Author Topic: Perkataan “Kita” dalam Kejadian 1:26, bukan dasar ajaran Tritunggal.  (Read 740 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 10, 2019, 07:10:09 PM
Reply #40
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12649
    • fossil coral cantik
Berarti kau belum baca apa latarnya, oda
Gak usah pake acara bikin2 kesimpulan, maren.

Langsung aja jawab :
BUKAN begitu maksud saya, oda.
Begini maksud saya ....bla3x....


Quote
Beklah! Nanti kucoba bagi apa yg terimajinasi
Oke. Tak tgu.
Dimulai dengan sikon : maren membuat X
Lalu maren kasih tau apa itu X nya dan sikon-nya gimana.
Lalu maren kisahkan selanjutnya maren beraksi apa.
January 10, 2019, 09:18:21 PM
Reply #41
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1299
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Oke. Tak tgu.
Dimulai dengan sikon : maren membuat X
Lalu maren kasih tau apa itu X nya dan sikon-nya gimana.
Lalu maren kisahkan selanjutnya maren beraksi apa.
Nggak usah kau atur2 garis imajinasi-ku, oda!
Biarkan ia lepas begitu saja dulu spt, "Pada mulanya ..."
Komenin nanti jika ada, kucoba perbaiki, jika aku bisa


sikon awal :
vbn = Allah.
Adam belon eksis.

Ok!
Trima aja sikon awal ini dl:
Leonardo = allah pencipta
Mona Lisa belum ada, ok?

Ibaratnya aku bak Musa
Penulis kitab kejadian-nya
Kau tetep bak kritikus cuplis

Salam Damai!
« Last Edit: January 10, 2019, 09:20:51 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
January 10, 2019, 09:59:12 PM
Reply #42
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12649
    • fossil coral cantik
Nggak usah kau atur2 garis imajinasi-ku, oda!
Gak ada itu atur atur, maren.
Yang saya perintahkan itu SESUAI dengan pola kalimat terbaca "let's make X".

Quote
Trima aja sikon awal ini dl:
Leonardo = allah pencipta
Nope. Menggunakan pihak laen, menyebabkan suatu ketika saya jadi bisa dapet respond dari maren kayak gini : "meneketehe.... emangnya gue Leonardo ?"
« Last Edit: January 10, 2019, 10:03:03 PM by odading »
January 11, 2019, 02:55:11 PM
Reply #43
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1299
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Yang saya perintahkan itu SESUAI dengan pola kalimat terbaca "let's make X".
Waduh! Jumpalitah dah,da!
Nda ada atur2 yg ada perintah sesuai
Padahal kau merengek2 "kasih contoh"


Kasih contoh analogisnya maren.
Kasih contoh analogisnya pada A dan pada B.
Aku mau kasih contoh dgn analogi
Ttg beda mencipta dan menjadikan
Utk mengerti Adam dan Hawa
Mengerti kita manusia
Mengerti Pencipta

Kurasa setelah semua itu
Bisa nyampe ke "Mari kita..."

Sungguh:
Mustahil kita mencintai sang pencipta
Tanpa mencintai ciptaannya; Korek?
Sebab ciptaan itu yg menjadi saksi
Korek lagilah, kurasa, oda!

Adalah tumben, jika seseorg ujug2 kusuk nyembah Pencipta
Tapi belum memaafkan saudaranya, belum damai hatinya

Maka boleh kukata org itu adalah sesungguhnya penjilat
Kurasa hanya penjilat yg sangat tega setumben itu
Maka [Mat.5.24] adalah hrs

Jadi sebelum ke "menciptakan" dan "menjadikan"
Sepakat dulu apa yg sesungguh-sungguhnya maumu
Atau kali ada kreasimu utk kita makin mengenal Kreator

Salam Damai
« Last Edit: January 11, 2019, 03:04:56 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
January 11, 2019, 03:11:49 PM
Reply #44
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1299
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Nope. Menggunakan pihak laen, menyebabkan suatu ketika saya jadi bisa dapet respond dari maren
kayak gini : "meneketehe.... emangnya gue Leonardo ?"
Kau kudu nanem praduga tak bersalah
Spy bisa berpikir lempeng tak pendar
Hbungan pun harmonis spt mau-Nya

Salam Damai!
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
January 13, 2019, 06:06:36 AM
Reply #45
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 619
yang mau menganggap kejadian 1:26 sebagai dasar ajaran tri tunggal: silahkan
yang tidak mau menganggap kejadian 1:26 sebagai dasar ajaran tri tunggal: silahkan
January 15, 2019, 09:21:51 AM
Reply #46
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 2887
Sehubungan dgn adanya pertanyaan dari salah satu member disini, tentang perkataan “kita” dalam kejadian 1:26, dan karena penjelasan terhadap kejadian 1:26 bisa melebar kemana-mana, maka saya akan menjelaskan permasalahan tsb disini.

Nah, banyak orang memahami.. bahwa kejadian 1:26 itu, adalah “bukti” untuk membenarkan ajaran Tritunggal, dimana perkataan Allah dgn kata “kita” disana, telah dipahami sbg adanya “Tritunggal”.

Sekalipun saya mengimani pemahaman Tritunggal Maha Kudus, tetapi Kejadian 1:26 tsb, bukanlah dasar dan bukti, untuk menyatakan Tritunggal itu.

Perkataan kita dalam kejadian 1:26 tsb, dinyatakan ALLAH, bukan karena adanya Tritunggal disana, tetapi pernyataan tsb.. ditujukan Allah pada para malaikat, itulah sebabnya disana dituliskan dgn perkataan “kita”.

Mari kita lihat pengkajian nya ..

Pada ayat sebelum nya, dituliskan .. maka Allah “menciptakan”.. artinya disini, memperlihatkan kepada kita, bahwa proses penciptaan itu, dilakukan oleh Allah sendiri dan tanpa ada campur tangan pihak lain ataupun malaikat.

Sedangkan pada kejadian 1:26, disana dituliskan.. marilah kita “MENJADIKAN” .. dan bukan dituliskan.. marilah kita “menciptakan”, maksut saya adalah .. agar kita memahami, perbedaan makna dari menciptakan dan menjadikan.

Menciptakan adalah “membuat sesuatu dari yg tidak ada menjadi ada”, sedangkan menjadikan adalah “membuat sesuatu atau membentuk sesuatu, dari yg sudah ada menjadi bentuk yg baru”.

Nah, jika kita sudah memahami perbedaan makna “menciptakan dengan menjadikan”, maka sekarang .. kejadian 1:26, dapat juga dituliskan kira2 demikian.. marilah KITA, membuat atau membentuk manusia itu menjadi sesuatu yg baru ..atau lebih tegas lagi dapat dituliskan juga ..marilah KITA, membuat atau membentuk manusia yg telah diciptakan itu, menjadi sesuatu yg baru..

Jadi, pada kejadian 1:26 tsb, Allah berbicara pada para malaikat, bahwa manusia yg akan diciptakan Allah itu, nantinya akan dijadikan sesuatu yg baru, melalui proses waktu yg sangat panjang, pada alam dan ruang waktu manusia, dimana untuk merealisasikan proses itu, maka Allah mengajak para malaikat, untuk turut serta merealisasikan rencana Allah itu.

Nah, kita melihat fakta Alkitab, bahwa dalam perjalanan hidup manusia, sejak Adam diciptakan sampai Yesus lahir, bahwa malaikat terlibat aktif, dalam proses pembentukan manusia menuju sesuatu yg baru didalam Kristus Yesus.

Jadi, perkataan “kita” pada kitab kejadian 1:26 itu, adalah “nubuatan” Allah langsung yg akan jadi manusia, dan nubuatan itu.. dinyatakan Allah pada para malaikat.==> inilah yg dimaksudkan FT.. rahasia besar yg tersembunyi selama berabad-abad, sebelum manusia ada dan “YANG INGIN DIKETAHUI  PARA  MALAIKAT”, yaitu “nubuatan Allah kepada para malaikat, bahwa Allah akan menjadi manusia dalam diri Yesus”.

Jadi, kejadian 1:26 tentang perkataan “kita” disana, tidak dapat dijadikan sebagai “dasar”, untuk membenarkan ajaran Tritunggal tersebut.

Jbu

Malaikat tidak pernah terlibat didalam penciptaan hanya ketiga oknum Allah Tritunggal saja.

Kata kita dipakai karena sebutan Allah yaitu "ELOHIM" itu memang bermakna jamak !

« Last Edit: January 20, 2019, 06:02:57 AM by jamu »
January 20, 2019, 10:22:23 PM
Reply #47
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 559
Saya nggak meliat dimana sangat pentingnya, 888.

Mengenai apakah ada perbedaan antara [menciptakan] vs [menjadikan], di pov saya : ya ada perbedaan, dan ini tergantung rangkaian kalimatnya bagaimana, sense-nya yg masuk yg begimana.

Ilustrasi kalimat :
A. Meylan creates unique wood sculpture
B. Meylan makes unique wood sculpture

Yang A menyebabkan sense pembaca lebih "dalem",
walopun sebenernya pengertian A idem dengan pengertian B.

C. berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu (asa)
on the seventh day God ended his work which he had made
D. berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah diciptakan-Nya itu (asa)
on the seventh day God had finished his work of creation
on the seventh day God ended his work which he had created

E. berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dijadikan-Nya itu (asa)
on the seventh day God ended his work which he had made

F. Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu (bara)
G. Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah diciptakan-Nya itu (bara)
H. Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dijadikan-Nya itu (bara)

Diperihal apa yang jadi mesti dingototin antara C dan F, dengan alesan :
"oh antara asa dan bara itu berbeda, penting sekali dibedakan karena kronologinya berbeda"

Sementara kalo di pov saya, dua kalimat nongol di ayat berlainan itu bermakna SAMA which is :
all the works mentioned before has been done then on 7th day God rested

A. After Meylan created all that unique wood sculptures, she rest.
B. After Meylan made all that unique wood sculptures, she rest.
 But pertanyaannya nggak dimulai dgn kayak diatas donk, 888.

Pertanyaannya :
kenapa begitu penting mengadakan pembedaan antara [menjadikan] vs [menciptakan] ? Yang sehingga menyebabkan setiap kalimat ayat yang ada memakai kosakata [menjadikan] dan yang ada memakai kosakata [menciptakan] nggak bisa dimengertikan secara apa adanya sesuai dgn rangkaian kalimat terbaca ?

So... perihal pentingnya itu duluan yang ijo ---> akibatnya setiap kalimat biru menjadi penting.
Antara kalimat A dan B itu amat sangat berbeda, antara kalimat C dan F amat sangat berbeda.
 oalaaah.... perihal [ada yang aneh] disitu ya karena 888 udah duluan pake patokan ijo, kan 888.
 Sekali lagi, [seharusnya] itu jadi nongol ya karena udah duluan pake patokan ijo, 888.

(2) berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu (asa).
(3) Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu (bara)


thdp kalimat ayat diatas, Orang yg berangkat dgn patokan ijo mengakibatkan orang tsb bilang coklat.
 Pertanyaan itu timbul dari diri 888 ya karena 888 udah duluan berpatokan ijo. Dilain sisi, buat saya itu nggak menimbulkan pertanyaan karena saya nggak berpatokan ijo. Dgn demikian, di pov saya, antara C dan F itu nggak terbalik, antara ayat 26 dan 27 juga nggak terbalik, 888. :happy0062:.
Menciptakan dgn menjadikan itu, memiliki arti yg berbeda.

Menciptakan, membentuk sesuatu dari tidak ada menjadi ada.,

Sementara menjadikan, membentuk sesuatu dari yg sudah ada menjadi bentuk yg baru.

Menciptakan itu, menggunakan kata “create”, sementara menjadikan menggunakan kata “make/Made”.

Jbu
January 21, 2019, 10:39:45 AM
Reply #48
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12649
    • fossil coral cantik
Menciptakan dgn menjadikan itu, memiliki arti yg berbeda.

Menciptakan, membentuk sesuatu dari tidak ada menjadi ada.,

Sementara menjadikan, membentuk sesuatu dari yg sudah ada menjadi bentuk yg baru.

Menciptakan itu, menggunakan kata “create”, sementara menjadikan menggunakan kata “make/Made”.

Jbu
Saya tau itu.

Kan udah saya tulis:
Quote
Mengenai apakah ada perbedaan antara [menciptakan] vs [menjadikan], di pov saya : ya ada perbedaan, dan ini tergantung rangkaian kalimatnya bagaimana, sense-nya yg masuk yg begimana.

Yang saya tanyakan adalah mengapa dari sebuah kalimat yg menggunakan kosakata [membuat/made] ataupun [mencipta/create] menjadi sangat penting utk dibedakan artinya.

Ilustrasi kalimat :
A. Meylan creates unique wood sculpture
B. Meylan makes unique wood sculpture

A dan B itu idem event-nya.
However, yang A itu sense-nya lebih dalem karena kalimat A didalamnya terkandung bhw sculpture tsb adalah idea dari si Meylan. Sementara yang B, mungkin2 aja sculpture tsb idea dari orang laen selaen meylan. Namun tetep, event-nya sama ---> Meylan mengerjakan sculpture tsb.

Karena subjeknya yg lagi dibicarakan adalah Allah, maka tidak harus selalu dibedakan antara vocab [membuat] versus [mencipta]. Whatever itu vocabnya, ya itu Allah yang mengerjakan.

segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu (asa)
segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu (bara)


Kalimat diatas TIDAK MUNGKIN sedang bermaksud menekankan perbedaan antara asa & bara.
Kalimat diatas sedang bermaksud menekankan bahwa mao itu dicipta kek, mao itu dibuat kek, itu Allah yang mengerjakan.

Kalo kalimat ayat diatas IYA emang ungu, maka jadinya gak jelas :
jadi... segala pekerjaan yang Allah lakukan itu adalah mencipta ? ataukah membuat ?

So, ada kalanya orang gak perlu utk mengadakan perbedaan pengertian antara asa dan bara, dan ada kalanya orang emang perlu utk mengadakan perbedaan pengertian antara asa dan bara. Dengan kata laen, orang gak perlu utk terus-menerus mengadakan perbedaan pengertian antara asa dan bara. Liat kalimatnya begimana.

Ngotot create dan made harus selalu dibedakan, maka kalimat sbb :
karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu

menuntun ke konklusi:
segala sesuatu ada karena Allah cipta. Nggak ada yang Allah buat.



Terkait subjeknya Allah, asa dan bara interchangeable.

Tapi oranye saya itu diketawain oleh Kekristenan.
Di pov Kekristenan asa dan bara TIDAK interchangeable.

Dengan kata laen, Kekristenan punya patokan itu berupa :
ya emang perlu utk terus menerus mengadakan pentingnya perbedaan antara asa dan bara pada setiap kalimat terbaca.

Akibatnya, ya nongol dah 888 yang karena 888 sbg Kristen sesuai dgn ajaran Kristen dimana asa dan bara tidak interchangeable maka jadinya mengadakan perbedaan pengertian kalimat2 ayat yang ada. Misal :

di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu

Kekristenan :
vocab [cipta] tidak interchangable dgn vocab [buat], oleh karena itu kalimat ayat diatas maksudnya adalah : [Segala sesuatu Allah cipta (from nothing). Nggak ada yang Allah buat (from something)].
January 21, 2019, 05:45:02 PM
Reply #49
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 1299
  • Gender: Male
    • Tertiga
  • Denominasi: Kristen
Yang saya tanyakan adalah mengapa dari sebuah kalimat yg menggunakan kosakata [membuat/made] ataupun [mencipta/create] menjadi sangat penting utk dibedakan artinya.
Sebab setiap kata ada gbr-nya
Dan setiap gambar berkata-kata
Setiap kata2 itu ber-gambar2 lagi

Dan setiap gbr2 itu ber-kata3 lagi, dst
Hulu dan muara kata itu ialah Yesus
Itu utk menjawab "the reason why"
Yaitu Sang Logos

In the begining was “the Word”
And the Word was with God
Dan Dia alfa-omega!

Salam Damai!

« Last Edit: February 11, 2019, 05:59:08 PM by Maren Kitatau »
Firman itu hidup dan powerful dan lebih tajam dr pedang bermata dua manapun
Ia dpt menikam pun menyayat memisahkan jiwa dan roh, sendi2 dan sumsum
Ia sanggup membedakan akal pikir dan maksud hati yang sesungguhnya
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)