Author Topic: Anugerah dan Pilihan (Wahyu 3:20)  (Read 502 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 17, 2018, 11:29:01 AM
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 290
Dalam beberapa kesempatan diskusi, saya melihat ada beberapa “kekeliruan” dalam memahami “keselamatan dan iman percaya”, sehingga sering sekali di pahami, bahwa keselamatan dan iman percaya itu, adalah anugerah Tuhan pada manusia.

Keselamatan dan iman percaya, adalah 2 hal yg berbeda, namun memiliki hubungan yg sangat erat.

Wahyu 3:20 adalah sebanding dgn Yoh 3:16 .. Dimana pada ke 2 FT tersebut dapat Kita lihat, bahwa Tuhan yg datang menghampiri manusia, untuk menyelamatkan manusia, inilah yg dimaksudkan dgn anugerah itu, yaitu “keselamatan”, artinya adalah.. keselamatan itu, bukan atas usaha manusia, tetapi atas anugerah Tuhan, dan keselamatan itu.. di anugerahkan Tuhan kepada “seluruh umat manusia, tanpa terkecuali”.

Kemudian, dalam rangka untuk selamatkan manusia itu, Tuhan “membebaskan” manusia, untuk “menerima ataupun menolak” anugerah itu.

Pilihan untuk menerima ataupun menolak anugerah keselamatan itu, adalah berasal dari  “pertimbangan akal manusia, untuk MEMILIH ataupun MENOLAK” keselamatan tersebut.

Jadi, keselamatan adalah anugerah dari Tuhan, sementara iman percaya adalah Pilihan manusia.

Nah, sekalipun FT katakan, bahwa orang2 yg akan diselamatkan itu “sudah ditentukan” sebelum bumi di ciptakan”, tidak berarti bahwa Tuhan menetapkan keselamatan atas manusia itu, karena “otoritas” Tuhan semata-mata, sehingga Tuhan “mengarahkan” manusia, untuk menerima atau menolaknya.

Tetapi, penetapan keselamatan yg telah direncanakan Tuhan itu, sebelum bumi dijadikan, didasarkan Tuhan pada “kebebasan manusia untuk memilih”, sehingga penetapan atas keselamatan tsb, didasarkan pada “pilihan kita saat ini”.

Mungkin timbul pertanyaan, kok bisa Tuhan menetapkan keselamatan atas manusia, sebelum bumi dijadikan, berdasarkan pilihan manusia saat ini ??

Nah, kita harus paham .. bahwa Tuhan itu “tidak terbungkus oleh ruang dan waktu”, sehingga bagi Tuhan.. waktu yg ada adalah waktu “saat ini yg kekal”, artinya: tidak ada masa lalu dan masa depan disana, tetapi yg ada waktu yg sedang berlangsung, sebab tidak ada “sang waktu disana”.

Jadi, bagi manusia., proses sebelum penciptaan hingga saat ini, adalah proses waktu yg telah terjadi milyaran tahun, tetapi bagi Tuhan ..Proses itu sedang berlangsung saat ini, sehingga pada saat ini kita “melakukan sesuatu”, maka bagi Tuhan, tindakan kita tsb bisa masuk dalam rencana Tuhan sebelum proses penciptaan berlangsung.

Itulah sebabnya .. Kristen tidak percaya pada namanya “takdir”, sebab keselamatan yg dianugerahkan Tuhan itu, ditentukan oleh “keputusan akal manusia, untuk menolak atau menerimanya”, dan manusia “diberi kebebasan penuh untuk memilih”.

Jbu
December 18, 2018, 05:39:18 AM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2720
Dalam beberapa kesempatan diskusi, saya melihat ada beberapa “kekeliruan” dalam memahami “keselamatan dan iman percaya”, sehingga sering sekali di pahami, bahwa keselamatan dan iman percaya itu, adalah anugerah Tuhan pada manusia.

Keselamatan dan iman percaya, adalah 2 hal yg berbeda, namun memiliki hubungan yg sangat erat.

Wahyu 3:20 adalah sebanding dgn Yoh 3:16 .. Dimana pada ke 2 FT tersebut dapat Kita lihat, bahwa Tuhan yg datang menghampiri manusia, untuk menyelamatkan manusia, inilah yg dimaksudkan dgn anugerah itu, yaitu “keselamatan”, artinya adalah.. keselamatan itu, bukan atas usaha manusia, tetapi atas anugerah Tuhan, dan keselamatan itu.. di anugerahkan Tuhan kepada “seluruh umat manusia, tanpa terkecuali”.

Kemudian, dalam rangka untuk selamatkan manusia itu, Tuhan “membebaskan” manusia, untuk “menerima ataupun menolak” anugerah itu.

Pilihan untuk menerima ataupun menolak anugerah keselamatan itu, adalah berasal dari  “pertimbangan akal manusia, untuk MEMILIH ataupun MENOLAK” keselamatan tersebut.

Jadi, keselamatan adalah anugerah dari Tuhan, sementara iman percaya adalah Pilihan manusia.

Nah, sekalipun FT katakan, bahwa orang2 yg akan diselamatkan itu “sudah ditentukan” sebelum bumi di ciptakan”, tidak berarti bahwa Tuhan menetapkan keselamatan atas manusia itu, karena “otoritas” Tuhan semata-mata, sehingga Tuhan “mengarahkan” manusia, untuk menerima atau menolaknya.

Tetapi, penetapan keselamatan yg telah direncanakan Tuhan itu, sebelum bumi dijadikan, didasarkan Tuhan pada “kebebasan manusia untuk memilih”, sehingga penetapan atas keselamatan tsb, didasarkan pada “pilihan kita saat ini”.

Mungkin timbul pertanyaan, kok bisa Tuhan menetapkan keselamatan atas manusia, sebelum bumi dijadikan, berdasarkan pilihan manusia saat ini ??

Nah, kita harus paham .. bahwa Tuhan itu “tidak terbungkus oleh ruang dan waktu”, sehingga bagi Tuhan.. waktu yg ada adalah waktu “saat ini yg kekal”, artinya: tidak ada masa lalu dan masa depan disana, tetapi yg ada waktu yg sedang berlangsung, sebab tidak ada “sang waktu disana”.

Jadi, bagi manusia., proses sebelum penciptaan hingga saat ini, adalah proses waktu yg telah terjadi milyaran tahun, tetapi bagi Tuhan ..Proses itu sedang berlangsung saat ini, sehingga pada saat ini kita “melakukan sesuatu”, maka bagi Tuhan, tindakan kita tsb bisa masuk dalam rencana Tuhan sebelum proses penciptaan berlangsung.

Itulah sebabnya .. Kristen tidak percaya pada namanya “takdir”, sebab keselamatan yg dianugerahkan Tuhan itu, ditentukan oleh “keputusan akal manusia, untuk menolak atau menerimanya”, dan manusia “diberi kebebasan penuh untuk memilih”.

Jbu

Iman dan keselamatan adalah 2 hal yang menjadi satu kesatuan yg bersifat kausalitas,dan keduanya hasil pemilihan dan berdasarkan karunia Allah saja.

Efesus 2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah.


December 18, 2018, 09:13:00 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2359
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Iman dan keselamatan adalah 2 hal yang menjadi satu kesatuan yg bersifat kausalitas,dan keduanya hasil pemilihan dan berdasarkan karunia Allah saja.

Efesus 2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah.

Very Nice Topik..

Yakobus 1:17. Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.

1 Yohanes 4:8, Allah adalah kasih.


dari ke 2 ayat itu..
saya pribadi mengaminkan pernyataan brother @Jamu. bahwa Iman, Keselamatan bahkan ketaatan kepada Firman adalah Karunia Allah saja.

segala sesuatu yang baik bagi kepentingan dan kebaikan umat manusia sumbernya adalah dari Atas, dari Bapa segala terang.
1. makanan yang kita makan,
2. waktu yang kita punya,
3. hidup,
4. kesehatan,
5. kesempatan,
6. udara bersih,
7. air untuk diminum,
8. keluarga yang baik,
9. sahabat yang baik,
10. buku yang baik,
11. Firman Tuhan yang ditulis oleh para Nabi dan Rasul,
12. sinar matahari,
13. dst dan
14. bahkan Karunia terbesar dari segala galanya adalah Pemberina Anak-Nya Yesus Kristus.
adalah Wujud dari Kemurahan dan kebaikan Bapa Surgawi kita.. :afro: :afro:

dengan ke dua ayat diatas..
maka kusimpulkan bahwa:
semua segala sesuatu yang bertentangan dengan Karakter dan Sifat Tuhan bukanlah Kehendak Tuhan. diantaranya:
1. Kematian.
2. Penyakit.
3. Kesusahan.
4. Siksaan api neraka
5. Bencana Alam
6. Patah hati,
7. Kebencian.
8. Kelaparan.
9. Kebodohan.
10. Kecelakaan.
11. percekcokan.
12. kejahatan.
13 dst...
Bukanlah Kehendak Tuhan, Bukanlah Rancangan Tuhan,..

kepada siapakah Karunia Allah di berikan... ?
menurut Yohanes 3:16, karunia Allah diberikan kepada seluruh umat manusia. (baca: bukan sebagian manusia)

Ulangan 30
19. Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu,

bagaimana caranya memilih kehidupan ??
Ulangan 30:20. dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka."


caranya adalah dengan Mendengar Suara-Nya.
darimana suara Tuhan kita dengar ??
yaitu dari Firman-Nya.. Alkitab kita, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru...
  :) :) :) :afro: :afro: :afro:


salam
TYM
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
December 18, 2018, 10:45:29 AM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 926
Dalam beberapa kesempatan diskusi, saya melihat ada beberapa “kekeliruan” dalam memahami “keselamatan dan iman percaya”, sehingga sering sekali di pahami, bahwa keselamatan dan iman percaya itu, adalah anugerah Tuhan pada manusia.

Keselamatan dan iman percaya, adalah 2 hal yg berbeda, namun memiliki hubungan yg sangat erat.

Wahyu 3:20 adalah sebanding dgn Yoh 3:16 .. Dimana pada ke 2 FT tersebut dapat Kita lihat, bahwa Tuhan yg datang menghampiri manusia, untuk menyelamatkan manusia, inilah yg dimaksudkan dgn anugerah itu, yaitu “keselamatan”, artinya adalah.. keselamatan itu, bukan atas usaha manusia, tetapi atas anugerah Tuhan, dan keselamatan itu.. di anugerahkan Tuhan kepada “seluruh umat manusia, tanpa terkecuali”.

Kemudian, dalam rangka untuk selamatkan manusia itu, Tuhan “membebaskan” manusia, untuk “menerima ataupun menolak” anugerah itu.

Pilihan untuk menerima ataupun menolak anugerah keselamatan itu, adalah berasal dari  “pertimbangan akal manusia, untuk MEMILIH ataupun MENOLAK” keselamatan tersebut.

Jadi, keselamatan adalah anugerah dari Tuhan, sementara iman percaya adalah Pilihan manusia.

Nah, sekalipun FT katakan, bahwa orang2 yg akan diselamatkan itu “sudah ditentukan” sebelum bumi di ciptakan”, tidak berarti bahwa Tuhan menetapkan keselamatan atas manusia itu, karena “otoritas” Tuhan semata-mata, sehingga Tuhan “mengarahkan” manusia, untuk menerima atau menolaknya.

Tetapi, penetapan keselamatan yg telah direncanakan Tuhan itu, sebelum bumi dijadikan, didasarkan Tuhan pada “kebebasan manusia untuk memilih”, sehingga penetapan atas keselamatan tsb, didasarkan pada “pilihan kita saat ini”.

Mungkin timbul pertanyaan, kok bisa Tuhan menetapkan keselamatan atas manusia, sebelum bumi dijadikan, berdasarkan pilihan manusia saat ini ??

Nah, kita harus paham .. bahwa Tuhan itu “tidak terbungkus oleh ruang dan waktu”, sehingga bagi Tuhan.. waktu yg ada adalah waktu “saat ini yg kekal”, artinya: tidak ada masa lalu dan masa depan disana, tetapi yg ada waktu yg sedang berlangsung, sebab tidak ada “sang waktu disana”.

Jadi, bagi manusia., proses sebelum penciptaan hingga saat ini, adalah proses waktu yg telah terjadi milyaran tahun, tetapi bagi Tuhan ..Proses itu sedang berlangsung saat ini, sehingga pada saat ini kita “melakukan sesuatu”, maka bagi Tuhan, tindakan kita tsb bisa masuk dalam rencana Tuhan sebelum proses penciptaan berlangsung.

Itulah sebabnya .. Kristen tidak percaya pada namanya “takdir”, sebab keselamatan yg dianugerahkan Tuhan itu, ditentukan oleh “keputusan akal manusia, untuk menolak atau menerimanya”, dan manusia “diberi kebebasan penuh untuk memilih”.

Jbu


Quote
Kemudian, dalam rangka untuk selamatkan manusia itu, Tuhan “membebaskan” manusia, untuk “menerima ataupun menolak” anugerah itu.

Pilihan untuk menerima ataupun menolak anugerah keselamatan itu, adalah berasal dari  “pertimbangan akal manusia, untuk MEMILIH ataupun MENOLAK” keselamatan tersebut.

Manusia si penerima anugerah/kasih karunia itu kalau mempunyai “pertimbangan akal untuk memilih ataupun menolak “ maka sesuatu yang diterima itu bukan lagi anugerah, karena sesuatu yang diterimanya itu bergantung penuh pada keputusannya “memilih atau menolak “ jadi itulah sebenarnya yang menjadi syarat mutlak sehingga sesuatu itu bisa dia terima !!!!.

Padahal anugerah itu artinya apa ?, sesuatu yang sampai pada seseorang bukan berdasarkan karena upayanya atau kehendaknya sehingga pada orang itu ada suatu yang menjadi alasan untuk dianggap layak menerima.
 
Phil2:13 For it is God which worketh in you both to will and to do of his good pleasure

Isa26:12 LORD, thou wilt ordain peace for us: for thou also hast wrought all our works in us


bersambung...
December 18, 2018, 10:47:53 AM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 926
sambungan




Manusia memang akan selalu mencoba untuk menyangkal akan kenyataan bahwa keselamatan yang ada padanya sematamata adalah murni anugerah Allah yang samasekali tidak disebabkan oleh perannya apapun itu sehingga oleh peran itu bisa dianggap mempunyai bobot kelayakan untuk menerima , sehingga dengan “will” yang dia agung-agungkan itu , dia menjadi layak untuk memuliakan dirinya lebih dari orang lain .

Allah tidak mengatakan bahwa manusia yang dipilihNya sejak sebelum dunia dijadikan itu pasti selamat sampai NHNE , kalau “ya” ngapain Allah melewatkan kea lam sementara ini terlebih dahulu ?, bukankah bisa langsung saja menetap di alam kekal ? ( ciptakan saja semua bareng di EDEN ), ada proses yang melibatkan alam sementara ini sehingga akhirnya tujuan penciptaan Allah akan manusia itu bisa tercapai, itulah yang harus kita mengerti “ proses seperti apa itu sehingga akhirnya tujuan penciptaan tercapai “, dengan adanya kata2 anugerah keselamatan itu sudah menunjukkan dengan jelas bahwa: sesuatu itu dianugerahkan kepada seseorang yang asalnya mati sehingga akhirnya selamat , coba kita lihat : milikNya /bangsa pilihan yang ada di Mesir ketika zmn Musa kan banyak sekali dari mereka yang mati bergelimpangan di padang gurun , apa artinya ini ? selamatkah mereka ?, ada kata2 dihapus dari kitab kehidupan ! apa artinya ini ? selamatkah ?.


Jadi penjelasan akan:
Ef2:8 Sebab karena kasih karunia(anugerah) kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
2:9 itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri

Kita yang mendengar FT tersebut bertanya : Siapakah yang mendapat anugerah itu ya Allah semua yang wujudnya secara fisik manusiakah  ?.
 A : Yang ada Iman didalam dirinya.
K : Tambahkan iman kami ya Allah.
A : kalau kamu minta ditambah artinya kamu mengaku bahwa telah ada iman itu padamu , kalau kamu punya iman sekecil biji sesawi saja maka kamu bisa suruh gunung itu berpindah tempat dan pasti gunung itu nurut sama kamu .
K : tidak ada satu manusiapun yang bisa memindahkan gunung ya Tuhan.
A : maka demikian pula tidak ada satu manusiapun yang bisa dengan upayanya sendiri mempunyai iman.
K : lalu iman itu apa ya Tuhan ?.
A : Iman itu adalah diriKu sendiri yang menyatu dalam rohmu , sehingga dengan menyatu itu kamu mengerti mengapa harus ada peristiwa kayu salib, mengapa terjadinya 2000 th yang lalu mengapa tidak dibarengkan saja dengan zmn Musa atau bahkan sebelumnya (domba tak bercacat yang telah disembelih sejak sebelum dunia dijadikan ) .
K : Bagaimana aku bisa tahu kalau Engkau ada dalam rohku ?.
A : Kalau kamu melihat ada perbuatanKu yang terjadi dalam hari2mu Yes26:12 ,Mat25:34-40 , kalau kamu mengerti siapa dirimu , mengapa kamu ada di bumi ini , untuk apa , kemana kemudian , semua itu tertulis lengkap dan cukup dalam Firman yang Ku berikan untuk umatKu ----> “ siapa bertelinga hendaklah mendengar “.
A : Allah ,  K : kita .



bersambung...
« Last Edit: December 18, 2018, 10:52:26 AM by Adhi Darma Wijaya »
December 18, 2018, 10:49:13 AM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 926
sambungan


Penjelasan akan:

Why3:20 Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku

Ada dua rumah dihadapan kita: A dan B ,  Tuhan terlihat mengetok pintu rumah itu , tidak lama kemudian pintu rumah A membuka dan ada orang yang menyambut Tuhan untuk masuk makan bersamanya, tapi pada pintu rumah B tidak terlihat pintu terbuka sekalipun sampai 40 tahun (tidak literal 40 tahun ), kemudian Tuhan pergi.

Maka pelajaran yang bisa kita dapatkan: Orang yang membuka pintu rumah A itu adalah orang yang mendengar , dan dirumah B yang pintunya tidak terbuka berarti orangnya tidak mendengar demikian pula yang dikerjakan Allah pada diri kita dalam masa pemurnian yang niscaya dikerjakanNya pada milikNya yang di ibaratkan sebagai 40 th di padang gurun kalau kita termasuk yang membukakan pintu itu artinya kita termasuk yang “mendengar/mengerti” dan sebaliknya.


Mat13:9 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!

Artinya: tidak semua orang bertelinga, tidak setiap orang yang bertelinga pasti mendengar.


Yes6:10 Buatlah hati bangsa ini keras dan buatlah telinganya berat mendengar dan buatlah matanya melekat tertutup, supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik dan menjadi sembuh ( bukan karena upaya tapi karena anugerah ).


salam.

« Last Edit: December 18, 2018, 11:02:36 AM by Adhi Darma Wijaya »
December 18, 2018, 10:57:33 AM
Reply #6
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 290
Iman dan keselamatan adalah 2 hal yang menjadi satu kesatuan yg bersifat kausalitas,dan keduanya hasil pemilihan dan berdasarkan karunia Allah saja.

Efesus 2:8 Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah.
Nah, begini saudara ku, keselamatan dan iman itu, adalah 2 hal yg berbeda, perbedaan ini dapat kita pelajari dengan seksama dalam Yoh 3:16 dan why 3:20, FT ini adalah dasar dari semua FT yg berbicara tentang keselamatan dan iman.

Mari Kita bedah Yoh 3:16, dimana dalam FT tsb ada 2 hal, yaitu:
(1). Karena Kasih Allah yg besar pada dunia, maka di “karuniakan/dianugerahkan” Anaknya yg Tunggal. Pada ayat tsb dinyatakan, bahwa anugerah itu, bukan hanya untuk orang percaya, TETAPI untuk seluruh dunia, tidak perduli, apapun agama dan kepercayaannya, tetap Allah menganugerahkan keselamatan itu (Anak Tunggal = Yesus, itulah Anugerah keselamatan).
(2). Supaya “setiap orang percaya”.. Nah, dalam kalimat ini, sangat jelas .. Allah menuntut manusia untuk “MEMILIH” percaya atau tidak percaya, tuntutan untuk memilih itu, adalah “keputusan”, sehingga setiap keputusan manusia, untuk memilih menerima anugerah keselamatan tsb, maka Allah akan memberikan hidup kekal, dan sebaliknya setiap keputusan manusia, untuk memilih menolak anugerah keselamatan tsb, maka ia akan binasa.

Jadi, anugerah keselamatan itu berbeda dengan iman percaya, Iman percaya itu “bukan anugerah Tuhan, tetapi Iman percaya itu, adalah keputusan manusia”.

Silahkan baca semua FT yg menceritakan, manusia di benarkan karena “iman” dan “pembenaran itu terjadi”, karena keputusan manusia untuk melakukan.

Alkitab berkata.. iman adalah dasar segala “pengharapan” yg ada dan “bukti” yg tidak kita lihat.==> dari pengertian iman itu, ada 2 hal yg penting, yaitu: Pengharapan dan Bukti, artinya: penggarapan itu bisa terjadi, karena keputusan akal kita untuk memilih.

Contoh, saya akan sekolah, kemudian saya melihat mendung, dan saya takut kehujanan, tetapi saya tidak punya payung, akhirnya saya “memutuskan” untuk berdoa, dan berharap agar hujan jangan turun, sehingga saya bisa ke sekolah.

Jadi, iman itu adalah “keputusan akal untuk bertindak”, dan pada saat tindakan dilakukan, disaat itulah kuasa Allah bekerja, membawa kita pada semua pengharapan kita.

Sebaliknya, jika kita kembali kepada Yoh 3:16, bahwa iman itu adalah anugerah yg cuma2 dari Allah, maka “semua manusia tanpa terkecuali harus diselamatkan, artinya tidak ada manusia yg binasa”.

Sehingga Efesus 2:8..dapat juga dituliskan kira2 demikian..sebab karena kasih karunia, kamu diselamatkan oleh keputusan iman mu, dan kasih karuniai bukan hasil usaha mu, tetapi pemberian Allah.

Jbu
December 18, 2018, 11:06:54 AM
Reply #7
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 290
Very Nice Topik..

Yakobus 1:17. Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.

1 Yohanes 4:8, Allah adalah kasih.


dari ke 2 ayat itu..
saya pribadi mengaminkan pernyataan brother @Jamu. bahwa Iman, Keselamatan bahkan ketaatan kepada Firman adalah Karunia Allah saja.

segala sesuatu yang baik bagi kepentingan dan kebaikan umat manusia sumbernya adalah dari Atas, dari Bapa segala terang.
1. makanan yang kita makan,
2. waktu yang kita punya,
3. hidup,
4. kesehatan,
5. kesempatan,
6. udara bersih,
7. air untuk diminum,
8. keluarga yang baik,
9. sahabat yang baik,
10. buku yang baik,
11. Firman Tuhan yang ditulis oleh para Nabi dan Rasul,
12. sinar matahari,
13. dst dan
14. bahkan Karunia terbesar dari segala galanya adalah Pemberina Anak-Nya Yesus Kristus.
adalah Wujud dari Kemurahan dan kebaikan Bapa Surgawi kita.. :afro: :afro:

dengan ke dua ayat diatas..
maka kusimpulkan bahwa:
semua segala sesuatu yang bertentangan dengan Karakter dan Sifat Tuhan bukanlah Kehendak Tuhan. diantaranya:
1. Kematian.
2. Penyakit.
3. Kesusahan.
4. Siksaan api neraka
5. Bencana Alam
6. Patah hati,
7. Kebencian.
8. Kelaparan.
9. Kebodohan.
10. Kecelakaan.
11. percekcokan.
12. kejahatan.
13 dst...
Bukanlah Kehendak Tuhan, Bukanlah Rancangan Tuhan,..

kepada siapakah Karunia Allah di berikan... ?
menurut Yohanes 3:16, karunia Allah diberikan kepada seluruh umat manusia. (baca: bukan sebagian manusia)

Ulangan 30
19. Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu,

bagaimana caranya memilih kehidupan ??
Ulangan 30:20. dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka."


caranya adalah dengan Mendengar Suara-Nya.
darimana suara Tuhan kita dengar ??
yaitu dari Firman-Nya.. Alkitab kita, Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru...
  :) :) :) :afro: :afro: :afro:


salam
TYM
Nah.. semua penjelasan anda tentang “pemberian yg baik sebagai anugerah”, contoh: makanan, buah, dan lain2, itu adalah FAKTA riil,  sementara Iman adalah “Pengharapan” (sangat berbeda).

Dari penjelasan anda, dapat kita lebih maju pemahamannya, yaitu: Anugerah adalah Fakta riil yg diberikan Allah pada semua manusia, Artinya: seluruh manusia tanpa terkecuali., sementara iman tidak demikian, artinya: tidak semua manusia dapat beriman pada Allah, mengapa ? Karena iman percaya adalah “keputusan akal manusia, untuk percaya atau tidak”.

Jbu
December 20, 2018, 07:09:46 AM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2720
Nah, begini saudara ku, keselamatan dan iman itu, adalah 2 hal yg berbeda, perbedaan ini dapat kita pelajari dengan seksama dalam Yoh 3:16 dan why 3:20, FT ini adalah dasar dari semua FT yg berbicara tentang keselamatan dan iman.

Mari Kita bedah Yoh 3:16, dimana dalam FT tsb ada 2 hal, yaitu:
(1). Karena Kasih Allah yg besar pada dunia, maka di “karuniakan/dianugerahkan” Anaknya yg Tunggal. Pada ayat tsb dinyatakan, bahwa anugerah itu, bukan hanya untuk orang percaya, TETAPI untuk seluruh dunia, tidak perduli, apapun agama dan kepercayaannya, tetap Allah menganugerahkan keselamatan itu (Anak Tunggal = Yesus, itulah Anugerah keselamatan).
(2). Supaya “setiap orang percaya”.. Nah, dalam kalimat ini, sangat jelas .. Allah menuntut manusia untuk “MEMILIH” percaya atau tidak percaya, tuntutan untuk memilih itu, adalah “keputusan”, sehingga setiap keputusan manusia, untuk memilih menerima anugerah keselamatan tsb, maka Allah akan memberikan hidup kekal, dan sebaliknya setiap keputusan manusia, untuk memilih menolak anugerah keselamatan tsb, maka ia akan binasa.

Jadi, anugerah keselamatan itu berbeda dengan iman percaya, Iman percaya itu “bukan anugerah Tuhan, tetapi Iman percaya itu, adalah keputusan manusia”.

Silahkan baca semua FT yg menceritakan, manusia di benarkan karena “iman” dan “pembenaran itu terjadi”, karena keputusan manusia untuk melakukan.

Alkitab berkata.. iman adalah dasar segala “pengharapan” yg ada dan “bukti” yg tidak kita lihat.==> dari pengertian iman itu, ada 2 hal yg penting, yaitu: Pengharapan dan Bukti, artinya: penggarapan itu bisa terjadi, karena keputusan akal kita untuk memilih.

Contoh, saya akan sekolah, kemudian saya melihat mendung, dan saya takut kehujanan, tetapi saya tidak punya payung, akhirnya saya “memutuskan” untuk berdoa, dan berharap agar hujan jangan turun, sehingga saya bisa ke sekolah.

Jadi, iman itu adalah “keputusan akal untuk bertindak”, dan pada saat tindakan dilakukan, disaat itulah kuasa Allah bekerja, membawa kita pada semua pengharapan kita.

Sebaliknya, jika kita kembali kepada Yoh 3:16, bahwa iman itu adalah anugerah yg cuma2 dari Allah, maka “semua manusia tanpa terkecuali harus diselamatkan, artinya tidak ada manusia yg binasa”.

Sehingga Efesus 2:8..dapat juga dituliskan kira2 demikian..sebab karena kasih karunia, kamu diselamatkan oleh keputusan iman mu, dan kasih karuniai bukan hasil usaha mu, tetapi pemberian Allah.

Jbu

Tidak ada keselamatan tanpa iman demikian juga tidak ada iman yang tidak menyelamatkan,sehingga keduanya ibarat sekeping mata uang logam.

Iman disini tentunya iman yang sejati.

December 20, 2018, 07:11:01 AM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2720
Kalau manusia diberi kebebasan memilih tanpa anugerah pasti semua akan masuk Neraka karena tidak mungkin rohani yang sudah mati bisa memilih Allah dengan motivasi yang benar.

 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)