Author Topic: RATU SURGA BERSUKACITALAH ALLELUIA!  (Read 3507 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

March 02, 2019, 06:19:47 AM
Reply #60
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 713
  • Denominasi: Protestan
Kalau kamu sadar kamu ada karena Dia maka hendaknya kamu jg taat kepadanya, taat akan pengajaran para penerusnya. Bukan datang dengan kesombongan diri merasa penuh firman dan menolak ajaran yg diterima selama ribuan tahun secara turun temurun. Selama Ribuan tahun para bapa gereja, umat gereja menyembah TUHAN YESUS dan memuliakan Bunda-Nya. Tidak pernah mereka mau menyakiti hati Yesus dengan menghinakan bunda-Nya dengan memandang remeh pelayanan Bunda-Nya. Dan mereka selalu meng AMIN-i pesan dan wasiat Kristus sebelum Dia wafat: INILAH IBUMU!!! 
Saya berdoa kepada TUHAN dan juga memohon orang lain mendoakan saya TERMASUK MEMOHON BUNDA YG OLEH YESUS DIBERIKAN KEPADA SAYA YG SEKARANG SUDAH BERADA DI SORGA. Saya memohon DOA dari Bunda saya yg di sorga.

TUHAN saya yang berhak pantas atau tidaknya, bukan manusia yg juga sama berdosanya dengan saya

Berdoa kepada maria itu dasar ayatnya mana ?
Ecclesia Semper Reformanda Est
March 02, 2019, 06:20:28 AM
Reply #61
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 713
  • Denominasi: Protestan
Ratu Surga hanyalah penyembahan berhala menurut Alkitab !
Ecclesia Semper Reformanda Est
March 17, 2019, 10:12:01 PM
Reply #62
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4062
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Kalau anda minta saya tunjukkan ayat, maka saya pun bisa minta pada anda ayat dasar iman anda bahwa Kitab Suci adalah pegangan satu-satunya dalam iman! Perlu anda ketahui iman Katolik tidak hanya berdasarkan kepada apa yg tertulis dalam Kitab suci. Iman Katolik pun bersandar kepada Magisterium dan tradisi kudus ( Injil adalah hasil dari tradisi kudus yg dibukukan). Meskipun tidak tertulis spesifik Maria disebut Ratu surga namun beberapa ayat yg saya tulis di depan (MAKANYA DIBACAAAAA...) menunjukkan bahwa Maria layak disebut sebagai ratu surga sebagaimana yg diajarkan dalam Gereja Katolik. Dibawah ini adalah dasar2 dari ajaran Maria adalah Ratu Surga, berdasarkan Kitab Suci, tradisi kudus dan Magisterium.

Dasar Kitab Suci


    Why 12:1: Seorang perempuan berselubungkan matahari dan bermahkotakan dua belas bintang.
    1 Raj 2:19: Raja Salomo memberikan tempat kepada Batsyeba, ibu-Nya, di sebelah kanannya; demikian pula Kristus, kepada Bunda-Nya.
    Neh 2:6: Bunda Sang Raja sebagai Ratu, duduk di sisi Raja.
    Mzm 45:10: Permaisuri berpakaian emas dari Ofir berdiri di sebelah kanan Sang Raja- [yang adalah Kristus]
    2 Tim 4:7-8: Rasul Paulus mengatakan bahwa baginya telah tersedia mahkota kebenaran, karena telah memelihara iman.
    Yak 1:12: Mereka yang bertahan sampai kesudahannya akan menerima mahkota kehidupan.
    1 Pet 5:4: Gembala Agung akan memberikan kamu mahkota yang tidak dapat layu.
    Why 2:10: Yesus akan memberikan mahkota kehidupan kepada umat beriman.
    Keb 5:16: Orang- orang benar akan menerima mahkota yang indah dari tangan Allah.

Dasar Tradisi kudus


    St. Athanasius (296-373): “Jika Sang Anak adalah Raja, maka ibu yang melahirkan-Nya adalah layak dan sungguh pantas disebut sebagai Ratu dan yang berkuasa.” (seperti dikutip oleh St. Alfonsus Liguori, dalam The Glories of Mary, ch. 1.i)
    St. Ephraim (306-373 AD): “Wanita Mulia dan Surgawi, Majikan, Ratu, lindungi dan jagalah saya di bawah sayapmu, supaya jangan Setan, penabur kehancuran, berkuasa atasku, supaya jangan musuh jahatku berjaya atasku.” (Diterjemahkan dari St. Ephraim, Oratio ad Ssmam Dei Matrem; Opera omnia, Ed. Assemani, t. III (graece), Romae, 1747, p. 546.)
    St. Andreas dari Krete (abad ke 7): “Bunda-Nya yang tetap perawan yang dari rahimnya, Tuhan mengambil rupa manusia, kini dipindahkan oleh-Nya dari tempat tinggalnya di dunia menjadi Ratu umat manusia.” (St. Andrew of Crete, Homily 2 on the Dormition of the Blessed Mother of God, PG 97,1079b, dikutip oleh Paus Pius XII dalam Ad Caeli Reginam.) Selanjutnya ia berkata, “Ratu dari segenap umat manusia, setia terhadap arti dari namanya itu, yang ditinggikan di atas segalanya, walau tidak menjadi di atas Tuhan sendiri.” (Homily 3 on the Dormition, Ibid.)
    St. Bernardinus dari Siena (1380-1444): “Ketika Maria setuju untuk menjadi Bunda dari Sabda Ilahi, maka oleh persetujuannya ia memperoleh gelar Ratu bagi dunia dan semua ciptaan.” (seperti dikutip oleh St. Alfonsus Liguori, dalam The Glories of Mary, ch. 1.i)
    St. Louis de Montfort (1673-1716): “Tuhan menjadikan Maria ratu surga dan bumi; pemimpin pasukan-Nya …. pembagi rahmat-Nya, pekerja mukjizat-mukjizat-Nya, penghancur musuh-Nya dan penolong yang setia di dalam pekerjaan- pekerjaan-Nya dan kemenangan-Nya.”…. “Betapa tepatnya, ketika St. Albertus Agung menghubungkan sejarah Ratu Ester dari Kitab Ester sebagai gambaran Ratu Maria kita!…. Ia [Ester] berdiri di hadapan Raja Ahasuerus dan memohon bagi bangsanya: “Jika engkau berkenan kepadaku, O Raja, kabulkanlah permohonanku demi bangsaku.” Lalu, karena kasihnya kepada Ester, Ahasuerus mengabulkan permohonannya dan mendekritkan keselamatan bagi bangsa Yahudi. Maka, bagaimana Tuhan dapat menolak Bunda Maria, yang dikasihi-Nya dengan limpah, ketika ia memohon bagi bangsanya, yaitu para pendosa yang mempercayakan diri mereka kepadanya?” (St. Alfonsus Liguori, The Glories of Mary, ed. Msgr Charles Dollen, (New York: Alba house, 1988) p. 4-5)
lanjut dibawah...
Kalau tradisi bertentangan dengan Kitab Suci yang mana yg anda pegang ?
@Sotardugur Parreva nimbrung, ya?

Menurut pendapatku, tradisi sangat mungkin bertentangan dengan Kitab Suci. Tetapi Tradisi Suci yang sering juga disebut Tradisi Gereja, mustahil bertentangan dengan Kitab Suci, karena Tradisi Suci, Kitab Suci, dan Magisterium adalah landasan hidup menggereja. Ketiganya bersinergi melayani Sabda Tuhan.

Salam damai.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
March 17, 2019, 10:35:30 PM
Reply #63
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4062
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
@Sotardugur Parreva nimbrung, ya?
Kalau kamu sadar kamu ada karena Dia maka hendaknya kamu jg taat kepadanya, taat akan pengajaran para penerusnya. Bukan datang dengan kesombongan diri merasa penuh firman dan menolak ajaran yg diterima selama ribuan tahun secara turun temurun. Selama Ribuan tahun para bapa gereja, umat gereja menyembah TUHAN YESUS dan memuliakan Bunda-Nya. Tidak pernah mereka mau menyakiti hati Yesus dengan menghinakan bunda-Nya dengan memandang remeh pelayanan Bunda-Nya. Dan mereka selalu meng AMIN-i pesan dan wasiat Kristus sebelum Dia wafat: INILAH IBUMU!!! 
Saya berdoa kepada TUHAN dan juga memohon orang lain mendoakan saya TERMASUK MEMOHON BUNDA YG OLEH YESUS DIBERIKAN KEPADA SAYA YG SEKARANG SUDAH BERADA DI SORGA. Saya memohon DOA dari Bunda saya yg di sorga.

TUHAN saya yang berhak pantas atau tidaknya, bukan manusia yg juga sama berdosanya dengan saya
Berdoa kepada maria itu dasar ayatnya mana ?
Menurut pendapatku, ada hal yang berbeda yang dimaksud oleh @CLAY, dan yang @alamak maksudkan. @CLAY menulis; Saya memohon DOA dari Bunda saya yg di sorga, sementara @alamak menulis Berdoa kepada maria. Itu dua hal yang berbeda, memohon doa dan berdoa kepada.
Selain itu, @CLAY sudah menulis di Reply#50 bahwa @CLAY menganut kepercayaan yang berlandaskan bukan hanya kepada Alkitab saja, artinya, kepercayaannya tidak selalu punya ayat yang gamblang dalam Alkitab, namun dipastikan tidak bertentangan karena landasan kepercayaan @CLAY saling bersinergi melayani Sabda Allah.

Salam damai.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
March 17, 2019, 10:52:38 PM
Reply #64
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 4062
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Ratu Sorga hanyalah penyembahan berhala menurut Alkitab !
Kucari "Ratu Sorga"di https://www.jesoes.com/index.php?hal=cari&kata=Ratu+Sorga&bagian=3&bahasa=1&submit=+CARI+ disajikan ratu sorga pada Yer 7:18, Yer 44:17-19, dan Yer 44:25, bukan Ratu Sorga. Dan, itu tercatat di kitab para nabi, yang bersama Hukum Taurat dinyatakan oleh Yesus Kristus berlaku sampai zaman Yohanes. Kupikir, istilah di kitab Yeremia itu tidak terkait dengan Maria ibu Yesus Kristus.

Salam damai.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)