Author Topic: Allah itu Satu, Tdk Beranak, Tdk Diperanakkan, Mitos yg bikin muslim Tdk Percaya  (Read 343 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 11, 2019, 10:57:53 AM
Reply #20
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12502
    • fossil coral cantik
Tidak bisa dibilang bahwa semua yang keluar dari mulut seseorang (misal meylan) yang memiliki Logos, selalu merupakan perkataan Logos murni, karena logika diri sendiri dari si meylan masih ada.
Dengan demikian, tetep aja orang yg bilang "saya memiliki logika INfinite, logika Tuhan" pada kenyataannya yang dia miliki itu logika finite, Logika manusia. Logika yang meylan miliki itu finite, logika manusia..... however oleh meylan dia nyatakan bhw logika yg dia miliki logika INfinite, logika Tuhan.

Quote
Inilah kenapa selalu dibutuhkan pengujian oleh orang yang mendengarnya (misal unyil)
Idem. Yang unyil miliki juga logika finite, logika manusia... however oleh unyil dia nyatakan bhw logika yg dia miliki logika INfinite, logika Tuhan.

Quote
karena kata-kata yang dikeluarkan si meylan (diklaim meylan sebagai kata-kata Logos) tentunya dan seharusnya akan sama dengan perkataan Logos yang ada diri si unyil, diamana Logos yang sama yang ada pada diri mereka.
Nope, nggak bisa masuk kayak yg diatas. Sekarang tambahin lagi orang ketiga, yakni cuplis yang tereaknya juga sama kayak meylan dan unyil  ---> "saya memiliki logika INfinite, logika Tuhan".

But.....

Quote
Keputusan yang dikeluarkan Tuhan oleh ukuran-ukuranNya pasti benar.
BUT, hasil kesimpulan yang meylan dan unyil sepakati itu TIDAK SAMA dgn hasil kesimpulan si cuplis.

Berdasarkan situasi spt diatas, maka bisa diliat bhw adalah USELESS tereak2 "saya memiliki logika INfinite, logika Tuhan", karena apapun hasil kesimpulan-nya dari masing2 pihak itu TETEP finite, hasil dari logika manusia. Alhasil, penilaian apakah [X adl hasil kesimpulan berangkat dari Logika Tuhan] apakah [Y adl hasil kesimpulan berangkat dari Logika Tuhan] berdasarkan dari kwantitas penggemarnya.

Taroh kata penggemar X lebih banyak drpd penggemar Y....
maka terkesan X lah yang berangkat dari Logika infinite, logika Tuhan...
sedangkan Y berangkat dari Logika finite, logika manusia.

Quote
Nidus bertanya untuk memastikan diamana posisi Oda setelah membaca semuanya ini dan tentunya kejujuran Oda yang Nidus harapkan, dan sudah terjawab.
Ya.... jadi dirimu panjang lebar nulis blableblo cuma untuk nge-test si oda jujur ato kagak.

Sekarang saya tanya :
Mao ngapain nidus repot2 panjang lebar nulis blableblo , sementara padahal nidus bisa dengan mudah nanya ke saya : "eh oda, logika yang elu miliki logika finite, logika manusia ataukah logika INfinite, logika Tuhan ?".

Si professor TAU bhw si unyil gak punya logika professor.
However si professor mau tau si unyil jujur ato kagak.
So, mao ngapain si professor repot2 ngasih penjelasan equation tsb ke unyil ?
Sementara padahal ada cara yang gak perlu ngabis2in energy si professor utk mengetahui unyil jujur ato kagak: "eh unyil ... elu miliki logika professor ato kagak?"

Quote
Faktanya memang hanya orang-orang yang sudah memiliki Logos (Yesus) dalam dirinya yang memiliki kesempatan untuk mengerti si Logos (mengenali siapa Dia, bagaimana keberadaanNya).

oda :
Karena si professor itu mao pamer dulu ke khalayak ramai bahwa dirinya punya logika professor sebelon dia dapet jawaban ---yg entah jujur ato kagak--- dari si unyil.
January 13, 2019, 06:24:17 AM
Reply #21
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 608
@revoltzer #reply1: jika menurut anda Tuhan punya anak: silahkan

@zhezhu #reply3: Bukan soal Tuhan tidak beranak saja sampai kisah Yesus yang sudah jelas2 disalib mati mereka kisahkan tidak mati disalibkan..
Jika menurut anda Yesus mati disalib: silahkan

@zhezhu #reply3: mengingat lahirnya islam pada abad ke VI kemudian ada nabinya yang beristrikan seorang Kristen mungkin bisa dijadikan sebagai catatan kecil terkait nabinya ini jugalah yang mengaku diberi wahyu Allah dan akhirnya turunlah kitabnya itu.
Silahkan anda sebutkan: siapa nama nabinya dan Siapa nama istri nabi tersebut yang Kristen?

@sizxbn #reply4: Sebab hanya keyakinan Kristen saja yg dapat membongkar kebohongan-kebohongan ajaran islam itu.
Silahkan anda bongkar ajaran islam yang menurut anda kebohongan
January 14, 2019, 11:28:22 AM
Reply #22
  • FK - Newbie
  • *
  • Posts: 46
  • Denominasi: Interdenominasi

But.....
BUT, hasil kesimpulan yang meylan dan unyil sepakati itu TIDAK SAMA dgn hasil kesimpulan si cuplis.

Berdasarkan situasi spt diatas, maka bisa diliat bhw adalah USELESS tereak2 "saya memiliki logika INfinite, logika Tuhan", karena apapun hasil kesimpulan-nya dari masing2 pihak itu TETEP finite, hasil dari logika manusia. Alhasil, penilaian apakah [X adl hasil kesimpulan berangkat dari Logika Tuhan] apakah [Y adl hasil kesimpulan berangkat dari Logika Tuhan] berdasarkan dari kwantitas penggemarnya.

Taroh kata penggemar X lebih banyak drpd penggemar Y....
maka terkesan X lah yang berangkat dari Logika infinite, logika Tuhan...
sedangkan Y berangkat dari Logika finite, logika manusia.
Ya.... jadi dirimu panjang lebar nulis blableblo cuma untuk nge-test si oda jujur ato kagak.

Sekarang saya tanya :
Mao ngapain nidus repot2 panjang lebar nulis blableblo , sementara padahal nidus bisa dengan mudah nanya ke saya : "eh oda, logika yang elu miliki logika finite, logika manusia ataukah logika INfinite, logika Tuhan ?".

Si professor TAU bhw si unyil gak punya logika professor.
However si professor mau tau si unyil jujur ato kagak.
So, mao ngapain si professor repot2 ngasih penjelasan equation tsb ke unyil ?
Sementara padahal ada cara yang gak perlu ngabis2in energy si professor utk mengetahui unyil jujur ato kagak: "eh unyil ... elu miliki logika professor ato kagak?"

oda :
Karena si professor itu mao pamer dulu ke khalayak ramai bahwa dirinya punya logika professor sebelon dia dapet jawaban ---yg entah jujur ato kagak--- dari si unyil.

Orang yang membaca permasalahan Meylan dan Unyil dengan logika finitpun seharusnya sudah mengerti bagaimana penyelesaiaanya. Meylan mengaku punya logika infinite, sedangkan Unyil mengaku tidak punya, yang Nidus tawarkan untuk terjadinya penyelesaian adalah dengan si Unyil sebaiknya memiliki logika infinite itu juga, sehingga Unyil bisa menguji pengakuan Meylan tentang si Logos itu betul atau tidak. Karena disini Logos yang berbicara, benar atau tidak Logoslah yang mengklarifikasi.

Oda bisa dengan jujur mengakui dengan demikian permasalahan akan selesai antara Meylan dan Unyil yaitu dengan keduanya memiliki Logos, sehingga dapat memahami perkataan Logos sesuai dengan si Logos sendiri (menguji perkataan Logos dengan mengembalikanya ke Logos), namun kenapa Oda malah menambah masalah dengan urusan si Cuplis setelah masalah Meylan dan Unyil menemukan titik terang?

Kalau Nidus mencoba problem-solving disini (dari ke-erroran membaca Logos), kenapa Oda malah melakukan problem-making lagi dengan memperluas masalah?

Mengapa pula Oda menganggap bahwa seharusnya Nidus bertanya dengan cara Oda?
Apakah logika Nidus harus tunduk kepada logika Oda juga?

Masalahnya jelas:
- Meylan mengaku Logos berhak mengatakan ini dan itu tentang dirinya sendiri karena Meylan punya Logos dalam dirinya.
- Unyil gagal memahami si Logos karena saat Unyil membaca si Logos terjadi error dalam logika Unyil.
- Karena logika Unyil error, maka si Unyil tidak mau mengakui Logos sebagaimana adanya si Logos, karena menurut Unyil Logos haruslah masuk logika Unyil.
- Meylan berkata perkataan Logos benar walaupun itu tidak masuk logika Meylan
- Unyil berkata perkataan Logos tidak masuk akal dan tidak layak dipercaya karena tidak logis menurut Unyil
- Menurut Meylan benar tidaknya perkataan Logos (menurut pendengaran Meylan) harus diuji kepada si Logos
- Sementara Unyil tidak memiliki Logos, Unyil tidak memiliki kemampuan untuk menguji kepada si Logos
- Meylan berharap bahwa seorang Unyil akan sadar bagaimana ia menguji perkataan dari Logos adalah dengan mengklarifikasinya kepada si Logos sendiri.
- Unyil paham permasalahan akan selesai jika Melyan dan dirinya sama-sama memiliki Logos dalam diri mereka, sehingga bisa crosscheck benar tidaknya perkataan si Logos menurut Meylan itu adalah benar benar Logos
- Dengan demikian permasalahan Meylan dan Unyil bisa terselesaikan tentang si Logos dengan si Logos ada dalam keduanya untuk menerangkan siapa diriNya dan apa kebenaranNya menurut Dia, bukan menurut Meylan ataupun Unyil.
- Perkataan Logos yang ada dalam diri Meylan tentunya akan sama dengan Perkataan Logos yang ada dalam Unyil (jika Unyil juga memiliki Logos), clear masalah akan selesai.

Lalu kenapa Oda memasukan Cuplis sebagai problem baru antara Meylan dan Unyil?
Bukankah permasalahan akan selesai jika Cuplis juga memiliki Logos?

Sekali lagi Perkataan Logos itu benar atau tidak Logoslah yang bisa mengklarifikasi.
-Logika Melyan tidak bisa
-Logika Unyil tidak bisa
-Logika Cuplis tidak bisa
-Logika Nidus tidak bisa
-Logika Oda tidak bisa

-Logika Tuhan / The Logoslah yang bisa dan berhak mengklarifikasi diriNya

GB
"Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
(Yohanes 8:31-32)
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)