Author Topic: Perkataan “Kita” dalam Kejadian 1:26, bukan dasar ajaran Tritunggal.  (Read 808 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

January 22, 2019, 06:07:13 AM
Reply #50
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 559
@ Oda ..

Pertanyaan Oda adalah: Mengapa perkataan “menciptakan dan menjadikan” itu, menjadi sangat penting ?

Sangat penting sekali Oda, karena Allah berkata dalam Kej 1:26, bahwa manusia yg diciptakan oleh Allah itu, akan “berkuasa” atas alam raya, sementara “Faktanya” adalah: Sejak manusia diciptakan hingga Yesus lahir, tidak ada seorangpun manusia yg “berkuasa” atas alam ini, kecuali Yesus.

Maksut saya.. jika kejadian 1:26 itu diperuntukkan untuk kejadian 1:27, maka penulis kitab kejadian, tidak perlu “menulis ayat tersebut dgn terbalik”, tetapi karena ayat 26 tsb, bukan diperuntukkan untuk ayat 27, maka penulis menuliskan kedua ayat tsb dgn terbalik, dimana dalam penulisannya .. dibedakan juga, penggunaan perkataan “mencipta dan menjadikan”, tujuannya .. agar dengan keterbalikan dan penggunaan kata mencipta/menjadikan, manusia dapat “memahami”, untuk apa Allah menciptakan semesta alam dan isinya.

Nah, dari perbedaan perkataan “menciptakan dan menjadikan” tsb, maka kita dapat menulis ulang ke dua ayat tsb, dengan bahasa sederhana kira2 sbb:

Ayat 26, Maka Allah “menciptakan” manusia itu, menurut gambar Allah ...

Ayat 27, Kemudian manusia yg diciptakan Allah itu, akan “dibentuk” oleh Allah, menjadi “serupa (gambar dan rupa)” dengan Allah, supaya manusia itu  berkuasa atas alam raya.

Nah, manusia yg serupa dgn Allah itu adalah Yesus, itulah sebabnya Alkitab katakan .. Ia (Yesus) adalah Gambar Wujut Allah...sebab hanya Yesus satu2 nya manusia yg memiliki kuasa atas alam raya.

Jadi, kejadian 1:26 tsb, diperuntukkan untuk kedatangan Yesus, sehingga .. jika kejadian 1:26 diperuntukkan utk kedatangan Yesus, maka sekarang kita sudah mengerti, bahwa perkataan “KITA” pada ayat disana, bukan karena adanya “Allah Tritunggal”, melainkan perkataan Allah yg ditujukan pada “para malaikat”, dimana Allah mengajak para malaikat, untuk bersama-sama membentuk manusia yg diciptakan pada ayat 27, supaya menjadi serupa dgn Allah didalam diri Yesus.

Rencana Allah pada ayat 26 inilah yg ditunggu-tunggu para malaikat selama berabad-abad, kapan Allah akan merealisasikan rencana - Nya, sehingga dgn kelahiran Yesus, maka malaikat penuh dgn suka cita, sebab apa yg mereka tunggu2 itu, telah digenabi.

Jadi Oda, jika Penulis kitab kejadian tidak menuliskan ayat 26 dan 27 dengan “terbalik” dan juga jika tidak “dibedakan” perkataan menciptakan dan menjadikan, maka kita tidak akan pernah tahu “untuk apa Allah menciptakan semesta alam dan isinya”., tetapi sekarang kita tahu .. bahwa Allah menciptakan semesta alam ini “untuk Allah sendiri”, yaitu .. Allah itu mau menjadi manusia.

Jbu
January 22, 2019, 01:32:59 PM
Reply #51
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12650
    • fossil coral cantik
@ Oda ..

Pertanyaan Oda adalah: Mengapa perkataan “menciptakan dan menjadikan” itu, menjadi sangat penting ?

Sangat penting sekali Oda, karena Allah berkata dalam Kej 1:26, bahwa manusia yg diciptakan oleh Allah itu, akan “berkuasa” atas alam raya
Saya nggak sependapat. Karena :

oda-1
Setidaknya di terjemahan bhs Indonesianya dan bhs Inggrisnya, vocab yg digunakan itu plural... [mereka/them].

oda thdp 888-1
Sementara yg saya duga, vocab [manusia] yg 888 gunakan itu di pov 888: singular.
Akibatnya saya nggak sependapat.

oda thdp 888-2.
Berangkat dari dugaan saya yg ungu, otomatis dugaan saya selanjutnya kalimat [alam raya] yg 888 gunakan itu di pov 888: seluruh isi2nya, planet-bulan-bintang dlsb termasuk bumi dgn penghuni2nya, para manusia.

oda-2
Sementara menurut versi saya: ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi, yg merah disitu tidak termasuk species manusia.
Akibatnya saya nggak sependapat.

Saya sengaja nge-cut dulu tulisan 888 pada quote atas, karena secara ilustrasi : kita berdua hidup dijaman baheula pra-keberadaan Yesus, di jaman Musa, sama sama membaca Kej 1:26.

Quote
sementara “Faktanya” adalah: Sejak manusia diciptakan hingga Yesus lahir, tidak ada seorangpun manusia yg “berkuasa” atas alam ini, kecuali Yesus.
As you can see, yg versi 888 itu "nunggu" dulu. Setelah ada observasi, makanya jadilah versi 888 yg spt duga pada kedua point diatas   :wink:.

Quote
Jadi Oda, jika Penulis kitab kejadian tidak menuliskan ayat 26 dan 27 dengan “terbalik” dan juga jika tidak “dibedakan” perkataan menciptakan dan menjadikan, maka kita tidak akan pernah tahu “untuk apa Allah menciptakan semesta alam dan isinya”., tetapi sekarang kita tahu .. bahwa Allah menciptakan semesta alam ini “untuk Allah sendiri”, yaitu .. Allah itu mau menjadi manusia.
Nyok, kita tinggalin dulu ayat diatas. Kita ke ayat ini :

Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.

Saya mau tau begimana interpretasi 888 thdp ayat diatas terkait vocab [membuat].
« Last Edit: January 22, 2019, 01:37:12 PM by odading »
January 22, 2019, 02:34:39 PM
Reply #52
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 12359
  • tidak menyimpan kepahitan
hehehe... saya nggak bilang "begitu narasinya" vbn.

Melainkan berdasarkan kalimat terbaca,
kesimpulannya : [bara dan asah interchangeable]

 Artinya bedapun, [bara dan asah interchangeable].

Allah made X = Allah created X
The point is : X ada karena Allah

Allah made all things = Allah created all things
The point is : all things ada karena Allah
Kalo kamu gak bilang narasinya seperti itu maka artinya, kalimat yang dapat terbaca olehmu dipahaminya salah.
Buktinya sudah kamu perlihatkan dalam contoh-contoh yang kamu uraikan di atas.  :D


Contoh kalimat diatas nggak pas. Yang pas :
A. mari kita cipta patung LoroBlonyo  ---> let's create
B. maka mereka membuat patung LoroBlonyo  ---> they made

interchangeable dgn kalimat sbb ini :
A. mari kita buat patung LoroBlonyo  ---> let's make
B. maka mereka mencipta patung LoroBlonyo  ---> they created

vocab [kita/mereka] = para penggagas LoroBlonyo .

The point is:
LoroBlonyo ada karena mereka.

The point is NOT :
cara kerja mereka berupa [jreng! tiba2 eksis LoroBlonyo] ---or--- [LoroBlonyo eksis lewat proses].
Pointnya bukan itu (manusia ada karena mereka), melainkan soal memahami firman Allah dalam masa penciptaan manusia mengenai tahapan-tahapan prosesnya hingga jadi-ada.

Kasih event analogisnya aja vbn.

sikon awal :
vbn = Allah.
Adam belon eksis.

vbn : let's make Adam

nah, selanjutnya vbn itu ngapain setelah berkata demikian seturut kalimat observer yg bilang : then vbn creates Adam
Ya tentu selanjutnya Allah akan melakukan penciptaan manusia sesuai dengan keinginan/kehendak Allah dalam menjadikannya.
January 22, 2019, 10:12:23 PM
Reply #53
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 559
..kita tinggalin dulu ayat diatas. Kita ke ayat ini :

Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.

Saya mau tau begimana interpretasi 888 thdp ayat diatas terkait vocab [membuat].
Maaf Oda, saya kurang memahami pertanyaan2 Oda, tetapi seperti maunya Oda, maka saya mencoba, untuk menjelaskan pertanyaan terakhir.

Begini Oda, banyak penafsir Alkitab, memahami bahwa “proses” penciptaan itu dilakukan Allah dalam 7 hari (7 hari disini bukan berarti sama dengan ukuran waktu manusia, tetapi 7 hari ini adalah menggambarkan tahapan proses penciptaan).

Nah, ada permasalahan besar yg menjadi pertanyaan besar dalam hal penciptaan tsb, yaitu: Dalam 7 hari proses penciptaan tsb, berapa kali kah sebenarnya Allah melakukan penciptaan ?

Jika kita lihat Yesaya 45:7 yg berbunyi .. “menjadikan” terang dan “menciptakan” gelab, serta kejadian 1:27 .. maka Allah “menciptakan” manusia itu .., maka dapat kita ketahui, bahwa selama “7 hari proses penciptaan”, ternyata Allah cuma  2 kali melakukan “penciptaan” langsung, yaitu: menciptakan gelab dan manusia.

Nah, dari penciptaan “gelab” tersebut, maka berproses melahirkan terang dan seluruh alam semesta, kecuali “manusia”. Proses inilah yg dikenal dengan “teori evolusi”, dimana semua proses tersebut, dijelaskan Alkitab dalam tahapan2 pada kitab kejadian. (Evolusi Fisik).

Kemudian, penciptaan kedua yg dilakukan oleh Allah, adalah penciptaan “manusia”, dimana sejak manusia diciptakan, hingga lahirnya Yesus dan sampai akhir jaman, manusia yg diciptakan “secara terpisah” dari penciptaan awal (gelab), secara fisik tidak mengalami evolusi, tetapi kebalikan dari penciptaan gelab, maka manusia mengalami “evolusi rohani”.

Nah, kembali ke pertanyaan Oda ..maka Allah melihat semua yg “dijadikannya itu ==> bukan yg diciptakan” baik adanya, memberikan pengertian, bahwa “proses evolusi” dari penciptaan pertama atau awal, yaitu “gelab”, ternyata semua berjalan sesuai rencana dan kehendak Allah, itulah sebabnya dikatakan di kejadian itu.. Allah “melihat” bahwa semua yg “DIJADIKAN - Nya” itu baik adanya, sehingga pada hari ke-7, maka Allah berhenti dari seluruh proses “pekerjaan” yg telah “DIBUAT - Nya”.==> itulah sebabnya dituliskan perkataan “dibuat” dan bukan perkataan “diciptakan” pada ayat tersebut.

Nah, perkataan “menciptakan” hanya digunakan pada perkataan “penciptaan gelab/bumi” dan “penciptaan manusia”, dan untuk kalimat2 lainnya, dituliskan dengan perkataan “menjadikan”.


Jbu
« Last Edit: January 22, 2019, 10:17:56 PM by Pencerah888 »
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)