Author Topic: Anugerah dan Pilihan (Wahyu 3:20)  (Read 1342 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 02, 2019, 11:03:50 PM
Reply #40
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1590
Berpikir secara logis sederhana aja deh dan disini kita bicara tentang Roh kita, kalau Tuhan sudah berniat menyelamatkan kamu, apakah kamu bisa menghindari untuk tidak diselamatkan ? Mau kamu jedotin kepala di tembok, pada akhirnya Roh kamu akan tetap dapat diselamatkan Yesus....Bingung saya jika manusia bisa memilih untuk tidak selamat...Apa manusia lebih Kuasa dari Tuhan ? Sebagai catatan : Yang diselamatkan pada akhirnya adalah Rohnya (janji Yesus Kehidupan Kekal untuk semua manusia/pada akhirnya)...Penebusan Yesus untuk semua manusia tanpa kecuali...
Alkitab sebagai pedoman hidup manusia agar sedapat mungkin tidak lama mendiami api penyucian sebelum semuanya dimurnikn dan akhirnya dimasukkan kembali di dalam Kerajaan Allah (Debu akan kembali jadi debu, Roh Allah pada manusia akan kembali pada Allah, dan Iblis akan kembali ke habitatnya yang abadi/Neraka)....

Salam Damai Temans...
Tuhan Memberkati....
February 03, 2019, 03:12:15 AM
Reply #41
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12811
    • fossil coral cantik
Berpikir secara logis sederhana aja deh dan disini kita bicara tentang Roh kita, kalau Tuhan sudah berniat menyelamatkan kamu, apakah kamu bisa menghindari untuk tidak diselamatkan ?
Ada niat ? Then there must be a reason   :char11:.

Quote
Mau kamu jedotin kepala di tembok, pada akhirnya Roh kamu akan tetap dapat diselamatkan Yesus
Horeee.... OSAS.  :D

Quote
Bingung saya jika manusia bisa memilih untuk tidak selamat
IMO, point-nya justru bukan [memilih --VS-- tidak memilih selamat], ron. Melainkan : [percaya yang mana].

Misal nih ya:
Pihak A bilang bla3x
Pihak B bilang blo3x
Pihak C bilang ble3x

Nah, cuplis percaya yg mana ? yg bla ? yg blo ? ato yg ble ?
So... perihal percaya/gak-percayanya itu ada di informasi-nya bukan di pihak-nya (A B C).

Taroh kata cuplis percaya ble3x,
maka pihak C bilang "cuplis itu orang percaya ble".
But, pihak A bilang "cuplis itu bukan orang percaya bla"
dan pihak B bilang "cuplis itu bukan orang percaya blo"

So, freewill-nya itu ada di perihal [bebas utk percayanya dimana] donk kan  :wink:
« Last Edit: February 03, 2019, 03:20:28 AM by odading »
February 03, 2019, 05:09:31 AM
Reply #42
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 564
Berpikir secara logis sederhana aja deh dan disini kita bicara tentang Roh kita, kalau Tuhan sudah berniat menyelamatkan kamu, apakah kamu bisa menghindari untuk tidak diselamatkan ? Mau kamu jedotin kepala di tembok, pada akhirnya Roh kamu akan tetap dapat diselamatkan Yesus....Bingung saya jika manusia bisa memilih untuk tidak selamat...Apa manusia lebih Kuasa dari Tuhan ? Sebagai catatan : Yang diselamatkan pada akhirnya adalah Rohnya (janji Yesus Kehidupan Kekal untuk semua manusia/pada akhirnya)...Penebusan Yesus untuk semua manusia tanpa kecuali...
Alkitab sebagai pedoman hidup manusia agar sedapat mungkin tidak lama mendiami api penyucian sebelum semuanya dimurnikn dan akhirnya dimasukkan kembali di dalam Kerajaan Allah (Debu akan kembali jadi debu, Roh Allah pada manusia akan kembali pada Allah, dan Iblis akan kembali ke habitatnya yang abadi/Neraka)....

Salam Damai Temans...
Tuhan Memberkati....
Sebelum saya menjawab pertanyaan yg lain, saya mau memberikan contoh kepada saudara:
(1). Silahkan saudara pelajari kejatuhan manusia kedalam dosa, .. disana dikatakan, buah itu “menarik”, karena memberikan pengertian, artinya disana “ada perdebatan atau pertimbangan akal yg terjadi”, akhirnya “lahir keputusan akal untuk memakan buah tersebut”.
(3), Jika iman adalah anugerah pemberian Allah, maka artinya.. pemberian Allah itu tidak mungkin “gagal”, sebab Allah tidak pernah gagal, nah .. jika iman adalah pemberian Allah, maka pertanyaannya:
(A). Kok bisa Malaikat Jatuh.
(B). Kok bisa Judas Iskariot Jatuh.
(C). Kok bisa orang yg sudah percaya, terlebih seorang pendeta, bisa jatuh dan murtad.

Itulah fakta2, bahwa iman percaya itu “bukan pemberian Allah”, tetapi iman percaya itu, adalah “hasil keputusan akal”.

Akal manusia dgn segala “pertimbangannya”, memutuskan: untuk percaya atau tidak percaya, untuk mempertahankan iman yg dimilikinya atau murtad meninggalkannya.

Jadi, iman itu berbeda dengan keselamatan, keselamatan itulah yg merupakan anegerah Allah kepada semua manusia (tanpa terkecuali), dan keselamatan itu adalah “TUJUAN  IMAN”.

Jbu
February 03, 2019, 05:21:48 AM
Reply #43
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 564
Iman itu adalah anugerah, 888.
 That's the point. Apabila anugerah tsb terbengkalai (bukan DIterbengkalai-in) ya makanya bold. Namun kalimat bold itu sendiri ada didalam pengertian bahwa TETEP ADA namun "mati". So, kosakata "mati" tidak didalam pengertian [tidak eksis].
 Bisa tolong jabarkan secara ilustrasi analogisnya, 888 ? Saya gak bisa karena yg 888 paparkan tsb di pov saya loncat-loncat, gak ada ke"harmonisan"nya (sinkron) :D

Pertama tama 888 bilang: [Iman itu adalah pilihan] ---> apa maksudnya ini ?

Apakah maksudnya kayak kalimat sbb ini ---> [sehat itu adalah pilihan] ?

Apabila iya, maka saya:
Kalimat ungu itu ada didalam pengertian : being healthy is a choice. And this is not the case. Melainkan case-nya adalah : point2 apa aja itu yg masuk utk dikatakan sbg "orang yg healthy".
Misal : Being healthy = tidak merokok, tidur cukup, makan yg bergizi, olah-raga, dlsb.

Nah, disini oranye itu bisa dikatakan = "anugerah".
Sebuah pengetahuan in order to be healthy.

Apabila sampai sini ilustrasinya "masuk" sesuai dgn versi 888, maka sekarang saya ngerti kenapa 888 bilang seperti ijo. Dengan kata lain, ibarat kalimatnya :

A. it's your choice utk menjadi orang yang sehat ato kagak
B. it's your choice utk menjadi orang yang beriman ato kagak.

BUT still, kalimat B itu udah "gak setara" dgn kalimat A.
Karena kalimat yg "setara" dengan A adalah [it's your choice utk menjadi orang yang selamat ato kagak].

Jadi disini ada "starting point", yakni :
bagi orang yang mao sehat, maka dia mesti percaya oranye (whatever itu isinya to be healthy)
bagi orang yang mao selamat, maka dia mesti percaya bla3x (whatever itu isinya to be safe)

Oleh karena itu, di versi saya : perihal percaya/gak-percaya itu BUKAN keputusan  :wink:.
Ada orang yg kepingin sehat, orang ini menjalankan oranye.
Ada juga orang yg kepingin sehat, tapi tidak menjalankan oranye sama sekali.
Ada lagi orang yg juga kepingin sehat, tapi menjalankan oranye secara tidak konsisten.
 Ilustrasi sederhana aja deh : [hidup di dunia ini] menurut 888 itu anugerah Allah ato bukan ?

kalo saya konsisten berangkat dgn patokan kalimat 888, maka saya akan jawab :
[Hidup didunia ini] bisa mati, kapan saja. So, [Hidup didunia ini] bukan anugerah Allah, sebab apa yg dianugerahkan oleh Allah tidak mungkin mati.

Semoga aja nanti gak ada yg respond:
[Hidup didunia ini] adalah anugerah dosa AdamHawa, makanya bisa mati  :D.

kalo respondnya demikian, maka saya:
well, kisah AdamHawa itu sendiri jadinya udah duluan menunjukkan bahwa apa yang di anugerahkan Allah bisa mati  :D.

Makanya saya bilang Oda .. iman itu, bukan “anugerah Allah”, sebab apa yg dianugerahkan Allah, tidak mungkin gagal.

Bagaimana dgn Adam ?

Allah menciptakan Adam dan “belum menganugerahkan keselamatan pada Adam”, sebab pada awal penciptaan (sebelum jatuh kedalam dosa), Adam itu manusia suci, sehingga tidak butuh anugerah keselamatan, tatapi lihat .. keputusan akal manusia itu (pelajari peristiwa jatuhnya Adam kedalam dosa), telah memilih untuk memakan buah dan melawan perintah Allah.

Apa yg dianugerahkan Allah pada Adam ? Nafas Hidup dan anugerah Allah itu tidak pernah gagal, sebab sekalipun Adam jatuh kedalam dosa, nafas hidup itu tetap berlanjut sampai saat ini.

Jadi Oda, iman bukan anugerah Allah, tetapi keputusan akal yg berdasarkan “free Will” yg dimiliki manusia, Anugerah Allah “tidak mungkin atau mustahil bisa gagal”.

Oda dapat juga baca penjelasan saya terhadap Sdr Rony, tentang Adam, Judas Iskariot dan orang2 yg murtad.

Jbu
February 03, 2019, 05:30:38 AM
Reply #44
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 564

Manusia si penerima anugerah/kasih karunia itu kalau mempunyai “pertimbangan akal untuk memilih ataupun menolak “ maka sesuatu yang diterima itu bukan lagi anugerah, karena sesuatu yang diterimanya itu bergantung penuh pada keputusannya “memilih atau menolak “ jadi itulah sebenarnya yang menjadi syarat mutlak sehingga sesuatu itu bisa dia terima !!!!.

Padahal anugerah itu artinya apa ?, sesuatu yang sampai pada seseorang bukan berdasarkan karena upayanya atau kehendaknya sehingga pada orang itu ada suatu yang menjadi alasan untuk dianggap layak menerima.
 
Phil2:13 For it is God which worketh in you both to will and to do of his good pleasure

Isa26:12 LORD, thou wilt ordain peace for us: for thou also hast wrought all our works in us


bersambung...
Begini saudara ku.. Allah itu tidak mungkin gagal, nah .. jika iman itu adalah “anugerah Allah”, maka Allah sudah berkali - kali mengalami “kegagalan”, mengapa:
(1). Anugerah Allah telah gagal terhadap Adam dan hawa, sebab jatuh kedalam dosa.
(2). anugerah Allah telah gagal dalam Judas Iskariot, sebab Jatuh kedalam dosa.
(3). Anugerah Allah telah gagal pada orang2 Kristen yg murtad, terutama pendeta2 yg murtad, sebab mereka semua telah jatuh kedalam dosa.

Apakah Kita menyembah Allah yg gagal ??

Nah, seperti penjelasan saya sebelumnya, kita tidak boleh “menyamakan” pengertian iman dan keselamatan, sebab iman dan keselamatan, adalah 2 hal yg berbeda.

Keselamatan itu adalah Anugerah, tetapi iman adalah “pilihan” yg didasarkan pada “free Will” yg manusia miliki.

Jbu
February 03, 2019, 05:35:05 AM
Reply #45
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 564
oo...

jadi tata cara anda beribadat di gereja anda itu BUKAN suatu sistem peribadatan?

dan

adanya majelis, penatua, penggembala, umat, yang masing-masing memiliki peranannya masing-masing itu BUKAN suatu organisasi?
Kristen itu, cukup percaya dan menerima Yesus, serta dibabtis dalam nama bapa, Anak dan ROH KUDUS, yaitu Yesus Kristus.

Jbu
February 03, 2019, 05:54:18 AM
Reply #46
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 564
Free Will itu menurut Bro, termasuk usaha manusia bukan ?

Salam Damai Bro...
Tuhan Memberkati...
Free Will itu bukan “usaha” manusia, tetapi free Will itu adalah “hak manusia”.

Free Will itu adalah “hak manusia” yg diperoleh berdasarkan “perintah Allah” dan bukan “anugerah Allah”.

Karena free Will itu adalah hak manusia, maka manusia bebas memutuskan pilihannya, tetapi karena kebebasan itu diperoleh berdasarkan “perintah”, maka ada sanksi yg mengiringinya.

Free Will itu lahir, sejak Allah memberi perintah kepada manusia, untuk memakan buah2 an yg boleh dimakan dan yg tidak boleh.

Perintah itu melahirkan “free Will” atas manusia, dan sejak itulah “manusia bebas untuk memilih”, dan Free Will “bukan anugerah”, tetapi Free Will itu lahir karena adanya perintah Allah.

Jadi, Anugerah dan Perintah Allah itu berbeda, Perintah Allah, bisa dituruti manusia dan bisa pula dilanggar manusia.

Apa bedanya Anugerah dan Perintah Allah itu ?

Anugerah Allah, melahirkan keselamatan.
Perintah Allah, melahirkan Free Will yg berdasarkan pertimbangan akal, dan melahirkan keputusan akal, serta akhirnya melahirkan Iman Percaya.

Nah, Anugerah adalah Tujuan dari Perintah Allah, sehingga Keselamatan itu adalah tujuan iman.

Jadi, Anugerah keselamatan dan iman percaya itu, adalah 2 hal yg berbeda (TIDAK SAMA).

Jbu
February 03, 2019, 12:15:47 PM
Reply #47
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12811
    • fossil coral cantik
Free Will itu bukan “usaha” manusia, tetapi free Will itu adalah “hak manusia”.

Free Will itu adalah “hak manusia” yg diperoleh berdasarkan “perintah Allah” dan bukan “anugerah Allah”.

Karena free Will itu adalah hak manusia, maka manusia bebas memutuskan pilihannya, tetapi karena kebebasan itu diperoleh berdasarkan “perintah”, maka ada sanksi yg mengiringinya.
Menurut versi saya, FreeWill bukan diperihal adanya perintah. Perintah itu ada karena manusia is able to.

Nyok kita liat situasi sbb:
nak...
A. kamu bebas mao ambil mainan yang A ato B ato C ato D
B. TAPI mainan yang E jangan ya


Nah... dimana itu perihal Freewill ?
versi saya : yang di A
alesan: kalo yg di B, maka itu jadinya "terserah, kamu mao mainan E juga ga ada yang bisa larang". So then selanjutnya CHAOS.

Dengan kata lain, kalo "Law"nya itu berupa A dan B, then you are not free.
Hanya apabila tidak ada B, dimana A-nya [ambil mainan apa saja], barulah itu free.
So, Freewill bukan di perihal [obey-disobey ---> patuhi ato kagak ya perintah/larangan tsb ?] dimana apabila kayak gini selanjutnya berupa [ah... gue bebas kok utk memilih to obey or disobey] ---> amburadul lah jadinya kalo merah itu = Freewill  :D.

Quote
maka ada sanksi yg mengiringinya
So then you are not free.
Freewill = hak manusia pada kondisi A, bukan di kondisi B.
So, nggak ada itu "saya berhak utk obey or disobey B".
Karena justru B itu sendiri udah duluan menunjukkan sikon  "kamu tidak berhak ambil mainan E".

Quote
Perintah itu melahirkan “free Will” atas manusia, dan sejak itulah “manusia bebas untuk memilih
Ya itu versi 888 ---> "saya bebas untuk memilih antara obey or disobey".

Quote
dan Free Will “bukan anugerah”
itu versi 888. Versi saya, Freewill anugerah ---> karena di pov saya sikon A itu menunjukkan anugerah Freewill yg dimiliki.

Quote
tetapi Free Will itu lahir karena adanya perintah Allah.
Ya. Saya juga bilang demikian.
Tapi antara kita berdua beda ngliat perintahnya itu yg dimana. Kalo 888 yg di B(please CMIIW) kalo saya yg di A.  Anyway, kalo semisal yg A gak bisa dibilang sbg "perintah" --- maka oleh saya: [baik A dan B adalah "maklumat", statement].

Quote
Jadi, Anugerah dan Perintah Allah itu berbeda,
itu versi 888. Versi saya: "maklumat" itu anugerah.

Quote
Perintah Allah, bisa dituruti manusia dan bisa pula dilanggar manusia.
That's it. Biru diatas. But then again, antara kita berdua kayaknya nih berbeda. Dimana kronologikanya terbalik.
oda : KARENA manusia is able to (do anything) - MAKA ada perintah, "maklumat".
888 : KARENA ada perintah - maka manusia is able to (choose to obey or to disobey). Please CMIIW.

Quote
Anugerah Allah, melahirkan keselamatan.
Ya. Kalimat versi saya juga kayak di quote atas.
Namun lagi-lagi, kayaknya pov-nya antara kita berdua berbeda. Ini kali saya kepingin tau, apakah 888 kira2 bisa menduga dimana itu perbedaannya ? (so, 888 mesti menduga dulu pov versi saya yg kayak gimana yg berbeda dgn versi 888... maka barulah 888 bisa mengajukan perbedaannya).  :D
« Last Edit: February 03, 2019, 12:19:57 PM by odading »
February 03, 2019, 06:18:00 PM
Reply #48
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1590
Menurut saya memilih Percaya/tidak adalah Usaha manusia...Free Will juga usaha manusia...
Tujuan Penebusan Yesus untuk keselamatan semua manusia pada akhirnya akan tercapai penuh...ga ada manusia yang bisa menghalangi kok...

Salam Damai Temans...
Tuhan Memberkati...
February 03, 2019, 06:25:41 PM
Reply #49
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1590
Ada niat ? Then there must be a reason   :char11:.
 Horeee.... OSAS.  :D
 IMO, point-nya justru bukan [memilih --VS-- tidak memilih selamat], ron. Melainkan : [percaya yang mana].

Misal nih ya:
Pihak A bilang bla3x
Pihak B bilang blo3x
Pihak C bilang ble3x

Nah, cuplis percaya yg mana ? yg bla ? yg blo ? ato yg ble ?
So... perihal percaya/gak-percayanya itu ada di informasi-nya bukan di pihak-nya (A B C).

Taroh kata cuplis percaya ble3x,
maka pihak C bilang "cuplis itu orang percaya ble".
But, pihak A bilang "cuplis itu bukan orang percaya bla"
dan pihak B bilang "cuplis itu bukan orang percaya blo"

So, freewill-nya itu ada di perihal [bebas utk percayanya dimana] donk kan  :wink:
Bro Oda masa kamu ga ngerti Niat Allah/reasonnya....Di dalam Yohanes 3:16 jelas tertulis disitu....
Niat-Nya itu pada akhirnya pasti akan terpenuhi (Baik bagi yang mereka yang sekarang belum percaya Yesus itu Tuhan...pada akhirnya semua akan bertelut dihadapan-Nya dan mengakui DIA sebagai Tuhan)....

Salam Damai Bro...
Tuhan Memberkati...
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)