Author Topic: Allah dan Firman  (Read 7333 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 28, 2019, 08:35:14 PM
Reply #270
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12887
    • fossil coral cantik
Oda, saya kan sudah jelaskan (coba dibaca ulang penjeladan2 saya buat Sdr hen2), Firman Tuhan itu, bukan hanya “suara”, tetapi Firman Tuhan itu adalah: Suara Allah, Kehendak Allah, Hikmat Allah atau Pengetahuan Allah, ataupun Kuasa Allah., namun.. agar mudah memahami, maka sederhananya, saya katakan “suara Allah”.
Oh oke deh, 888  :happy0062:
January 29, 2019, 03:14:00 AM
Reply #271
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 565
Lanjutan dari halaman 2...

Kemudian .. Setelah dipahami, bahwa Firman itu adalah “milik Allah” dan bukan “sesuatu sosok” yg berbeda dan terpisah dari Allah, maka sekarang.. sampailah kita pada pembuktian:

Apakah benar, Firman itu adalah Allah itu sendiri ?

Banyak ayat di Alkitab menjadi sumber perdebatan, untuk membenarkan ajaran2 dari gereja2 yg berbeda - beda yg memiliki “Multi tafsir”, tetapi disini .. saya akan mengutip satu ayat yg “sangat penting sekali”, dalam menjelaskan “apa dan siapa Firman tersebut”?

1 Korintus 2:11..
Siapa gerangan diantara manusia yg tahu, apa yg terdapat didalam diri manusia selain roh manusia sendiri yg ada didalam dia ? Demikian pulalah tidak ada orang yg tahu, apa yg terdapat didalam diri Allah SELAIN  ROH  ALLAH.

Nah, seperti penjelasan saya sebelumnya, bahwa Alkitab itu ditulis “untuk manusia” dan bukan untuk Allah ataupun malaikat, jadi .. untuk memahami Alkitab dgn benar, maka kita “harus” memahami Alkitab itu, berdasarkan logika-logika pemikiran manusia juga.

Demikian juga Rasul Paulus, seperti yg dituliskan pada ayat diatas, bahwa Paulus benar2 menyadari, kalau Firman Tuhan atau Kitab Suci atau Alkitab itu, dituliskan atau ditujukan “untuk manusia”, sehingga Paulus memahami “Ke - Allahan itu”, berdasarkan logika Paulus sbg manusia.

Nah, sekalipun Paulus pada ayat tersebut, tidak berbicara “khusus” tentang perihal Yesus, namun jika kita kaitkan dgn semua tulisan2 Paulus dalam Surat2 untuk Jemaat di Korintus itu, maka kita dapat memahami, bahwa ayat dalam 1 Korintus 2:11 tsb, adalah “penjelasan Paulus tentang Yesus”, dimana dalam penjelasan tsb, Paulus “membandingkan” hakikat Allah itu dengan Hakikat manusia.

Jadi, pada ayat tersebut .. secara implisit, Paulus menjelaskan kepada kita, tentang “Siapakah Firman itu”?

Nah, Paulus katakan pada ayat tsb .. “tidak ada orang yg tahu, apa yg terdapat dalam diri Allah selain Roh Allah”, artinya disini.. Paulus ingin “menegaskan” kepada kita, bahwa Firman itu adalah Roh Alla itu sendiri, atau Firman itu adalah Allah yg Esa itu sendiri.

Mengapa ?

Seperti pernyataan Paulus pada ayat tsb, jika Firman itu adalah sesuatu yg “berbeda dan terpisah” dari Allah, maka “mustahil” Firman itu dapat mengetahui hal-hal yg ada pada Allah.

Jadi, karena ternyata Firman itu mengetahui semua yg ada pada Allah, maka seperti pernyataan Paulus diatas.. Sebenarnya, Firman itu adalah “Roh Allah itu sendiri”, sebab jika bukan Roh Allah itu sendiri, maka sesuai pemahaman Paulus, Firman itu tidak mungkin dapat mengetahui hal2 yg ada pada Allah.

Lalu, Jika sekarang dapat dipahami, bahwa Firman itu adalah Allah, maka timbul permasalahan2 besar, yg telah melahirkan perdebatan selama 2.000 tahun, yaitu :

(1). Yesus menyatakan dirinya adalah utusan Allah.
(2). Anak manusia tidak mengetahui kapan kiamat.
(3). Yesus berdoa kepada Bapa.
(4). Yesus mati disalibkan.
(5). Dan lain sebagainya.

Untuk menjawab permasalahan2 diatas, akan kita lanjutkan pada halaman berikutnya (halaman 4)

Jbu
January 29, 2019, 03:51:15 AM
Reply #272
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 565
Lanjutan ..

Nah, untuk menjawab permasalahan2 tersebut diatas, maka kita harus dapat “memahami” dengan benar, apa dan siapa itu hakikat manusia, sebab selama kita tidak memahami hakikat manusia dengan benar, maka kita tidak akan pernah menemukan jawaban2 terhadap permasalahan2 tersebut diatas.

Nah, pada forum disini.. dalam berbagai kesempatan diskusi, saya sudah berusaha untuk “menjelaskan” keterkaitan antara “hakikat” manusia terhadap permasalahan2 diatas, namun .. karena “mungkin” berbicara tentang manusia, merupakan topik yg kurang menarik, jika dibandingkan dgn topik2 tentang Tritunggal, maka banyak orang yg mungkin mengabaikannya, pada hal .. “berbicara tentang Allah, tidak dapat terlepas dari berbicara tentang manusia”, sehingga “berbicara tentang Tritunggal, harus juga berbicara tentang Manusia”.

Kembali ke topik, seperti penjelasan2 saya dalam topik2 tentang “hakikat manusia”, bahwa manusia itu terdiri dari: Tubuh + Jiwa + Roh (Sekalipun sudah dituliskan dalam Alkitab: 1 Tes 5:23, tetap saja ada banyak orang yg menentang pernyataan Alkitab tsb), namun .. pada topik disini, saya tidak akan membahas permasalahan pertentangan tsb, TETAPI .. saya akan menjelaskan Hakikat Manusia berdasarkan 1 Tesalonika 5:23 tersebut).

1 Tesalonika 5:23..
.. semoga Roh, Jiwa dan Tubuh mu terpelihara sempurna dengan tak bercacat.

Tentang tubuh, saya pikir .. semua sudah pasti tahu, apakah tubuh itu ? Sehingga tidak perlu kita membicarakan permasalahan tubuh tersebut.

Nah, Alkitab berkata.. setelah Adam diciptakan dari debu tanah, maka kemudian Allah menghembuskan nafas Allah kepada Adam, sehingga Adam menjadi mahluk yg hidup.

Nafas Allah yg dihembuskan kepada Adam inilah yg dimaksudkan Paulus, dalam ayat tersebut diatas sebagai “Roh” pada hakikat manusia itu, dimana Nafas Allah yg dimiliki oleh Adam tersebut, diwariskan kepada seluruh keturunan Adam melalui laki-laki.

Nafas Allah tersebut, diwariskan pada “saat pertama sekali” janin bayi terbentuk, sehingga janin tersebu hidup didalam kandungan wanita.

Janin yg telah hidup didalam kandungan tersebut, “BELUM” memiliki jiwa, sebab jiwa itu adalah: pertimbangan akal dan hikmat, emosi, serta keinginan, dimana Jiwa ini akan “terbentuk”, sejak manusia itu “dilahirkan”, bertumbuh hingga mati.

Jadi, yang pertama ada pada hakikat manusia itu adalah : Roh (Nafad Hidup) dan Tubuh, yaitu .. pada saat masih janin didalam kandungan, kemudian setelah janin itu dilahirkan menjadi bayi, barulah pada saat itu, jiwa manusia terbentuk, sehingga setelah dilahirkan menjadi bayi, maka lengkaplah sudah, hakikat manusia itu terdiri dari: Roh, Jiwa dan Tubuh.


Bersambung ke halaman .. 4...

Jbu..
January 29, 2019, 04:58:23 AM
Reply #273
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 565
Lanjutan dari hal ..3..

Demikian juga halnya terhadap Yesus..

Yesus adalah manusia juga yg terdiri dari: Roh (Nafas Hidup), Jiwa dan Tubuh.

Nah, karena janin Yesus yg dikandung oleh Maria, bukan berasal dari hasil hubungan suami isteri, tetapi dari ROH KUDUS, maka Nafas Hidup yg dimiliki oleh Janin Yesus, tidak berasal dari warisan Adam, tetapi berasal dari Roh Allah itu sendiri (Pemilik Nafas Hidup).

Kemudian, setelah janin itu dilahirkan menjadi “bayi”, maka sejak saat itulah .. “Jiwa” manusia Yesus mulai terbentuk, artinya .. seperti manusia2 lain yg jiwa nya terbentuk sejak dilahirkan, demikian juga Yesus, jiwanya tidak terbentuk serta merta pada saat janin terbentuk dalam kandungan, tetapi jiwa Yesus terbentuk, disaat Bayi Yesus dilahirkan, bertumbuh hingga mati.

Pertumbuhan jiwa Yesus secara alami, seperti yg dialami oleh manusia umumnya, dapat kita lihat pada Lukas 2:52 .. dan Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmatnya.

Nah, seperti penjelasan saya sebelumnya, bahwa hikmat itu adalah “bagian dari jiwa”, maka sesuai Lukas 2:52 .. maka “jiwa manusia Yesus” itu mengalami “pertumbuhan”.

Jadi, setelah kita memahami tentang hakikat manusia yg terdiri dari: Roh, Jiwa dan Tubuh, maka sekarang kita sudah dapat membedakan, pengertian “Roh dan Jiwa”, dimana yg maksut sebagai “Roh Manusia yg sebenarnya dalam 1 Tesalonika 5:23 tersebut diatas, adalah “JIWA”, sehingga didalam tubuh manusia itu, terdapat 2 pengertian Roh, yaitu:

(1). Pengertian Roh sebagai Nafas Hidup.
(2). Pengertian Roh, sebagai “JIWA” yg merupakan “Roh Manusia yg sebenarnya”.

Nah, karena didalam manusia itu terdapat 2 Roh, maka Pada diri Yesus terjadi juga hal yg sama, dimana Manusia Yesus memiliki 2 Roh, yaitu:
(1). Nafas Hidup yg Adalah Roh Allah dan terbentuk pada saat janin Yesus terbentuk dalam kandungan Maria.
(2). Jiwa yg merupakan “Roh Manusia Yesus yg sebenarnya”, dan terbentuk pada saat bayi Yesus dilahirkan, bertumbuh hingga mati di kayu salib.

Nah, sekarang kita sudah dapat memahami dan menjawab ke - 4 permasalahan tsb diatas dgn mudah, yaitu:

“Manusia Yesus yg TERBENTUK sejak dilahirkan, adalah utusan Allah.. sehingga manusia Yesus yg terbentuk sejak dilahirkan, mengalami pertumbuhan dan kematian, seperti manusia pada umumnya, dan sebagai manusia yg terbentuk sejak dilahirkan, maka otomatis.. manusia Yesus tidak tahu tentang akhir jaman atau hari kiamat”.

Tetapi, seperti penjelasan diatas, bahwa Nafas Hidup Yesus adalah “Roh Allah”, maka tidak heran kalau Yesus berkata, bahwa Yesus dan Bapa itu adalah Satu, dan tidak heran juga Rasul Paulus katakan, bahwa Yesus itu adalah Gambar dan Wujut Allah yg tidak kelihatan.

Bagaimanakah hubungan manusia Yesus dengan Allah itu ?

Seperti penjelasan diatas, maka Sejak “manusia Yesus” itu terbentuk ketika dilahirkan, maka Yesus memiliki “Hidup-Nya” sendiri, seperti kita manusia pada umumnya, sekalipun kita memiliki Nafas Hidup yg berasal dari Allah, tetapi kita memiliki hidup kita sendiri.

Sekarang timbul pertanyaan, mengapa Hidup Manusia Yesus itu bisa kekal, sementara kita manusia tidak kekal ?

Nah, sebenarnya .. manusia Yesus itu “tidak kekal”, hal ini terbukti dari kematian yg dialami oleh manusia Yesus itu, tetapi .. Hidup manusia Yesus menjadi kekal, setelah Ia bangkit dari kematian, untuk “memperoleh Janji Allah pada manusia”, yaitu.. Allah akan mengaruniakan hidup kekal, kepada setiap orang yg mentaati semua perintah Allah tanpa cacat., dan Manusia Yesus itu bangkit, sebab semasa hidup nya, manusia Yesus itu memilih untuk mentaati semua perintah Allah tanpa cacat.

Itulah sebabnya, Paulus katakan dalam Roma 14:9, Kristus itu “MENJADI  TUHAN”, karena Ia telah mati dan hidup kembali, artinya: sebelum kematian-Nya, Kristus itu belum menjadi Tuhan, dan hal ini tepat seperti pernyataan Rasul Thomas setelah “Kebangkitannya”, Rasul Thomas katakan: Tuhan ku dan Allah ku.

Jbu
January 30, 2019, 12:08:57 PM
Reply #274
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
Dari penjabaran sdr. 888 di atas maka dapat saya simpulkan bahwa sesungguhnya Roh Allah merupakan roh manusia itu sendiri yang mana dalam hal ini kita mendapatkan gambarannya melalui kelahiran seorang Manusia sempurna yang bernama Yesus Kristus..... tapi bukan berarti bahwa semua orang yang dilahirkan dari sperma laki-laki memiliki roh di dalam dirinya..... hanya Yesus saja yang memiliki roh manusia di dalam dirinya sebagai seorang manusia.

January 30, 2019, 01:48:07 PM
Reply #275
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1148
Jadi, sekalipun Firman itu adalah Allah, namun Eksistensi Firman itu, tidak hadir bersamaan dgn Adanya Allah, tetapi Eksistensi Allah yg pertama ada, baru disusul kemudian oleh Eksistensi Firman, sebab Eksistensi Firman itu “muncul”, karena Allah memulai proses penciptaan, tetapi jika Allah tidak melakukan penciptaan, maka Eksistensi Firman itu tidak pernah ada ..

Koq ada yang gak ketulungan seperti Anda ini, ya?

1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

Quote
Firman itu suara Allah, Firman itu pernyataan Allah, Firman itu Kehendak Allah, dlsb.. sehingga, jika Allah tidak bersuara, tidak menyatakan sesuatu, tidak berkehendak.. atau jika Allah “diam”, maka Eksistensi Firman tidak akan pernah ada.

Jbu

Firman itu suara Allah? ==> ngawur!
Firman itu pernyataan Allah? ==> ngawur!
Firman itu kehendak Allah? ==> ngawur!

Firman itu adalah Allah

again: 1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

Camkan baik-baik ayat tsb.

Firman itu adalah Allah (bukan suara Allah)
Firman itu adalah Allah (bukan pernyataan Allah)
Firman itu adalah Allah (bukan kehendak Allah)
===

Word dimaksud di ayat tersebut bukanlah 'esensi' dari Allah, melainkan Person. It's not an essential name, but personal. It refers to The Son (Pribadi kedua dari Allah Tritunggal).

Itu sebabnya St. John tidak menulis sbb:

1:1 In the beginning was the Word of God, and the Word of God was with (in) God, and the Word of God was in God.

melainkan:

1:1 In the beginning was the Word, and the Word was with God, and the Word was God.
===

Word of God Vs God... big difference!
===

Sebaikannya Anda ganti name menjadi : Penggelap888 :azn:

===

Salam,
January 30, 2019, 01:55:12 PM
Reply #276
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1148
Jadi, sekalipun Firman itu adalah Allah, namun Eksistensi Firman itu, tidak hadir bersamaan dgn Adanya Allah, tetapi Eksistensi Allah yg pertama ada, baru disusul kemudian oleh Eksistensi Firman, sebab Eksistensi Firman itu “muncul”, karena Allah memulai proses penciptaan, tetapi jika Allah tidak melakukan penciptaan, maka Eksistensi Firman itu tidak pernah ada .. Firman itu suara Allah, Firman itu pernyataan Allah, Firman itu Kehendak Allah, dlsb.. sehingga, jika Allah tidak bersuara, tidak menyatakan sesuatu, tidak berkehendak.. atau jika Allah “diam”, maka Eksistensi Firman tidak akan pernah ada.

Jbu

Bahkan sekiranya pemahaman ngawurmu menganai The Word di atas pun saya terima.... tetap terdapat kecacatan karena menganggap existence dari firman ada awal-akhir...

Seolah-olah Allah pernah tidak berkehendak. Seolah-olah 'will' dari Allah bukan sesuatu yang 'melekat' pada diriNya sendiri.

===

Salam,
January 30, 2019, 02:17:14 PM
Reply #277
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9606
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
berusaha untuk cari makanan keras boleh2 aja
tp jangan sampai yang udah jelas2 tertulis jadi dilanggar juga

kadangkala kita ini berpikir terlalu kompleks sampai akhirnya lupa bahwa Firman Tuhan itu sbenarnya sederhana
tentunya dibutuhkan percaya lebih daripada logika dalam hal ini
January 30, 2019, 11:58:21 PM
Reply #278
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 565
Koq ada yang gak ketulungan seperti Anda ini, ya?

1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

Firman itu suara Allah? ==> ngawur!
Firman itu pernyataan Allah? ==> ngawur!
Firman itu kehendak Allah? ==> ngawur!

Firman itu adalah Allah

again: 1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

Camkan baik-baik ayat tsb.

Firman itu adalah Allah (bukan suara Allah)
Firman itu adalah Allah (bukan pernyataan Allah)
Firman itu adalah Allah (bukan kehendak Allah)
===

Word dimaksud di ayat tersebut bukanlah 'esensi' dari Allah, melainkan Person. It's not an essential name, but personal. It refers to The Son (Pribadi kedua dari Allah Tritunggal).

Itu sebabnya St. John tidak menulis sbb:

1:1 In the beginning was the Word of God, and the Word of God was with (in) God, and the Word of God was in God.

melainkan:

1:1 In the beginning was the Word, and the Word was with God, and the Word was God.
===

Word of God Vs God... big difference!
===

Sebaikannya Anda ganti name menjadi : Penggelap888 :azn:

===

Salam,
Hahaha .. saya baru pertama sekali mendengar, “betapa sesatnya penjelasan anda”, dimana anda katakan.. bahwa Firman itu adalah “ngawur”, jika dikatakan “suara Allah, hikmat Allah, kehendak Allah”, maaf .. saya tegur anda didalam Nama Tuhan Yesus, untuk “tidak murtad”.

Anda boleh marah pada saya, karena mungkin apa yg anda pahami selama ini “keliru”, tetapi “Jangan Sampai Murtad”..

Mengapa ? Semua denom Kristen, kecuali anda.. memahami, bahwa Firman Allah itu, adalah suara Allah, hikmat Allah, kehendak alah atau LOGOS Allah.

Maaf .. luar biasa kesesatan anda .,

Kiranya Roh Kristus mengampuni anda ..
January 31, 2019, 12:12:45 AM
Reply #279
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 565
Bahkan sekiranya pemahaman ngawurmu menganai The Word di atas pun saya terima.... tetap terdapat kecacatan karena menganggap existence dari firman ada awal-akhir...

Seolah-olah Allah pernah tidak berkehendak. Seolah-olah 'will' dari Allah bukan sesuatu yang 'melekat' pada diriNya sendiri.

===

Salam,
Hahahaha .. berarti anda belum memahami penjelasan-penjelasan saya..

Jadi, silahkan baca ulang pelan2 semua penjelasan2 saya, baru berkomentar, supaya anda kelihatan “cerdas”..

Jbu
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)