Author Topic: Perkataan “Kita” dalam Kejadian 1:26, bukan dasar ajaran Tritunggal.  (Read 460 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 07, 2019, 05:56:48 PM
Reply #10
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12485
    • fossil coral cantik
Beda Oda
Saya ngerti hal itu, siip.

Bara = create X from nothing
Asah = make X from something

Namun yg saya maksud disini adalah diketika ada sebuah rangkaian kalimat yg mengandung salah satu vocab tsb, kenapa kok jadinya sepertinya penting banget utk terus mematok bahwa pengertian nya spt ungu atopun oranye ?

IMO, akibatnya kan malah jadinya muncul pemikiran2 lain, siip.

(menurut saya):
point-nya adalah [X exist (proceed)] either itu precede-nya bara atopun asah, siip.

(2) berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
(3) Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu (bara)


Di pov saya, berangkat dgn ada perbedaan antara oranye dan ungu, maka pengertian kalimat tsb menjadi njlimet....sehingga bisa menimbulkan pertanyaan :
Jadi, [segala-nya] eksis itu karena dicipta from nothing ataukah karena dibuat from something ?

Untuk "escape" dari pertanyaan diatas, jadinya dibikin interpretasi kayak gini :
Oh... kalo yang ayat 2 itu maksudnya SEBAGIAN eksis karena dibuat from something, kalo yg ayat 3 itu maksudnya SEBAGIAN eksis karena dicipta from nothing  :char11:.



26.  Berfirmanlah Allah: Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita
27. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka


Di pov versi saya (dlm pengertian simpel) :
ayat 26 ---> sebuah gagasan untuk meng-eksis-kan sesuatu (dlm hal ini AdamHawa)
ayat 27 ---> Either it's being done (work in progress)  ---or---  it's done, AdamHawa exist.

However, kalo saya model orang yg berpatokan bahwa oranye dan ungu itu beda, dimana :
Seturut oranye, ayat 26 = ada proses kerja dgn bahan something.
Seturut ungu, ayat 27 = jreng! AdamHawa exist from nothing.

maka otomatis kembali lagi menimbulkan pertanyaan :
[laki-laki dan perempuan menurut gambar dan rupa Allah] itu eksis karena apa ?
karena dibuat from something ? ataukah karena dicipta from nothing ?
« Last Edit: January 07, 2019, 07:14:32 PM by odading »
January 07, 2019, 08:34:04 PM
Reply #11
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12322
  • tidak menyimpan kepahitan
Saya nggak begitu. Saya nggak sedang membawa patokan pemikiran saya sendiri - lalu saya cocokkan patokan tsb ke kalimat terbaca, vbn.
Ya gak gitu juga deh oda....
Karena oda sudah mengkondisikan pengertian menjadikan = menciptakan, maka otomatis pengertian kalimat ayat menjadi seperti yg oda katakan.

Coba jika oda memahami kata menjadikan tidak sama pengertiannya dengan kata menciptakan, maka tentunya oda akan mempunyai pengertian yg berbeda lagi.

A. Berfirmanlah Allah: Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita
B. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya


Kalimat diatas menggambarkan kronologi dimana A belon terjadi - B terjadi.
Kalo pengertian saya, A itu baru sebatas kehendak/keinginan dari Allah yang tentunya terjadi di dalam kehendak/keinginan Allah; Bareu setelah itu Allah meng-IDE-kan apa yang Allah kehendaki/ingini, yaitu melakukan penciptaan (menciptakan) manusia itu seturut / sesuai dengan kehendaknya/keinginannya itu.

Lah ya emang bold kok, vbn :wink:.
Gak cocok menurut oda karena oda sudah mengkondisikan pengertian menjadikan = menciptakan, ya kan oda?  :D

tetep aja yang A itu belon terjadi - B terjadi, vbn.
Saya setuju jika oda katakan bahwa di dalam A, apa yg akan dijadikan itu (manusia) belum terjadi, karena memang pada A itu (menjadikan manusia itu) baru sebates kehendak/keinginan-Nya.
Sedangkan pada ayat selanjutnya (B) saya tidak setuju jika oda katakan bahwa B sudah terjadi.... sebab di dalam B itu pula Allah baru melakukan pekerjaan apa yang dikehendaki/diingininya tsb, yaitu meng-IDE-kan/menciptakan apa yang dikehendaki/diingininya.

So, problemnya adalah versi vbn itu mirip dgn versi 888, yakni mementingkan adanya perbedaan antara vocab [menciptakan] dengan [menjadikan].
Bukan saya mementingkan perbedaan itu bro, melainkan Kitab Suci itu sendiri yg membedakannya.
Kalo pengertiannya gak beda, buat apa ada dua kata yg berbeda?

Saya tidak menangkal bhw antara vocab [menciptakan] dengan [menjadikan] memang bisa ada perbedaan. Namun itu tergantung dari rangkaian kalimat yg terbaca itu begimana.
Tanpa rangkaian kata-pun kata menciptakan dengan kata menjadikan sudah berbeda maknanya bro oda...

Disamping itu,
[menciptakan] ---> ini kalimatnya bisa berupa "menciptakan sebuah Idea", create an Idea.
So, nggak pas apabila dipendapati [menciptakan = meng-idea-kan], vbn.
Menciptakan/meng-IDE-kan itu adalah sebuah pekerjaan.... gak ada itu kalimat "menciptakan sebuah Idea" yang ada juga menciptakan sesuatu atau meng-IDE-kan sesuatu.

Dan oleh sebab itu Kitab Suci mengatakan demikian:
Kej. 2:3   Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.

Kalimat A itu justru adalah sebuah Idea, sebuah gagasan .... belon terjadi.

B. maka dicarinyalah buah durian
Pada kalimat B, Narator menyampaikan ke pembaca bahwa Idea/gagasan tsb di execute, dikerjakan.
Kalimat B idem dengan : maka mereka mencari buah duren = maka dicarinyalah buah duren oleh mereka.

however, di pov vbn, kalimat B nya jadi kayak gini :
B. maka di-Idea-kan-nya-lah pencarian buah durian.
Kalimat B versi vbn menjadi idem dengan : maka mereka meng-Idea-kan- pencarian buah duren = maka di-Idea-kan-nya-lah pencarian buah duren oleh mereka.
A memang belum terjadi.... sebab A itu baru dalam bentuk kehendak/keinginan.
B melakukan pekerjaan apa yang dikehendaki/diinginkannya itu lewat sebuah karya cipta/ide.

bersambung....
January 07, 2019, 08:35:16 PM
Reply #12
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12322
  • tidak menyimpan kepahitan
So, point-nya ada di struktur kronologi :
A. meylan berkata : nyok kita bla3x(verb) ---> belon terjadi
B. maka meylan bla3x ---> bla3x terjadi ---> bla3x dikerjakan oleh meylan = meylan mengerjakan bla3x.

A. Allah berkata: Baiklah Kita menjadikan(verb) manusia ---> belon terjadi
B. maka Allah menciptakan manusia ---> proses bikin manusia terjadi ---> Allah mengerjakan penciptaan/pembuatan manusia.

So, nggak masuk pabila [menciptakan = meng-Idea-kan], vbn.
[meng-Idea-kan = To create an Idea, to make an Idea] = ada
[ber-Idea = having an Idea] = ada
[meng-Idea = To Idea] = gak ada
A. Allah berkata: Baiklah Kita menjadikan(verb) manusia ---> belon terjadi Sip, setuju.. :afro:

B. maka Allah menciptakan manusia ---> proses bikin manusia terjadi ---> Allah mengerjakan penciptaan/pembuatan manusia.

B saya tidak setuju karena maksud menciptakan manusia bukan berarti sama dengan melakukan pembuatan manusia.

Allah menciptakan manusia itu artinya Allah melakukan pekerjaan penciptaan-Nya dalam rangka mewujudkan apa yang Allah dikehendaki/diinginjan-Nya itu.

Dalam konteks B inipun manusia belum wujud karena memang belum dilakukan proses pembuatan manusia; baru dalam tahap mengerjakan penciptaan manusia.
January 08, 2019, 02:42:24 AM
Reply #13
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12485
    • fossil coral cantik
Ya gak gitu juga deh oda....
Karena oda sudah mengkondisikan pengertian menjadikan = menciptakan
Justru belon, vbn.

Kan di post sebelonnya saya tulis gini :
Quote
Mengenai apakah ada perbedaan antara [menciptakan] vs [menjadikan], di pov saya : ya ada perbedaan, dan ini tergantung rangkaian kalimatnya bagaimana, sense-nya yg masuk yg begimana.

Jadi, saya nggak duluan berpatokan bhw [menciptakan = menjadikan], melainkan yg duluan adalah ngebaca dulu rangkaian kalimatnya, barulah ke perihal sense-nya yg masuk yg begimana.

Quote
maka otomatis pengertian kalimat ayat menjadi seperti yg oda katakan.
Perihal ke-otomatisan yg di versi saya itu ada di kronologi event pada rangkaian kalimat, vbn.

Quote
Coba jika oda memahami kata menjadikan tidak sama pengertiannya dengan kata menciptakan, maka tentunya oda akan mempunyai pengertian yg berbeda lagi.
Ngerti saya kok, vbn.

membuat = menjadiKAN =  to make
mencipta = to create
Keduanya adalah verb.

Tapi IDEA bukan verb, IDEA adalah something.
I have an Idea, let's go swim in this hot day.
I have an Idea to make this product better.
I have an Idea to buy the cake there
I have an Idea to do a health project for the poor
I have an Idea to create buttonless cellphone
I have an Idea = saya mempunyai Idea = saya ber-Idea


Quote
Kalo pengertian saya, A itu baru sebatas kehendak/keinginan dari Allah
Bisa juga dipendapati bold. But the point is : belon terjadi, ada dibenak yang kemudian disampaikan melalui katakata.

A. Baiklah Kita menjadikan manusia = let's make mankind
B. Baiklah Kita membuat manusia = let's make mankind
C. Baiklah Kita mencipta manusia = let's create mankind

A = B = C = verb
dan ngliat dari kalimatnya... itu belon terjadi.

Dan saya tau, ada pengertian khusus ... yakni:
apabila Subjeknya adalah Allah pada verb [to create],
maka pengertiannya berupa [to create from nothing] ---> jreng! tiba2 eksis


Namun pov versi vbn [mencipta = IDEA].
Betul, secara bahasa Indonesia, kalimat [Lagu Indonesia Raya di-Idea-KAN oleh WR. Supratman = WR. Supratman meng-Idea-KAN Lagu Indonesia Raya], sense-nya dapet. But ketika kalimatnya berupa [In 1924, Lagu Indonesia Raya was created by WR. Supratman = WR. Supratman created Lagu Indonesia Raya in 1924]  ---walopun tetep bisa masuk utk diambil sensenya ke coklat--- namun sikonnya, [Lagu Indonesia Raya] sudah exist ... sudah dikreasikan, sudah dikerjakan, sudah dibuat oleh WR. Supratman.

Quote
yang tentunya terjadi di dalam kehendak/keinginan Allah; Baru setelah itu Allah meng-IDE-kan apa yang Allah kehendaki/ingini, yaitu melakukan penciptaan(menciptakan) manusia itu seturut / sesuai dengan kehendaknya/keinginannya itu.
Kalimat bold nggak masuk, vbn. Yang masuk itu kalimatnya berupa [Baru setelah itu Allah MENGERJAKAN apa yang Dia kehendaki/ingini tsb = Allah MENGERJAKAN apa yang Dia Idea-kan tsb].

IDEA itu = something yang precedes di-kerjakan, di-execute.
Mencipta = verb = melakukan aksi penciptaan

Kalimat vbn yang berupa :
Quote
terjadi di dalam kehendak/keinginan Allah Baru setelah itu Allah meng-IDE-kan apa yang Allah kehendaki/ingini, YAITU melakukan penciptaan(menciptakan)
Di pov vbn sendiri jadinya IDEM antara ijo dan oranye.

Sementara padahal yang masuk, ijo itu penempatannya di pink.
A1. WR. Supratman ber-IDEA adanya sebuah lagu sebagai lagu kebangsaan
A2. WR. Supratman ber-kehendak adanya sebuah lagu sebagai lagu kebangsaan
Walopun kalimatnya berbeda, namun sikon A1 dan A2 idem, yakni masih in Mind.

B1. Maka diciptanyalah lagu tsb oleh WR. Supratman pada tahun 1924,
sikonnya idem dengan
B2. Maka WR. Supratman melakukan penciptaan lagu tsb pada tahun 1924.
sikonnya idem dengan
B3. Maka WR. Supratman mencipta lagu tsb pada tahun 1924.
sikonnya idem dengan
B4. Maka WR. Supratman membuat lagu tsb pada tahun 1924.

Oranye = verb.
B1 B2 B3 sense-nya lebih "dalem" dari B4.

Quote
Saya setuju jika oda katakan bahwa di dalam A, apa yg akan dijadikan itu (manusia) belum terjadi, karena memang pada A itu (menjadikan manusia itu) baru sebates kehendak/keinginan-Nya.
Ya. Dan ISI dari Idea JUGA masih sebates kehendak - something in Mind, vbn. Gagasan.

bersambung
January 08, 2019, 02:42:40 AM
Reply #14
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12485
    • fossil coral cantik
Quote
Sedangkan pada ayat selanjutnya (B) saya tidak setuju jika oda katakan bahwa B sudah terjadi
Iya bener saya bilang bold karena saya ngliat kalimat-nya secara dari time-frame saat ini tahun 2019, vbn.

Saya sudah duluan sempet kasih tau ke siip mengenai pov versi saya... sbb:
Di pov versi saya (dlm pengertian simpel) :
ayat 26 ---> sebuah gagasan untuk meng-eksis-kan sesuatu (dlm hal ini AdamHawa)
ayat 27 ---> Either it's being done (work in progress)  ---or---  it's done, AdamHawa exist.
bold menunjukkan bahwa di time-frame VISI pada kalimat Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya tidak bisa diketahui secara pasti, karena mungkin saja kalimat teal itu visi-nya berupa Allah sedang mengerjakan pembuatan AdamHawa, work in progress.

But the point is, ayat 27 itu verb BUKAN something which is an Idea.

Quote
sebab di dalam B itu pula Allah baru melakukan pekerjaan apa yang dikehendaki/diingininya tsb, YAITU meng-IDE-kan/menciptakan apa yang dikehendaki/diingininya.
Kronologi kalimatnya sudah bener sampai oranye. But segera itu vbn nambahin yang merah - maka itu gak bener, vbn.

vbn : meng-IDE-kan = menciptakan
oda : meng-IDE-kan TIDAK= menciptakan, vbn.

A. Berfirmanlah Allah: Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita
B. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya


vbn:
Kalo pengertian saya, A itu baru sebatas kehendak/keinginan dari Allah yang tentunya terjadi di dalam kehendak/keinginan Allah;

oda:
YA

vbn:
Baru setelah itu Allah meng-IDE-kan apa yang Allah kehendaki/ingini, yaitu melakukan penciptaan (menciptakan) manusia

oda:
TIDAK. Buang yang ijo - maka barulah YA  :D.


vbn awal-awalnya bilang gini : (case-1)
Kalo dalam pemahaman saya, kata "menciptakan" mempunyai pengertian baru sebatas IDE....
sedangkan dalam tahap selanjutnya adalah proses perwujudannya, yang mana IDE tersebut dikerjakan hingga jadi oleh kuasa yang terkandung di dalam Firman yang difirmankan Allah itu.

However, sekarang vbn bilang : (case-2)
setelah itu Allah meng-IDE-kan apa yang Allah kehendaki/ingini, YAITU melakukan penciptaan (menciptakan) manusia

So.... selain bahwa [meng-idea-kan TIDAK= menciptakan], bahkan versi vbn itu sendiri yg berupa [menciptakan = meng-ide-kan], gak jelas.
case-1 di precede (sebatas gagasan, something.) ? ataukah
case-2 di proceed (melakukan aksi, verb) ?

Quote
Menciptakan/meng-IDE-kan itu adalah sebuah pekerjaan
So, case-2 then. Ada di proceed.

Lalu begimana itu ceritanya vbn bilang seperti case-1 ?
---> Menciptakan/meng-IDE-kan = baru sebatas IDE ? Ada di precede ?
Dimana proceednya vbn tulis sbb:

Kalo dalam pemahaman saya,

kata "menciptakan" mempunyai pengertian baru sebatas IDE.... (tambahan oda : disini precede)

sedangkan dalam tahap selanjutnya  adalah proses perwujudannya, yang mana IDE tersebut dikerjakan (tambahan oda : disini proceed)

bersambung
January 08, 2019, 02:42:48 AM
Reply #15
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12485
    • fossil coral cantik
Quote
gak ada itu kalimat "menciptakan sebuah Idea"
BANYAK vbn kalimat kayak gitu. Nih saya tinggal kopas hasil dari google search :
create an idea directly from a roadmap card by typing
The simplest way to create an idea
Sekali kita menciptakan idea, harapan, cita-cita, maka muncullah daya-upaya
blog ini sebagai media ekspresi dalam menciptakan idea kreatif
Bangsa Amerika mencipta idea transistor
mencipta idea baru yang kreatif
Yumi berhasil menciptakan sebuah idea untuk menonjolkan karakter unik di dalam cawannya

Cukup satu contoh kopasan aja sebenernya udah menunjukkan bahwa ada itu kalimat "menciptakan sebuah Idea", anyway saya kopas sekian banyak contoh kalimatnya supaya lebih afdol  :D.

Quote
Dan oleh sebab itu Kitab Suci mengatakan demikian:
Kej. 2:3   Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.
God rested from all His work which He had created and done

had created = verb
precede : Idea/keinginan/kehendak in Mind meng-eksis-kan bla3x
proceed : SUDAH SELESAI dikerjakan, bla3x exist.

Idea = something, vbn.
Mencipta = verb.
Makanya ADA itu rangkaian kalimat yg menggunakan kalima "mencipta idea", "menciptakan idea", "menciptakan sebuah idea", "create an idea".

Quote
B melakukan pekerjaan apa yang dikehendaki/diinginkannya itu lewat sebuah karya cipta/ide.
Lah... sekarang balik lagi jadi ke case-1  :cheesy:.
Kosakata [lewat] itu jadinya menempatkan IDE di precede, vbn.

Idea = something in Mind.
[menciptakan idea X] = something in Mind ---> this is at the time when a person have an idea X in his Mind, before it he doesn't have it in his Mind.

BUT,
Mencipta = verb, melakukan pekerjaan

Quote
B saya tidak setuju karena maksud menciptakan manusia bukan berarti sama dengan melakukan pembuatan manusia.

Allah menciptakan manusia itu artinya Allah melakukan pekerjaan penciptaan-Nya dalam rangka mewujudkan apa yang Allah dikehendaki/diinginjan-Nya itu.

Dalam konteks B inipun manusia belum wujud karena memang belum dilakukan proses pembuatan manusia; baru dalam tahap mengerjakan penciptaan manusia.
Silahkan vbn kasih saya kronologi analogisnya.

Jelaskan maksud vbn pada kalimat :
1. manusia belum wujud
itu maksudnya apa ? apakah misal : [bahkan the most tiny part of manusia bernama Adam tidak ada] ? ataukah misal : manusia bernama Adam baru setengah jadi, belon selesai komplit.

2. belum dilakukan proses pembuatan manusia (oda : So.... di nomor-2 ini = proceed)
itu maksudnya apa ? Allah masih diem diem aja tidak melakukan aksi apa apa ? ato begimana ?

3. baru dalam tahap mengerjakan = melakukan pekerjaan penciptaan manusia (oda : So.... di nomor-3 ini = precede)
itu maksudnya apa ? jelaskan kayak begimana itu "mengerjakan penciptaan manusia".

Quote
Bukan saya mementingkan perbedaan itu bro, melainkan Kitab Suci itu sendiri yg membedakannya.
Kalo pengertiannya gak beda, buat apa ada dua kata yg berbeda?
Pengertiannya berbeda itu spt yang siip ajukan, vbn. Mencipta = to create X from nothing, Membuat = to make X from something. Both = verb yg pengertiannya berupa : meng-eksis-kan X.

To create X = to make X
IF X is : something new, a product of imaginative mind, a design, an art

I will make dinner = ok
I will create dinner = aneh
I will idea dinner = parah
I will make an idea where we're going to have dinner = ok
I will create an idea where we're going to have dinner = aneh
I will create something new = ok

A. He created a new formula that cure a cancer
B. He made a new formula that cure a cancer
Baik yang A dan B itu IDEM, karena [the formula that cure a disease] = something new, namun sense-nya yang A lebih "dalem".

He has an idea to make a new formula that cure a cancer
He creates an idea that new formula's ingredients are bla ble blo

After the new formula exist and works :
He created a new formula that cure a cancer

Jadi pelajaran tata-bahasa  ;D
January 08, 2019, 08:39:00 AM
Reply #16
  • FK - Senior
  • ****
  • Posts: 360
  • Gender: Male
  • Denominasi: Agama Kristen Protestan
berdasarkan analisis dan logika sy, mengatakan kalo kata 'KITA' itu mengacu kepada tritunggal.

soalnya..
Kecil kemungkinan seorang pencipta yg baru saja menciptakan malaikat, ngobrol2 kepada malaikat ciptaannya dengan gaya bicara yg seperti menyatakan kalo malaikat itu 'SELEVEL' dengan penciptanya. Seperti begini gambarannya :
(Tuhan baru saja mencipta, Tuhan memandangi malaikat yg baru saja diciptakan)
Tuhan : yuk kita ciptakan manusia, makhluk yg segambar dengan kita bla bla bla...
Para Malaikat : yuk...

analogi lain :
(Boss berbicara dengan pembantu yg baru direkrutnya bernama Budi)
Bos : Budi, yuk kita rekrut lagi yah pembantu lain yang kayak kita, pintar, ahli, bla bla bla
Budi : Yukk..

ada yang janggal? :azn:
« Last Edit: January 08, 2019, 08:48:36 AM by revoltzer »
Life is only a matter of accepting your destiny wholeheartedly
January 08, 2019, 08:51:22 AM
Reply #17
  • FK Friend
  • FK - Hero
  • ******
  • Posts: 6393
  • Mistery
  • Denominasi: Karismatik
Saya ngerti hal itu, siip.

Bara = create X from nothing
Asah = make X from something

Namun yg saya maksud disini adalah diketika ada sebuah rangkaian kalimat yg mengandung salah satu vocab tsb, kenapa kok jadinya sepertinya penting banget utk terus mematok bahwa pengertian nya spt ungu atopun oranye ?

IMO, akibatnya kan malah jadinya muncul pemikiran2 lain, siip.

(menurut saya):
point-nya adalah [X exist (proceed)] either itu precede-nya bara atopun asah, siip.

(2) berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
(3) Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu (bara)


Di pov saya, berangkat dgn ada perbedaan antara oranye dan ungu, maka pengertian kalimat tsb menjadi njlimet....sehingga bisa menimbulkan pertanyaan :
Jadi, [segala-nya] eksis itu karena dicipta from nothing ataukah karena dibuat from something ?

Untuk "escape" dari pertanyaan diatas, jadinya dibikin interpretasi kayak gini :
Oh... kalo yang ayat 2 itu maksudnya SEBAGIAN eksis karena dibuat from something, kalo yg ayat 3 itu maksudnya SEBAGIAN eksis karena dicipta from nothing  :char11:.



26.  Berfirmanlah Allah: Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita
27. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka


Di pov versi saya (dlm pengertian simpel) :
ayat 26 ---> sebuah gagasan untuk meng-eksis-kan sesuatu (dlm hal ini AdamHawa)
ayat 27 ---> Either it's being done (work in progress)  ---or---  it's done, AdamHawa exist.

However, kalo saya model orang yg berpatokan bahwa oranye dan ungu itu beda, dimana :
Seturut oranye, ayat 26 = ada proses kerja dgn bahan something.
Seturut ungu, ayat 27 = jreng! AdamHawa exist from nothing.

maka otomatis kembali lagi menimbulkan pertanyaan :
[laki-laki dan perempuan menurut gambar dan rupa Allah] itu eksis karena apa ?
karena dibuat from something ? ataukah karena dicipta from nothing ?


Hmmm... mgkn krn ada bbrp org yg mbuat ini jd ribet.

Namun dlm pov Kekristenan, makna creatio ex nihilo itu penting jg, yaitu utk melawan konsep 'pantheisme'.

Dikatakan Allah menciptakan segala sesuatu dari awal mula yg adalah 'creatio ex nihilo' (bara).
Itu basisnya. Dasar itulah yg menggugurkan pantheisme.
Tetapi siapa yang termasuk orang hidup mempunyai harapan, karena anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati (Pkh 9:4)

https://manusia-biasa-saja.blogspot.com
January 08, 2019, 09:33:08 AM
Reply #18
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 9281
  • Gender: Male
  • You are free to choose
    • http://berbagi-sharing.blogspot.com/
  • Denominasi: Pentakosta Karismatik
skali lagi

kalau mau ngerti sampe kata per kata detil begitu mau gak mau harus bedah bahasa aslinya

di bahasa Indo orang bisa memakai kata menciptakan ato menjadikan dan menyematkannya kepada manusia

contoh : Einstein menciptakan lampu

makanya agak pusying kalo mau dibedakan antara keduanya, karena memang grammar bahasa ini gak "dalam"

sedangkan dalam bahasa aslinya, kata BARA itu khusus disematkan kepada Allah saja, manusia gak mungkin dirangkai dengan kata BARA
Bergaul karib dengan Tuhan, lakukan kehendak Tuhan
I have decided, to follow Jesus, no turning back
http://berbagi-sharing.blogspot.com/
Berjaga-jagalah senantiasa, sebab kamu tidak tahu kapan waktuNya tiba
January 08, 2019, 09:33:28 AM
Reply #19
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12322
  • tidak menyimpan kepahitan
Perhatian buat oda....

Arti kata cipta dan ide menurut KBBI adalah...

cipta/cip·ta/ n kemampuan pikiran untuk mengadakan sesuatu yang baru; angan-angan yang kreatif;
ide /idé/ n rancangan yang tersusun di dalam pikiran; gagasan; cita-cita:

Apa bedanya menurut oda? :)
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)