Author Topic: Anugerah dan Pilihan (Wahyu 3:20)  (Read 944 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

February 04, 2019, 08:46:26 AM
Reply #50
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 503
Menurut versi saya, FreeWill bukan diperihal adanya perintah. Perintah itu ada karena manusia is able to.

Nyok kita liat situasi sbb:
nak...
A. kamu bebas mao ambil mainan yang A ato B ato C ato D
B. TAPI mainan yang E jangan ya


Nah... dimana itu perihal Freewill ?
versi saya : yang di A
alesan: kalo yg di B, maka itu jadinya "terserah, kamu mao mainan E juga ga ada yang bisa larang". So then selanjutnya CHAOS.

Dengan kata lain, kalo "Law"nya itu berupa A dan B, then you are not free.
Hanya apabila tidak ada B, dimana A-nya [ambil mainan apa saja], barulah itu free.
So, Freewill bukan di perihal [obey-disobey ---> patuhi ato kagak ya perintah/larangan tsb ?] dimana apabila kayak gini selanjutnya berupa [ah... gue bebas kok utk memilih to obey or disobey] ---> amburadul lah jadinya kalo merah itu = Freewill  :D.
 So then you are not free.
Freewill = hak manusia pada kondisi A, bukan di kondisi B.
So, nggak ada itu "saya berhak utk obey or disobey B".
Karena justru B itu sendiri udah duluan menunjukkan sikon  "kamu tidak berhak ambil mainan E".
 Ya itu versi 888 ---> "saya bebas untuk memilih antara obey or disobey".
 itu versi 888. Versi saya, Freewill anugerah ---> karena di pov saya sikon A itu menunjukkan anugerah Freewill yg dimiliki.
 Ya. Saya juga bilang demikian.
Tapi antara kita berdua beda ngliat perintahnya itu yg dimana. Kalo 888 yg di B(please CMIIW) kalo saya yg di A.  Anyway, kalo semisal yg A gak bisa dibilang sbg "perintah" --- maka oleh saya: [baik A dan B adalah "maklumat", statement].
 itu versi 888. Versi saya: "maklumat" itu anugerah.
 That's it. Biru diatas. But then again, antara kita berdua kayaknya nih berbeda. Dimana kronologikanya terbalik.
oda : KARENA manusia is able to (do anything) - MAKA ada perintah, "maklumat".
888 : KARENA ada perintah - maka manusia is able to (choose to obey or to disobey). Please CMIIW.
 Ya. Kalimat versi saya juga kayak di quote atas.
Namun lagi-lagi, kayaknya pov-nya antara kita berdua berbeda. Ini kali saya kepingin tau, apakah 888 kira2 bisa menduga dimana itu perbedaannya ? (so, 888 mesti menduga dulu pov versi saya yg kayak gimana yg berbeda dgn versi 888... maka barulah 888 bisa mengajukan perbedaannya).  :D
Pemahaman Oda tentang Free Will itu, tidak berbeda seperti yg saya jelaskan, tetapi karena ada “perintah” yg melandasi Free Will itu lahir, maka ada “sanksi” yg ditimbulkan terhadap free Will tsb.

Dalam penjelasan saya Oda, seperti yg Oda pahami, free will itu lahir, pada saat Allah memberikan perintah .. semua buah2 an di taman ini, boleh engkau makan dgn bebas..Lahirlah free will disana dan telah menjadi hak manusia, tetapi karena free will terlahir akibat “perintah Allah”, maka atas perintah itu (bukan free Will), ada sanksi yg ditetapkan Allah. Artinya: Kebebasan yg lahir karena perintah Allah itu, dibatasi oleh perintah itu sendiri.

Jbu
February 04, 2019, 08:54:13 AM
Reply #51
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 503
Menurut saya memilih Percaya/tidak adalah Usaha manusia...Free Will juga usaha manusia...
Tujuan Penebusan Yesus untuk keselamatan semua manusia pada akhirnya akan tercapai penuh...ga ada manusia yang bisa menghalangi kok...

Salam Damai Temans...
Tuhan Memberkati...
Nah, “usaha manusia” yg anda maksut kan diatas itulah yg disebut “keputusan akal”, sehingga .. seperti apa yg sudah saya jelaskan sebelumnya, bahwa iman itu adalah “hasil keputusan akal manusia”, dimana akal manusia “memutuskan”, untuk percaya atau tidak.

Tetapi, keselamatan itu adalah “anugerah” dan bukan hasil keputusan akal manusia, artinya: Keselamatan yg dianugerahkan Allah kepada manusia, maka Allah membebaskan setiap manusia, untuk “memilih” berdasarkan “keputusannya” sendiri, apakah menerima atau menolak keselamatan yg telah dianugerahkan tersebut.

Jbu
February 12, 2019, 07:53:05 AM
Reply #52
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2805
Nah, “usaha manusia” yg anda maksut kan diatas itulah yg disebut “keputusan akal”, sehingga .. seperti apa yg sudah saya jelaskan sebelumnya, bahwa iman itu adalah “hasil keputusan akal manusia”, dimana akal manusia “memutuskan”, untuk percaya atau tidak.

Tetapi, keselamatan itu adalah “anugerah” dan bukan hasil keputusan akal manusia, artinya: Keselamatan yg dianugerahkan Allah kepada manusia, maka Allah membebaskan setiap manusia, untuk “memilih” berdasarkan “keputusannya” sendiri, apakah menerima atau menolak keselamatan yg telah dianugerahkan tersebut.

Jbu

Iman adalah pemberian atau anugerah Allah bukan hasil akal atau perbuatan manusia yang sudah mati rohaninya akibat dosa !

 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)