allah berencana ...]  :D

Quote
Nah, jika alam semesta tidak pernah direncanakan atau dikehendaki Allah untuk diciptakan, maka Eksistensi Bapa dan Anak itu tidak pernah ada, dan yg “ada” adalah eksistensi “Roh yg Esa”.,
Nah yg kayak diatas lah yang saya maksudkan nggak ada itu oranye  :).

Kalo itu Mr.X, aplikasinya masuk ke "tidak pernah" :
ada ketika dimana Mr.X belum berencana - ada ketika dimana Mr.X sudah berencana

Namun kalo yg kayak diatas di aplikasikan ke Allah, akibatnya timbul pertanyaan :
"jadi sebelum Allah berencana mencipta, Allah ngapain aja ?" ;D

Quote
X. kemudian “disaat pertama sekali lahir kehendak dan rencana Allah untuk ciptakan  alam semesta  (jauh sebelum semuanya di mulai),
Y. maka pada saat itulah Eksistensi Bapa dan Anak baru dimulai.
Nah itu....
yang X itu yang jadinya bisa menimbulkan pertanyaan spt coklat.
yang Y bold, di pov versi saya pake tanda petik "eksistansi" karena adanya di benak.

So kalo misalnya di rangkum :
di inifnity past, SBJ (SBJ = sebelum penciptaan dilaksanakan) ..
<--- blank----> berencana mencipta ----> unknown ---> mencipta --->

blank = literally blank
unknown = tidak diketahui apakah
P. segera Allah berencana mencipta segera itu pula melaksanakan...
(mr.X berencananya di umur 25 tahun pas sebelum dia bikin anak  :char11:)

ataukah
Q. Allah berencana --- blank (semacem ada jeda time frame) --- barulah melaksanakannya.
(mr.X berencananya di umur 25 tahun, tapi bikin anaknya di umur 35 tahun  :char11:)

Quote
artinya adalah: Bapa dan Anak itu adalah Eksistensi dari Roh yg Esa itu, dan semua eksistensi itu, “telah ada dalam diri Allah”, jauh sebelum proses penciptaan di mulai.
Di pov versi saya :
Kalo itu P, nggak bold ..... Kalo itu Q, ya bold   :wink:

Quote
Tepat sekali, dalam Nama Yesus (tidak termasuk Kristus nya), meliputi nama bapa (YHVH) didalamnya
Nama Yesus dgn Kristus itu sewaktu eksistansi di bumi sebagai human male. Begitu kali yah maksudnya 888 ?

Quote
Begini Oda .. sejak Yesus dilahirkan, belum ada embel2 “Kristus”, tetapi cuma Yesus (atau sebenarnya dalam Ibrani namanya “Yeshua”), kemudian .. setelah pembaptisan oleh Yohanes pembaptis dan Yesus mulai mengajar, maka sejak itulah embel2 “Kristus” mulai muncul
Kembali ke A dan B. Kristus sudah "eksis" SBJ, realisasinya blakangan.

Quote
FT katakan .. dan Ia akan disebut “anak Allah yg maha tinggi”, artinya .. seiring proses pengajaran yg dilakukan Yesus semakin membesar, maka mulailah disaat itu, manusia mulai sadar, bahwa Yesus itu bukan manusia biasa, sehingga manusia mulai “MENYEBUT” Yesus sbg Anak Allah.
Demikian juga versi pemikiran saya  :D

Quote
Jadi, sebutan anak Allah, tidak melekat bersamaan kelahiran Yesus..
Ini smpt saya ilustrasikan dimana gelar "sang diva" realisasi-nya blakangan. Namun terkadang ada gaya bahasa reporter yang menulis artikelnya misal kayak gini : "sang diva dilahirkan pada tahun 2000". Dan pembaca tau bhw si reporter nggak sedang bermaksud bhw [bayi yang baru lahir itu sudah sebagai "sang diva" di pov khalayak ramai disaat baru lahir].
December 16, 2018, 02:01:56 PM
Reply #39
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 559
Kalo versi pendapat saya, saya pakai dua model :
1. "Eksis" (dgn tanda petik) ---> ini adanya di logika benak (Mind)
2. Eksis (tanpa tanda petik) ---> ini adanya di realita

contoh ilustrasi :
Sikon : Mr. X belon kawin.
A. Pada suatu hari, Mr.X berencana [anak anaknya akan disekolahin di Amrik].
Nah, pada point-A : anak sudah "eksis" di benak mr.X

B. selanjutnya Mr.X menikah dan punya bayi, rencana ungu tetep.
Nah, pada point-B : anak sudah eksis (sudah terealisasi),
dan [sekolahin di Amrik] belon eksis (belon terealisasi) - sudah "eksis" sebelon anak eksis.

Yang gak bakal bisa manusia "comprehend" adalah apabila mr.X itu adalah Allah :
1. karena kita2 sbg manusia udah duluan menempatkan sikon Allah yang "timeless"
2. maka otomatis nggak ada itu [Pada suatu hari" Allah berencana ...]  :D
 Nah yg kayak diatas lah yang saya maksudkan nggak ada itu oranye  :).

Kalo itu Mr.X, aplikasinya masuk ke "tidak pernah" :
ada ketika dimana Mr.X belum berencana - ada ketika dimana Mr.X sudah berencana

Namun kalo yg kayak diatas di aplikasikan ke Allah, akibatnya timbul pertanyaan :
"jadi sebelum Allah berencana mencipta, Allah ngapain aja ?" ;D
Nah itu....
yang X itu yang jadinya bisa menimbulkan pertanyaan spt coklat.
yang Y bold, di pov versi saya pake tanda petik "eksistansi" karena adanya di benak.

So kalo misalnya di rangkum :
di inifnity past, SBJ (SBJ = sebelum penciptaan dilaksanakan) ..
<--- blank----> berencana mencipta ----> unknown ---> mencipta --->

blank = literally blank
unknown = tidak diketahui apakah
P. segera Allah berencana mencipta segera itu pula melaksanakan...
(mr.X berencananya di umur 25 tahun pas sebelum dia bikin anak  :char11:)

ataukah
Q. Allah berencana --- blank (semacem ada jeda time frame) --- barulah melaksanakannya.
(mr.X berencananya di umur 25 tahun, tapi bikin anaknya di umur 35 tahun  :char11:)
 Di pov versi saya :
Kalo itu P, nggak bold ..... Kalo itu Q, ya bold   :wink:
 Nama Yesus dgn Kristus itu sewaktu eksistansi di bumi sebagai human male. Begitu kali yah maksudnya 888 ?
 Kembali ke A dan B. Kristus sudah "eksis" SBJ, realisasinya blakangan.
 Demikian juga versi pemikiran saya  :D
 Ini smpt saya ilustrasikan dimana gelar "sang diva" realisasi-nya blakangan. Namun terkadang ada gaya bahasa reporter yang menulis artikelnya misal kayak gini : "sang diva dilahirkan pada tahun 2000". Dan pembaca tau bhw si reporter nggak sedang bermaksud bhw [bayi yang baru lahir itu sudah sebagai "sang diva" di pov khalayak ramai disaat baru lahir].
Mantappp.. dan nama Yesus itu, baru ada sejak malaikat Gabriel memberitahukan kepada Maria, dan realisasinya .. yah waktu Yesus telah lahir..
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)