Author Topic: Pentingnya Kesadaran Diri (Self-Awareness) dalam Kehidupan Rohani  (Read 222 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 05, 2018, 03:33:23 PM
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 136
  • Denominasi: Protestan


Kesadaran diri atau self-awareness adalah topik psikologis yang sering kita dapati di berbagai media. Namun, tahukah Anda bahwa kesadaran diri ternyata banyak tersirat dalam Alkitab, baik di Perjanjian Baru maupun Lama?

Ini membuktikan kesadaran diri terkait erat dengan kerohanian, bukan hanya psikologis semata. Jadi, alangkah penting bagi seorang Kristen untuk memahami kesadaran diri agar dapat menumbuhkan kehidupan imannya.

Apa itu kesadaran diri?



Salomo, tokoh Alkitab yang penuh hikmat, mengatakan bahwa orang berhikmat memiliki kesadaran diri, lewat ungkapan ‘mengerti jalannya sendiri’.

“Mengerti jalannya sendiri adalah hikmat orang cerdik, tetapi orang bebal ditipu oleh kebodohannya.” – Amsal 14:8.

Wikipedia mendefinisikan kesadaran diri sebagai, “A conscious knowledge of one’s own character, feeling, motives and desires.”

Dengan kata lain, kemampuan seseorang dalam mengenali bagian internal dirinya (inner world) merupakan salah satu bentuk kecerdasan.

Dalam buku Emotional Intelligence, Daniel Goleman menyatakan bahwa kesadaran diri merupakan dasar utama kecerdasan emosi atau EQ (Emotional Quotient). Dahulu faktor EQ dianggap kalah penting dibandingkan IQ (Intelligence Quotient) dalam menentukan kesuksesan seseorang—sebelum ditemukan bahwa EQ juga berpengaruh. Kesadaran diri adalah kemampuan untuk mengetahui, menyadari, serta memonitor inner world (dunia internal) kita.

Saya pribadi berpendapat bahwa kesadaran diri adalah keseluruhan bagian internal kita, yang meliputi pikiran (nilai, ide, paham), emosi (perasaan, keinginan, intuisi), perilaku (kecenderungan, karakter, motif), serta dampaknya (bagi orang lain dan diri sendiri). 

Kesadaran diri meliputi 6 kemampuan, yaitu:

    mengenali inner world sendiri
    menyadari inner world pada saat muncul
    memonitor inner world tersebut
    menyadari dampak dari inner world tersebut
    mengeliminasi inner world yang tidak dikehendaki
    memutuskan inner world yang ingin kita miliki

Berikut langkah-langkah praktis untuk meningkatkan kesadaran diri:

1. Meyakini pentingnya kesadaran diri.

Tanpa kesadaran akan pentingnya kesadaran diri, kita takkan punya kemauan memilikinya.

Munculkan keyakinan ini dengan cara menghitung keuntungan memiliki kesadaran diri dan kerugian jika tidak memilikinya. Selidiki kisah hidup tokoh-tokoh Alkitab yang memiliki dan tidak memiliki kesadaran diri. Perubahan sudut pandang akan memengaruhi perilaku Anda juga.

2. Ambil keputusan   

Setelah mengambil keputusan, barengi dengan komitmen untuk mewujudkannya. Komitmen membuat Anda bertekun, meski upaya Anda mengalami jatuh-bangun.

3. Berlatih dengan tepat

Belajarlah menyelami bagian terdalam diri Anda. Kenali perasaan-perasaan Anda dan namai mereka satu-persatu. Catat motivasi dan ketakutan Anda dalam jurnal pribadi, lalu bangun keberanian untuk membagikannya kepada orang terdekat atau pembimbing rohani. Kita mungkin tidak serta-merta pandai dalam hal ini, tetapi latihan yang konsisten akan membantu menumbuhkan kesadaran diri.

“Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya.” – Amsal 20:5

Introspeksi diri

Introspeksi diri yang efektif dapat dilakukan dengan go wide (meluas), bukan go deep (mendalam).

4. Carilah umpan balik (feedback)

Berhenti meminta masukan dari orang lain akan membuat kita berhenti bertumbuh. Hal ini kerap terjadi pada orang yang merasa ‘sudah berpengalaman’. Mereka overestimate dalam mengukur kemampuan diri, sehingga berhenti belajar. Terlebih, orang cenderung segan memberi feedback kepada mereka yang dianggap lebih pandai atau berpengalaman.

Di sisi lain, orang yang minder akan underestimate diri sendiri sehingga takut atau tidak siap menerima feedback.   

Tidak jarang, meminta masukan dari orang yang salah justru menjerumuskan kita atau membuat kita kecil hati. Pertimbangkan sosok-sosok yang tepat untuk dimintai feedback.

5. Mintalah Tuhan untuk campur tangan

Doakan dan gumulkan usaha Anda dalam membangun kesadaran diri. Hanya Tuhan yang tahu pikiran dan perasaan terdalam manusia, dan hanya Dia yang mampu mengubah diri Anda.

“Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku.” – Mazmur 26:2 

Dengan berlatih introspeksi diri, bergaul dengan orang-orang yang tepat, serta melibatkan Tuhan, niscaya kita dapat membangun kesadaran diri yang optimal, sehigga hidup kita semakin selaras dengan kehendak-Nya. Amin.

Source : https://gkdi.org/blog/kesadaran-diri/
« Last Edit: December 06, 2018, 03:14:02 PM by suwandisetiawan »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)