Author Topic: (CURHAT) Ketika lingkungan menganggap "Selamat Natal" adalah haram  (Read 247 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 25, 2018, 01:52:52 PM
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 4
  • Gender: Male
  • Denominasi: Kristen Protestan
Ada satu hal yang membuat saya terusik saat hari Natal tiba

Kebetulan lingkungan tempat tinggal saya mayoritas Muslim, hanya beberapa orang termasuk keluarga saya penganut Kristen. Beberapa tahun lalu, toleransi di daerah ini masih terjalin baik, setiap hari Idul Fitri atau Natal, kami saling mengucapkan selamat meski berbeda keyakinan.

Tetapi sejak tahun lalu, toleransi itu mulai pudar. Pada hari Natal hanya satu dua orang tetangga yang masih menghargai, mengucapkan Selamat Natal. Selebihnya cuek saja. Melihat saya pergi ke gereja beberapa kali tanggal 24-25 Desember pun para tetangga hanya diam saja.

Dari seorang kenalan, saya akhirnya tahu sebabnya. Ada ucapan ulama yang mengatakan bahwa mengucapkan Selamat Natal adalah haram karena bagi orang Islam, Allah tidak pernah mempunyai anak. Kebetulan masyarakat di daerah saya memang orang-orang yang mudah terprovokasi

Bukan hanya di lingkungan tempat tinggal, sejumlah teman saya di medsos pun mendiamkan saya di hari Natal. Saya coba mengingatkan bahwa mengucapkan berbeda dengan meyakini, bahkan presiden kita pun memberi ucapan Selamat Natal ke publik, tapi mereka tidak mau tahu. Bagi mereka prinsipnya, "agamamu agamamu, agamaku agamaku"

Hal ini membuat saya kesal. Saking kesalnya, saat Idul Fitri saya gantian mendiamkan tetangga saya.

Terus terang saya bukan mengharapkan ucapan, tapi rasa persaudaraan dan kerukunan yang dulu pernah terjalin. Indonesia ini punya kemajemukan, apakah harus terpecah oleh ego masing-masing?


Bagaimana dengan kawan-kawan semua, adakah yang mengalami seperti saya?
« Last Edit: December 25, 2018, 01:55:49 PM by dennyz »
December 26, 2018, 09:30:43 AM
Reply #1
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 66
    • ™
  • Denominasi: CHRIST
Ehm... bukannya itu biasa saja ya?

Kalau untuk saya pribadi sih itu biasa saja, karena juga saya tidak terlalu ambil pusing dengan sok akrab atau terlalu banyak bergaul di lingkungan rumah, mungkin karena saya kurang sosialisme kalau diam di Indonesia.  :ashamed0004:  :ashamed0002:


Dari seorang kenalan, saya akhirnya tahu sebabnya. Ada ucapan ulama yang mengatakan bahwa mengucapkan Selamat Natal adalah haram karena bagi orang Islam, ... . Kebetulan masyarakat di daerah saya memang orang-orang yang mudah terprovokasi

Bukannya memang sering terjadi seperti itu?
Biarkan saja mereka, yang penting kita tidak jahat bro... jangan terlalu ambil pusing.
Kalau ada yang mengurusi Hari Natal Kristiani, ya Kristiani.
Kalau ada yang mengurusi Hari Natal tapi diluar itu.. yaa... bagaimana yaa? Apa mungkin minat menjadi Kristen?


Bagi mereka prinsipnya, "agamamu agamamu, agamaku agamaku"
Namun ada juga (baca: banyak)... agamaku harus menjadi agamamu.. seperti persia/iran, dll ?


Rasa persaudaraan dan kerukunan yang kamu punya keren.



« Last Edit: December 26, 2018, 09:33:34 AM by OMNI »
December 26, 2018, 09:41:38 AM
Reply #2
  • FK - Full Member
  • ***
  • Posts: 219
  • Hidup Itu sementara dan saling memberkati.
  • Denominasi: Protestan
Jangan begitu dong. Kamu harus lebih baik dari mereka. Itulah prinsip Kekristenan.
Kalau mereka tak salami kamu di hari natal, terus kamu balas tak salami mereka di hari Ildul Fitri.

Lalu apa bedanya kamu dengan mereka ?

Ingat kita orang Kristen, harus lebih baik dari yang lain. Itu tuntutannya. Tak bisa kurang dari itu.

5:46 Apabila kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah upahmu? Bukankah pemungut cukai juga berbuat demikian?
5:47 Dan apabila kamu hanya memberi salam kepada saudara-saudaramu saja, apakah lebihnya dari pada perbuatan orang lain? Bukankah orang yang tidak mengenal Allah pun berbuat demikian?
5:48 Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna."

Salam Santai.
Hidup hanya sementara.
December 27, 2018, 11:12:51 AM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9589
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • Living Testimony (LiTe)
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
jangan balas kejahatan dengan kejahatan
itu akan memicu kejahatan yang lebih besar lagi
dendam kalo dikejar gak akan ada habisnya

kasih dan kebaikanlah yang akan menyelesaikannya dengan tuntas

saatnya jadi terang broh
December 27, 2018, 11:42:14 AM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 510
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan

"agamamu agamamu, agamaku agamaku"[/color][/b]

Bersyukurlah jika demikian.

Sebab jika agama KU adalah agama MU juga, ini yang bikin repot.

Bersyukurlah SELAGI MASIH DEMIKIAN.
December 27, 2018, 01:42:44 PM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 546
  • Gender: Male
  • Denominasi: Agama Kristen Protestan
berhubung sy orangnya sangat sedikit bersosialisasi di sekitar rumah. bagi aku itu gak ada masalah
Life is only a matter of accepting your destiny wholeheartedly
December 28, 2018, 08:42:01 AM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2498
  • Gender: Male
  • be a light!
  • Denominasi: Protestan
Sepertinya kamu bisa belajar dari pengalaman saya :

Pagi hari, saat Natal kemarin, ada beberapa tetangga saya datang, mengucapkan Selamat Natal dan memberi kue serta buah-buahan yang cukup mahal. Padahal mereka semua Islam dan cukup taat dengan agamanya, tapi karena keramahan orang tua saya mereka bisa menghargai kami.
Sedangkan saudara dan sahabat saya yang Kristen, justru tidak satupun yang datang ke rumah kami saat itu. Jangankan memberi sesuatu, ucapan saja hanya disampaikan lewat telepon, Whatsapp, medsos, atau saat ketemu di gereja saja. Itupun tidak semua saudara memberi ucapan. Saya pun tidak sempat datang ke tetangga saya yang Kristen.

Nah, mana yang lebih baik menurutmu?

Tentang apa yang kamu alami, saya juga banyak menemukannya di media sosial. Pernah saya peringatkan seseorang bahwa mengucapkan beda dengan meyakini, eh dia malah menantang saya untuk mengucapkan syahadat agamanya. Kalau dibilang tersinggung sih sudah pasti saya tersinggung.

Tapi berangkat dari pengalaman saya di hari Natal itu, saya menyadari, untuk apa mengharapkan ucapan Selamat Natal dari agama lain, kalau orang Kristen sendiri juga banyak yang saling cuek di hari Natal? Buat apa mempersoalkan slogan agama lain, "agamaku agamaku, agamamu agamamu", jika kita sendiri masih punya slogan "urusanku urusanku, urusanmu urusanmu". Bukankah kita sendiri tidak selalu mengucapkan Selamat Natal ke orang yang kita kenal, kecuali ada relasi yang akrab? Dan bukankah terlepas dari kontroversi yang ada, ucapan Selamat Natal dari orang non Kristen tetap ada, presiden kita pun dengan senang hati mengucapkannya?

Soal mengucapkan Selamat Idul Fitri, itu tergantung kamu sendiri, tapi bagi saya apa salahnya menghargai? Toh sekedar mengucapkan selamat, tidak akan berpengaruh ke iman kita. 

Jadi, sebelum kita mengharapkan kasih dari orang lain, lihatlah terlebih dulu, apakah kita sudah mengasihi?


"Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati. (Matius 10 : 16)
« Last Edit: December 28, 2018, 09:18:56 AM by rendy h »
December 28, 2018, 09:14:33 AM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2498
  • Gender: Male
  • be a light!
  • Denominasi: Protestan
Ini sekedar untuk pemahaman saja :

Saya coba memperhatikan beberapa ulasan tentang Selamat Natal yang diharamkan dalam Islam. Ternyata hal itu barulah pendapat dari beberapa ulama. Ada ulama yang mengatakan tidak boleh, ada juga yang mengatakan boleh. MUI sendiri belum mengeluarkan fatwa soal itu. MUI hanya menyarankan agar jangan saling menyalahkan pemahaman orang lain.

Asal tahu saja, hal semacam ini juga bisa terjadi pada penganut Kristen. Contohnya, ada pendeta yang mengatakan bahwa makanan bekas sembahyang Imlek itu haram untuk dimakan, karena berasal dari ritual pemujaan arwah. Ada juga pendeta yang mengatakan tidak apa-apa, karena sekedar makanan, yang penting kita tidak ikut ritualnya. Ya, pandangan yang berbeda itu juga berpengaruh ke umat yang mereka layani. Tapi kita jangan memaksakan pemahaman yang kita dapat ke orang lain. Kalau menurut kita haram, tidak usah memakannya, tapi juga jangan menghakimi orang yang memakannya. Hargailah keyakinan masing-masing, yang terpenting kita masing-masing tetap beriman kepada Tuhan.

Kembali ke ucapan Selamat Natal, kalau seseorang mau mengucapkannya hargailah. Kalau tidak mau, ya biarkan saja, itu pemahaman dia. Hiduplah dalam damai dengan sesama

Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain." (Markus 9 : 50b)

« Last Edit: December 28, 2018, 09:33:07 AM by rendy h »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)