Author Topic: Allah dan Firman  (Read 7261 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 08, 2019, 03:35:38 PM
Reply #220
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 564
Kuasa itu ada di dalam Firman Allah.

Ketika Firman Allah itu menjadi Manusia, maka segala kuasa yang terkandung di dalamnya pun ikut ke dalam Firman yang telah menjadi manusia itu....
Begini saudara ku .. pada diskusi sebelumnya, anda sudah sepakat.. bahwa Firman Allah atau Kuasa Allah itu, ada dalam diri Allah, baiklah kita kembali ke pertanyaan awal..

(1). Firman itu, MILIK Allah atau bukan ??
(2). Firman itu TERPISAH dari Allah atau tidak ??

Quote from:
Hal itu sudah dibuktikan dengan pernyataan Yesus Kristus ini:
"Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
Tidak semua kita berada di dalam diri Allah bro.... coba direnungkan kembali.
Seperti penjelasan dan ayat yg saya sampaikan.. semua yg ada (kecuali dosa), berada dalam diri Allah, sebab Fisik Allah itu tidak punya batas atau tidak berujung atau tidak bertepian, itulah sebabnya Allah itu dikatakan “Maha Besar”, Allah benar2 besar secara fisik, maka ayat tsb mengatakan .. bumi ini tidak dapat menampung kehadiran Allah, mengapa ? Karena Allah sangat besar dan tidak berbatas.. itulah sebabnya dalam bahasa Inggris dikatakan believe in God dan bukan believe to God, bandingkan dgn manusia .. believe TO you dan tidak boleh dikatakan believe IN you. Believe “in” hanya boleh digunakan untuk Allah. Mengapa ? Karena semua ada dalam diri Allah.

Quote from:
Tolong sdr. bedakan antara suara manusia dengan Firman Allah.
Suara manusia memang tidak mungkin dapat terpisah dari manusianya, namun Firman Allah itu hidup secara mandiri/terpisah dengan Allah bro... 
Nah, jika anda pahami Firman Allah itu MANDIRI dan TERPISAH dari Allah, pertanyaannya:

(1). Berarti anda mempercayai adanya 2 Allah dong dan bukan satu atau esa ?
(1). Nah, dari 2 Allah yg anda percaya itu, maka Siapa yg duluan ada, Allah atau Firman ?
Quote from:
Sejarahnya memang baru diketahui/diberitahu kepada Musa pada masanya, tetapi sesungguhnya Nama Yehova itu sudah hadir dari sejak manusia dijadikan.
Tidak saudara ku, Alkitab mencatat “diketahuinya” nama Yehova itu oleh manusia, sejak Allah menyatakannya pada Musa, itulah sebabnya .. pada kitab kejadian pasal 1, tidak ada tulisan perkataan “Yehova” disana, sebab kitab Musa, dimulai sejak kejadian pasal 2, itulah sebabnya .. sejak kejadian pasal 2, digunakan perkataan Yehova untuk nama Allah disana. (Kitab kejadian pasal satu itu, bukan Musa yg tulis dan tidak diketahui siapa penulisnya).

Jadi, Penulisan perkataan Yehova Allah, untuk mempertegas .. bahwa sang pencipta itu, bukan lah Allah atau dewa2 yg banyak dikenal manusia, tetapi sang pencipta itu adalah Allah yg bernama Yehova.

Jbu
January 08, 2019, 04:15:08 PM
Reply #221
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12813
    • fossil coral cantik
Begini Oda.. ilustrasi saya tsb dalam diskusi Kita tentang iman (oot dikit), seperti yg Oda pahami.. ada yg mendengar lagu tersebut, dan berkata nyanyinya bagus, ada yg berkata .. tahu siapa yg nyanyi dan ada juga orang, walaupun mendengar lagu tsb dan mungkin juga tahu siapa yg nyanyi atau mungkin tidak tahu siapa yg nyanyi..
Yg saya bold, di pov versi rada njlimet, 888  :ashamed0002:.

Terkait ilustrasi 888, saya kondisikan rekaman-nya disebuah kaset dimana di kaset tsb dikasih label : "dinyanyikan oleh A".

setelah beberapa orang bersama sama telah mendengarkan lagu di kaset tsb....

Q :
eh... kamu tau nggak yang nyanyi itu siapa ?

bu dedeh: (nggak pernah ngliat tulisan label dikaset)
gak tau.

cuplis:
tau, kan di label kasetnya terbaca bahwa yang nyanyi itu si A

unyil:
tau, selain yg cuplis bilang - kan itu si A yang saya liat nyanyi di TV

meylan:
tau, gue nemenin si A rekaman.

ogah:
gak tau, yang gue baca di label kaset, "KATA"nya sih yang nyanyi itu bernama A

Quote
maka semua “kondisi” orang tsb, didasarkan pada keputusan akal masing2 orang yg mendengarkan.
Kondisi itu berbeda-beda, 888. Yang saya ajukan diatas ada 4 kondisi.

Perihal "percaya" bhw [swara di kaset itu dinyanyikan oleh si A] impossible eksis pada meylan kan, 888.

Terkait respond si ogah, pada asumsi si ogah percaya bhw ijo ---> ini bukan keputusan akal.
Jelas2 si ogah bilang gak tau siapa si A dan dia juga gak tau apakah informasi di label kaset tsb bener ato kagak, yet si ogah percaya ijo.



888 lagi di Mall, ketemu orang asing yg sama sekali belon pernah 888 jumpa apalagi kenal.

1. asing :
selamat siang pak, kami dari PT. Angin Ribut mengucapkan selamat karena bapak mendapat hadiah uang 1M. Oleh karena itu kami minta bapak segera transfer uang pajaknya terlebih dahulu, agar uang-nya bisa segera bapak terima.

2. 888: (alternatif-1)
Oh iya... saya waktu itu ada mengikuti undian dari PT. Angin Ribut. Jadi saya dapet undiannya ya ?

3. asing :
betul pak. Oleh karena itu mari kita sama sama ke ATM untuk bapak transfer uang pajaknya terlebih dahulu.

4. 888:
baiklah. Mari kita ke ATM.
(selanjutnya 888 mentransfer sejumlah uang ke sebuah rekening).

analisa oda:
percaya-nya 888 disitu ---> IYA BETUL, keputusan akal.



2. 888 : (alternatif-2)
maaf, saya tidak percaya yang bapak KATAkan, karena saya tidak pernah mengikuti sebuah undian dari PT apapun.

analisa oda:
TIDAKpercaya-nya 888 disitu ---> IYA BETUL, keputusan akal.



2. 888: (alternatif-3)
oh ya ? perasaan saya nggak pernah ada ikut undian dari PT apapun deh. Kok bisa dapet 1M ?

3. asing:
Iya pak... undian ini kami adakan secara acak, dan ternyata bapaklah yang berhak mendapatkan 1M setelah bapak transfer uang pajaknya terlebih dahulu di ATM.

4. 888:
baiklah. Mari kita ke ATM.
(selanjutnya 888 mentransfer sejumlah uang ke sebuah rekening).

analisa oda:
percaya-nya 888 disitu ---> BUKAN keputusan akal.



Quote
Oda, semua tindakan manusia yg dilakukan dalam hidupnya  itu, didasarkan pada “keputusan akal manusia itu sendiri”.
Berdasarkan contoh alternatif-3, maka [TIDAK semua tindakan didasarkan keputusan akal], 888.

oda:
[percaya] possible tidak melibatkan perihal [akal]
karena semua manusia diberikan "tool" shg bisa mempercayai sesuatu.

Pak Raden TIDAKpercaya X, but this same person percaya Y.
Hanya apabila 888 sependapat bhw didalam realita - biru itu ada, maka nggak bisa ada itu dikatakan :
Pak Raden tidak mempunyai "tool" dikarenakan dia tidak mengambil keputusan akal utk percaya X  :D

« Last Edit: January 08, 2019, 04:19:46 PM by odading »
January 08, 2019, 04:39:27 PM
Reply #222
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12813
    • fossil coral cantik
Dalam analogi saya tersebut, maka: Orang yg memiliki suara itu atau orang yg bernyanyi itu, itulah yg disebut “substansi”
Sebetulnya saya sendiri masih gak bisa nangkep kayak gimana itu definisi dari "substansi". Dengan kata lain, apabila saya mendefinisikan substansi, kemungkinan besar tidak benar atopun acakadut  :char11:.

Anyway, berdasarkan informasi 888 diatas, untuk sementara ini saya formulasikan [si Penyanyi = substansi] dimana kesetaraannya [Allah = substansi].

Quote
dan suara nyanyian yg dinyanyikan orang tersebutlah yg disebut “personifikasi atau kepribadian atau kehadiran”.
Apakah maksudnya kira kira begini ilustrasinya ?

Kondisi awal :
1. Di kota A ada sebuah kaset tidak berlabel berisi lagu yang dinyanyikan si meylan.
2. Somehow, kaset tidak berlabel tsb diketemukan di Timbuktu yg jaraknya ribuan kilometer dr kota A.
So, sikonnya disini : boro2 bisa menebak itu suara siapa apalagi tau namanya diketika ada penduduk Timbuktu yang dengerin lagu di kaset tsb.
3. Beberapa orang Timbuktu mendengarkan lagu tsb.

Observer mengetahui 1 2 3, observer bilang :
di event nomor 3, "meylan hadir" diantara beberapa orang Timbuktu tsb.

oda :
"meylan hadir" tidak didalam pengertian [substansi], melainkan [personifikasi meylan] yang berupa lagu/nyanyian yg didengar penduduk Timbuktu tsb.

Quote
Nah, seperti analogi tsb, maka Allah sebagai pemilik firman itu lah yg disebut “substansi”, sementara firman yg keluar dari Allah itulah yg disebut “personifikasi atau kepribadian atau kehadiran”.
Apakah ilustrasi saya diatas, ya begitulah kira2 yang 888 maksudkan pada kalimat di quote atas ?

Quote
Jadi, seperti analogi saya tsb, maka “substansi” dengan “kepribadian” itu BERBEDA artinya dan tidak boleh disamakan.
Definisi "substansi" itu begimana sih ya ? Kalo seturut versi 888 kayak begimana ?
January 08, 2019, 05:03:34 PM
Reply #223
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12813
    • fossil coral cantik
Quote
Jadi begini Oda, anda harus “memahami” perbedaan perkataan “menciptakan dan menjadikan” disana, karena mirip tapi memiliki perbedaan yg signifikan.
Seperti yg pernah saya post lainnya.... Iya, saya tau mengenai perbedaan tsb, 888. Begini yang saya ketahui :
mencipta = to create from nothing
membuat = to make from something

Allah tidak pernah “menciptakan terang”, tetapi yg Allah ciptakan adalah “kegelapan”, dan setelah kegelapan itu “tercipta”, barulah Allah membentuk terang dari kegelapan tsb, karena itulah FT mengatakan “dari gelap terbitlah terang”.
Menarik  :afro:

Ini nanti mungkin ada kelanjutannya.
Tapi saya belon sempet mikirin kira2 begimana saya melanjutkannya  :D.

Bener2 human Oda, seperti saya dan anda..
Oke.
Selanjutnya, [bener2 human] ini di pov 888 mempunyai berapa natur ?

Sepanjang yg saya ketahui, di pov HU (Hypostatic Union):
yang ada didalam rahim Maria itu bukan saja [bener2 manusia] tetapi juga [bener2 Allah].

Akibatnya kecerewetan saya timbul, karena patokan pov versi saya :
[bener2 Allah] itu infinite.
So gak masuk akal [bener2 Allah] ada didalam rahim Maria.
Kecuali [bener2 Allah] tsb menjadi finite dulu
maka barulah masuk akal yang finite ini ada didalam rahim Maria

ilustrasi-nya mungkin kira2 kayak begini :
[bener2 bilangan] infinite.

Manusia menghitung dari satu sampai berapapun (1 2 3 4 5 6 7.... dst),
tidak akan nyampe sehingga yg menghitung ini mati jasmani,
karena "hitungan"nya itu masih bisa terus berlanjut.

Hanya kecuali [bener2 bilangan] ini membatasi "diri", menjadi finite (misal s/d 1000)
maka barulah manusia bisa menghitungnya sampai selesai.
January 08, 2019, 05:31:40 PM
Reply #224
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12813
    • fossil coral cantik
vbn, karena pola pemikiran saya sering melibatkan time-frame... maka penangkepan saya sbb :

A. Kuasa itu ada di dalam Firman Allah.
B. Ketika Firman Allah itu menjadi Manusia,
C. maka segala kuasa yang terkandung di dalamnya pun ikut ke dalam Firman yang telah menjadi manusia itu....
A. SBJ (sebelum eksis apapun), Power/Kuasa ada didalam Firman Allah.
B. Blakangan (setelah eksis di bumi), sebut saja pd tgl 25 April 1 AD, Firman itu menjadi human embryo didalam rahim Maria.
C. So, ada SegalaKuasa didalam embryio didalam rahim Maria tsb.

Pertanyaan saya :
di time-frame point A, [Power/Kuasa] didalam Firman tsb di pov versi vbn itu termasuk [knowledge, self aware, sub/conscious] kagak ?

Quote
Hal itu sudah dibuktikan dengan pernyataan Yesus Kristus ini:
"Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi.
Pertanyaan saya : Kok DIBERIKAN ?
Bukankah kalo seturut point A, [Power/Kuasa] secara default ada didalam Firman tsb ?
Ataukah penangkepan saya thdp point-A vbn = not correct ?
« Last Edit: January 08, 2019, 07:10:01 PM by odading »
January 08, 2019, 05:57:46 PM
Reply #225
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2158
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
B. Blakangan (setelah eksis bumi dll), sebut saja pd tgl 25 April 1 AD, Firman itu menjadi human embryo didalam rahim Maria.
Ini yg kerap bikin sulit fokus dgn kacamata itu
Ada banyak benda dlm satu kalimat terangkai:
Bumi, April, AD, Firman, human, embryo, Maria

Padahal bisa lebih pendek
"One step ahead", napa, oda!

Salam Damai!

Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
January 08, 2019, 07:12:47 PM
Reply #226
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12813
    • fossil coral cantik
Ini yg kerap bikin sulit fokus dgn kacamata itu
Ada banyak benda dlm satu kalimat terangkai:
Bumi, April, AD, Firman, human, embryo, Maria
Tidak perlu jadi sulit fokus, maren.
Yang saya sampaikan itu DETAIL ... berusaha sedekat mungkin dgn time-frame dan sikon.

Quote
Padahal bisa lebih pendek
"One step ahead", napa, oda!
Tidak bisa lebih pendek.
Karena kalo pendek jadinya gak jelas time-frame kronologi sikon-nya begimana, maren.

Perhatikan kalimat sbb ini :
Quote
maka segala kuasa yang terkandung di dalamnya pun ikut ke dalam Firman yang telah menjadi manusia itu
So, ketimbang saya ngajuin pertanyaan ke kamu :
1. KAPAN menjadi manusia ?
2. BEGIMANA sikon-nya sewaktu pas menjadi manusia ?

selanjutnya saya jadi mesti nunggu jawabannya dan ngliat apakah nanti jawabannya sesuai dgn jawaban versi saya sendiri, ya lebih baik saya duluan yang ngajuin-nya secara detail kayak apa itu pov versi saya :
Quote
Blakangan (setelah eksis di bumi), sebut saja pd tgl 25 April 1 AD, Firman itu menjadi human embryo didalam rahim Maria.

Quote
Padahal bisa lebih pendek
Silahkan ajukan versi pendek-nya maren begimana.
« Last Edit: January 08, 2019, 07:17:40 PM by odading »
January 08, 2019, 09:53:09 PM
Reply #227
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1568
  • Denominasi: Gak tau dah...
Nah, akhir segala waktu .. dinyatakan FT sbg hari penghakiman dan hari penghakiman itulah yg disebut dgn “omega”, sehingga tepatlah FT yg menyatakan, bahwa Yesus adalah “alfa dan omega”, artinya: yang awal dan yang akhir, tetapi makna ini “berbeda” dengan pengertian “tidak berawal dan tidak berakhir”, dimana manusia sering “menyamakan arti ini”, dan “penyamaan arti ini adalah suatu kekeliruan”.

Jadi, FT dalam Yohanes 1:1 dan Kejadian 1:1 dan FT yg menyatakan Alfa dan Omega, memiliki keterkaitan yg “sangat erat”, sebagai suatu pernyataan, bahwa “awal sang waktu”, adalah Firman.
Untuk hal ini, katakanlah saya tidak seberani Bro 888. Saya tidak berani berspekulasi bagaimana 'kondisi' Tuhan sebelum penciptaan dimulai (sebelum penciptaan malaikat tentunya).

Sehingga katakanlah kita tidak sepakat di sini. Alfa dan Omega tetap saya maknai tidak berawal dan tidak berakhir. Tapi beberapa tanggapan lainnya akan saya berikan serta tanyakan.

Salam
January 08, 2019, 11:04:42 PM
Reply #228
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12813
    • fossil coral cantik
Begini saudara ku.. Yoh 1:1 dengan Kejadian 1:1 dengan FT .. Aku adalah Alfa dan Omega.. semua itu berbicara tentang dimulainya “sang waktu”..
Kalo versi saya, justru itu nggak bukan diperihal SPAN waktu, 888.

Versi saya :
Alfa dan Omega simultan.
Ya yang awal ya yang akhir.
Akibatnya ini jadinya infinite, there's no beginning.

kutak-katik ghatuk saya mengambil ilustrasi sebuah gambar lingkaran :
Dimanapun observer/orang naroh ujung jarinya disuatu "titik" pada keliling lingkeran tsb,
maka "titik" tsb selalu bisa dikatakan awal - bisa juga dikatakan akhir.

Selanjutnya...
karena observer tidak bisa tau "titik" mana yg sebenernya awal dan yg sebenernya akhir
maka jadinya dikatakan [tidak berawal tidak berakhir]
karena awal dan akhir tidak bisa terdefinisi oleh observer.
« Last Edit: January 08, 2019, 11:14:22 PM by odading »
January 09, 2019, 07:54:12 AM
Reply #229
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
Begini saudara ku .. pada diskusi sebelumnya, anda sudah sepakat.. bahwa Firman Allah atau Kuasa Allah itu, ada dalam diri Allah, baiklah kita kembali ke pertanyaan awal..

(1). Firman itu, MILIK Allah atau bukan ??
(2). Firman itu TERPISAH dari Allah atau tidak ??
Saya jelaskan sedikit tentang pernyataan saya sebelumnya supaya sdr. tidak salah ngerti dgn  tulisan saya "di dalam Diri Allah"
"di dalam Diri Allah" jangan sdr. bayangkan seolah-olah Allah itu mempunyai badan selayaknya manusia, tidak sdr... bukan begitu maksud saya.
"di dalam Diri Allah" itu maksudnya ada bersama-sama di dalam "alam" hakekat-Nya yang Roh.

Jika sdr. sudah paham dgn maksud saya itu maka dua pertanyaan sdr di atas, saya rasa tidak perlu lagi sdr. ajukan.

Seperti penjelasan dan ayat yg saya sampaikan.. semua yg ada (kecuali dosa), berada dalam diri Allah, sebab Fisik Allah itu tidak punya batas atau tidak berujung atau tidak bertepian, itulah sebabnya Allah itu dikatakan “Maha Besar”, Allah benar2 besar secara fisik, maka ayat tsb mengatakan .. bumi ini tidak dapat menampung kehadiran Allah, mengapa ? Karena Allah sangat besar dan tidak berbatas.. itulah sebabnya dalam bahasa Inggris dikatakan believe in God dan bukan believe to God, bandingkan dgn manusia .. believe TO you dan tidak boleh dikatakan believe IN you. Believe “in” hanya boleh digunakan untuk Allah. Mengapa ? Karena semua ada dalam diri Allah.
Nah, jika anda pahami Firman Allah itu MANDIRI dan TERPISAH dari Allah, pertanyaannya:

(1). Berarti anda mempercayai adanya 2 Allah dong dan bukan satu atau esa ?
Ingat ya bro, Allah itu Roh..... Allah bukan materi/benda sehingga dapat dipilah-pilah keberadaan-Nya. Adapun semua penjelasan manusia tentang hakekat Allah yg sebenarnya hanyalah sebatas kemampuan pikiran manusia dalam meraba untuk memahaminya.

(1). Nah, dari 2 Allah yg anda percaya itu, maka Siapa yg duluan ada, Allah atau Firman ?
Sesuai dengan penjelasan Yoh.1:1 maka antara Allah dengan Firman Allah tidak ada siapa yg lebih duluan ada..... Keberadaan Allah dengan Firman Allah itu EQUAL.

Tidak saudara ku, Alkitab mencatat “diketahuinya” nama Yehova itu oleh manusia, sejak Allah menyatakannya pada Musa,
Secara konteks sejarah (time-line) saya setuju dengan penjelasan sdr, tetapi secara konteks Kitab Suci (Hikmat), maka nama Yehova (TUHAN) sudah dinyatakan pada masa Penciptaan..... Buktinya bisa sdr. baca dalam Kej.2:4 dimana nama Yehova (TUHAN) sudah dicatat di dalamnya.


itulah sebabnya .. pada kitab kejadian pasal 1, tidak ada tulisan perkataan “Yehova” disana, sebab kitab Musa, dimulai sejak kejadian pasal 2, itulah sebabnya .. sejak kejadian pasal 2, digunakan perkataan Yehova untuk nama Allah disana. (Kitab kejadian pasal satu itu, bukan Musa yg tulis dan tidak diketahui siapa penulisnya).

Jadi, Penulisan perkataan Yehova Allah, untuk mempertegas .. bahwa sang pencipta itu, bukan lah Allah atau dewa2 yg banyak dikenal manusia, tetapi sang pencipta itu adalah Allah yg bernama Yehova.

Jbu
Saya dapat memahami jalan pikir sdr di atas oleh karena sdr. tidak memahami siapa Anak siapa Bapa (siapa TUHAN siapa Allah), sehingga pemahaman sdr. seperti itu.

Dasar penulisan Kitab Suci adalah Ilham TUHAN, bukan berdasarkan kemampuan pengetahuan manusia sendiri.

Jika sdr. sudah mengakui bahwa penulis Kitab Kejadian Pasal 2 adalah Musa, kenapa sdr. tidak mengakui penulis Kitab Kejadian Pasal 1 adalah Musa juga?
Bukankah Musa pada masa TUHAN Allah menjadikan manusia (dalam Kitab Kejadian Pasal 2) Musa belum ada?

Apa sdr. pikir Musa dapat mengetahui sendiri bagaimana caranya TUHAN Allah menjadikan manusia tanpa dibukakan hikmat/pengetahuan oleh TUHAN Allah?

Itulah sebabnya Yesus Kristus (TUHAN) mengatakan:
"Kamu sesat, sebab kamu tidak mengerti Kitab Suci maupun kuasa Allah!
« Last Edit: January 09, 2019, 08:15:26 AM by sizxbn »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)