Author Topic: Adam Makan Buah PBJ, Pengorbanan Cinta atau Terpedaya?  (Read 533 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

December 31, 2018, 04:05:52 PM
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 401
  • Gender: Male
  • Denominasi: Agama Kristen Protestan
Adam makan buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Adakah Adam :
1. sebenarnya uda tau Hawa bakalan dikutuk, maka dari itu dia merasa kasihan kalau Hawa akan menjalani ini semua. Dia memutuskan untuk ikut bergabung murni karna rasa kesetiakawanan sosial atau rasa cintanya kepada Hawa, atau
2. murni makan karena juga pengen tau khasiat buah ini.
3. nomor 1 dan 2 betul, tapi persentase nomor 1 lebih banyak daripada nomor 2.
4. nomor 1 dan 2 betul, tapi persentase nomor 2 lebih besar daripada nomor 1.

Yang manakah menurut Anda hal yang terjadi di dalam hati Adam sewaktu Hawa bilang : "Eh Adam, ini buah bagus loh ternyata, kamu coba deh cicipi"..
Life is only a matter of accepting your destiny wholeheartedly
December 31, 2018, 04:10:58 PM
Reply #1
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 401
  • Gender: Male
  • Denominasi: Agama Kristen Protestan
sy jawab dulu yah dari logika sy.
sepertinya Adam ikut jatuh ke dalam dosa, bukan karna cinta tapi karna dia memang juga sama seperti Hawa. Pengen tau, terpedaya dan akibatnya berujung dosa.

Darimana saya tau, dari ini :
Kejadian 3:12   Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."
Life is only a matter of accepting your destiny wholeheartedly
January 03, 2019, 12:57:34 PM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2442
  • Gender: Male
  • karena Cinta Yesus lebih kuat daripada maut
  • Denominasi: Seventh-Day Adventist
Adam makan buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Adakah Adam :
1. sebenarnya uda tau Hawa bakalan dikutuk, maka dari itu dia merasa kasihan kalau Hawa akan menjalani ini semua. Dia memutuskan untuk ikut bergabung murni karna rasa kesetiakawanan sosial atau rasa cintanya kepada Hawa, atau
2. murni makan karena juga pengen tau khasiat buah ini.
3. nomor 1 dan 2 betul, tapi persentase nomor 1 lebih banyak daripada nomor 2.
4. nomor 1 dan 2 betul, tapi persentase nomor 2 lebih besar daripada nomor 1.

Yang manakah menurut Anda hal yang terjadi di dalam hati Adam sewaktu Hawa bilang : "Eh Adam, ini buah bagus loh ternyata, kamu coba deh cicipi"..

menurutku no 3.

dengan persentase: 99:1


 :D :D
" Lamanya satu ajaran dianut tidak akan membuat kesalahan menjadi kebenaran, sebab kebenaran mampu berdiri sendiri. Doktrin yang benar akan tetap teguh oleh penyelidikan Alkitab yang seksama. "
January 04, 2019, 11:42:21 AM
Reply #3
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 327
  • Gender: Male
  • Denominasi: Protestan
January 04, 2019, 12:41:38 PM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9377
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
kalau saya memandangnya :

"technically" Hawa "lom berdosa" ketika dia memakan buah itu
perhatikan, mereka baru sadar mereka telanjang setelah Adam yang makan buah itu, waktu Hawa makan mereka masih lom sadar telanjang tuh

why? sepertinya karena memang Tuhan Allah belum memberikan Firman "jangan memakan buah" itu kepada Hawa secara langsung

Adamlah yang diberikan firman itu, tugas adamlah yang mengajari Hawa untuk jangan memakan buah itu
terlihat dari adanya "penambahan" firman dari "jangan makan" menjadi "jangan makan atau raba"
padahal Firman Tuhan ke Adam cuma "jangan makan" aja, penambahan "jangan raba" itu harusnya dari Adam, sebab Tuhan itu konsisten

Adam memang seharusnya juga penasaran akan buah itu
waktu Hawa makan, Adam jelas ada disampingnya, dan karena tidak terjadi apa2 maka Adam juga makan buah itu

coba kalau misalnya waktu Hawa makan, dan sudah menyadari bahwa dia telanjang (berdosa), tentunya Adam yang ada disampingnya saat itu gak akan mau makan kan?

alternatifnya :
Adam dan Hawa itu dipandang satu oleh Tuhan Allah, karena suami - isteri itu bukan lagi 2 tapi satu dimata Allah

ini penafsiran ya
dan sebenarnya menarik untuk didiskusikan

Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
January 04, 2019, 01:40:26 PM
Reply #5
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 723
  • There is none like You
Adam makan buah pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Adakah Adam :
1. sebenarnya uda tau Hawa bakalan dikutuk, maka dari itu dia merasa kasihan kalau Hawa akan menjalani ini semua. Dia memutuskan untuk ikut bergabung murni karna rasa kesetiakawanan sosial atau rasa cintanya kepada Hawa, atau
2. murni makan karena juga pengen tau khasiat buah ini.
3. nomor 1 dan 2 betul, tapi persentase nomor 1 lebih banyak daripada nomor 2.
4. nomor 1 dan 2 betul, tapi persentase nomor 2 lebih besar daripada nomor 1.

Yang manakah menurut Anda hal yang terjadi di dalam hati Adam sewaktu Hawa bilang : "Eh Adam, ini buah bagus loh ternyata, kamu coba deh cicipi"..
menurut saya tidak ke empat empatnya..

menurut saya adam makan buah karena adam mempertimbangkan apa yang dikatakan hawa dan adam melihat hawa tidak langsung mati kemudian mulai meragukan firman Allah dan pada akhirnya tidak percaya dan mendengarkan firman Allah.

semoga masih ada nalar sehat

TUHAN YESUS MEMBERKATI
ZheZhu
« Last Edit: January 04, 2019, 01:52:31 PM by ZheZhu »
Yohanes 14:23 (TB) 
Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia.
January 04, 2019, 01:57:17 PM
Reply #6
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 401
  • Gender: Male
  • Denominasi: Agama Kristen Protestan
kalau saya memandangnya :

"technically" Hawa "lom berdosa" ketika dia memakan buah itu
Wah enak dong Hawa, dia bebas buat aja tanpa tanggung jawab don? diciptakan hanya utk menikmati semuanya bersama Adam. Dia makan buah PBJ gak apa2 asalkan Adam gak makan. Wih enak btul Hawa..

perhatikan, mereka baru sadar mereka telanjang setelah Adam yang makan buah itu, waktu Hawa makan mereka masih lom sadar telanjang tuh
Menurut aku bisa dijelaskan, ya itu karena waktunya sangat cepat, pikiran Hawa belum menyadari bahwa dia gak memakai pakaian. mungkin aja Hawa makan, belum 1 menit langsung dioperkan juga ke Adam. Waktu sesingkat itu ya mungkin pikiran Hawa memang sudah terbuka, tapi butuh sedikit waktu utk mengarah ke tubuhnya.

why? sepertinya karena memang Tuhan Allah belum memberikan Firman "jangan memakan buah" itu kepada Hawa secara langsung
kalau memang Hawa tidak perlu tau hal ini, mengapakah Adam harus memberitahunya? Bukankah kalau hawa makan tidak apa2 maka ngapain juga Adam capek2 berkotbah tentang bahayanya ini buah PBJ? sy yakin justru karna berbahayanya buah ini bagi Hawa sendiri maka Adam kasitau perihal gak boleh makan buah ini ke Hawa.

Adamlah yang diberikan firman itu, tugas adamlah yang mengajari Hawa untuk jangan memakan buah itu
terlihat dari adanya "penambahan" firman dari "jangan makan" menjadi "jangan makan atau raba"
padahal Firman Tuhan ke Adam cuma "jangan makan" aja, penambahan "jangan raba" itu harusnya dari Adam, sebab Tuhan itu konsisten
Ya, setuju sih, kemungkinan besar ini ("jangan raba") adalah penambahan saja dari Adam utk tujuan yg baik, menunjukkan berbahayanya buah ini.

Adam memang seharusnya juga penasaran akan buah itu
waktu Hawa makan, Adam jelas ada disampingnya, dan karena tidak terjadi apa2 maka Adam juga makan buah itu
Kalo menurut analisisku yah, waktu Hawa ngobrol sama ular, kemungkinan Adam tidak ada di TKP, kalau ada pastilah Adam menegur ular. Ular sengaja menunggu Hawa itu sendiri. Pasti susah menggoda dua orang sekaligus. Naah, ketika atau beberapa saat setelah Hawa makan barulah "Adam bersamanya" (Adam datang ke Hawa). Makanya waktu diadili sama Tuhan, Adam menuduh istrinya, dia gak menuduh ular.

coba kalau misalnya waktu Hawa makan, dan sudah menyadari bahwa dia telanjang (berdosa), tentunya Adam yang ada disampingnya saat itu gak akan mau makan kan?
Menurut hipotesis aku sih, kayak tadi kubilangin, bahwa mungkin belum ngefek ke hal 'kurangnya pakaian', terbuka sih uda terbuka pikiran Hawa, tapi belum mengarah ke badan Hawa. Mungkin aja waktunya begitu cepat, belum benar2 ngefek ke tubuh Hawa. Seandainya lebih lama, ya pastilah Hawa akan nyadar dia telanjang.

alternatifnya :
Adam dan Hawa itu dipandang satu oleh Tuhan Allah, karena suami - isteri itu bukan lagi 2 tapi satu dimata Allah

ini penafsiran ya
dan sebenarnya menarik untuk didiskusikan
sama, yg kujelasin di atas juga teori aku juga sih berdasarkan analisis teks alkitab, entah benar tidak.  :D
« Last Edit: January 04, 2019, 02:14:02 PM by revoltzer »
Life is only a matter of accepting your destiny wholeheartedly
January 04, 2019, 02:56:41 PM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9377
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
Wah enak dong Hawa, dia bebas buat aja tanpa tanggung jawab don? diciptakan hanya utk menikmati semuanya bersama Adam. Dia makan buah PBJ gak apa2 asalkan Adam gak makan. Wih enak btul Hawa..

hahaha
ya gak dengan pengertian begitu juga

Hawa tetap berdosa, dan itu tetap tanggung jawab Adam, karena Adam yang jadi imam buat Hawa
"barangkali" Hawa bisa dikuduskan oleh Adam

"Karena suami yang tidak beriman itu dikuduskan oleh isterinya dan isteri yang tidak beriman itu dikuduskan oleh suaminya"

Menurut aku bisa dijelaskan, ya itu karena waktunya sangat cepat, pikiran Hawa belum menyadari bahwa dia gak memakai pakaian. mungkin aja Hawa makan, belum 1 menit langsung dioperkan juga ke Adam. Waktu sesingkat itu ya mungkin pikiran Hawa memang sudah terbuka, tapi butuh sedikit waktu utk mengarah ke tubuhnya.

bisa saja

namun namanya dosa sih itungannya mungkin udah bukan detik lagi broh

lagipula secepat-cepatnya dari orang metik buah, makan buah lalu ngasih ke orang sebelahnya itu berapa cepat sih? :)

cara kerja otak/cara kerja dosa supaya bisa dirasakan tubuh emangnya lebih lambat daripada orang ngasih buah ke orang lain? kayaknya sih kagak ya

kalau memang Hawa tidak perlu tau hal ini, mengapakah Adam harus memberitahunya? Bukankah kalau hawa makan tidak apa2 maka ngapain juga Adam capek2 berkotbah tentang bahayanya ini buah PBJ? sy yakin justru karna berbahayanya buah ini bagi Hawa sendiri maka Adam kasitau perihal gak boleh makan buah ini ke Hawa.
Ya, setuju sih, kemungkinan besar ini ("jangan raba") adalah penambahan saja dari Adam utk tujuan yg baik, menunjukkan berbahayanya buah ini.

gak ada yang bilang Hawa gak perlu tahu broh, justru dia perlu tahu, dan itu tanggung jawab Adam sepenuhnya, bukan tanggung jawab Tuhan lagi, kasarnya mah

entah kenapa ya hierarki yang ditentuan Tuhan kan begitu
suami tuntuk pada Tuhan, isteri tunduk pada suami

suami isteri itu dikatakan satu bukan dua lagi

semua yang saya nyatakan ini jelas ada dasar firmannya :)

Kalo menurut analisisku yah, waktu Hawa ngobrol sama ular, kemungkinan Adam tidak ada di TKP, kalau ada pastilah Adam menegur ular. Ular sengaja menunggu Hawa itu sendiri. Pasti susah menggoda dua orang sekaligus. Naah, ketika atau beberapa saat setelah Hawa makan barulah "Adam bersamanya" (Adam datang ke Hawa). Makanya waktu diadili sama Tuhan, Adam menuduh istrinya, dia gak menuduh ular.
Menurut hipotesis aku sih, kayak tadi kubilangin, bahwa mungkin belum ngefek ke hal 'kurangnya pakaian', terbuka sih uda terbuka pikiran Hawa, tapi belum mengarah ke badan Hawa. Mungkin aja waktunya begitu cepat, belum benar2 ngefek ke tubuh Hawa. Seandainya lebih lama, ya pastilah Hawa akan nyadar dia telanjang.

ooo, Adam sudah jelas2 ada disamping Hawa pada waktu kejadian itu
Alkitab mencatatnya dengan jelas sekali

Kejadian 3:6
Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya.

bahkan saya pikir waktu Hawa digoda ular, Adam pun ada disamping Hawa :)
tapi yang sudah jelas adalah waktu Hawa ngambil buah dan memakannya, Adam ada disamping dia

itulah kenapa kok Adam gak menegur ular kan?
jangan2 emang dia juga kepengen
jangan2 dia emang "sengaja" jadiin Hawa "kelinci percobaan", kalo ternyata gak terjadi apa2 nah bearti amaaan

Alkitab ada menyinggung juga soal "pelanggaran Adam"
« Last Edit: January 04, 2019, 03:03:33 PM by HenHen »
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
January 04, 2019, 11:40:00 PM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4726
  • Gender: Male
sy jawab dulu yah dari logika sy.
sepertinya Adam ikut jatuh ke dalam dosa, bukan karna cinta tapi karna dia memang juga sama seperti Hawa. Pengen tau, terpedaya dan akibatnya berujung dosa.

Darimana saya tau, dari ini :
Kejadian 3:12   Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan."

Pertanyaan ini akan lebih ringan jika ditanya di kamar "Diskusi Umum."

Sebenarnya Hawa maupun Adam keduanya diperdaya oleh Iblis si Ular Tua. Bukan karena Adam kasihan terhadap Hawa yang terlanjur berdosa akhirnya Adam menemani berbuat dosa. Juga bukan karena penasarannya Adam ingin tahu khasiat dari buah tersebut.

Memahami apa yang terjadi kita mulai dari apa yang dikatakan Iblis.

Kejadian 3:4-5
Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat."

Perintah Allah juga sangat jelas dalam Kejadian 2:16-17 dengan penekanan, "janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati." Disini terlihat dilema antara percaya akan perkataan Allah atau percaya akan perkataan Iblis. Siapa yang mereka percayai? Ternyata mereka lebih percaya perkataan Iblis.

Mengapa?

Dalam Kejadian 3:1, dijelaskan oleh Allah bahwa Iblis itu cerdik. Karena cerdiknya maka Iblis berbicara kepada Hawa bukan kepada Adam walau pria itu ada disampingnya (Kejadian 3:6). 1Timotius 2:14 mengatakan, "Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa." Jelas menunjukan bahwa Hawa lemah dengan godaan. Semua wanita cenderung lebih lemah dalam godaan secara psikologis dibanding pria. Tentang hal ini terlalu panjang dibahas, percaya saja dulu.

Setelah diketahui Iblis siapa yang terlemah dalam sebuah komunitas, maka ia akan menyerang yang terlemah terlebih dahulu. Selanjutnya dikatakan: Ular itu berkata kepada perempuan itu: "Tentulah Allah berfirman: Semua pohon dalam taman ini jangan kamu makan buahnya, bukan?" Pertanyaan sederhana namun berbisa. Kebiasaan Iblis adalah memutar balik firman-Nya sehingga manusia kehilangan fokus pada maksud firman itu disampaikan. Firman Allah dalam Kejadian 2:16, "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas." Pertanyaan Iblis ini memancing Hawa untuk melihat buah pohon tersebut menjadi sesuatu yang berarti sebab ternyata buah itu berbeda dengan yang lain. Sebelumnya jika hal itu tidak pernah dipertanyakan manusia akan biasa saja dan tidak perhatian terhadap pohon yang tidak boleh mereka makan sampai Iblis membuat buah itu tampak berbeda dimata meraka. Demikian juga diperbuat Iblis akan semua firman-Nya atas hukum Allah, perbuatan yang disebut dosa akan ditampakan Iblis menjadi sesuatu yang aneh sendiri. Hidup kudus? Wkwkwkwkwk

Ternyata umpan Iblis tersebut dimakan oleh Hawa dan Hawa menyatakan, "tetapi tentang buah pohon yang ada di tengah-tengah taman, Allah berfirman: Jangan kamu makan ataupun raba buah itu, nanti kamu mati." (Kejadian 3:3). Hawa tanpa disadar telah menambahi firman-Nya. Seperti bangsa Israel mereka menambahi firman-Nya dengan tradisi dan adat istiadat sehingga membuat firman-Nya tersamar dan dilupakan (Markus 7:7-13), demikian saat itu Hawa dan Adam membuat lebih berat firman-Nya dengan tambahan aturan manusia, dari jangan dimakan ditambah jangan dipegang nanti mati. Mengapa sampai ditambah? Sebab tipu daya Iblis membuat seakan dosa itu sesuatu sehingga dibuat tampak lebih berat. Padahal jika kita hidup dalam pimpinan ROH KUDUS, perbuatan dosa itu tidak ada artinya dan lewat begitu saja tidak seperti sesuatu seakan hal yang sulit dihadapi. Tentang hal ini sulit dijelaskan sebab yang dibutuhkan hanya percaya dan berbuat, baru kita paham maksud 1 Yohanes 3:6 menulis, "Karena itu setiap orang yang tetap berada di dalam Dia, tidak berbuat dosa lagi; setiap orang yang tetap berbuat dosa, tidak melihat dan tidak mengenal Dia." Orang akan lupa tentang dosa sebab bukan lagi sesuatu yang bagaimana gitu... seperti melihat tahi di jalan kita lewat begitu saja bukan? Demikian juga dengan dosa jika kita menempatkan dengan benar sesuai firman Kristus.

Bersambung dibawahnya
« Last Edit: January 04, 2019, 11:48:57 PM by Krispus »
January 04, 2019, 11:40:12 PM
Reply #9
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4726
  • Gender: Male
Sambungan dari atasnya

Barulah setelah manusia mengaburkan sendiri firman-Allah dengan tambahan aturannya sendiri, maka Iblis lewat tambahannya itu menipu manusia dengan mengatakan "kamu tidak akan mati" dan manusia itu mulai memegang buah itu dan ternyata tidak mati! Wow! Iblis benar. Selanjutnya dipengang tidak mati tentu dimakan juga tidak akan mati. Demikian cara Iblis menipu manusia sehingga manusia tenggelam dalam lumpur dosa, dimulai dengan biasa melanggar tambahan yang dibuat manusia, kemudian saat melanggar firman-Nya terasa sama saja. Dari kebiasaan melawan larangan gereja merokok berlanjut melanggar larangan gereja minum alkohol, sampai merasa sudah terlanjur hidup dalam banyak dosa mengapa sekalian tidak berzinah. Setelah dipegang tidak mati, maka dimakannya buah tersebut dan Hawa jatuh dalam dosa. Padahal merokok, minum minuman beralkohol tidak membuat orang berdosa demikian memegang buah yang dilarang Allah untuk dimakan.

Sementara Adam, suami yang gagal menjadi pemimpin keluarga diam saja melihat isterinya berbuat dosa dengan berani padahal ia disampingnya. Soal keberanian, pria sebenarnya tidak seberani wanita. Benar wanita itu lemah secara fisik, tetapi secara mental ia lebih kuat.

Selanjutnya Hawa memberi buah itu kepada Adam dan Adam yang telah melihat Hawa tidak mati, ikut memakan buah yang dilarang oleh Allah untuk dimakan tesebut. Semua pria sebenarnya takluk kepada wanita yang didekatnya, entah ibunya, kakaknya atau isterinya. Itu sudah alami tidak perlu membela diri, itu kelemahan pria dan Iblis tahu. Karena itu Kitab Suci selalu menegaskan agar pria menjadi kepala wanita (1 Korintus 11:3, 1 Timotius 2:12), agar kekalahan manusia di Taman Eden tidak tejadi setiap hari. Ini adalah soal spiritual bukan soal status atau pangkat, jabatan.

Ketertarikan manusia akan buah yang dilarang tersebut terbaca dari apa yang ditawarkan oleh Iblis, "kamu akan menjadi seperti Allah". Menjadi seperti Allah bukan artinya ingin menjadi saingan Allah, berontak atau ingin meninggikan diri dihadapan Allah, tetapi karena cinta mereka terhadap Allah. Jika bukan karena cinta dan kepolosan Adam dan Hawa, kiranya Allah tidak akan menyelamatkan keturunannya.

Dalam Lukas 3:38 tenang silsilah Yesus Kristus disebutkan "anak Set, anak Adam, anak Allah." Adam dapat dikatakan adalah anak Allah, sebab diciptakan segambar dan serupa dengan Allah (Kejadian 1:27). Seperti kerinduan semua anak kecil adalah menjadi sama dengan ayahnya demikian juga Adam dan Hawa juga ingin menjadi sama seperti Allah. Yohanes 8:38 berkata, "Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu.". Saat dikatakan Iblis bahwa kamu dapat menjadi seperti Allah, maka Hawa dan Adam menjadi tertarik sebab itu dikatakan, "Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian" (Kejadian 3:6). Mereka ingin menjadi sama seperti Bapa-nya dan Iblis tahu keluguan pasangan Hawa dan Adam. Mereka bagai anak kecil dihadapan Iblis yang licik dan cerdik.

Jadi sebenarnya persoalannya adalah soal iman. Adam dan Hawa jatuh sebab mereka tidak percaya kepada Allah dan itu hal yang sangat penting sekali. Sebab itu semua orang yang meneladani Adam dan Hawa akan dibinasakan, diusir Allah dari hadapan-Nya. Semua keturunan Adam dan Hawa diuji oleh Allah dengan persoalan yang sama, yaitu iman!

Ibrani 3:18-19, mengatakan, "Dan siapakah yang telah Ia sumpahi, bahwa mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Nya? Bukankah mereka yang tidak taat? Demikianlah kita lihat, bahwa mereka tidak dapat masuk oleh karena ketidakpercayaan mereka."

Karena cinta Adam dan Hawa kepada Bapa maka mereka diperdaya oleh Iblis sehingga binasa (baca mati).

Tetapi Allah telah menetapkan dalam Ulangan 24:16, "Janganlah ayah dihukum mati karena anaknya, janganlah juga anak dihukum mati karena ayahnya; setiap orang harus dihukum mati karena dosanya sendiri." Sekarang kita diberi kesampatan oleh Allah untuk mendapatkan hidup yang kekal lewat iman di dalam Yesus Kristus, Adam yang terakhir. Karena itu peliharalah iman itu sampai akhir dan jangan kita gagal percaya seperti Adam dan Hawa yang diperdaya Iblis. Percayalah kepada firman-Nya dan jangan pernah meragukan Allah.
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)