Author Topic: Anugerah dan Pilihan (Wahyu 3:20)  (Read 1213 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 05, 2019, 10:47:08 AM
Reply #20
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 10899
Berdasarkan penjelasan departemen agama Indonesia, yang disebut agama, harus memiliki 4 hal utama, yaitu:

(1). Adanya keyakinan.
(2). Adanya umat.
(3). Adanya sistem peribadatan.
(4). Adanya organisasi.

Nah, yg disebut Kristen adalah: setiap orang yg memiliki “keyakinan atau kepercayaan”, bahwa Yesus adalah Juruselamat dan Tuhannya.

Kristen bukan suatu sistem peribadatan dan juga bukan suatu organisasi, tetapi Kristen itu adalah suatu “kepercayaan”.

Jbu

oo...

jadi tata cara anda beribadat di gereja anda itu BUKAN suatu sistem peribadatan?

dan

adanya majelis, penatua, penggembala, umat, yang masing-masing memiliki peranannya masing-masing itu BUKAN suatu organisasi?

January 13, 2019, 06:30:13 AM
Reply #21
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 621
yang menganggap keselamatan adalah anugrah: silahkan
yang menganggap keselamatan adalah pilihan: silahkan
yang menganggap keselamatan adalah anugrah yang diberikan ke semua orang tinggal orang tersebut mau menerima atau tidak: silahkan:
January 13, 2019, 09:42:05 AM
Reply #22
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12669
    • fossil coral cantik
yang menganggap A. keselamatan adalah anugrah: silahkan
yang menganggap B. keselamatan adalah pilihan: silahkan
yang menganggap C. keselamatan adalah anugrah yang diberikan ke semua orang tinggal orang tersebut mau menerima atau tidak: silahkan:
Kalo menurut saya A.

Anugrah di pov saya : X yg diberikan secara gratis ---> so, X adalah anugrah.

Ilustrasinya pake 3 pihak :
X. pihak yg memberi
Y. pihak yg diberi
Z. pihak observer (diluar X - diluar Y)

Y adalah pihak (terdiri dari sekian banyak penduduk) disuatu daerah yg mengalami bencana alam.
X mengirim 100 kg beras ke drh tsb
Z mengetahui kedua event tsb

di pov Z:
mao itu beras di drh terkait kepake kek nggak kepake kek, beras = anugerah.

Tapi yg di pov Z tsb  nggak sertamerta idem dgn di pov Y, karena pihak Y terdiri dari para individual.
So, taroh kata ada misal 10 individu di kelompok Y yg merasa nggak perlu beras (krn mungkin masih punya) - maka logically beras BUKAN anugerah di pov 10 individu ini.

Supaya afdol, time-frame-nya NOW, hari ini ... just hari ini.
Maksudnya : hari ini kami perlu beras --VS-- hari ini kami tidak perlu beras


Dari ilustrasi (menurut versi saya) diatas, kesimpulan saya :
[beras = anugerah] hanya apabila pov individu di kelompok Y merasa memerlukan/butuh  beras ---> maka kelanjutannya para individu disini mengambil "anugerah" tsb utk mereka gunakan. (mengambil bisa= menerima, "anugerah" = beras).



Karena ilustrasi dan kesimpulan saya demikian, akibatnya saya nggak sependapat dengan B dan C.

Nggak sependapatnya saya pada B, krn di pov saya :
beras bukan pilihan, melainkan anugerah.

Nggak sependapatnya saya pada C, krn di pov saya :
Pada sebagian individu, prekondisi yg ada, udah ada duluan yg berupa ungu.

Jadinya terasa aneh pabila dikondisikan spt C, yakni :
terserah para pihak yg ungu mao menerima/mengambil ato kagak itu beras.

Perihal aneh (gak logis) di pov saya sbb :
dgn prekondisi-nya yg udah duluan ungu, giliran beras ada, ada posibilitas yg berupa :
sebagian dari pihak yg ungu tidak mao menerima/mengambil beras tsb.

Karena (yg logis) menurut saya:
dgn prekondisi-nya yg udah duluan ungu,
maka logically ya para pihak yg ungu mengambil/menerima beras tsb.


Dilain sisi, yakni pihak yg oranye, pada asumsi "idealis":
dgn prekondisi-nya yg udah duluan oranye,
maka logically ya para pihak yg oranye TIDAK mengambil/menerima beras tsb.


(karena mungkin2 saja dari pihak yg oranye ada yang serakah, oleh karena itu kondisinya saya ajukan secara asumsi "idealis" ---> gak ada yg serakah dari pihak yg oranye)



Nah, bagi yg berpendapat spt B ataupun C - saya mau tau kayak gimana ilustrasi analogisnya  :D
« Last Edit: January 13, 2019, 09:52:34 AM by odading »
January 14, 2019, 06:19:32 AM
Reply #23
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 621
@odading

sepertinya ilustrasi anda berbeda dengan yang saya maksudkan

pilihan a: dari 100 orang di daerah bencana,  yang mendapat beras hanya 50 orang
pilihan b: pihak pemberi beras membuka stand di daerah bencana: yang mau silahkan mengambil, yang tidak mau silahkan tidak mengambil
pilihan c: pihak pemberi beras mendatangi dari rumah ke rumah: yang mau menerima silahkan, yang tidak mau menerima silahkan

untuk pilihan b dan c kondisi awalnya adalah tidak punya beras. jadi kemungkinan pilihannya adalah:

tidak punya beras-->merasa butuh beras-->mengambil beras
tidak punya beras-->merasa tidak butuh beras-->tidak mengambil beras
January 14, 2019, 07:18:32 AM
Reply #24
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9513
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
yang penting dari semuanya itu, berasnya dapet
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
January 14, 2019, 04:31:56 PM
Reply #25
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12669
    • fossil coral cantik
@odading

sepertinya ilustrasi anda berbeda dengan yang saya maksudkan

pilihan a: dari 100 orang di daerah bencana,  yang mendapat beras hanya 50 orang
pilihan b: pihak pemberi beras membuka stand di daerah bencana: yang mau silahkan mengambil, yang tidak mau silahkan tidak mengambil
pilihan c: pihak pemberi beras mendatangi dari rumah ke rumah: yang mau menerima silahkan, yang tidak mau menerima silahkan

untuk pilihan b dan c kondisi awalnya adalah tidak punya beras. jadi kemungkinan pilihannya adalah:

tidak punya beras-->merasa butuh beras-->mengambil beras
tidak punya beras-->merasa tidak butuh beras-->tidak mengambil beras
Dengan demikian, yang bold itu sikonnya : [keluarga/individu terkait tidak lapar pada hari itu].
So, walopun hari itu tidak punya beras, namun karena masih kenyang ---> mereka merasa gak butuh beras --->akibatnya, mereka nggak menerima/mengambil itu beras.

Secara dari pov pihak Z (observer), iya emang bisa dikalimatkan :
keluarga/individu tsb menolak "anugerah" (beras) yang diberikan oleh pihak X.

But the question is :
Di hari itu, [beras] adalah anugerah ato bukan di pov keluarga/individu yg tidak lapar ini ?



saya coba dgn ilustrasi lain ya...

sebuah kapal, berisi bangku utk 100 orang yg terisi penuh dgn 100 orang, sedang dalam bencana.
Idealisnya, ditiap bangku ada pelampung. However, ternyata ada 10 bangku gak ada pelampungnya. Dengan demikian 10 orang tidak punya pelampung.

7 dari 10 orang tsb panik, mereka merasa membutuhkan pelampung karena mereka nggak bisa renang.
sisanya 3 orang tenang2 saja, mereka merasa gak butuh pelampung karena mereka bisa renang dan bisa bertahan lama di air.

Blakangan ternyata ketemu 10 pelampung di lemari makanan kapal.
7 orang panik tsb segera menerima/mengambil pelampung tsb
namun sisanya yg 3 orang nggak menerima/mengambil pelampung tsb.

Pertanyaannya :
[pelampung] adalah anugerah ato bukan di pov ke 3 orang yang bisa berenang tsb ?
« Last Edit: January 14, 2019, 04:54:57 PM by odading »
January 15, 2019, 09:12:13 AM
Reply #26
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2988
Dalam beberapa kesempatan diskusi, saya melihat ada beberapa “kekeliruan” dalam memahami “keselamatan dan iman percaya”, sehingga sering sekali di pahami, bahwa keselamatan dan iman percaya itu, adalah anugerah Tuhan pada manusia.

Jbu


Bisakah orang selamat tanpa iman percaya ?

Bisakah orang beriman percaya yang benar tidak selamat ?

January 15, 2019, 09:14:43 AM
Reply #27
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2988
Itulah sebabnya .. Kristen tidak percaya pada namanya “takdir”, sebab keselamatan yg dianugerahkan Tuhan itu, ditentukan oleh “keputusan akal manusia, untuk menolak atau menerimanya”, dan manusia “diberi kebebasan penuh untuk memilih”.

Jbu

Keselamatan itu sudah ditentukan oleh Tuhan dan itu hanya berdasarkan pilihan Tuhan bukan pilihan manusia !
January 15, 2019, 09:16:10 AM
Reply #28
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2988
Pilihan untuk menerima ataupun menolak anugerah keselamatan itu, adalah berasal dari  “pertimbangan akal manusia, untuk MEMILIH ataupun MENOLAK” keselamatan tersebut.

Manusia hanya bisa memilih keselamatan dengan yg benar kalau Tuhan sudah lebih dahulu memilihnya,bukan sebaliknya.

January 15, 2019, 09:19:03 AM
Reply #29
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2988
Jadi, keselamatan adalah anugerah dari Tuhan, sementara iman percaya adalah Pilihan manusia.

Nah, sekalipun FT katakan, bahwa orang2 yg akan diselamatkan itu “sudah ditentukan” sebelum bumi di ciptakan”, tidak berarti bahwa Tuhan menetapkan keselamatan atas manusia itu, karena “otoritas” Tuhan semata-mata, sehingga Tuhan “mengarahkan” manusia, untuk menerima atau menolaknya.

Tuhan memiilih siapa yang selamat dari semua yg tidak selamat akibat dosa secara unconditional yaitu bukan karena pemilihan oleh manusia tetapi hanya berdasarkan belas kasihan Tuhan saja,Dia memilih sebelum manusia bisa memilih.



 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)