Author Topic: Allah dan Firman  (Read 7449 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 01, 2019, 11:08:04 AM
Reply #300
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1148
pakai akal, tapi dasarnya percaya

jangan yang gak masuk akal lalu harus dicari cara supaya masuk akal baru bisa percaya

itu ngaco

dan kalau kamu terima ada perawan bisa melahirkan tanpa suami berdasarkan ada kesaksiannya itu artinya kamu menerima dengan percaya
bukan menerima pakai akal, sebab hal itu gak masuk akal

 :afro: :afro: :afro:
February 02, 2019, 04:05:29 AM
Reply #301
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 565
Juga harus berdasarkan ilustrasi analogi-nya gimana. Hehehe....  :char11:
Ilustrasi dan analogi itu Oda, bertujuan untuk “membuktikan” bukti2 yg ditemukan di Alkitab tersebut.

Frame Work nya begini:

(1). Ditemukan bukti2 tertulis di Alkitab dan saksi2 yg tercatat.
(2). Logika akal mencari tahu dan menghasilkan pertimbangan2.
(3). Dari pertimbangan2 tersebut, lahirlah keputusan akal.
(4). Keputusan Akal menciptakan ilustrasi dan analogi.

Jadi, jangan terbalik Oda..

Maaf, kita jadi berbicara tentang Filsafat, hahaha ..

Jbu..
February 02, 2019, 04:22:14 AM
Reply #302
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 565
Kalo menurut saya analoginya gak masuk, 888. Karena :
sikon si A itu dimulai dari sikon yg tidak diketahui observer,
sedangkan Allah, ya udah secara "default" = Allah.

Orang impossible nyampe ke sebuah persepsi bhw si A itu punya suara yg sangat bagus sementara padahal si A itu nggak pernah nyanyi didepan orang laen.

Oleh karena itu analoginya yg pas ya yang berangkat sudah secara "default", misal : Komputer, Diva, dlsb.
Kayaknya cara pandang versi 888 itu ada di pov observer deh.

Mirip kayak gini:
Allah itu tidak eksis apabila tidak ada ciptaan.
Karena ada ciptaan (yg meng-observasi) maka barulah Allah itu eksis.

 Lupakan perihal Firman. Saya mao tau dulu mengenai oranye.

Kembali ke perihal "default", saya ambil yg Diva.
Di kota-A meylan udah terkenal bahwa dia punya suara bagus, Diva quality, oleh orang2 kota-A.
Orang2 di kota-B tau apa itu pengertian Diva, yakni (misal) cewe berswara bagus dan terkenal at least locally. Namun mereka tidak tau apa apa mengenai meylan.

Suatu hari, meylan pergi ke kota-B untuk jalan jalan.
Biasanya kalo di kota-A meylan jalan2, banyak orang ngliatin dia ato minta ttd ato minta di foto bareng, dlsb. Namun di kota-B ga ada itu yg gubris meylan.

Nah, secara pov versi 888:
swara bagus meylan itu nggak eksis di pov orang2 di kota-B,
karena meylan ga ada itu pernah nyanyi ngluarin swara didepan orang2 kota-B.


sementara versi saya bilang :
swara bagus meylan itu eksis walopun tidak ada orang2 di kota-B yang pernah denger swaranya.
 Itu bukan persepsi, melainkan kenyataan donk 888.

Lanjut ilustrasi:
Taroh kata meylan dateng kota-B dgn temen-nya (juga dari kota-A) yg udah tau meylan = Diva, dimana selanjutnya temen ini sambil memperkenalkan meylan, bilang ke orang2 di kota-B bhw meylan itu Diva ---> maka otomatis di pov orang2 kota-B udah langsung berbenak bhw [meylan + swara bagus] itu eksis SEKALIPUN meylan itu sendiri belon pernah nyanyi (keluar swara) didepan orang2 kota-B.
 Justru menurut saya versi 888 itu cara pandang observer, dimana kalo orang2 di kota-B belon pernah denger meylan nyanyi, maka boro2 Diva ... wong swara bagus Meylan itu aja udah duluan nggak eksis pada diri Meylan.
 Lagi, cara pandang 888 terkait bold itu menurut saya secara berupa linear. Ada span waktu, kayak gini :
 Akibatnya 888 bilang pemikiran yg spt pink itu adalah pemlintiran. PADAHAL kagak ada plinti2an apabila cara pandang terkait 888 itu secara [cycle ataupun secara at the same time].

bersambung
Oda .. Default Allah itu kan karena adanya “presepsi”, seperti penjelasan saya pada Oda, dalam topik sebelah, maka kita harus memahami Alkitab dgn logika akal manusia, nah .. logika akal kita untuk “menguji kebenaran Alkitab”, harus menemukan bukti dan saksi, sehingga jika kita tidak menemukan “bukti dan saksi” yg tertulis dan tercatat di Alkitab, maka semua pemikiran2 tersebut adalah “presepsi” (maaf, sekali lagi Kita berbicara tentang filsafat.. haha).

Nah, tidak ada satupun “bukti tertulis” di Alkitab, bahwa Firman itu telah Eksis sebelum penciptaan, dan tidak ada juga saksi yg tercatat di Alkitab yg pernah melihat Firman itu Eksis sebelum penciptaan, sehingga seperti penjelasan saya diatas, maka secara logika akal manusia, disimpulkan: Bahwa Eksisnya Firman Allah sebelum proses penciptaan adalah “ Presepsi Manusia Belaka”.

Mengapa timbul presepsi tsb ?

Sebab manusia mencoba untuk memahami Alkitab, BUKAN dgn logika akal manusia, padahal .. Alkitab itu dituliskan untuk manusia, karena Alkitab ditulis untuk manusia, maka semua isi Alkitab, harus dapat dipahami secara logika akal manusia.


Demikian Oda .,

Jbu
February 02, 2019, 04:45:36 AM
Reply #303
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 565
Yg paling gampang ilustrasinya adalah kalimat ["kaulah yang pertama DAN terakhir"]. Kalimat ini ada didalam pengertian "eternal" (pake tanda petik) ---> dgn kata lain, si kau didalam kalimat tsb adalah "selamanya" bagi si pengucap. So, sensenya it's not about span-waktu dimana si kau tsb ada di awal di kehidupan si pengucap... dan terus ada mendampingi si pengucap s/d akhir hidupnya. Sense-nya lebih berupa NOW ... always present. Ini hari ijo, besok ijo, lusa ijo, dst dst dst, ijo. Si kau itu mati duluan, tetep ijo.  :D.

Jadi itu bukan plintiran kalo alfa-omega ambilan pengertiannya berupa "tidak berawal tidak berakhir", karena kalo cara pandangnya berupa [satu point = ya awal ya juga akhir (at the same time)], maka ya emang itu pengertiannya jadi berupa [nggak ada awal nggak ada akhir], gak bisa diketahui yg mana awal yg mana akhir.

Ndak bisa Oda.. alfa dan omega “harus” diterjemahkan dgn pengertian “yg awal dan yg akhir”, agar manusia tidak keliru dan tidak memelintir pengertian tsb, ditegaskan kembali, dgn pengertian “yg pertama dan yg ter kemudian”, karena “pentingnya” perkataan alfa dan omega tersebut, maka sampai 2 kali ditegaskan Oda.


 
Quote from:
Iya... begitu pula ilustrasi Diva di pov 888 ---> Kalo Diva meylan gak pernah nyanyi didepan orang2 kota B, maka di pov orang2 kota B : meylan gak punya suara bagus. Suara bagus meylan baru eksis ya kalo ada observer yg denger.
 Buat saya terasa aneh kronologika dari kalimat diatas, 888. Saya jelaskan dimana keanehannya. Sbb:

Nomor 1 itu so pasti sudah didalam sikon tidak ada satupun makhluk ada, YET nomor-2 disitu malah menunjukkan di sikon nomor-1 itu sudah ada makhluk ciptaan -> observer utk menentukan nomor-3.

So, yg masuk itu kronologikanya dibalik kan, 888.
Adanya makhluk (ciptaan) menyebabkan makhluk ini nyadarin/berpendapat bahwa ada Allah yg melakukan ciptaan. Kembali ke oranye.  :D

 Kembali ke oranye.... pertanyaannya : kalo gak ada satupun makhluk ciptaan (sbg obvserver), maka Allah itu eksis ato kagak menurut versi 888 ?
Jika tidak ada satupun mahluk ciptaan, maka artinya “Tidak ada yg pernah tahu, Allah itu eksis atau tidak”, tetapi dgn adanya ciptaan, barulah bisa dipastikan “Allah itu benar2 Eksis sebelum penciptaan”.

Jadi, kepastian eksisnya Allah sebelum penciptaan, karena adanya ciptaan.

Karena itu saya katakan oda, Suara Allah, kehendak Allah, hikmat Allah, pengetahuan Allah, segala kuasa Allah yg kita kenal sbg “Firman Allah” itu, Eksis pada saat dimulainya “proses penciptaan”, itulah sebabnya Ia dikatakan Alfa dan Omega, yg awal dan yg akhir, yg pertama dan yg ter kemudian.

Jadi, BUKAN Allah yg Alfa dan Omega itu, tetapi Firman-Nya.


Jbu
February 02, 2019, 04:57:33 AM
Reply #304
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 565
Yang 'sombong' nya 100x lipat dari Anda pun sudah pernah kuhadapi.

kebanyakan ber- hahaha... menandakan Anda seorang idiot.

Hmm... Pede amir.

Dikira... Trinity bisa dicerna dengan mengandalkan gelar???

Dikira... Trinity bisa dicerna dengan mengandalkan senioritas???

Kalau ingin menjajaki saya... gih, sana. Baca-baca dulu Prima Pars dari Summa -nya St. Thomas Aquinas, supaya gak bertele-tele kalau saya mau menjelaskan Credo Nicea kepada Anda. Supaya agak nyambung kalau saya menjelaskan 'Procession in Blessed Trinity, The Father, The Word (The Son), Holy Ghost, Principle, filiation, adoption, begotten, unbegotten, Nature, Substance, Person, etc.

Sebenarnya lagi. ==> sedungunya, iya. Sesesatnya, iya.

Yeah.... bidat.

Tapi tenang aja, Anda bukan heresy yg pertama mengenai ROH KUDUS. Sabellian dan macedonians Pneumatomachi) sudah ada... jauh sebelum nenek buyutmu ada.

Dan saya sudah banyak 'cekcok' di forum mengenai ROH KUDUS; filioque, bahasa roh, etc.

Saya hanya concern dengan postingan2 mu yg menyesatkan...

Siapa peduli dengan umurmu??

Look who's talking now???

Oh... jadi seperti contoh dibawah inilah diskusi yg full kasih:


===

kali ini saya tidak mengakhiri post ini dg:

Salam,

:tongue: :tongue:
Anda katakan ajaran saya bidat,  kasihan sekali kamu ..Gereja Saya jauh lebih tua usianya dari gereja anda, dan tidak ada satupun denom Kristen yg berani katakan ajaran gereja saya sbg “bidat”, kecuali anda sendiri.. kasihani lah jiwa mu.

Gereja sayalah “pelopor dan perintis” pendirian “Dewan Gereja Sedunia”, dan Paus sayalah yg menjabat sbg Presiden Dewan Gereja sedunia.

Gereja saya adalah: Gereja Orthodox Oriental Suryani Antiokhia, Gereja yg pertama sekali dibangun oleh Rasul Yohanes dan Rasul Petrus.

Maaf, saya tidak ingin menambah kesesatan dan dosa2 anda lagi, lebih baik saya akhiri diskusi dgn anda, dan maaf .. saya tidak akan merespon lagi respon2 anda.

Jbu..
February 02, 2019, 03:00:37 PM
Reply #305
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12948
    • fossil coral cantik
Oda .. Default Allah itu kan karena adanya “presepsi”
Betul. Nah, sekarang persepsi-nya itu gimana terkait vocab [allah] ? Demikian pula vocab [diva], persepsi-nya begimana.

Quote
kita harus memahami Alkitab dgn logika akal manusia
Saya nggak selalu begitu, 888.
Model saya itu mbaca kalimat (terserah mao itu hal hal ajaib ato kagak), setelah itu ngliat kelanjutan kisahnya. Nah... berangkat dengan patokan kronologi awal, ngliat kisah kronologi selanjutnya, baru olah logika kesimpulannya.

Quote
nah .. logika akal kita untuk “menguji kebenaran Alkitab”, harus menemukan bukti dan saksi
, sehingga jika kita tidak menemukan “bukti dan saksi” yg tertulis dan tercatat di Alkitab, maka semua pemikiran2 tersebut adalah “presepsi”
Ya. Hasil persepsinya itu gimana. Persepsi yg hantem kromo ? ato yg pakai logika ?  :wink:

Quote
Nah, tidak ada satupun “bukti tertulis” di Alkitab, bahwa Firman itu telah Eksis sebelum penciptaan
Yeeee... kan waktu itu saya udah sampaikan kronologika-nya, 888.

Firman itu PASTI eksis sebelum penciptaan.

It's ABSURD sikon kronologika kayak sbb :
1. ada orang yang TIDAK punya pikiran/benak/mind....
2. blakangan orang ini menciptakan pikiran/benak/mind
3. setelah pikiran/benak/mind ini eksis... barulah
4. dgn pikiran/benak/mind tsb, orang ybs berkhayal ... barulah
5. setelahnya orang ybs melakukan aksi utk mewujudkan khayalan-nya tsb

1-2-3 = absurd.
karena secara default, nomor-1 nya adalah [orang + benak/pikiran/mind] ---> otomatis nomor 2 dan 3 tidak ada, melainkan langsung ke nomor 4.

Quote
dan tidak ada juga saksi yg tercatat di Alkitab yg pernah melihat Firman itu Eksis sebelum penciptaan
Apa maksud kalimat bold yah 888 ?
A. sebelum melakukan AKSI mencipta ? ataukah
B. sebelum ciptaan eksis ?

Quote
Eksisnya Firman Allah sebelum proses penciptaan adalah “ Presepsi Manusia Belaka”.
Bukan persepsi, tapi itu logika nya, 888. Nggak ada itu sikon 1-2-3.

Quote
Mengapa timbul presepsi tsb ?
Sebab manusia mencoba untuk memahami Alkitab, BUKAN dgn logika akal manusia
Waduh... kok terbalik nih. Justru karena pakai logika akal manusia, maka nomor 1-2-3 itu nggak ada... yg ada ungu.

YET, secara pov versi 888 ---> ungu 888 pecah lagi secara gak masuk akal ... yakni berupa 1-2-3.
February 02, 2019, 05:05:34 PM
Reply #306
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12948
    • fossil coral cantik
Ndak bisa Oda.. alfa dan omega “harus” diterjemahkan dgn pengertian “yg awal dan yg akhir”
Nggak ada yang mengertikan alfa dan omega BUKAN bold, 888.

Baik saya dan 888, sama sama mengertikan alfa dan omega = “yg awal dan yg akhir”.

Tapiiiiiiiiiii.... ada perbedaan, yakni :
oda: at the same time
888 : linear

Quote
agar manusia tidak keliru dan tidak memelintir pengertian tsb
Tidak diplintir, 888. Alfa Omega = infinity, eternal.

Quote
, ditegaskan kembali, dgn pengertian “yg pertama dan yg ter kemudian
Itu karena persepsi 888 udah duluan berpatokan pada urutan abjad, 888. Dari serentetan abjad ---> abjad A yang pertama dan abjad Z yg terakhir.

Linear:
A B C D ------------> Z.

Karena 888 ngliatnya secara linear kayak diatas, akibatnya :
Allah itu berawal di A - berakhir di Z. Setelah itu Allah NO MORE.
NO MORE ? Ya karena Z adalah yang terakhir.

Secara pov observer, dilibatkan unsur lain, yakni kehidupan bumi.
Maka baru masuk itu yg secara Linear.

observer :
Allah adalah awal segala kehidupan di bumi dan akhir segala kehidupan di bumi.

oda:
So, yang awal dan akhir itu adanya di kehidupan bumi, bukan di Allahnya.
IDEM dgn kumpulan abjad. A adalah awal dari kumpulan abjad Z adalah akhir dari kumpulan abjad.

oda lanjut:
namun kalo secara hanya di perihal Allah itu aja (tanpa ijo)
maka Alfa-Omega itu = infinity, eternal.

the LORD of hosts: 'I am the first and I am the last, And there is no God besides Me

Quote
karena “pentingnya” perkataan alfa dan omega tersebut, maka sampai 2 kali ditegaskan Oda.
That's it. 888 ngliatnya secara abjad/linear, oleh karena itulah 888 bilangnya "sampai 2 kali". PADAHAL ada kalimat2 lain yg tidak menggunakan abjad alfa-omega di ayat2 laen ---> so, lebih dari dua. Salah satu contohnya ayat yg saya kopas diatas itu ada di PL.

Quote
Jika tidak ada satupun mahluk ciptaan,
maka artinya “Tidak ada yg pernah tahu, Allah itu eksis atau tidak”
,
Diatas itu kalimat redundant, 888.

Kalimat diatas IDEM dgn mengatakan :
Jika tidak ada satupun kucing didalam kardus tsb
Maka artinya tidak ada satupun kucing didalam kardus yg pernah ingin keluar dari kardus tsb ato tidak.


respond thdp kalimat pink :
jlger! ya iyalaaaaaaah.... wong ADA kucing didalam kardus itu aja kagak

idem dgn respond thdp kalimat biru:
jlger! ya iyalaaaaaaah.... wong ADA makhluk aja kagak.  :D

Quote
tetapi dgn adanya ciptaan, barulah bisa dipastikan “Allah itu benar2 Eksis sebelum penciptaan”.
Nah itu secara pov observer, 888 .... dimana berangkat dari pov versi 888, jadinya begini :
Allah : "Aku tidak bener2 eksis sebelum Aku mencipta."

Quote
Jadi, kepastian eksisnya Allah sebelum penciptaan, karena adanya ciptaan.
Allah : "DiriKu tidak pasti eksis karena tidak adanya ciptaan".

Quote
Karena itu saya katakan oda, Suara Allah, kehendak Allah, hikmat Allah, pengetahuan Allah, segala kuasa Allah yg kita kenal sbg “Firman Allah” itu, Eksis pada saat dimulainya “proses penciptaan”
Sudah saya sampaikan, itu gak logis, 888. 1-2-3 di reply #305 dan dibawah ini gak logis.

Allah:
1. Kehendak-Hikmat-Pengetahuan tidak eksis pada DiriKu
2. Aku buat dulu itu Kehendak-Hikmat-Pengetahuan
3. Jreng!, Kehendak-Hikmat-Pengetahuan eksis
4. Barulah sekarang Aku bisa berkehendak mencipta bumi
5. Nah selanjutnya baru dah Aku ber-Aksi.

Quote
itulah sebabnya Ia dikatakan Alfa dan Omega
Allah:
1. Pengetahuan tidak eksis pada DiriKu
2. Aku buat dulu itu Pengetahuan
3. Jreng!, Pengetahuan eksis
4. Barulah sekarang Aku tau bahwa Aku bukan yang awal dan bukan yang akhir.
February 04, 2019, 08:47:23 AM
Reply #307
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1148
Anda katakan ajaran saya bidat,  kasihan sekali kamu ..Gereja Saya jauh lebih tua usianya dari gereja anda, dan tidak ada satupun denom Kristen yg berani katakan ajaran gereja saya sbg “bidat”, kecuali anda sendiri.. kasihani lah jiwa mu.
Bidat ya bidat.
Gak ada yang aneh dengan ini. (tentu saja kalau Anda mengerti apa arti kata 'Bidat' atau 'heresy)
Siapapun yang mengatakan bahwa The Word dimaksud di John 1:1 bukanlah merujuk kepada Pribadi ke-2 dari Allah Tritunggal itu adalah 'bidat' bagi Kekristenan.

Siapa pun yang beranggapan bahwa The Word memiliki awal dan akhir... itu adalah Bidat menurut Kristen.

Siapapun yang mengatakan bahwa Kristus baru menjadi LORD setelah kebangkitanNya... itu adalah bidat.

Quote
Gereja sayalah “pelopor dan perintis” pendirian “Dewan Gereja Sedunia”, dan Paus sayalah yg menjabat sbg Presiden Dewan Gereja sedunia.
Apa pun claim yang Anda katakan.... saya tak tertarik.
Buat saya bahwa Uskup Roma sebagai Primus inter pares sudah final.

Quote
Gereja saya adalah: Gereja Orthodox Oriental Suryani Antiokhia, Gereja yg pertama sekali dibangun oleh Rasul Yohanes dan Rasul Petrus.

Yeah... kesesatan Nestorius juga bermula dari sekolah Antioch, gurunya Theodors of Mopsuestia

Yeah.... Nestorius juga mengclaim yang sama... dan dia dinyatakan Bidat oleh Gereja.

Pantas aja pandanganmu menyesatkan... karena Anda ternyata muridnya Nestorius dan pengikut2 gereja-gereja nestorian.

Quote

Maaf, saya tidak ingin menambah kesesatan dan dosa2 anda lagi, lebih baik saya akhiri diskusi dgn anda, dan maaf .. saya tidak akan merespon lagi respon2 anda.

Jbu..

Bagus...
Jangan Anda kira saya 'tertarik' berdiskusi denganmu.

Kebanyakan, saya tanggapi postinganmu hanya untuk mengcounter kesesatan yang coba Anda usung.

Dan akan tetap demikian.

====

salam,
February 04, 2019, 09:29:34 AM
Reply #308
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 565
Betul. Nah, sekarang persepsi-nya itu gimana terkait vocab [allah] ? Demikian pula vocab [diva], persepsi-nya begimana.
 Saya nggak selalu begitu, 888.
Model saya itu mbaca kalimat (terserah mao itu hal hal ajaib ato kagak), setelah itu ngliat kelanjutan kisahnya. Nah... berangkat dengan patokan kronologi awal, ngliat kisah kronologi selanjutnya, baru olah logika kesimpulannya.
 Ya. Hasil persepsinya itu gimana. Persepsi yg hantem kromo ? ato yg pakai logika ?  :wink:
 Yeeee... kan waktu itu saya udah sampaikan kronologika-nya, 888.

Firman itu PASTI eksis sebelum penciptaan.

It's ABSURD sikon kronologika kayak sbb :
1. ada orang yang TIDAK punya pikiran/benak/mind....
2. blakangan orang ini menciptakan pikiran/benak/mind
3. setelah pikiran/benak/mind ini eksis... barulah
4. dgn pikiran/benak/mind tsb, orang ybs berkhayal ... barulah
5. setelahnya orang ybs melakukan aksi utk mewujudkan khayalan-nya tsb

1-2-3 = absurd.
karena secara default, nomor-1 nya adalah [orang + benak/pikiran/mind] ---> otomatis nomor 2 dan 3 tidak ada, melainkan langsung ke nomor 4.
Oda, berbicara tentang Allah dan untuk memahaminya dgn benar, maka kita harus melepaskan cara pikir yg berlaku umum, sebab cara berfikir yg berlaku umum tersebut, pada hakekatnya telah menempatkan manusia saat ini pada pemahaman2 yg keliru. Kekeliruan tersebutlah, maka lahir ilmu filsafat dan logika, untuk mengajar manusia kembali pada “cara berfikir” yg benar.

Nah, coba anda renungkan pemahaman logika berfikir ini berdasarkan “filsafat logika”, yaitu: “Aku berfikir maka aku ada” => orang awam akan katakan, pernyataan itu bodoh, karena didasarkan cara pikir umum yg sudah salah, padahal .. pernyataan itu benar dan sangat logis.

Demikian juga terhadap “presepsi yg logis”,  secara logika .. presepsi yg logis itu  lahir, akibat 2 hal: adanya
Bukti2 dan saksi (karena itulah didalam hukum diseluruh dunia ini, harus ada bukti dan saksi), nah .. presepsi yg lahir “tanpa adanya saksi dan bukti”, maka pada dasarnya itu bukan presepsi yg logis, tetapi “spekulasi”. Presepsi yg logis akan melahirkan “hipotesa”, dimana kwalitas kebenaran hipotesa tsb, jauh diatas spekulasi.

Demikian juga terhadap “presepsi Oda” tentang ke - Allahan diatas, karena tidak adanya “bukti dan saksi” yg menyatakan Firman itu sudah Eksis sebelum penciptaan, maka disana pemikiran Oda tidak melahirkan “presepsi yg logis”, tetapi sebenarnya Oda sedang “berspekulasi”, bahwa Firman itu Eksis sebelum penciptaan.

Nah, sekarang tinggal Oda yg putuskan, apakah usaha untuk memahami Firman itu, akan didasarkan pada “presepsi yg logis” atau pada “spekulasi”.

Kalau Oda berusaha memahaminya berdasarkan “spekulasi”, sementara saya berusaha memahaminya berdasarkan “presepsi logis”, maka kita tidak akan pernah sampai pada suatu kesimpulan, sebab dasar pemikiran yg dibangun “sudah berbeda”,

Jbu
February 04, 2019, 09:48:51 AM
Reply #309
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 565
@ Oda ..

Begini Oda .. Alkitab mengajarkan, bahwa Allah itu dalam setiap melakukan rencananya, benar2 sistematis dan tidak lompat sana - sini, seperti A - Z, jadi .. kita manusia pun “harus” memahami Alkitab tersebut dgn “sistematis” pula.

Keteraturan dalam sistematis ini, telah dicontohkan Allah pada proses penciptaan, dimana proses penciptaan itu terjadi, dari A - Z.

Nah, kembali kepada topik ..

Oda, jika Kita berbicara tentang perkataan “pada mulanya, atau pada awalnya atau yang pertama”, maka disana jelas - jelas berbicara tentang “waktu”, sebab didalam “kekekalan” itu, tidak ada “mula, tidak ada awal dan tidak ada yg pertama”, sehingga jika Oda memahami perkataan2 diatas itu “terjadi” di luar “lingkaran waktu”, maka artinya Oda “tidak mengakui” adanya “kekekalan”, sebab dgn pemahaman adanya “mula, awal atau yg pertama” pada alam kekekalan, maka artinya alam kekekalan itu tidak ada. Mengapa ? Sebab dgn adanya “perkataan” adanya “mula, awal atau yg pertama”, maka akan memiliki pengertian “adanya akhir atau adanya yg kemudian, sebagai lanjutan dari yg pertama”.

Jadi Oda, berdasarkan penjelasan diatas, maka perkataan pada mulanya, ataupun alfa, ataupun yg pertama, tidak dapat diartikan lain, selain “berbicara tentang waktu”., sebab didalam waktu, ada awalnya, ada permulaannya, ada pertamanya.. Karena itulah disebut “waktu, era, masa”.

Jbu
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)