Author Topic: Allah dan Firman  (Read 7259 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 26, 2019, 10:35:25 PM
Reply #260
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 564
sama saja

mereka itu satu

jadi kalau Allah muncul ya Firman juga pasti muncul bersamaan

wong satu kok
ini ayat yang udah jelas blek plek jangan disalah artikan kemana2 lg
segala2 tafsiran itu harus berdasarkan pada kesaksian Yesus sendiri yang ditulis cermat oleh para rasul :

"Aku dan Bapa adalah satu"
Begini .. kalau dahulu, disaat kita belajar tentang Firman dan Allah, maka seperti kata Rasul  Paulus, kita masih minum susu, dan sekarang disaat kita sudah dewasa, maka mempelajari Firman dan Allah, tidak lagi seperti orang yg masih bayi.

Maksut saya adalah.. dahulu kita memahami Firman dan Allah itu adalah “satu”, dan hal itu adalah benar (tidak salah), tetapi .. seperti penjelasan saya di awal topik, sudah saatnya kita mengkaji lebih dalam tentang Firman dan Allah tersebut.

Nah, Allah dan Firman itu adalah “satu”, bagaimanakah pengertian “satu” disana ? Apakah bermakna tunggal atau bermakna satu kesatuan ? Inilah yg mau kita kaji dan yg saya coba untuk jelaskan.

Mengapa ?

Tujuannya, agar kita lebih memahami secara mendalam, apa dan siapakah, serta bagaimanakah Allah itu ? Sehingga, dalam setiap diskusi tentang Tritunggal, kita tidak lagi dibawa pada debat kusir.

Nah, dalam penjelasan saya.. Firman itu dipahami sebagai: Suara Allah, Kehendak Allah, Hikmat Allah, Ilmu Allah..

Nah, pertanyaan muncul: Apakah suara, kehendak, hikmat atau ilmu Allah itu, adalah sesuatu yg terpisah dari Allah ?

Saya sudah katakan, Alkitab itu ditulis untuk “manusia” dan bukan untuk malaikat atau Allah, jadi .. karena Alkitab ditulis untuk manusia, maka marilah kita memahami Alkitab itu dgn “pemikiran2 manusia”.

Jadi, seperti manusia memiliki suara, kehendak, hikmat ataupun pengetahuan, maka semua itu ada dalam diri manusia dan tidak terpisah dgn manusia itu sendiri, sehingga dapat dipahami, bahwa suara, kehendak, hikmat atau pengetahuan yg dimiliki oleh manusia, adalah “satu” dgn diri manusia itu sendiri.

Demikian juga terhadap Firman dan Allah, dimana Firman yg merupakan suara Allah, kehendak Allah, hikmat Allah, pengetahuan Allah, dll.. adalah “satu” dgn Allah itu sendiri.

Seperti manusia, suara, kehendak, hikmat dan pengetahuan yg dimiliki oleh manusia, adalah Satu dengan manusia itu sendiri, dan bukan “satu kesatuan”, tetapi satu TUNGGAL, demikian juga terhadap Allah, bahwa Firman itu adalah Satu dengan Allah.

(Bersambung..)
January 26, 2019, 11:41:56 PM
Reply #261
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 564
..lanjutan..
Nah, kekeliruan dalam memahami Firman dan Allah, mengakibatkan lahir penafsiran2 yg beragam, terutama yg tertulis dalam Yohanes 1:1 .. hingga bahkan melahirkan banyak denom.

Nah, jika kita “sadar”.. bahwa Yohanes 1:1 itu adalah sebanding dgn Kejadian 1:1, maka kita dapat mengerti .. bahwa penulis kitab Yohanes itu, tidak bermaksut untuk menjelaskan adanya “dua sosok Allah”, tetapi jika kita pahami perkataan .. pada mulanya, seperti yg tertulis dalam kitab kejadian .. pada mulanya, maka penulis kitab Yohanes disana, ingin menjelaskan pada kita, tentang “waktu”, dimana sebelum adanya waktu, maka Firman itulah yg pertama ada.. dan setelah Firman itu muncul, barulah “sang waktu itu lahir”, lahirnya sang waktu itu, dapat kita lihat pada kitab kejadian .. “jadilah terang”.

Jadi, Agar manusia tidak keliru terhadap maksut tulisan sang penulis kitab, penulis kitab Yohanes “menegaskan” pada kalimat berikutnya .. Firman itu “ada pada Allah”, dan Firman itu adalah Allah, artinya .. sekalipun penulis kitab Yohanes ingin menjelaskan, bahwa Firman itu “eksis” disaat Allah akan melakukan proses penciptaan, tetapi penulis kitab tdk ingin manusia memahami dgn keliru, bahwa seakan - akan Firman itu adalah suatu sosok yg berbeda dgn Allah, karena itulah penulis kitab “menegaskan”, bahwa Firman itu adalah Allah.

Nah, sekarang kita diperhadapkan pada pertanyaan: Jika Firman adalah Allah itu sendiri, mengapa di Yohanes 1:14, tidak dituliskan Allah itu menjadi manusia, melainkan Firman itu menjadi manusia ?

Jawabnya sangat sederhana, Allah itu identik dengan “kuasa”, sehingga .. agar manusia tidak keliru dalam memahami “siapa yg inkarnasi tsb”, apaka Allah dgn kuasanya atau Allah tanpa kuasanya., maka penulis kitab menuliskan Perkataan “Firman yg menjadi manusia”, supaya kita paham.. bahwa yg inkarnasi itu adalah “materi roh allahnya atau roh allahnya tanpa kuasa”, sehingga dgn inkarnasi nya tersebut, tubuh manusia bisa menampung Roh Allah tersebut. Hal ini sesuai dgn apa yg Paulus pahami dalam Filipi.. walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dgn Allah itu, sebagai milik yg harus dipertahankan.

Jadi, kitab kejadian dgn kitab Yohanes itu, memiliki “kesamaan”, jika kitab kejadian berbicara tentang “proses” awal penciptaan materi, maka kitab Yohanes itu berbicara tentang “proses awal penciptaan rohani”. Itulah sebabnya .. Yesus itu disebut sebagai “Adam yg kedua”.

Jadi, Sekalipun Firman itu adalah sungguh2 Allah, atau bukan sosok yg lain diluar Allah, namun “eksisnya Firman tsb, berbeda dgn eksisnya Allah”, artinya .. sesuai Yohanes 1:1, maka Firman itu eksis, karena Allah memulai proses penciptaan, sehingga jika Allah tidak melakukan penciptaan, maka Firman (suara Allah, kehendak Allah, hikmat Allah atau pengetahuan Allah), tidak akan pernah eksis.

Jbu
January 27, 2019, 12:16:28 AM
Reply #262
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 943
  • Denominasi: Protestan
...
Nah, sekarang kita diperhadapkan pada pertanyaan: Jika Firman adalah Allah itu sendiri, mengapa di Yohanes 1:14, tidak dituliskan Allah itu menjadi manusia, melainkan Firman itu menjadi manusia ?
Mengapa harus? Apa yang mengharuskan? Siapa yang mengharuskan?

Dari Yoh 1:1 sudah didapatkan pengetahuan bahwa Firman itu adalah Allah.
So, kesimpulannya mau jadi apa pun dan siapa pun, Firman itu adalah Allah.
Dan ketika dari Yoh 1:14 didapatkan pengetahuan bahwa Firman itu menjadi manusia maka fix, kesimpulannya Allah menjadi manusia.

Ga usah terlalu njelimet dan bertele-tele, bray.
Semua sudah dijelaskan oleh para Bapa Gereja dari abad 1.
Gak usah sok-sokan bikin teori-teori baru, ntar elo sendiri yang pusing, bray.
January 27, 2019, 03:38:38 PM
Reply #263
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12811
    • fossil coral cantik
Mungkin benar menurut Oda terasa “janggal”, tetapi pengertian inkarnasi itu, yah memang “dilahirkan kembali”, tetapi bukan diciptakan.
IMO, nggak masuk utk dikatakan "dilahirkan kembali", 888.

Karena vocab "kembali" pada kalimat tsb pengertian-nya "it's not for the first time".

contoh misal kalimat:
say it again
she did it again
you hurt me again
he joined again


Quote
Mengapa dikatakan “dilahirkan kembali”? Sebab Dia sudah ada sebelum menjadi manusia.
Kalo maksud 888 kayak sbb ini :
1. Sebelum menjadi manusia, Dia dilahirkan
2. Event menjadi manusia = Dia dilahirkan
3. Dengan demikian, pada point-2:  [/]"it's not the first time"[/i] Dia dilahirkan

Menurut saya tetep aja gak masuk, 888.
January 27, 2019, 03:56:12 PM
Reply #264
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12811
    • fossil coral cantik
Nah, dalam penjelasan saya.. Firman itu dipahami sebagai: Suara Allah, Kehendak Allah, Hikmat Allah, Ilmu Allah.
Sependapat. Hanya saja terkait yang [Suara Allah] di versi pengertian saya tidak selalu harus berupa swara, melainkan (karena susah dikalimatkan) saya kasih ilustrasi :

1. Saya ngliat ada motor ugal2an.
2. Didalam hati saya, saya kpingin bikin si pengendara tsb nabrak pohon.
3a. masih didalam hati saya, saya "berkata" : Be it !
maka nabrak pohonlah si pengendara tsb beserta dgn motornya

Nah variasi dari point-3a itu bisa juga berupa :
3b. saya literally berkata audible : nabrak pohon luh !
maka nabrak pohonlah si pengendara tsb beserta dgn motornya

Quote
Nah, pertanyaan muncul: Apakah suara, kehendak, hikmat atau ilmu Allah itu, adalah sesuatu yg terpisah dari Allah ?
Kalo menurut versi saya : nggak. Karena versi pemikiran saya sependapat dgn tulisan 888 dibawah ini :

Quote
Jadi, seperti manusia memiliki suara, kehendak, hikmat ataupun pengetahuan, maka semua itu ada dalam diri manusia dan tidak terpisah dgn manusia itu sendiri, sehingga dapat dipahami, bahwa suara, kehendak, hikmat atau pengetahuan yg dimiliki oleh manusia, adalah “satu” dgn diri manusia itu sendiri.
« Last Edit: January 27, 2019, 04:03:57 PM by odading »
January 27, 2019, 04:07:30 PM
Reply #265
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12811
    • fossil coral cantik
setelah Firman itu muncul, barulah “sang waktu itu lahir”, lahirnya sang waktu itu, dapat kita lihat pada kitab kejadian .. “jadilah terang”.
Kayaknya saya sependapat sama 888, apabila maksud 888 kronologinya kayak begini :

1. nothing exist but God
2. God say : let there be light !
3. maka terang itu exist

So apabila maksud 888 kayak kronologi diatas, saya sependapat secara kronologi.
Namun saya gak sependapat apabila di pov versi 888 : [yg nomor-2 selalu berupa swara(audible)], karena di pov versi saya : [yg nomor-2 tidak selalu berupa swara(audible)] ---> yakni spt ilustrasi saya sebelumnya (3a dan 3b) di reply #264.
January 28, 2019, 03:33:29 AM
Reply #266
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 564
Mengapa harus? Apa yang mengharuskan? Siapa yang mengharuskan?

Dari Yoh 1:1 sudah didapatkan pengetahuan bahwa Firman itu adalah Allah.
So, kesimpulannya mau jadi apa pun dan siapa pun, Firman itu adalah Allah.
Dan ketika dari Yoh 1:14 didapatkan pengetahuan bahwa Firman itu menjadi manusia maka fix, kesimpulannya Allah menjadi manusia.

Ga usah terlalu njelimet dan bertele-tele, bray.
Semua sudah dijelaskan oleh para Bapa Gereja dari abad 1.
Gak usah sok-sokan bikin teori-teori baru, ntar elo sendiri yang pusing, bray.

Ndak pusing kok, karena bagi ku, memberitakan Firman Tuhan, adalah hutang yg harus saya bayar..

Tentang masalah bapa2 gereja.. tergantung sudut pandang mana, karena setiap denom, memiliki bapa gerejanya masing2, bapa gereja A, mungkin akan dikatakan sesat oleh denom x, demikian juga bapa gereja x, mungkin akan dikatakan sesat oleh denom A. Lantas, bapa gereja mana yg benar ? Karena benar menurut anda, belum tentu benar bagi yg lain. Artinya: jika anda hanya berpedoman pada pendapat bapa gereja, tanpa “menguji” pendapat tersebut “berdasarkan Alkitab”, maka anda tidak akan pernah tahu tentang “kebenaran”.

Dan maaf, saya tidak menyampaikan “teori”, tetapi menjelaskan apa2 yg Alkitab tuliskan, atau .. mungkin menurut anda Alkitab itu suatu “teory”? Hahahaha ..

Jbu..
January 28, 2019, 03:40:55 AM
Reply #267
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 564
Kayaknya saya sependapat sama 888, apabila maksud 888 kronologinya kayak begini :

1. nothing exist but God
2. God say : let there be light !
3. maka terang itu exist

So apabila maksud 888 kayak kronologi diatas, saya sependapat secara kronologi.
Namun saya gak sependapat apabila di pov versi 888 : [yg nomor-2 selalu berupa swara(audible)], karena di pov versi saya : [yg nomor-2 tidak selalu berupa swara(audible)] ---> yakni spt ilustrasi saya sebelumnya (3a dan 3b) di reply #264.
Oda, saya kan sudah jelaskan (coba dibaca ulang penjeladan2 saya buat Sdr hen2), Firman Tuhan itu, bukan hanya “suara”, tetapi Firman Tuhan itu adalah: Suara Allah, Kehendak Allah, Hikmat Allah atau Pengetahuan Allah, ataupun Kuasa Allah., namun.. agar mudah memahami, maka sederhananya, saya katakan “suara Allah”.

Dan masalah kronologis nya, persis seperti yg oda pahami..

Tidak lama lagi, kamu jadi Kristen Oda, hahaha..

Demikian Oda ..

Jbu
January 28, 2019, 03:45:08 AM
Reply #268
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 564
IMO, nggak masuk utk dikatakan "dilahirkan kembali", 888.

Karena vocab "kembali" pada kalimat tsb pengertian-nya "it's not for the first time".

contoh misal kalimat:
say it again
she did it again
you hurt me again
he joined again

 Kalo maksud 888 kayak sbb ini :
1. Sebelum menjadi manusia, Dia dilahirkan
2. Event menjadi manusia = Dia dilahirkan
3. Dengan demikian, pada point-2:  [/]"it's not the first time"[/i] Dia dilahirkan

Menurut saya tetep aja gak masuk, 888.
Bener Oda, maksut saya “dilahirkan kembali itu”, yah “dilahirkan jadi manusia”, karena sebelumnya Dia itu “sang maha ada”. Mungkin kalau Oda bingung .. digunakan aja perkataan “dilahirkan” dan tidak pakai embel2 “kembali”.. hahaha..

Jbu
January 28, 2019, 08:31:14 PM
Reply #269
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12811
    • fossil coral cantik
Bener Oda, maksut saya “dilahirkan kembali itu”, yah “dilahirkan jadi manusia”,
KARENA
sebelumnya Dia itu “sang maha ada”.
justru menurut saya, isi [KARENA] (oranye) dari 888 itu gak masuk.

Isi [KARENA] yg masuk itu misal:
KARENA
sebelum Dia dilahirkan Maria, Dia dilahirkan oleh Allah.

Nah... kalo yg ungu masih bisa dikatakan masuk:
A. Sebelumnya Dia dilahirkan (oleh Allah)
B. Blakangan Dia dilahirkan kembali (oleh Maria)

But the yg point-A itu jadinya menimbulkan pertanyaan :
KAPAN Dia dilahirkan oleh Allah ?

Quote
Mungkin kalau Oda bingung
Saya gak bingung, 888.
Saya menyampaikan begimana itu logika kronologi-nya pada kalimat yg ada vocab "again" :wink:.



He saved us, by the washing of REgeneration and REnewal of the Holy Spirit

REgeneration
awalan "RE" disitu udah duluan menunjukkan bahwa sebelumnya pernah di-generated.

Demikian pula REnewal.
awalan "RE" disitu udah duluan menunjukkan bahwa sebelumnya pernah di sikon new/baru.

Menurut saya, rebirth/regeneration/born-again itu adalah istilah dimana sikon-nya adalah renewal of the spirit.

Renewal of the Spirit berangkat dari kronologi:
1. spirit baru
2. spirit tercemar
3. spirit diperbaharui

Yang nomor-2 bukan berupa [spirit udah tuwir]
yg sehingga nomor-3nya [spirit dibikin muda lagi] 
:D



« Last Edit: January 28, 2019, 08:37:32 PM by odading »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)