Author Topic: Bumi datar atau bumi bulat  (Read 4726 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 23, 2018, 05:48:01 PM
Reply #140
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12985
    • fossil coral cantik
Sambungan yg reply #137...

Tapi kalu 888 jawab:
 ketika Yesaya berkata kepada kami (888 dkk di jaman tsb), ya jelas kami tau donk... Yesaya dg jelas dan tegas sedang memberitahu kami bhw bumi bulet.

Maka oda:
Lah sebelumnya 888 bilang
disaat Yesaya memahami bahwa bumi bulat seperti bola, sementara masyarakat awam (oda: jadi trmasuk 888 dkk disaat itu) memahami bumi itu datar.
« Last Edit: December 23, 2018, 06:13:29 PM by odading »
December 23, 2018, 07:18:34 PM
Reply #141
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 494
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Tanggapan yang menarik
Tidak demikian dalam menafsirkan Alkitab, penafsiran Alkitab itu, tergantung pada situasi, kondisi, latar belakang serta maksut FT itu dinyatakan, dan setiap ayat FT harus “diuji” dari berbagai sudut pandang, sehingga diperoleh pemahaman yg utuh dan tidak bertentangan. Jadi, untuk menafsirkan atau memahami satu Perikop Alkitab, bisa menggunakan berbagai sudut pandang ataupun metode.
Saya setuju dengan pernyataan di atas

Saya sudah jelaskan diatas, tentang metode menafsirkan Alkitab.
Saya sudah jelaskan diatas, tentang metode menafsirkan Alkitab.
Saya sudah jelaskan metode menafsirkan Alkitab, dan dalam pertanyaan anda disini, maka yg digunakan adalah “metode alegorisme”.

Jbu
Yang menarik hal di atas. Bagaimana menentukan satu ayat diartikan secara literal atau figuratif?
« Last Edit: December 23, 2018, 07:51:32 PM by Isac »
December 23, 2018, 07:19:43 PM
Reply #142
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 494
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Ayat ayat yang saya sampaikan ke anda berada dalam satu pasal dengan Yesaya 40:22

Quote
Yesaya 40
7  Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, apabila TUHAN menghembusnya dengan nafas-Nya. Sesungguhnyalah bangsa itu seperti rumput.
8  Rumput menjadi kering, bunga menjadi layu, tetapi firman Allah kita tetap untuk selama-lamanya."
Jika Nabi Yesaya menganggap
9  Hai Sion, pembawa kabar baik, naiklah ke atas gunung yang tinggi! Hai Yerusalem, pembawa kabar baik, nyaringkanlah suaramu kuat-kuat, nyaringkanlah suaramu, jangan takut! Katakanlah kepada kota-kota Yehuda: "Lihat, itu Allahmu!"
10  Lihat, itu Tuhan ALLAH, Ia datang dengan kekuatan dan dengan tangan-Nya Ia berkuasa. Lihat, mereka yang menjadi upah jerih payah-Nya ada bersama-sama Dia, dan mereka yang diperoleh-Nya berjalan di hadapan-Nya.
11  Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati.
12  Siapa yang menakar air laut dengan lekuk tangannya dan mengukur langit dengan jengkal, menyukat debu tanah dengan takaran, menimbang gunung-gunung dengan dacing, atau bukit-bukit dengan neraca?
13  Siapa yang dapat mengatur Roh TUHAN atau memberi petunjuk kepada-Nya sebagai penasihat?
14  Kepada siapa TUHAN meminta nasihat untuk mendapat pengertian, dan siapa yang mengajar TUHAN untuk menjalankan keadilan, atau siapa mengajar Dia pengetahuan dan memberi Dia petunjuk supaya Ia bertindak dengan pengertian?
15  Sesungguhnya, bangsa-bangsa adalah seperti setitik air dalam timba dan dianggap seperti sebutir debu pada neraca. Sesungguhnya, pulau-pulau tidak lebih dari abu halus beratnya.
16  Libanon tidak mencukupi bagi kayu api dan margasatwanya tidak mencukupi bagi korban bakaran.
17  Segala bangsa seperti tidak ada di hadapan-Nya mereka dianggap-Nya hampa dan sia-sia saja.
18  Jadi dengan siapa hendak kamu samakan Allah, dan apa yang dapat kamu anggap serupa dengan Dia?
19  Patungkah? Tukang besi menuangnya, dan pandai emas melapisinya dengan emas, membuat rantai-rantai perak untuknya.
20  Orang yang mendirikan arca, memilih kayu yang tidak lekas busuk, mencari tukang yang ahli untuk menegakkan patung yang tidak lekas goyang. 

21  Tidakkah kamu tahu? Tidakkah kamu dengar? Tidakkah diberitahukan kepadamu dari mulanya? Tidakkah kamu mengerti dari sejak dasar bumi diletakkan?
22  Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi yang penduduknya seperti belalang; Dia yang membentangkan langit seperti kain dan memasangnya seperti kemah kediaman!
23  Dia yang membuat pembesar-pembesar menjadi tidak ada dan yang menjadikan hakim-hakim dunia sia-sia saja!
24  Baru saja mereka ditanam, baru saja mereka ditaburkan, baru saja cangkok mereka berakar di dalam tanah, sudah juga Ia meniup kepada mereka, sehingga mereka kering dan diterbangkan oleh badai seperti jerami.
25  Dengan siapa hendak kamu samakan Aku, seakan-akan Aku seperti dia? firman Yang Mahakudus.
26  Arahkanlah matamu ke langit dan lihatlah: siapa yang menciptakan semua bintang itu dan menyuruh segenap tentara mereka keluar, sambil memanggil nama mereka sekaliannya? Satupun tiada yang tak hadir, oleh sebab Ia maha kuasa dan maha kuat.
27  Mengapakah engkau berkata demikian, hai Yakub, dan berkata begini, hai Israel: "Hidupku tersembunyi dari TUHAN, dan hakku tidak diperhatikan Allahku?"

28  Tidakkah kautahu, dan tidakkah kaudengar? TUHAN ialah Allah kekal yang menciptakan bumi dari ujung ke ujung; Ia tidak menjadi lelah dan tidak menjadi lesu, tidak terduga pengertian-Nya.

Mengapa yang hijau anda artikan secara literal
sedangkan merah dan biru anda artikan menggunakan metode alegorisme?
Saya sudah jelaskan metode menafsirkan Alkitab, dan dalam pertanyaan anda disini, maka yg digunakan adalah “metode alegorisme”.
December 23, 2018, 07:24:01 PM
Reply #143
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 494
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
Ayat ayat yang saya sampaikan ke anda berada dalam satu pasal dengan Yesaya 40:22

Mengapa yang hijau anda artikan secara literal
sedangkan merah dan biru anda artikan menggunakan metode alegorisme?
1. Padahal yang hijau merah dan biru berada dalam satu pasal (perikop), penulis sama, waktu penulisan pastinya sangat berdekatan, tujuan penulisan pun sama. Mengapa ada perbedaan metode yang anda gunakan?
2. Mengapa dari ayat-ayat tersebut, hanya satu ayat yang anda artikan secara literal?
3. anda berpendapat bahwa tidak ada kata bulatan dalam bahasa Ibrani. Mengapa anda berpendapat hal itu adalah bulatan? Apa karena penerjemah LXX dan ITB menjadikannya bulatan maka pandangan asli Yesaya=bulat? Padahal ayat 21 dan 28 menggambarkan bumi datar?
4. Lanjutan 3. jika ayat 22 anda artikan bulatan, maka bertentangan dengan ayat 21 dan 28. maka
Tidak demikian dalam menafsirkan Alkitab, penafsiran Alkitab itu, tergantung pada situasi, kondisi, latar belakang serta maksut FT itu dinyatakan, dan setiap ayat FT harus “diuji” dari berbagai sudut pandang, sehingga diperoleh pemahaman yg utuh dan tidak bertentangan. Jadi, untuk menafsirkan atau memahami satu Perikop Alkitab, bisa menggunakan berbagai sudut pandang ataupun metode.
pemahaman yg utuh dan tidak bertentangan tidak dapat kita peroleh. Hal itu bisa kita dapat jika kita artikan seperti kata Ibrani aslinya, yaitu datar
« Last Edit: December 23, 2018, 07:54:51 PM by Isac »
December 23, 2018, 09:31:12 PM
Reply #144
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 574
apakah maksud 888 pada kalimat diatas sikonnya itu kayak sbb ini?

Di jaman tsb, diketika Yesaya bilang ke 888 dan temen2 "chug bumi", 888 dan temen2 tidak mengerti perkataan Yesaya tsb?

Klu 888 jawab:
iya... saya dkk nggak ngerti kalimat Yesaya tsb sewaktu dia berkata ke kami tsb.

Maka oda:
Saya tidak mengerti.... Bukankah di post sebelumnya 888 bilang bahwa ketika 888 (dkk) mendengar perkataan Yesaya tsb, bagi 888 itu sdh sangat jelas dan tegas bhw swaktu Yesaya sedang berkata ke 888 (dkk), itu Yesaya ngasih tau ke 888 dkk bhw bumi bulat?
Begini Oda, Jesaya itu bernubuat pada zaman perang, dan fokusnya Jesaya bukan masalah2 kosmologi, tetapi untuk menyadarkan bangsa itu, agar tetap setia pada Tuhan.

Seperti kata ashes to ashes dalam penjelasannya, mungkin “bangsa Yahudi tidak menyadari”, bahwa Tuhan sudah menyatakan bumi ini bulat seperti bola, oleh Firman yg disampaikan oleh Yesaya, karena suasana dalam ancaman2 peperangan.

Jbu
December 23, 2018, 09:41:43 PM
Reply #145
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 574
lah ya itu... underlined bold.

Dengan demikian "chug bumi" tidak harus di artikan bumi bulat, karena underlined bold.

Lalu kok pov 888 jadi berupa:

because
dalam mengembangkan ilmu pengetahuan tsb, Yehova HARUS terlibat.

then
Chug bumi harus = bumi bulat.
Nah, saya sudah kasih “ilustrasi” ke Oda, tentang contoh bulan Purnama.

Kalau bulan Purnama itu, kita pahami sbg “lingkaran” datar, bagaimana FT tersebut dapat diaplikasikan dgn keadaan tsb ?? Tidak bisa kan.

Oda dapat memahami bumi ini datar, karena Oda tidak membandingkannya dgn bulan, sehingga .. kedataran lingkaran bumi ini, Oda pahami horizontal, nah .. bagaimana jika dipahami lingkaran datar itu sbg vertikal ?? Maka pemahaman lingkaran bumi datar akan berantakan.

Jadi, secara logika .. maka FT yg dimaksudkan oleh Yesaya tsb, tidak mungkin diartikan dengan lingkaran datar, seperti ilustrasi diatas.

Jbu

December 23, 2018, 09:48:11 PM
Reply #146
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 574
makanya saya ga ngerti begimana itu ceritanya kok 888 jadi bilang "Tuhan harus terlibat"

Saya ulang:
Dalam perkembangan pengetahuan kosmologi, Tuhan tidak harus terlibat.

Nah... begimana itu jadinya 888 bilang bhw kalimat Yesaya menurutmu sedang ngasih informasi iptek [HARUS melibatkan Tuhan] ya?

888:
Contoh .. jika Oda lihat bulan penuh (bulat) dari bumi, lalu bulatnya bulan .. Oda terjemahkan sebagai lingkaran yg  datar.. nah, bagaimana Oda bisa memasukan FT dalam Yesaya tsb ??

Oda:
Lah..  kalimat bold saya di ilustrasi 888 tsb nggak sedang mengajukan iptek koook. :D

Kan 888 bilang bhw kalimat Yesaya tsb sedang mengajukan iptek. Nah begimana itu ceritanya 888 kok jadi bilang [karena kalimat itu sedang mengajukan iptek, maka Tuhan harus terlibat] sementara padahal 888 bilang bhw "Tuhan tidak harus terlibat pada iptek" ?
Begini Oda, dalam FT di Yesaya itu, ada 2 hal yg kita lihat, yaitu: Nubuatan dan iptek., jadi karena ada “nubuatan” disana, maka Tuhan harus terlibat, namun untuk perkembangan ilmu pengetahuan lainnya dan yg tidak berhubungan dgn FT/Nubuatan, maka tdk dibutuhkan kehadiran Tuhan disana.

Contoh : perkembangan ilmu kedokteran saat ini ataupun ilmu lainnya, tidak membutuhkan keterlibatan Tuhan.

Jbu
December 23, 2018, 09:54:17 PM
Reply #147
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 574
Tanggapan yang menarikSaya setuju dengan pernyataan di atas
Yang menarik hal di atas. Bagaimana menentukan satu ayat diartikan secara literal atau figuratif?
Seperti penjelasan saya diatas sebelumnya, kita uji ayat tsb, makanya dari kemarin2, saya bilang anda.. ndak usah kasih ayat banyak2, cukup anda kasih 1 atau 2 ayat cukup, lalu kita diskusikan bersama, nah .. kalau sudah selesai terhadap 1-2 ayat tsb, maka ditambahi lagi 1-2 ayat lagi, supaya kita bisa diskusikan panjang lebar dan fokus, demikian seterusnya.

Jbu..
December 23, 2018, 10:13:52 PM
Reply #148
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 574
Ayat ayat yang saya sampaikan ke anda berada dalam satu pasal dengan Yesaya 40:22

Mengapa yang hijau anda artikan secara literal
sedangkan merah dan biru anda artikan menggunakan metode alegorisme?
Begini, FT yg disampaikan oleh Yesaya tersebut adalah suatu nubuatan, dalam nubuatan, maka akan sering kita temukan perumpamaan2, simbol2 dan penekanan2 yg berulang.

Nah, secara umum.. untuk memahami suatu nubuatan tsb, maka perlu dipergunakan metode alegorisme untuk menafsirkannya, demikian juga terhadap FT dalam Yesaya tsb., walaupun kita menggunakan mayoritas metode alegorisme, untuk menafsirkan suatu nubuatan.. tetap juga kita harus hati2, karena bisa saja terselip “makna literal” didalamnya.

Jbu

December 23, 2018, 10:19:57 PM
Reply #149
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 574
1. Padahal yang hijau merah dan biru berada dalam satu pasal (perikop), penulis sama, waktu penulisan pastinya sangat berdekatan, tujuan penulisan pun sama. Mengapa ada perbedaan metode yang anda gunakan?
2. Mengapa dari ayat-ayat tersebut, hanya satu ayat yang anda artikan secara literal?
3. anda berpendapat bahwa tidak ada kata bulatan dalam bahasa Ibrani. Mengapa anda berpendapat hal itu adalah bulatan? Apa karena penerjemah LXX dan ITB menjadikannya bulatan maka pandangan asli Yesaya=bulat? Padahal ayat 21 dan 28 menggambarkan bumi datar?
4. Lanjutan 3. jika ayat 22 anda artikan bulatan, maka bertentangan dengan ayat 21 dan 28. makapemahaman yg utuh dan tidak bertentangan tidak dapat kita peroleh. Hal itu bisa kita dapat jika kita artikan seperti kata Ibrani aslinya, yaitu datar
Begini, coba suguhkan kepada saya .. ayat yg anda persoalkan tsb, tapi jangan banyak2, supaya bisa kita diskusikan dgn fokus dan detail. Contoh .. anda suguhkan Yesaya pasal 40 (satu Perikop), kemudian mari kita bahas beberapa ayat dulu, setelah itu lanjut lagi beberapa ayat, dst..

Mengapa ? Kalau anda suguhkan 1 Perikop, dan terdiri dari belasan ayat.. bisa sampai kapan selesainya dan pasti pembahasan tidak terfokus.

Jbu
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)