Author Topic: Perkataan “Kita” dalam Kejadian 1:26, bukan dasar ajaran Tritunggal.  (Read 463 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 05, 2019, 08:26:42 AM
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 290
Sehubungan dgn adanya pertanyaan dari salah satu member disini, tentang perkataan “kita” dalam kejadian 1:26, dan karena penjelasan terhadap kejadian 1:26 bisa melebar kemana-mana, maka saya akan menjelaskan permasalahan tsb disini.

Nah, banyak orang memahami.. bahwa kejadian 1:26 itu, adalah “bukti” untuk membenarkan ajaran Tritunggal, dimana perkataan Allah dgn kata “kita” disana, telah dipahami sbg adanya “Tritunggal”.

Sekalipun saya mengimani pemahaman Tritunggal Maha Kudus, tetapi Kejadian 1:26 tsb, bukanlah dasar dan bukti, untuk menyatakan Tritunggal itu.

Perkataan kita dalam kejadian 1:26 tsb, dinyatakan ALLAH, bukan karena adanya Tritunggal disana, tetapi pernyataan tsb.. ditujukan Allah pada para malaikat, itulah sebabnya disana dituliskan dgn perkataan “kita”.

Mari kita lihat pengkajian nya ..

Pada ayat sebelum nya, dituliskan .. maka Allah “menciptakan”.. artinya disini, memperlihatkan kepada kita, bahwa proses penciptaan itu, dilakukan oleh Allah sendiri dan tanpa ada campur tangan pihak lain ataupun malaikat.

Sedangkan pada kejadian 1:26, disana dituliskan.. marilah kita “MENJADIKAN” .. dan bukan dituliskan.. marilah kita “menciptakan”, maksut saya adalah .. agar kita memahami, perbedaan makna dari menciptakan dan menjadikan.

Menciptakan adalah “membuat sesuatu dari yg tidak ada menjadi ada”, sedangkan menjadikan adalah “membuat sesuatu atau membentuk sesuatu, dari yg sudah ada menjadi bentuk yg baru”.

Nah, jika kita sudah memahami perbedaan makna “menciptakan dengan menjadikan”, maka sekarang .. kejadian 1:26, dapat juga dituliskan kira2 demikian.. marilah KITA, membuat atau membentuk manusia itu menjadi sesuatu yg baru ..atau lebih tegas lagi dapat dituliskan juga ..marilah KITA, membuat atau membentuk manusia yg telah diciptakan itu, menjadi sesuatu yg baru..

Jadi, pada kejadian 1:26 tsb, Allah berbicara pada para malaikat, bahwa manusia yg akan diciptakan Allah itu, nantinya akan dijadikan sesuatu yg baru, melalui proses waktu yg sangat panjang, pada alam dan ruang waktu manusia, dimana untuk merealisasikan proses itu, maka Allah mengajak para malaikat, untuk turut serta merealisasikan rencana Allah itu.

Nah, kita melihat fakta Alkitab, bahwa dalam perjalanan hidup manusia, sejak Adam diciptakan sampai Yesus lahir, bahwa malaikat terlibat aktif, dalam proses pembentukan manusia menuju sesuatu yg baru didalam Kristus Yesus.

Jadi, perkataan “kita” pada kitab kejadian 1:26 itu, adalah “nubuatan” Allah langsung yg akan jadi manusia, dan nubuatan itu.. dinyatakan Allah pada para malaikat.==> inilah yg dimaksudkan FT.. rahasia besar yg tersembunyi selama berabad-abad, sebelum manusia ada dan “YANG INGIN DIKETAHUI  PARA  MALAIKAT”, yaitu “nubuatan Allah kepada para malaikat, bahwa Allah akan menjadi manusia dalam diri Yesus”.

Jadi, kejadian 1:26 tentang perkataan “kita” disana, tidak dapat dijadikan sebagai “dasar”, untuk membenarkan ajaran Tritunggal tersebut.

Jbu
« Last Edit: January 05, 2019, 08:31:32 AM by Pencerah888 »
January 05, 2019, 09:30:25 AM
Reply #1
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12502
    • fossil coral cantik
Jadi, perkataan “kita” pada kitab kejadian 1:26 itu, adalah “nubuatan” Allah langsung yg akan jadi manusia, dan nubuatan itu.. dinyatakan Allah pada para malaikat.==> inilah yg dimaksudkan FT.. rahasia besar yg tersembunyi selama berabad-abad, sebelum manusia ada dan “YANG INGIN DIKETAHUI  PARA  MALAIKAT”, yaitu “nubuatan Allah kepada para malaikat, bahwa Allah akan menjadi manusia dalam diri Yesus”.
Saya gak ngerti kenapa sepertinya begitu penting mengadakan pembedaan antara [menjadikan] vs [menciptakan].

Kejadian 1:27
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

So, menurut saya nggak ada itu hubungannya dengan nubuatan apalagi terkait Yesus, 888.
Dengan kata lain, ayat 26 yang berupa Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita ---> nggak masuk utk dimengertikan spt sbb : Baiklah Kita akan menjadi manusia dalam diri Yesus menurut gambar dan rupa Kita

Barusan tak cek di biblehub, yg Hebrew-nya emang nggak ada itu vocab "mereka", however translasi pada lanjutan kalimat ayat 26 yg terbaca kayak gini :
supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara

Terjemahan mentah dari Hebrew (tanpa vocab "mereka") ke bhs Inggris :
Let Us make man in Our image to rule

man = human species = adam hebrew.

Maap OOT  :ashamed0002:
« Last Edit: January 05, 2019, 10:52:17 PM by odading »
January 05, 2019, 10:08:09 AM
Reply #2
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9288
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
ini harus lihat bahasa aslinya baru bisa

http://www.sarapanpagi.org/kita-dlm-kejadian-1-26-merujuk-pd-trinitas-vt1680.html

Tritunggal nya bukan terletak pada "kita"
tapi pada "Allah" itu sendiri pada Kejadian 1:1

dimana ELOHIM (artinya Allah) itu bentuknya jamak tapi dilanjutkan dengan BARA dimana itu adalah kata kerja tunggal
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
January 05, 2019, 10:08:48 AM
Reply #3
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12324
  • tidak menyimpan kepahitan
Kalo dalam pemahaman saya, kata "menciptakan" mempunyai pengertian baru sebatas IDE.... sedangkan dalam tahap selanjutnya adalah proses perwujudannya, yang mana IDE tersebut dikerjakan hingga jadi oleh kuasa yang terkandung di dalam Firman yang difirmankan Allah itu.
January 05, 2019, 11:32:22 PM
Reply #4
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12502
    • fossil coral cantik
Kalo dalam pemahaman saya, kata "menciptakan" mempunyai pengertian baru sebatas IDE
Menurut saya nggak masuk itu, vbn.

A. Berfirmanlah Allah: Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita Secara kronologis, event pada kalimat diatas itu udah menunjukkan bhw Idea/Rencana perihal [manusia] sudah nongol duluan di benak, selanjutnya dinyatakan.

Kalimat selanjutnya :
B. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya

Tak masukin versi vbn ke B ya...

observer/narator :
C. Maka Allah meng-ide-kan manusia itu menurut gambar-Nya

oda :
maka kalimatnya jadi aneh, karena secara dari pov narator kronologikanya :
si narator ngedenger dulu kalimat di A...
selanjutnya narator melanjutkan kalimat B dgn kata sambung [maka].

Taroh kata yang bener itu C, maka kata sambungnya nggak pas berupa [maka] melainkan yg pas itu [Karena]. So, berkatanya Allah Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita  karena Allah meng-ide-kan manusia itu menurut gambar-Nya
January 06, 2019, 11:25:19 AM
Reply #5
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 290
Saya gak ngerti kenapa sepertinya begitu penting mengadakan pembedaan antara [menjadikan] vs [menciptakan].
Sangat penting sekali Oda, karena ayat tsb lah yg menjadi “dasar perjalanan hidup manusia”.

Pasti ayat ini sudah ribuan kali dibaca manusia, tetapi seperti kata FT.. jika Tuhan tidak membukakan pintu pengertian, maka sekalipun ayat tsb dibaca ribuan kali, maka akan lewat begitu saja.

Mengapa ayat itu begitu penting ?

Nah, jika kita lihat Kerangka penulisan Kejadian 1:26 dan Kejadian 1:27, ada yg aneh dalam kedua ayat tsb, yaitu .. seharusnya kerangka proses penciptaan yg terlebih dahulu ditulis, baru kerangka proses pembentukan .. mau dibentuk jadi apa “ciptaan tsb”, tetapi kerangka penulisan kejadian 1:26 dan kejadian 1:27 itu “terbalik”, dimana kerangka pembentukan terlebih dahulu dituliskan, dari pada kerangka penciptaan.

Pertanyaan: mengapa penulis kitab tsb, menulis kan kerangka itu “dengan terbalik”?

Nah, penulis kitab .. ingin menyampaikan “sesuatu yg sangat penting”, agar manusia dapat menangkap “betapa pentingnya” maksut itu, karena penulis paham betul, bahwa makna “menciptakan dgn menjadikan” itu “sangat mirip”.

Sehingga dengan dituliskannya ayat itu, dengan kerangka penulisan yg “terbalik”, kita pada akhir nya akan dapat memahami, bahwa tulisan itu “sangat penting sekali” untuk kita teliti makna dan tujuannya.

Demikian Oda ..

Jbu
January 06, 2019, 03:19:31 PM
Reply #6
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12502
    • fossil coral cantik
Sangat penting sekali Oda
Saya nggak meliat dimana sangat pentingnya, 888.

Mengenai apakah ada perbedaan antara [menciptakan] vs [menjadikan], di pov saya : ya ada perbedaan, dan ini tergantung rangkaian kalimatnya bagaimana, sense-nya yg masuk yg begimana.

Ilustrasi kalimat :
A. Meylan creates unique wood sculpture
B. Meylan makes unique wood sculpture

Yang A menyebabkan sense pembaca lebih "dalem",
walopun sebenernya pengertian A idem dengan pengertian B.

C. berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu (asa)
on the seventh day God ended his work which he had made
D. berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah diciptakan-Nya itu (asa)
on the seventh day God had finished his work of creation
on the seventh day God ended his work which he had created

E. berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dijadikan-Nya itu (asa)
on the seventh day God ended his work which he had made

F. Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu (bara)
G. Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah diciptakan-Nya itu (bara)
H. Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dijadikan-Nya itu (bara)

Diperihal apa yang jadi mesti dingototin antara C dan F, dengan alesan :
"oh antara asa dan bara itu berbeda, penting sekali dibedakan karena kronologinya berbeda"

Sementara kalo di pov saya, dua kalimat nongol di ayat berlainan itu bermakna SAMA which is :
all the works mentioned before has been done then on 7th day God rested

A. After Meylan created all that unique wood sculptures, she rest.
B. After Meylan made all that unique wood sculptures, she rest.

Quote
Mengapa ayat itu begitu penting ?
But pertanyaannya nggak dimulai dgn kayak diatas donk, 888.

Pertanyaannya :
kenapa begitu penting mengadakan pembedaan antara [menjadikan] vs [menciptakan] ? Yang sehingga menyebabkan setiap kalimat ayat yang ada memakai kosakata [menjadikan] dan yang ada memakai kosakata [menciptakan] nggak bisa dimengertikan secara apa adanya sesuai dgn rangkaian kalimat terbaca ?

So... perihal pentingnya itu duluan yang ijo ---> akibatnya setiap kalimat biru menjadi penting.
Antara kalimat A dan B itu amat sangat berbeda, antara kalimat C dan F amat sangat berbeda.

Quote
Nah, jika kita lihat Kerangka penulisan Kejadian 1:26 dan Kejadian 1:27, ada yg aneh dalam kedua ayat tsb,
oalaaah.... perihal [ada yang aneh] disitu ya karena 888 udah duluan pake patokan ijo, kan 888.

Quote
yaitu .. seharusnya kerangka proses penciptaan yg terlebih dahulu ditulis, baru kerangka proses pembentukan
Sekali lagi, [seharusnya] itu jadi nongol ya karena udah duluan pake patokan ijo, 888.

(2) berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu (asa).
(3) Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu (bara)


thdp kalimat ayat diatas, Orang yg berangkat dgn patokan ijo mengakibatkan orang tsb bilang coklat.

Quote
Pertanyaan: mengapa penulis kitab tsb, menulis kan kerangka itu “dengan terbalik”?
Pertanyaan itu timbul dari diri 888 ya karena 888 udah duluan berpatokan ijo. Dilain sisi, buat saya itu nggak menimbulkan pertanyaan karena saya nggak berpatokan ijo. Dgn demikian, di pov saya, antara C dan F itu nggak terbalik, antara ayat 26 dan 27 juga nggak terbalik, 888. :happy0062:.



« Last Edit: January 06, 2019, 03:23:31 PM by odading »
January 07, 2019, 03:18:37 PM
Reply #7
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12324
  • tidak menyimpan kepahitan
Menurut saya nggak masuk itu, vbn.

A. Berfirmanlah Allah: Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita Secara kronologis, event pada kalimat diatas itu udah menunjukkan bhw Idea/Rencana perihal [manusia] sudah nongol duluan di benak, selanjutnya dinyatakan.

Kalimat selanjutnya :
B. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya

Tak masukin versi vbn ke B ya...

observer/narator :
C. Maka Allah meng-ide-kan manusia itu menurut gambar-Nya

oda :
maka kalimatnya jadi aneh, karena secara dari pov narator kronologikanya :
si narator ngedenger dulu kalimat di A...
selanjutnya narator melanjutkan kalimat B dgn kata sambung [maka].

Taroh kata yang bener itu C, maka kata sambungnya nggak pas berupa [maka] melainkan yg pas itu [Karena]. So, berkatanya Allah Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita  karena Allah meng-ide-kan manusia itu menurut gambar-Nya
Menurut saya, kalimat ayat itu sudah pas.... Gak perlu dikritisi dengan alasan gak cocok berdasarkan pengertian kata menciptakan menurut pemahaman saya.

Logika sederhana kalimat ayat dapat dipahami dengan contoh kalimat sbb:
Marilah kita makan buah durian sesuai dengan selera kita, maka dicarinyalah buah durian. :)
January 07, 2019, 04:29:34 PM
Reply #8
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12502
    • fossil coral cantik
Menurut saya, kalimat ayat itu sudah pas....
Saya nggak begitu. Saya nggak sedang membawa patokan pemikiran saya sendiri - lalu saya cocokkan patokan tsb ke kalimat terbaca, vbn.

A. Berfirmanlah Allah: Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita
B. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya


Kalimat diatas menggambarkan kronologi dimana A belon terjadi - B terjadi.

Quote
Gak perlu dikritisi dengan alasan gak cocok berdasarkan pengertian kata menciptakan menurut pemahaman saya.
Lah ya emang bold kok, vbn :wink:.

Quote
Logika sederhana kalimat ayat dapat dipahami dengan contoh kalimat sbb:
A. Marilah kita makan buah durian sesuai dengan selera kita,
B. maka dicarinyalah buah durian. :)
tetep aja yang A itu belon terjadi - B terjadi, vbn.

So, problemnya adalah versi vbn itu mirip dgn versi 888, yakni mementingkan adanya perbedaan antara vocab [menciptakan] dengan [menjadikan].

Saya tidak menangkal bhw antara vocab [menciptakan] dengan [menjadikan] memang bisa ada perbedaan. Namun itu tergantung dari rangkaian kalimat yg terbaca itu begimana.

Disamping itu,
[menciptakan] ---> ini kalimatnya bisa berupa "menciptakan sebuah Idea", create an Idea.
So, nggak pas apabila dipendapati [menciptakan = meng-idea-kan], vbn.

Kalimat A itu justru adalah sebuah Idea, sebuah gagasan .... belon terjadi.

B. maka dicarinyalah buah durian
Pada kalimat B, Narator menyampaikan ke pembaca bahwa Idea/gagasan tsb di execute, dikerjakan.
Kalimat B idem dengan : maka mereka mencari buah duren = maka dicarinyalah buah duren oleh mereka.

however, di pov vbn, kalimat B nya jadi kayak gini :
B. maka di-Idea-kan-nya-lah pencarian buah durian.
Kalimat B versi vbn menjadi idem dengan : maka mereka meng-Idea-kan- pencarian buah duren = maka di-Idea-kan-nya-lah pencarian buah duren oleh mereka.

So, point-nya ada di struktur kronologi :
A. meylan berkata : nyok kita bla3x(verb) ---> belon terjadi
B. maka meylan bla3x ---> bla3x terjadi ---> bla3x dikerjakan oleh meylan = meylan mengerjakan bla3x.

A. Allah berkata: Baiklah Kita menjadikan(verb) manusia ---> belon terjadi
B. maka Allah menciptakan manusia ---> proses bikin manusia terjadi ---> Allah mengerjakan penciptaan/pembuatan manusia.

So, nggak masuk pabila [menciptakan = meng-Idea-kan], vbn.
[meng-Idea-kan = To create an Idea, to make an Idea] = ada
[ber-Idea = having an Idea] = ada
[meng-Idea = To Idea] = gak ada
« Last Edit: January 07, 2019, 04:31:39 PM by odading »
January 07, 2019, 04:57:17 PM
Reply #9
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6400
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Beda Oda,
Namun pemahamannya jauh berbeda dari apa yg dituliskan Pencerah.

Dilihat di kata asli bahasa Ibrani,
Kata 'menciptakan' bermakna 'membuat hal baru dari ketiadaan' atau 'creatio ex nihilo',
Kata 'menjadikan' bermakna 'membuat hal baru dari yg bahan-bahan sudah ada'.

Sbg gambaran, manusia hanya bisa menjadikan (walau diberi nama menciptakan, namun manusia tidak mungkin bisa membuat sesuatu dari ketiadaan).
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)