Author Topic: Bangkit Kembali: Bersama Kristus Hadapi Krisis  (Read 212 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 07, 2018, 08:54:36 AM
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 136
  • Denominasi: Protestan


Setiap orang pasti pernah menghadapi krisis dalam hidup. Entah itu krisis rohani, krisis ekonomi, krisis kesehatan, krisis kepercayaan diri, dan banyak lagi. Orang Kristen yang takut akan Tuhan dan setia melakukan firman-Nya pun tidak luput dari krisis. Bahkan, mereka menghadapi lebih banyak krisis karena harus melawan godaan dosa.

Ada dua kemungkinan yang akan terjadi saat krisis menimpa seseorang. Pertama, dia menyerah, terpuruk, dan menyalahkan orang lain. Kedua, dia bangkit dan menjadi pribadi yang lebih kuat.

Saya percaya kita lebih ingin menjadi sosok kedua. Namun, saat terjebak dalam masalah, seringkali kita kesulitan melihat situasi keseluruhan dari sudut pandang yang lebih tinggi.
(Matius 16:24-27)

Ayub, Gideon, dan Paulus adalah orang-orang yang pernah mengalami krisis dan berhasil menjadi pemenang. Mereka pun manusia biasa, sama seperti kita.

Mari belajar dari iman dan perjuangan mereka yang luar biasa untuk bangkit dari krisis.

1. Ayub: Tetap memuji Tuhan saat segala hal baik yang dimilikinya diambil iblis (Ayb 1-2)
Apa yang dialami Ayub adalah contoh ekstrem krisis hidup. Dalam satu hari, Ayub kehilangan segalanya. Kesepuluh anaknya tewas tertimpa reruntuhan rumah akibat angin ribut. Sebagian ternaknya disambar api dari langit, sebagian lagi dirampok, para pelayannya dibunuh. Tak hanya itu, Ayub terkena penyakit barah kulit di sekujur tubuhnya. Karena tahu Ayub saleh dan takut kepada-Nya, Tuhan berani terima tantangan iblis yang ingin mengambil hartanya, kesehatannya, dan semua anaknya.

Tak perlu kita membayangkan atau mengalami hal-hal seekstrem Ayub untuk paham tentang krisis. Hal-hal seperti kehilangan pekerjaan, musibah kemalingan, gagal ujian, putus cinta, atau ditinggalkan selama-lamanya oleh orang terkasih dapat melemahkan iman kita.

Rahasia Ayub yang memampukannya melalui krisis hidup adalah dia saleh, jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan.

2. Gideon: Tetap mengejar musuh meski tidak dapat bantuan logistik (Hak 8:4-12)
Logistik adalah salah satu syarat penting untuk memenangkan perang atau pertandingan jangka panjang, merintis usaha, atau membangun rumah. Logistik bisa berupa uang, makanan, tenaga, atau peralatan yang memungkinkan kita berjuang dalam kondisi baik dan menguntungkan.

Gideon dan tiga ratus orang pengikutnya telah menewaskan ribuan prajurit Midian dalam peperangan. Namun, tugas Gideon belum selesai karena kedua raja Midian beserta sisa pasukan mereka melarikan diri. Kendati logistik makanan dan minuman mereka habis, Gideon bertekad tetap mengejar. Sebagai pemimpin pasukan, dia memohon bantuan logistik dari para pemuka Israel Sukot dan Pnuel. Permohonannya ditolak, karena mereka tidak sudi memberikan roti kepada orang-orang yang belum dapat hasil. “Tangkap dulu raja-raja itu, baru kami kasih roti,” kurang lebih begitu omongan langsungnya.

Rahasia Gideon dan orang-orangnya berhasil melalui krisis logistik adalah tidak menyerah dan terus berjuang mencapai tujuan. Tuhan menghargai dan membuat berhasil orang yang gigih berusaha.

3. Paulus: Tetap setia melayani Kristus sekali pun mengalami berbagai krisis (2 Kor 11:23-33)
Alangkah manusiawi ketika kita melakukan hal benar sesuai Firman Tuhan, kita berharap akan diganjar sesuatu yang baik pula. Kenyataannya, itu tidak selalu terjadi.

Rasul Paulus sangat giat melayani Tuhan dan jemaat di berbagai kota dan negara. Di Antiokhia, untuk kali pertama murid-murid Yesus disebut Kristen, berkat perjuangan Paulus dan rekannya Barnabas selama setahun. Namun, jangan bayangkan Paulus selalu mengalami hal-hal enak saat melayani. Berkali-kali dia disiksa, bahkan nyaris tewas. Paulus tahu rasanya kelaparan, kesakitan, kehausan, telanjang, tidak punya uang, kedinginan, dan kurang tidur.
- 1 Korintus 10:13

Zaman dahulu, zaman now, atau zaman berikutnya, krisis selalu ada dalam berbagai bentuk. Tidak perlu gentar. Jangan berfokus pada kesukaran atau deritanya, tapi pusatkan diri Anda kepada Tuhan dan kepada solusi.

Krisis bisa mendatangkan banyak keuntungan secara jasmani dan rohani. Krisis dapat mengubah kebiasaan buruk menjadi kebiasaan positif. Pandanglah krisis sebagai cara Tuhan membantu kita keluar dari zona nyaman dan menjadi pribadi tangguh.

Tuhan memberkati perjuangan Anda untuk bangkit dari krisis!

Source : https://gkdi.org/blog/bangkit-kembali/
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)