Author Topic: Allah dan Firman  (Read 7252 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 31, 2019, 12:18:01 AM
Reply #280
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 564
berusaha untuk cari makanan keras boleh2 aja
tp jangan sampai yang udah jelas2 tertulis jadi dilanggar juga

kadangkala kita ini berpikir terlalu kompleks sampai akhirnya lupa bahwa Firman Tuhan itu sbenarnya sederhana
tentunya dibutuhkan percaya “lebih daripada logika dalam hal ini”
Coba perhatikan pernyataan anda yg saya berikan tanda kutip..

Alkitab itu ditulis untuk manusia, sehingga seluruh isi Alkitab, harus dapat dipahami oleh akal manusia, jika akal manusia tidak mampu memahami alkitab, maka untuk apa Alkitab itu dituliskan.

Jbu..
« Last Edit: January 31, 2019, 12:27:57 AM by Pencerah888 »
January 31, 2019, 12:26:27 AM
Reply #281
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 564
Dari penjabaran sdr. 888 di atas maka dapat saya simpulkan bahwa sesungguhnya Roh Allah merupakan roh manusia itu sendiri yang mana dalam hal ini kita mendapatkan gambarannya melalui kelahiran seorang Manusia sempurna yang bernama Yesus Kristus..... tapi bukan berarti bahwa semua orang yang dilahirkan dari sperma laki-laki memiliki roh di dalam dirinya..... hanya Yesus saja yang memiliki roh manusia di dalam dirinya sebagai seorang manusia.

Benar .. cuma Yesus yg memiliki Roh Manusia didalam diri - Nya sebagai manusia, sebab kita semua manusia, baru memiliki “nafas hidup”.


Jbu..
January 31, 2019, 12:31:46 AM
Reply #282
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1568
  • Denominasi: Gak tau dah...
Jadi, Sekalipun Firman itu adalah sungguh2 Allah, atau bukan sosok yg lain diluar Allah, namun “eksisnya Firman tsb, berbeda dgn eksisnya Allah”, artinya .. sesuai Yohanes 1:1, maka Firman itu eksis, karena Allah memulai proses penciptaan, sehingga jika Allah tidak melakukan penciptaan, maka Firman (suara Allah, kehendak Allah, hikmat Allah atau pengetahuan Allah), tidak akan pernah eksis.
Izinkan saya nimbung lagi, Bro...

Saya pribadi tidak mempermasalahkan pengertian trinitas. Walaupun topik ini ujungnya akan kembali ke trinitas. Tapi yang saya sorot di sini mengenai permulaan Firman. Dan saya sadar jika akhirnya kita mungkin sepakat untuk tidak sepakat. Saya cuma mau mengajukan pemikiran di kepala saya.

Saya mulai dari pertanyaan premis.

APAKAH ADA SUATU MASA/WAKTU/MOMEN DIMANA ALLAH BELUM EKSIS / BELUM ADA?

Di sini kita pasti sepakat menjawab tidak pernah ada. Kecuali Anda menjawab ada, maka dari dasar pun kita sudah berbeda pengertian.

Lalu kemudian saya melompat ke Sang Firman. Apa itu Firman? Sudah Bro jelaskan. Firman itu adalah kuasa Allah. Firman itu adalah hikmat Allah. Firman itu adalah pengetahuan Allah, dll dsb. Untuk mempermudah, Firman Allah adalah X.

Lalu selanjutnya menurut Anda, X baru eksis ketika proses penciptaan dimulai.

Konsukuensinya menurut saya amatlah serius. Karena jika X baru eksis ketika proses penciptaan dimulai, maka sebelum proses penciptaan Allah tidak memiliki X. Apakah mungkin ada suatu masa ketika Allah tidak memiliki kuasa, hikmat, pengetahuan, dll dsb?

Kita tidak mempunyai secuil pun informasi mengenai kondisi Allah sebelum proses penciptaan dimulai. Kita tidak tahu apa yang dikerjakan Allah. Percuma kita mencoba untuk meraba-raba. Tapi pada pandangan saya, sebelum penciptaan dimulai, Allah tetap memiliki X, dan X ini adalah Allah.
January 31, 2019, 09:00:34 AM
Reply #283
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
Benar .. cuma Yesus yg memiliki Roh Manusia didalam diri - Nya sebagai manusia, sebab kita semua manusia, baru memiliki “nafas hidup”.


Jbu..
Makanya kita yang percaya dan menuruti firman-Nya dianugerahkan ROH KUDUS di dalam kehidupannya.... bener gak bro?
January 31, 2019, 09:17:58 AM
Reply #284
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9602
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Coba perhatikan pernyataan anda yg saya berikan tanda kutip..

Alkitab itu ditulis untuk manusia, sehingga seluruh isi Alkitab, harus dapat dipahami oleh akal manusia, jika akal manusia tidak mampu memahami alkitab, maka untuk apa Alkitab itu dituliskan.

Jbu..

I'm sorry

Kekristenan itu dari sejak awalnya adalah percaya dengan kesaksian

yes kamu boleh saja mau mengerti dengan akal
tapi ada batasnya
ada hal2 dimana harus diterima dengan percaya, akal tak bisa mencapainya

mana ada sih perawan bisa melahirkan tanpa suami
mana ada sih orang bangkit dari kematian di hari ketiga, sendiri lagi
kedua hal ini aja mau sampe jungkir balik salto salto juga gak bakalan bisa diterima akal
tapi itu adalah hal esensial dalam Kekristenan

so kalo kamu bilang "seluruh isi Alkitab harus dipahami oleh akal"
itu gak benar

yang jelas seluruh isi Alkitab harus dipercaya sebagai kebenaran
diatas itu, pakailah akal untuk menggali Firman Tuhan
« Last Edit: January 31, 2019, 09:48:58 AM by HenHen »
January 31, 2019, 09:35:38 AM
Reply #285
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1148
Hahaha .. saya baru pertama sekali mendengar, “betapa sesatnya penjelasan anda”, dimana anda katakan.. bahwa Firman itu adalah “ngawur”, jika dikatakan “suara Allah, hikmat Allah, kehendak Allah”, maaf .. saya tegur anda didalam Nama Tuhan Yesus, untuk “tidak murtad”.

Jika The Word dimaksud di John 1:1 Anda katakan merujuk ke 'suara', 'kehendak', 'hikmat', etc dan bukan merujuk kepada The Son, memang itu 'ngawur'.

1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.


Firman dimaksud di aya 14 adalah Firman yg sama di ayat 1, dan jika menurutmu itu bukanlah merujuk kepada Allah Putera.... maka memang kesesatan mu, sudah parah.

Quote

Anda boleh marah pada saya, karena mungkin apa yg anda pahami selama ini “keliru”, tetapi “Jangan Sampai Murtad”..

Silakan tunjukkan 'kekeliruan' dan 'kemurtadan' saya. Kalau sekadar claim dan cuap-cuap, saya tidak tertarik.

Pede banget menyangka saya marah? :tongue:

Quote
Mengapa ? Semua denom Kristen, kecuali anda.. memahami, bahwa Firman Allah itu, adalah suara Allah, hikmat Allah, kehendak alah atau LOGOS Allah.

Maaf .. luar biasa kesesatan anda .,

Kiranya Roh Kristus mengampuni anda ..

Lihat di atas... saya sudah copy-kan  ayat 14.

Jika Anda beranggapan bahwa Anak Tunggal Allah (Allah Putera) baru exist ketika dunia (waktu) ada... maka kesesatan mu lah yang sudah parah.

Jangan malah mengajari saya.
====

Salam,
January 31, 2019, 09:45:31 AM
Reply #286
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1148
Hahahaha .. berarti anda belum memahami penjelasan-penjelasan saya..

Jadi, silahkan baca ulang pelan2 semua penjelasan2 saya, baru berkomentar, supaya anda kelihatan “cerdas”..

Jbu

Sampean itu ngejelasi apa???

Jangan dikira kalau Posting panjang2 sampai ada 'to be continued' menjadikan Anda cerdas.

Tuh di atas saya sudah mengalah dengan mengandaikan menerima 'pemahaman ngawur-mu akan kata The Word di John 1:1.

Silakan tanggapi.

Bro. mrt_bla pun sudah menayakan hal yang sama.

===

Salam,
January 31, 2019, 11:50:29 AM
Reply #287
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1148
Itulah sebabnya, Paulus katakan dalam Roma 14:9, Kristus itu “MENJADI  TUHAN”, karena Ia telah mati dan hidup kembali, artinya: sebelum kematian-Nya, Kristus itu belum menjadi Tuhan, dan hal ini tepat seperti pernyataan Rasul Thomas setelah “Kebangkitannya”, Rasul Thomas katakan: Tuhan ku dan Allah ku.

Jbu

 what an:idiot2:

Karena Rasul yang sama berkata di John 14:5 sbb.

14:5 Thomas saith unto him, Lord, we know not whither thou goest; and how can we know the way

pada saat itu (moment of speaking), Yesus belum bangkit. Not even died.

=====

Sebenarnya, saya rada malas menanggapi postingan yang asal... tapi kalau dibiarkan takutnya malah meyesatkan orang lain.

Roma
14:7 Sebab tidak ada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorang pun yang mati untuk dirinya sendiri.
14:8 Sebab jika kita hidup, kita hidup untuk Tuhan, dan jika kita mati, kita mati untuk Tuhan. Jadi baik hidup atau mati, kita adalah milik Tuhan.
14:9 Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup.

Frasa "supaya Ia menjadi Tuhanthat he might be Lord" bukanlah dalam kaitannya dengan 'ke-Tuhan-an' Yesus. (bahwa Yesus belum 'Tuhan' sebelum kebangkitannya).

melainkan, bahwa dengan kebangkitanNya... Yesus mengalahkan maut.

Acts
2:23 Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka.
2:24 Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu.

Setelah kejatuhan Adam... manusia ada dalam cengkraman maut (baca topik Original Sin-nya bro Odading)

Dan oleh karena kematian dan kebangkitanNya, maut dikalahkan...  Yesus menjadi LORD (penguasa) atas maut.

Manusia tidak lagi dalam cengkraman maut... karena si 'maut' ini sudah kalah dan tak lagi menjadi penguasa atas kerajaan maut.

Itu sebabnya Rasul Paulus menggunakan istilah "Lord both of the dead and living"

Dengan mati dan bangkit Yesus menebus umat manusia dari cengkraman maut... itu pula sebabnya DIA disebut PENEBUS.

===

Isn’t it strange that Jesus should say, God is not the God of the dead, but Paul should say, Jesus is Lord of the dead? It’s not so strange if we let the word of Jesus help us interpret the word of Paul. If God cannot be God of the dead, then Jesus cannot be Lord of the dead. That is, he cannot rule over people who stay in the grave. Those whom he rules live! If Jesus is Lord of the dead, they are not dead! If God is the God of Abraham, Abraham is not dead!

As my hand gets more and more wrinkled, in this I hope: Jesus is Lord of the dead. And therefore they are not dead. For this he died and lived again. “Whoever believes in me, though he die, yet shall he live” (John 11:25). Praise the Lord! The Lord of the dead who are not dead!

https://www.desiringgod.org/articles/lord-of-the-dead

===

Salam,
January 31, 2019, 03:01:34 PM
Reply #288
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12811
    • fossil coral cantik
Oda, saya kan sudah jelaskan (coba dibaca ulang penjeladan2 saya buat Sdr hen2), Firman Tuhan itu, bukan hanya “suara”, tetapi Firman Tuhan itu adalah: Suara Allah, Kehendak Allah, Hikmat Allah atau Pengetahuan Allah, ataupun Kuasa Allah., namun.. agar mudah memahami, maka sederhananya, saya katakan “suara Allah”.

Dan masalah kronologis nya, persis seperti yg oda pahami..
Namun pengertiannya antara saya dan 888 kayaknya beda, karena saya baca tulisan 888 kayak gini :

Quote
Jadi, sekalipun Firman itu adalah Allah, namun
1. Eksistensi Firman itu, tidak hadir bersamaan dgn Adanya Allah, tetapi
2. Eksistensi Allah yg pertama ada, baru disusul kemudian oleh Eksistensi Firman,
3. sebab Eksistensi Firman itu “muncul”, karena Allah memulai proses penciptaan, tetapi
4. jika Allah tidak melakukan penciptaan, maka Eksistensi Firman itu tidak pernah ada ..


Saya gak sependapat karena versi saya :
Firman itu ada bersama sama dengan Allah.
Berpendapat bhw [Allah ada duluan - Firman ada blakangan] di pov versi saya jadinya menuntun ke kesimpulan: [awalnya Allah tidak punya Logos] ---> ini absurd kalo di pov saya.

Saya sempet mengajukan pengertian saya bahwa [Logos = ratio-oratio = Mind].
Di ayat, dari kalimat terbaca menuntun ke kesimpulan bahwa [segala sesuatu dijadikan melalui Logos].

Dan kalo ngikutin versi 888 yg kayak di kelima point tsb, maka kronologika nya :
1. awalnya ada Allah SENDIRIAN
2. Allah menciptakan Logos
3. sekarang ada Allah + Logos

4. Melalui Logos Allah menciptakan segala sesuatu.

ilustrasi :
1. awalnya oda sendirian
2. oda membuat sapu
3. sekaranga ada oda dan sapu
4. melalui sapu oda membersihkan rumah.


Nah... walopun ujungnya (point-4) kita mungkin sama, namun kita berbeda di 1-2-3 nya, dimana 1-2-3 diatas adalah versi 888 ----> CMIIW.

Versi saya :
awalnya [Allah + Mind].

Ilustrasi pengertiannya:
Sewaktu cuplis bilang "pak saya mau komputer" ---> maka ini sudah ada duluan dalam pengertian "kesatuan" ---> yakni komputer = [casing, cpu, hard-disk, memory, psu, dlsb].

Semisal kelanjutan kalimatnya berupa "CPU nya yg blablabla" ---> maka vocab "nya" disitu ngerujuk ke komputer ---" CPU NYA blablabla".

Taroh kata (setelah komputer cuplis beli), unyil bilang ke cuplis "wah, komputermu cepet ya" ---> maka pengetahuan cuplis sehingga berkata demikian itu bisa didapet ya karena melalui CPU si komputer.

Mohon jangan lupa, ilustrasi diatas sudah duluan didalam anggepan [ada komputer].
Jadi mohon jangan di ajukan kayak gini :
1. lah komputer itu kan dirakit
(liat kalimatnya, kalimat diatas seolah olah: awalnya komputer sudah ada duluan SENDIRIAN)

2. DIpasangin cpu, casing, hard-disk, dlsb.
(blakangan baru ada cpu, casing, dlsb)

3. Sekarang ada komputer + cpu, casing, dlsb.


Berdasarkan ilustrasi diatas, maka di pov versi saya nggak masuk bold dari 888 dibawah ini:
Quote
5. Firman itu suara Allah, Firman itu pernyataan Allah, Firman itu Kehendak Allah, dlsb.. sehingga, jika Allah tidak bersuara, tidak menyatakan sesuatu, tidak berkehendak.. atau jika Allah “diam”, maka Eksistensi Firman tidak akan pernah ada.
karena di pov versi saya :
komputer cuplis tsb ya plus cpu, psu, dlsb walopun komputer tsb nggak lagi di kondisi ON. But then observer nggak bisa tau kecanggihan komputer tsb (mohon perhatikan underlined ... kalimatnya tidak berupa kecanggihan cpu/memory/hd/dlsb komputer tsb)..

Untuk memastikan, saya tanya dulu aja deh :
kronologika 1-2-3 oranye yg saya tulis diatas, apakah emang "YA bener begitu" di pov versi 888 ?
« Last Edit: January 31, 2019, 03:10:39 PM by odading »
February 01, 2019, 12:17:56 AM
Reply #289
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 564
Jika The Word dimaksud di John 1:1 Anda katakan merujuk ke 'suara', 'kehendak', 'hikmat', etc dan bukan merujuk kepada The Son, memang itu 'ngawur'.

1:1 Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.

1:14 Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.


Firman dimaksud di aya 14 adalah Firman yg sama di ayat 1, dan jika menurutmu itu bukanlah merujuk kepada Allah Putera.... maka memang kesesatan mu, sudah parah.

Silakan tunjukkan 'kekeliruan' dan 'kemurtadan' saya. Kalau sekadar claim dan cuap-cuap, saya tidak tertarik.

Pede banget menyangka saya marah? :tongue:

Lihat di atas... saya sudah copy-kan  ayat 14.

Jika Anda beranggapan bahwa Anak Tunggal Allah (Allah Putera) baru exist ketika dunia (waktu) ada... maka kesesatan mu lah yang sudah parah.

Jangan malah mengajari saya.
====

Salam,
Coba anda tunjukan 1 ayat saja (bukan tafsiran), bahwa Anak Allah itu sudah Eksis sebelum dunia ada ..

Jbu
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)