Author Topic: Anugerah dan Pilihan (Wahyu 3:20)  (Read 1341 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 15, 2019, 10:13:49 AM
Reply #30
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 10923
Manusia hanya bisa memilih keselamatan dengan yg benar kalau Tuhan sudah lebih dahulu memilihnya,bukan sebaliknya.

emang kapan tuhan ngasih tahu sama elo kalau elo udah dipilih tuhan?

kalo ternyata elo dipilih Hantu tapi elo kira itu Tuhan, gimana?
January 19, 2019, 10:34:57 PM
Reply #31
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 648
Dengan demikian, yang bold itu sikonnya : [keluarga/individu terkait tidak lapar pada hari itu].
So, walopun hari itu tidak punya beras, namun karena masih kenyang ---> mereka merasa gak butuh beras --->akibatnya, mereka nggak menerima/mengambil itu beras.

Secara dari pov pihak Z (observer), iya emang bisa dikalimatkan :
keluarga/individu tsb menolak "anugerah" (beras) yang diberikan oleh pihak X.

But the question is :
Di hari itu, [beras] adalah anugerah ato bukan di pov keluarga/individu yg tidak lapar ini ?



saya coba dgn ilustrasi lain ya...

sebuah kapal, berisi bangku utk 100 orang yg terisi penuh dgn 100 orang, sedang dalam bencana.
Idealisnya, ditiap bangku ada pelampung. However, ternyata ada 10 bangku gak ada pelampungnya. Dengan demikian 10 orang tidak punya pelampung.

7 dari 10 orang tsb panik, mereka merasa membutuhkan pelampung karena mereka nggak bisa renang.
sisanya 3 orang tenang2 saja, mereka merasa gak butuh pelampung karena mereka bisa renang dan bisa bertahan lama di air.

Blakangan ternyata ketemu 10 pelampung di lemari makanan kapal.
7 orang panik tsb segera menerima/mengambil pelampung tsb
namun sisanya yg 3 orang nggak menerima/mengambil pelampung tsb.

Pertanyaannya :
[pelampung] adalah anugerah ato bukan di pov ke 3 orang yang bisa berenang tsb ?

sepertinya ilustrasi yang anda berikan tidak sebanding dengan kehidupan setelah kematian

tidak punya beras-->masih kenyang-->tidak kelaparan
tidak punya pelampung-->bisa berenang-->selamat
tidak punya iman-->apakah bisa masuk surga?-->apakah bisa selamat?
January 20, 2019, 01:10:22 AM
Reply #32
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12811
    • fossil coral cantik
sepertinya ilustrasi yang anda berikan tidak sebanding dengan kehidupan setelah kematian

tidak punya beras-->masih kenyang-->tidak kelaparan
tidak punya pelampung-->bisa berenang-->selamat
bukan perihal [masih kenyang bisa berenang] yg adalah point saya, rama.

Point-nya adalah : merasa gak butuh.
ungu adalah cuma tambahan dari saya ---> mungkin karena mereka gak merasa lapar pada hari itu, mungkin karena mereka pandai berenang saat musibah tsb.

So, taroh kata ada misal 10 individu di kelompok Y yg merasa nggak perlu beras (krn mungkin masih punya) - maka logically beras BUKAN anugerah di pov 10 individu ini.
Sekali lagi, mengenai KENAPA mereka merasa gak butuh, bukan fokus saya.

Quote
tidak punya iman-->apakah bisa masuk surga?-->apakah bisa selamat?
versi saya : semua orang punya "tool" utk bisa beriman-percaya, default. So, kalimat bold gak ada di kamus versi saya, rama. Lagian kan yg lagi dibicarakan disini ada diperihal [anugerah dan pilihan], dimana versi saya : anugerah itu BUKAN pilihan baik bagi orang yg merasa perlu maupun bagi orang yg merasa tidak perlu.

Orang yg merasa perlu, logically orang ybs tidak akan "ambil/terima gak ya beras/pelampung ini?".
Orang yg merasa gak perlu, ya beras/pelampung bukan anugerah di povnya.

btw,
saya pikir2 lagi ... saya masukin model ketiga, yakni [orang yg merasa perlu gak perlu].
maka kayaknya disini bisa "masuk" itu perihal memilih antara ambil/terima ato kagak :)
« Last Edit: January 20, 2019, 01:15:43 AM by odading »
January 20, 2019, 06:04:07 AM
Reply #33
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2988
emang kapan tuhan ngasih tahu sama elo kalau elo udah dipilih tuhan?

kalo ternyata elo dipilih Hantu tapi elo kira itu Tuhan, gimana?

 :tuzki48: :tuzki48:
January 22, 2019, 07:19:39 AM
Reply #34
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 564
Tuhan memiilih siapa yang selamat dari semua yg tidak selamat akibat dosa secara unconditional yaitu bukan karena pemilihan oleh manusia tetapi hanya berdasarkan belas kasihan Tuhan saja,Dia memilih sebelum manusia bisa memilih.
Begini saudara ku..

Yudas iskariot itu dipilih Tuhan langsung, tetapi akhirnya tidak selamat..

Nah, FT katakan .. karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga dikaruniakan nya anaknya yg tunggal, supaya setiap orang yg percaya padanya tidak binasa.

Nah, jika kita lihat FT tsb diatas, maka kalimat “dikaruniakan nya anak nya yg tunggal”, memiliki pengertian .. dianugerahkan nya keselamatan tsb pada seluruh dunia tanpa terkecuali.

Tetapi pada “kalimat berikutnya” dikatakan ..supaya setiap orang yg percaya, artinya adalah .. ada orang yg percaya dan ada yg tidak percaya. Mengapa ada yg percaya dan ada yg tidak percaya ? Karena adanya “keputusan” untuk memilih percaya atau tidak percaya.

Nah, keputusan untuk memilih percaya atau tidak percaya inilah yg disebut sebagai “keputusan akal”.

FT diatas adalah sebanding dgn yg terdapat di wahyu .. lihat, aku berdiri di depan pintu dan mengetuk, barang siapa yg mendengar ketukan ku dan membukakan pintu bagi ku ..

Nah, pada kalimat disana dituliskan “membuka kan”, artinya adalah.. adanya keputusan untuk membuka pintu.. dan keputusan itu bukan anugerah, tetapi keputusan akal setiap manusia, untuk membuka atau tetap membiarkan pintu tertutup.

Jadi, sekalipun keselamatan dan iman itu adalah 2 sisi dalam satu mata koin, tetapi tidak berarti, bahwa iman itu adalah “anugerah”, itulah sebabnya FT katakan, iman itu bisa gugur atau mati, karena itulah Alkitab katakan .. agar kita memelihara iman percaya kita, mengapa kita disuruh memelihara iman itu ? Karena iman itu adalah pilihan, dan jika iman itu bukan pilihan atau semata-mata anugerah, maka kita tidak perlu memelihara iman tsb, sebab apa yg dianugerahkan oleh Allah tidak mungkin mati.

Jbu
January 31, 2019, 08:23:34 PM
Reply #35
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12811
    • fossil coral cantik
Jadi, sekalipun keselamatan dan iman itu adalah 2 sisi dalam satu mata koin, tetapi tidak berarti, bahwa iman itu adalah “anugerah”
Iman itu adalah anugerah, 888.

Quote
itulah sebabnya FT katakan, iman itu bisa gugur atau mati
That's the point. Apabila anugerah tsb terbengkalai (bukan DIterbengkalai-in) ya makanya bold. Namun kalimat bold itu sendiri ada didalam pengertian bahwa TETEP ADA namun "mati". So, kosakata "mati" tidak didalam pengertian [tidak eksis].

Quote
karena itulah Alkitab katakan .. agar kita memelihara iman percaya kita, mengapa kita disuruh memelihara iman itu ? Karena iman itu adalah pilihan
Bisa tolong jabarkan secara ilustrasi analogisnya, 888 ? Saya gak bisa karena yg 888 paparkan tsb di pov saya loncat-loncat, gak ada ke"harmonisan"nya (sinkron) :D

Pertama tama 888 bilang: [Iman itu adalah pilihan] ---> apa maksudnya ini ?

Apakah maksudnya kayak kalimat sbb ini ---> [sehat itu adalah pilihan] ?

Apabila iya, maka saya:
Kalimat ungu itu ada didalam pengertian : being healthy is a choice. And this is not the case. Melainkan case-nya adalah : point2 apa aja itu yg masuk utk dikatakan sbg "orang yg healthy".
Misal : Being healthy = tidak merokok, tidur cukup, makan yg bergizi, olah-raga, dlsb.

Nah, disini oranye itu bisa dikatakan = "anugerah".
Sebuah pengetahuan in order to be healthy.

Apabila sampai sini ilustrasinya "masuk" sesuai dgn versi 888, maka sekarang saya ngerti kenapa 888 bilang seperti ijo. Dengan kata lain, ibarat kalimatnya :

A. it's your choice utk menjadi orang yang sehat ato kagak
B. it's your choice utk menjadi orang yang beriman ato kagak.

BUT still, kalimat B itu udah "gak setara" dgn kalimat A.
Karena kalimat yg "setara" dengan A adalah [it's your choice utk menjadi orang yang selamat ato kagak].

Jadi disini ada "starting point", yakni :
bagi orang yang mao sehat, maka dia mesti percaya oranye (whatever itu isinya to be healthy)
bagi orang yang mao selamat, maka dia mesti percaya bla3x (whatever itu isinya to be safe)

Oleh karena itu, di versi saya : perihal percaya/gak-percaya itu BUKAN keputusan  :wink:.
Ada orang yg kepingin sehat, orang ini menjalankan oranye.
Ada juga orang yg kepingin sehat, tapi tidak menjalankan oranye sama sekali.
Ada lagi orang yg juga kepingin sehat, tapi menjalankan oranye secara tidak konsisten.

Quote
dan jika iman itu bukan pilihan atau semata-mata anugerah, maka kita tidak perlu memelihara iman tsb, sebab apa yg dianugerahkan oleh Allah tidak mungkin mati.
Ilustrasi sederhana aja deh : [hidup di dunia ini] menurut 888 itu anugerah Allah ato bukan ?

kalo saya konsisten berangkat dgn patokan kalimat 888, maka saya akan jawab :
[Hidup didunia ini] bisa mati, kapan saja. So, [Hidup didunia ini] bukan anugerah Allah, sebab apa yg dianugerahkan oleh Allah tidak mungkin mati.

Semoga aja nanti gak ada yg respond:
[Hidup didunia ini] adalah anugerah dosa AdamHawa, makanya bisa mati  :D.

kalo respondnya demikian, maka saya:
well, kisah AdamHawa itu sendiri jadinya udah duluan menunjukkan bahwa apa yang di anugerahkan Allah bisa mati  :D.
January 31, 2019, 09:10:20 PM
Reply #36
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1590
Apakah menerima atau menolak termasuk "Usaha manusia" ?

Salam Damai Temans...
Tuhan Memberkati...
February 01, 2019, 12:11:43 AM
Reply #37
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 564
Apakah menerima atau menolak termasuk "Usaha manusia" ?

Salam Damai Temans...
Tuhan Memberkati...
Seperti penjelasan saya sebelumnya, maka menerima dan menolak itu, adalah keputusan akal manusia.

Jadi, kita harus bisa “membedakan”, antara keselamatan dan iman percaya.

Nah, bukan iman percaya yg pertama lahir, tetapi anugerah keselamatan, dimana anugerah keselamatan itu, di berikan Allah kepada “seluruh umat manusia, tanpa terkecuali”, dan anugerah keselamatan ini, bukanlah hasil dari usaha yg dilakukan manusia, tetapi pemberian Allah secara cuma-cuma.

Kemudian, terhadap anugerah keselamatan yg diberikan Allah secara cuma2 tersebut, direspon oleh manusia “dengan keputusan”, ada manusia yg “memutuskan” untuk percaya dan menerima anugerah keselamatan tersebut, dan ada juga manusia yg “memutuskan” untuk menolak anugerah keselamatan tersebut.

Nah, “keputusan” untuk percaya inilah yg disebut dgn “iman”.

Mengapa keputusan untuk percaya itu disebut iman ?

Sebab Alkitab katakan, iman adalah dasar dari segala “pengharapan” yg ada .. nah, pengharapan itu timbul, karena adanya pertimbangan akal, setelah akal mempertimbangkan segala sesuatu, maka kita “mengharap”, jadi .. pengharapan tidak akan pernah terjadi, jika akal tidak berperan aktif.

Contoh kasus .. Si A bukan seorang Kristen, lali si A sakit parah, kemudian datang sahamnya si B, si B katakan pada si A, jika si A mau sembuh, supaya si A meminta Tuhan Yesus untuk menyembuhkannya. Kemudian, karena semua dokter dan obat tdk dapat menyembuhkan penyakit si A, maka si A berfikir.. boleh juga di coba saran si B, kemudian setelah si A berdoa meminta kesembuhan pada Tuhan Yesus, akhirnya mukjizat terjadi dan penyakit si A sembuh, selanjutnya si A bertobat dan beriman pada Yesus.

Nah, pada saat si A “mendengar” masukan dari si B dan kemudian mempertimbangkannya dalam pikirannya, maka disaat itulah “keputusan akal berperan aktif”, sehingga selanjutnya melahirkan iman percaya pada Yesus.

Ada juga contoh yg lain, banyak orang mempelajari Alkitab, sampai orang tersebut benar2 memahami Alkitab, tetapi “keputusan” akal orang tersebut, menolak untuk percaya, maka tidak pernah lahir iman percaya pada orang tersebut.

Jadi, keputusan akal manusia itu, adalah “free Will” yg dimiliki oleh manusia, sejak manusia itu di ciptakan.

Jbu
February 02, 2019, 08:15:35 PM
Reply #38
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12811
    • fossil coral cantik
Kemudian, terhadap anugerah keselamatan yg diberikan Allah secara cuma2 tersebut, direspon oleh manusia “dengan keputusan”, ada manusia yg “memutuskan” untuk percaya dan menerima anugerah keselamatan tersebut
Event bold itu didahului sikon RAGU, 888.

Ada informasi
1. Ragu antara percaya ato kagak informasi tsb
2. Reasoning
3. Keputusan (percaya ato kagak-percaya).


Namun yg saya maksudkan disini bukan yg model demikian, 888. Melainkan:
Ada informasi ---> percaya thdp informasi tsb.

Nah yang underlined itu nggak bisa dikatakan "keputusan".

Sekarang saya jadi mao tau:
Apakah 888 percaya Maria melahirkan Yesus tanpa bersetubuh dgn laki2 ?

Kalo 888 jawab :
Ya... saya memutuskan utk percaya bhw ijo

Maka oda:
alesannya apa ?
apakah misal : [supaya masuk sorga] ?
February 02, 2019, 10:45:08 PM
Reply #39
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1590
Seperti penjelasan saya sebelumnya, maka menerima dan menolak itu, adalah keputusan akal manusia.

Jadi, kita harus bisa “membedakan”, antara keselamatan dan iman percaya.

Nah, bukan iman percaya yg pertama lahir, tetapi anugerah keselamatan, dimana anugerah keselamatan itu, di berikan Allah kepada “seluruh umat manusia, tanpa terkecuali”, dan anugerah keselamatan ini, bukanlah hasil dari usaha yg dilakukan manusia, tetapi pemberian Allah secara cuma-cuma.

Kemudian, terhadap anugerah keselamatan yg diberikan Allah secara cuma2 tersebut, direspon oleh manusia “dengan keputusan”, ada manusia yg “memutuskan” untuk percaya dan menerima anugerah keselamatan tersebut, dan ada juga manusia yg “memutuskan” untuk menolak anugerah keselamatan tersebut.

Nah, “keputusan” untuk percaya inilah yg disebut dgn “iman”.

Mengapa keputusan untuk percaya itu disebut iman ?

Sebab Alkitab katakan, iman adalah dasar dari segala “pengharapan” yg ada .. nah, pengharapan itu timbul, karena adanya pertimbangan akal, setelah akal mempertimbangkan segala sesuatu, maka kita “mengharap”, jadi .. pengharapan tidak akan pernah terjadi, jika akal tidak berperan aktif.

Contoh kasus .. Si A bukan seorang Kristen, lali si A sakit parah, kemudian datang sahamnya si B, si B katakan pada si A, jika si A mau sembuh, supaya si A meminta Tuhan Yesus untuk menyembuhkannya. Kemudian, karena semua dokter dan obat tdk dapat menyembuhkan penyakit si A, maka si A berfikir.. boleh juga di coba saran si B, kemudian setelah si A berdoa meminta kesembuhan pada Tuhan Yesus, akhirnya mukjizat terjadi dan penyakit si A sembuh, selanjutnya si A bertobat dan beriman pada Yesus.

Nah, pada saat si A “mendengar” masukan dari si B dan kemudian mempertimbangkannya dalam pikirannya, maka disaat itulah “keputusan akal berperan aktif”, sehingga selanjutnya melahirkan iman percaya pada Yesus.

Ada juga contoh yg lain, banyak orang mempelajari Alkitab, sampai orang tersebut benar2 memahami Alkitab, tetapi “keputusan” akal orang tersebut, menolak untuk percaya, maka tidak pernah lahir iman percaya pada orang tersebut.

Jadi, keputusan akal manusia itu, adalah “free Will” yg dimiliki oleh manusia, sejak manusia itu di ciptakan.

Jbu
Free Will itu menurut Bro, termasuk usaha manusia bukan ?

Salam Damai Bro...
Tuhan Memberkati...
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)