Author Topic: Allah itu Satu, Tdk Beranak, Tdk Diperanakkan, Mitos yg bikin muslim Tdk Percaya  (Read 922 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 05, 2019, 05:48:38 PM
Reply #10
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 91
  • Denominasi: Interdenominasi
Tulisan ini cuma opini pribadi sy....

Allah itu Satu, Tidak Beranak dan Tidak Diperanakkan, Mitos yg bikin muslim gak percaya. Setujukah Anda?


muslim  :happy0025:

Sepertinya Nidus kurang setuju dengan kalimat itu, jika revoltzer memakai kata muslim.

Karena meskipun Nidus beragama Kristen dengan halauan Interdenominasi, Nidus bisa mengaku bahwa Nidus adalah seorang muslim. Bingung?

Dalam hal ini kita seharusnya belajar agar menjadi lebih teliti dalam memakai kata/istilah, bahwa sebetulnya muslim itu bukan agama yang memiliki pola ajaran/tuntunan (misal Islam/Kristen/Hindu/Budha/Yahudi). Muslim adalah sebuah kondisi / situasi dimana seseorang itu berserah penuh kepada Tuhan.

- Jika seorang beragama Islam berserah penuh kepada Tuhan, maka bisa disebut seorang muslim.
- Jika seorang beragama Kristen berserah penuh kepada Tuhan, maka bisa disebut seorang muslim.
- Jika seorang beragama Hindu berserah penuh kepada Tuhan, maka bisa disebut seorang muslim.
- Jika seorang beragama Budha berserah penuh kepada Tuhan, maka bisa disebut seorang muslim.
- Jika seorang beragama Yahudi berserah penuh kepada Tuhan, maka bisa disebut seorang muslim.
- Apapun agamanya kalau seseorang berserah penuh kepada Tuhan, dia bisa disebut seorang muslim.

Itulah kenapa Abraham itu muslim (Yahudi), Daud itu muslim (Yahudi)

Mungkin yang dimaksud revoltzer adalah ajaran agama Islam yang mengatakan "Tuhan tidak beranak", sehingga membuat orang yang beragama Islam tidak bisa percaya (Yesus).

Tuhan beranak atau tidak, seorang muslim (sejati) tidak akan menyoalnya untuk bahan ketidak-a-gamaan / bahan kekacauan, kenapa?
karena seorang muslim (sejati) tidak akan menggugat keputusan Tuhan. Entah Tuhan melakukan hal A,B,C,D,E, seorang muslim jelas tetap akan berserah penuh kepada keputusan Tuhan, apapun itu.

Permasalahanya, siapa yang mengatakan Tuhan tidak beranak dan tidak diperanakan? Apakah Tuhan sendiri yang berfirman? Atau siapa?..

Kalau seseorang lebih suka/cenderung mendengarkan ajaran-ajaran manusia / perkataan manusia, ketimbang menemukan Tuhan dan mendengarkan apa firmanNya, jelas belum seorang muslim (sejati).

Karena seorang muslim (sejati) pasti mengenal Tuhan, mengenal kebenaran.
Tentunya seorang muslim (sejati) mengenal juga, kepada siapa dirinya berserah.

GB
"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
(Yohanes 8:31-32)
January 05, 2019, 06:57:44 PM
Reply #11
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 932
  • Denominasi: Protestan
...
Kalau seseorang lebih suka/cenderung mendengarkan ajaran-ajaran manusia / perkataan manusia,
Lho, semua yang diperkatakan di gereja gue pada waktu khotbah adalah ajaran-ajaran/perkataan pendeta alias manusia, bray.

Tulisan-tulisan yang gue baca di berbagai literatur dan internet, sejatinya adalah ide atau ajaran atau perkataan manusia yang diliterasikan.

ketimbang menemukan Tuhan dan mendengarkan apa firmanNya, jelas belum seorang muslim (sejati).
Hmm, jadi ceritanya elo sudah pernah atau sering bertemu Tuhan dan mendengarkan firman-Nya, gitu bray?

Cuma aneh bingits, bray. Kok komen-komen elo banyak yang beda sama yang diujarkan oleh para manusia yang adalah para Bapa Gereja sekaligus penerus para Rasul?

Atau jangan-jangan mereka sebenarnya bukanlah para Kristen sejati dengan demikian ujaran-ujaran mereka bukanlah kebenaran Firman Tuhan?
January 06, 2019, 10:37:12 AM
Reply #12
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12810
    • fossil coral cantik
Permasalahanya, siapa yang mengatakan Tuhan tidak beranak dan tidak diperanakan?
Coklat itu adalah hasil dari pemikiran yang kemudian dikatakan, nidus.

Quote
Apakah Tuhan sendiri yang berfirman? Atau siapa?
Menurut saya, daripada nyari2 SIAPA yang mengatakan coklat - mendingan nyari tau ada ato kagak bekgron-nya sehingga tercapai pemikiran coklat.

X. Kalo gak ada,
ya itu cuma hasil pemikiran yang gak ada dasarnya.

Y. Kalo ada,
dicari tau apa itu bekgron/dasarnya. Taroh kata ketemu bekgron/dasarnya, diliat kira kira masuk ato kagak berdasarkan bekgron tsb utk bisa nyampe ke coklat.

Quote
Kalau seseorang lebih suka/cenderung mendengarkan ajaran-ajaran manusia / perkataan manusia, ketimbang menemukan Tuhan dan mendengarkan apa firmanNya, jelas belum seorang muslim (sejati).
Lah... wong ajaran/perkataan2 dari manusia itu di introduksi dengan kalimat : "inilah Firman Allah : ...blablabla....". Blablabla = isi dari ajaran tsb.

Jadi point-nya adalah blablabla.
Percaya ato gak percaya orang thdp blablabla.

Kalo menurut saya, bagi orang2 yg telah mendengar blablabla, posibilitas-nya :
A. ada orang yang menjadi percaya blablabla
B. ada orang yang tidak percaya blablabla
C. ada orang yang percaya-gak-percaya blablabla

Quote
Karena seorang muslim (sejati) pasti mengenal Tuhan, mengenal kebenaran.
That's it. Si ijo sewaktu memberi tahu isi dari yg dia pikir [Kebenaran] yang dia ketahui tsb, memulainya dgn introduksi kalimat "inilah Kebenaran dari orang yang mengenal Tuhan : ....blobloblo...."

Nah, taroh kata orang yg mendengar blablabla atopun blobloblo itu adalah saya,
saya nggak ambil fokus diperihal A B C, dan saya gak urus itu perihal [bener/kagaknya orang yang menyampaikan blablabla blobloblo tsb adalah orang yang mengenal Tuhan dan mengenal Kebenaran] melainkan mencoba ngambil proses :

Kalo X,
saya coba bikin sendiri bekgron-nya, setelah itu tak liat apakah berangkat dari bekgron yang saya bikin sendiri itu masuk ato kagak utk nyampe ke isi dari ajaran tsb (blablabla) ataupun nyampe ke isi dari yg kata si penyampai kalimat Kebenaran Tuhan (blobloblo).

Kalo Y, ya spt yg saya tulis pada point Y diatas.
Pake itu bekgron yang ada, lalu lewatin proses biru.

 :wink:
« Last Edit: January 06, 2019, 10:49:54 AM by odading »
January 06, 2019, 04:26:01 PM
Reply #13
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 91
  • Denominasi: Interdenominasi
Hmm, jadi ceritanya elo sudah pernah atau sering bertemu Tuhan dan mendengarkan firman-Nya, gitu bray?

Cuma aneh bingits, bray. Kok komen-komen elo banyak yang beda sama yang diujarkan oleh para manusia yang adalah para Bapa Gereja sekaligus penerus para Rasul?

Atau jangan-jangan mereka sebenarnya bukanlah para Kristen sejati dengan demikian ujaran-ujaran mereka bukanlah kebenaran Firman Tuhan?

Harusnya tidak ada kebingungan dalam diri seorang Kristen dengan apa yang disebut "menemukan Tuhan".
Secara mendasar orang yang disebut Kristen adalah orang yang mengikuti Kristus, bagaimana saat ia mau  mengikut Kristus adalah dengan menerimaNya.
Contoh prosesnya mungkin bisa dilihat disini :
https://berjagajaga.wordpress.com/2015/05/26/tuntunan-doa-buat-yang-ingin-menerima-tuhan-yesus-kristus-sebagai-juruselamat/

Saat kita menjadi Kristen kita menerima Kristus sebagai Tuhan dan juruselamat, bahkan selalu disertai dengan mengatakan "mengundang ROH KUDUS masuk dalam hidup kita". ROH KUDUS adalah Roh Tuhan sendiri dan semenjak menerima Kristus sebagai juruselamat, berarti Roh Tuhan ada dalam diri kita. Lalu bagaimana kita masih bisa berkata tidak bertemu Tuhan, sementara Roh Tuhan sudah ada dalam diri kita?

Manusia itu bisa salah dalam perkataanya, untuk itulah Firman itu harus direnungkan siang dan malam, supaya kita benar-benar mendapat esensi dari Firman Tuhan itu, bukan sekedar perkataan manusia.

Tidak berarti semua perkataan pendeta salah, karena semua itu seharusnyalah direnungkan, juga diuji. Karena segala sesuatu itu haruslah diuji sebelum dipegang sebagai sesuatu yang baik.

Soal menyimpulkan apakah seorang Kristen sejati atau tidak, itu bukan urusan Nidus untuk menilai siapa sejati dan siapa tidak. Tetapi tentang bagaimana ukuran-ukuran kesejatian itu, Nidus punya perangkatnya untuk menilai. Artinya setiap orang boleh saja menyimpulkan dengan tidak sama.

Kalau orang lain memiliki perangkat parameter-parameter mereka sendiri untuk mengukur kesejatian bagi diri mereka sendiri, ya itu hak setiap orang. Setiap orang sudah terlanjur memiliki "ilmu" dari buah yang Tuhan larang untuk dimakan kok, sehingga bisa menentukan sendiri tentang apa yang baik apa yang tidak menurut diri mereka sendiri (punya logika baik dan buruk sendiri).

Tentunya orang yang sudah "berserah" kepada Tuhan (muslim), mengembalikan ilmu tadi ke tangan Tuhan sebagai Yang Hak untuk menilai baik dan buruk.

GB
"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
(Yohanes 8:31-32)
January 07, 2019, 01:06:02 AM
Reply #14
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12810
    • fossil coral cantik
Manusia itu bisa salah dalam perkataanya
Tidak berarti semua perkataan pendeta salah
Ya. Karena manusia TERBATAS. Has a beginning at the time of conception, human fetus. Mind-Logic-Sub/conscious grow. So, logika manusia finite.

Quote
semua itu seharusnyalah direnungkan, juga diuji
Di uji pakai apa oleh siapa?

Oleh cuplis yang hanya memiliki logika finite (logika manusia)?
Dengan demikian, ya cuplis menguji dengan logika finite manusia.
Selanjutnya, ya tetep aja adalah possible hasil dari pengujian cuplis tsb bisa possible salah.


ataukah oleh unyil yang selain memiliki logika finite (logika manusia), ybs juga memiliki logika infinite (logika Tuhan) ?
Dgn demikian, kalo orang ybs ini mengujinya dgn logika infinite (logika Tuhan) yg dia miliki, maka ya hasil dari pengujian orang ini impossible salah.

But the problem is:
Kalo meylan yg mengajarkan bla3x itu hanya memiliki logika finite (logika manusia), dimana hasil pengujian thdp bla3x oleh unyil dgn menggunakan logika infinite (logika Tuhan) yg unyil miliki ternyata salah, selanjutnya unyil ngajarin blo3x yg bener (berdasarkan logika infinite yg unyil miliki), begimana itu si meylan akan bisa ngerti sementara padahal logika yang meylan miliki itu cuma logika finite (logika manusia) ?

Lagian, sikonnya juga udah duluan berupa :
mao ngapain unyil ngasih tau blo3x (hasil dari logika infinite yg unyil miliki) ke meylan, sementara unyil sendiri udah tau duluan bahwa [meylan yang hanya memiliki logika finite (logika manusia) gak akan ngerti blo3x dari unyil yg memiliki logika infinite (logika Tuhan)] ?

Quote
Soal menyimpulkan apakah seorang Kristen sejati atau tidak, itu bukan urusan Nidus
Siapapun dia, pokok kalo yang menguji itu mempunyai logika infinite (logika Tuhan) sehingga ybs bisa tau bhw yg blo3x lah yang logika Tuhan ---> ya so pasti yang menguji ini adalah Kristen sejati kan nidus.

Quote
untuk menilai siapa sejati dan siapa tidak
Menilainya ke diri sendiri : "saya sejati".
Tambah parah lagi, meylan juga menilai diri sendiri punya logika infinite (logika Tuhan), oleh karena itu meylan bilang bahwa ajaran bla3x-nya dia itu logika Tuhan.

Nah... silahkan deh tuh adu antara sesama pemilik logika infinite yg sama sama tau logika Tuhan yg infinite.... [meylan : bla3x gue logika Tuhan, infinite] --VS-- [unyil : ngaco luh meylan, bla3x elu itu logika manusia, finite. Blo3x gue nih yang logika Tuhan, infinite].
« Last Edit: January 07, 2019, 01:12:41 AM by odading »
January 07, 2019, 12:32:37 PM
Reply #15
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 91
  • Denominasi: Interdenominasi

Di uji pakai apa oleh siapa?

Oleh cuplis yang hanya memiliki logika finite (logika manusia)?


Diuji memakai Logos dan oleh Logos.
Orang yang tidak memiliki Logos (Yesus/Tuhan/ROH KUDUS) dalam dirinya dan tidak dimiliki Logos, tidak akan paham ini.

Seperti Dia berkata :
(Yoh 15:4)
Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.

Semua penilaian baik dan buruk, benar dan salah itu haruslah dikembalikan kepada Tuhan, penilaian oleh Tuhan, ukuran-ukuran Tuhan. Karena Tuhanlah yang ber-Hak atas ketentuan itu.

GB
"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
(Yohanes 8:31-32)
January 07, 2019, 06:39:02 PM
Reply #16
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12810
    • fossil coral cantik
Diuji memakai Logos dan oleh Logos.
Lah, baik meylan maupun cuplis sama sama tereak [gue nguji pakai logika infinite, gue punya logika infinite !] koook.... Kenapa diuji lagi, nidus ?



Quote
Semua penilaian baik dan buruk, benar dan salah itu haruslah dikembalikan kepada Tuhan, penilaian oleh Tuhan, ukuran-ukuran Tuhan. Karena Tuhanlah yang ber-Hak atas ketentuan itu.
Lah.... barusan dirimu bilang bhw dirimu memiliki logika infinite, logika Tuhan. Begimanapula itu dirimu jadinya bilang : Hasil pengujianmu yang dirimu bilang proses uji-nya menggunakan ukuran-ukuran Tuhan karena dirimu memiliki logika infinite, kok dirimu suruh Tuhan uji lagi ???????  :rolleye0014:

So, pertanyaannya :
HASIL pengujian, yang dirimu bilang "proses uji-nya menggunakan ukuran-ukuran Tuhan" = PASTI bener ? ataukah bisa salah bisa bener ?

Silahkan dijawab ya.




Quote
Orang yang tidak memiliki Logos (Yesus/Tuhan/ROH KUDUS) dalam dirinya dan tidak dimiliki Logos, tidak akan paham ini.
Lalu ngapain nidus nanya "ngerti gak ?" ke seseorang, sementara dirimu sendiri udah tau duluan bahwa [orang yang kamu tanyain tsb hanya memiliki logika finite (logika manusia), dgn demikian tentu gak akan ngerti blo3x yang keluar dari diri nidus yg memiliki logika infinite (logika Tuhan)] ?

Silahkan dijawab pertanyaan bold, nidus  :D



Dirimu nggak beda dgn seorang professor menjabarkan ke unyil anak TK spt sbb :


(sementara padahal si professor tau bhw si unyil gak akan ngerti)
Yet, si professor menjabarkan panjang lebar mengenai equation tsb lalu bertanya :
ngerti gak lu nyil yg gue jelaskan mengenai equation diatas ?

(sementara padahal si professor tau bahwa respond si unyil pasti akan planga-plongo, gak ngerti)
Selanjutnya si professor menyatakan ke khalayak ramai :
orang yang memiliki logika professor akan paham ini,
orang yang tidak memiliki logika professor tidak akan paham ini.


oda yg ada di antara khalayak ramai tsb, tereak:
woi....pathetic lo professor !  ;D
« Last Edit: January 08, 2019, 10:22:53 PM by odading »
January 08, 2019, 02:39:28 PM
Reply #17
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2021
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Ngaco, ya karena yang saya maksudkan adalah [soal "keselamatan yg dijanjikan-Nya kpd manusia" itu ada di ranah keimanan].
Maksudmu ranah keimanan itu logis atau tak
Dgn kata lain ranah keiman itu masuk atau melampaui kelogisan
Sebab Anak Allah dlm logika dunia beda dgn dlm "logika" keimanan
Maka kerap org2 berkata Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan


So, formulasimu yg berupa :
keselamatan yg dijanjikan-Nya kpd manusia cmoreng ini bisa dikata tak logis---> not correct.
Berarti yg correct keselamatan yg dijanjikan Yesus itu logis
Padahal kelogisan kerap membatasi ranah keimanan
Dan sebaliknya: Keimanan membatasi kelogisan


Dan kita disini sudah OOT :D
Ya! Kelogisan rohani itu pelik sekali, mudah oot
Rancangan rohani melampaui logika duniawi
Itu sebab Dia ke dunia ini menjadi Manusia
Agar Dia bisa masuk logika manusia
Agar manusia mudah beriman
Itu menurutku!


Salam Damai!
« Last Edit: January 08, 2019, 02:46:01 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
January 08, 2019, 08:28:28 PM
Reply #18
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12810
    • fossil coral cantik
Maksudmu ranah keimanan itu logis atau tak
Di pov saya : perihal [percaya/keimanan] "idealis"nya TIDAK LOGIS.

Quote
Dgn kata lain ranah keiman itu masuk atau melampaui kelogisan
Ya... bisa dikatakan demikian ---> perihal [percaya/keimanan] bold.

Quote
Sebab Anak Allah dlm logika dunia beda dgn dlm "logika" keimanan
Nah... kalimat diatas mulai bikin2 yang baru... yakni "logika" tanpa petik. Dgn demikian ada logika tanpa tanda petik, ada logika dgn tanda petik. Sementara maren sama sekali tidak ada mendetailkan apa itu logika yg dgn tanda petik dan begimana itu aplikasi analogisnya.

Quote
Maka kerap org2 berkata [Allah tidak beranak dan tidak diperanakkan]
Coklat adalah kesimpulan yang ada duluan thdp kalimat pendahulu yg ada ---> [Allah selamanya ada, beginingless]. Kesimpulan : Allah tidak diperanakkan dan tidak beranak.

Quote
Berarti yg correct keselamatan yg dijanjikan Yesus itu logis
Bukan begitu, maren.
cuplis berkata : ada orang bernama Yesus menjanjikan keselamatan
unyil percaya.

Quote
Padahal kelogisan kerap membatasi ranah keimanan
Ketika unyil melibatkan kelogisan, ini possible menyebabkan unyil yang tadinya percaya menjadi tidak percaya.

Quote
Dan sebaliknya: Keimanan membatasi kelogisan
Unyil yang ujug2 percaya apa kata cuplis yg spt contoh diatas = gak logis.

Quote
Ya! Kelogisan rohani itu pelik sekali
bikin lagi kamu kalimat baru, maren  :D

Logika ---> melibatkan reason.
Percaya/Keimanan ---> tidak melibatkan reason, tapi possible.
Nah diketika [Percaya/Keimanan] melibatkan reason, maka ini jadinya Logika.
January 08, 2019, 10:11:35 PM
Reply #19
  • FK - Junior
  • **
  • Posts: 91
  • Denominasi: Interdenominasi
Lah, baik meylan maupun cuplis sama sama tereak [gue nguji pakai logika infinite, gue punya logika infinite !] koook.... Kenapa diuji lagi, nidus ?


Lah.... barusan dirimu bilang bhw dirimu memiliki logika infinite, logika Tuhan. Begimanapula itu dirimu jadinya bilang : Hasil pengujianmu yang dirimu bilang proses uji-nya menggunakan ukuran-ukuran Tuhan karena dirimu memiliki logika infinite, kok dirimu suruh Tuhan uji lagi ???????  :rolleye0014:

So, pertanyaannya :
HASIL pengujian, yang dirimu bilang "proses uji-nya menggunakan ukuran-ukuran Tuhan" = PASTI bener ? ataukah bisa salah bisa bener ?



Tidak bisa dibilang bahwa semua yang keluar dari mulut seseorang (misal meylan) yang memiliki Logos, selalu merupakan perkataan Logos murni, karena logika diri sendiri dari si meylan masih ada. Inilah kenapa selalu dibutuhkan pengujian oleh orang yang mendengarnya (misal unyil), karena kata-kata yang dikeluarkan si meylan (diklaim meylan sebagai kata-kata Logos) tentunya dan seharusnya akan sama dengan perkataan Logos yang ada diri si unyil, diamana Logos yang sama yang ada pada diri mereka.

Keputusan yang dikeluarkan Tuhan oleh ukuran-ukuranNya pasti benar.

Quote



Lalu ngapain nidus nanya "ngerti gak ?" ke seseorang, sementara dirimu sendiri udah tau duluan bahwa [orang yang kamu tanyain tsb hanya memiliki logika finite (logika manusia), dgn demikian tentu gak akan ngerti blo3x yang keluar dari diri nidus yg memiliki logika infinite (logika Tuhan)] ?

Silahkan dijawab pertanyaan bold, nidus  :D



Dirimu nggak beda dgn seorang professor menjabarkan ke unyil anak TK spt sbb :

(sementara padahal si professor tau bhw si unyil gak akan ngerti)
Yet, selanjutnya si professor bertanya :
ngerti gak lu nyil yg gue sampein diatas ?

(sementara padahal si professor tau bahwa respond si unyil pasti akan planga-plongo, gak ngerti)
Selanjutnya si professor menyatakan ke khalayak ramai :
orang yang memiliki logika professor akan paham ini,
orang yang tidak memiliki logika professor tidak akan paham ini.



Nidus bertanya untuk memastikan diamana posisi Oda setelah membaca semuanya ini dan tentunya kejujuran Oda yang Nidus harapkan, dan sudah terjawab.

Sebagaimana Oda jujur dan sudah mengerti sekarang, bahwa Oda tidak bisa mengerti si Logos (Yesus) dengan logika Oda sendiri, juga tanpa memiliki Logos (Yesus) dalam diri Oda.

Faktanya memang hanya orang-orang yang sudah memiliki Logos (Yesus) dalam dirinya yang memiliki kesempatan untuk mengerti si Logos (mengenali siapa Dia, bagaimana keberadaanNya).

 :)

GB
"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
(Yohanes 8:31-32)
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)