Author Topic: MESIAS atau Gereja Katolik di Matius 16:18?  (Read 6830 times)

0 Members and 1 Guest are viewing this topic.

March 18, 2019, 07:54:22 AM
Reply #230
  • FK - Hero
  • *****
  • Posts: 3548
  • Gender: Male
  • Denominasi: Bukan Denominasi
Kejeblokan @jamu tidak dapat menangkap bahwa kunci Kerajaan Sorga yang diberikan Yesus Kristus kepada Petrus itu bukan terbatas pada pembukaan penginjilan, ya? Walau Yesus Kristus menyatakan fungsi kunci Kerajaan Sorga itu adalah untuk mengikat dan melepas, tetapi @jamu protes bahwa arti kunci Kerajaan Sorga adalah pembukaan penginjilan kepada bangsa lain. Ruarr biasyah... 

Memang keblo'onan @jamu sangat menonjol.
Yesus Kristus menyatakan menyertai rasul senantiasa sampai kepada akhir zaman, namun @jamu nggak menangkap, @jamu artikan bahwa penyertaan Yesus Kristus kepada rasul sudah berhenti, wahyu Yesus Kristus sudah berhenti.
Ruarr biasyah...
Siapa pula yang sanggup menghentikan pewahyukan Yesus Kristus yang dikatakanNya bahwa rasul akan senantiasa disertai sampai kepada akhir zaman? Atau, @jamu menangkap bahwa penyertaan Yesus Kristus kepada rasul itu hanya penyertaan tanpa mewahyukan? Coba @jamu renungkan perlahan-lahan, dan semoga kejeblokan @jamu tidak mencuat.
Kunci keselamatan didalam Kerajaan Allah  hanya oleh iman dan iman datangnya dari pendengaran akan Firman dan Amanat Agung Tuhan Yesus adalah Pemberitaan Firman.

Mengganti kuci dengan mengkultuskan manusia secara overdosis hanya ajaran yg menyesatkan saja.
@jamu hendak menggeser topik pembicaraan dari Kunci Kerajaan Sorga menjadi Kunci Keelamatan? Nalar jamu masih ada, bukan? Jika pembicaraan sedang membicarakan Kunci Kerajaan Sorga, tiba-tiba @jamu maknai sebagai Kunci Keselamatan, itu sama dengan Jaka Sembung naik ojek.

Terus, @jamu memperlebar nggak karu-karuan ke pengkultusan manusia secara overdosis. Dari mana pula hubungannya ke pengkultusan manusia secara overdosis? @jamu jangan mengira segala sesuatu adalah jamu yang dapat dioplos seenak perutmu. Jadilah @jamu pendiskusi yang cerdas. Jangan menduduki otakmu di bokong.

Salam damai.
Rawat empat konsensus nasional, Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika
Kita Bhinneka kita Indonesia
Kita berhikmat bangsa bermartabat
 


[X]
Shalom! Selamat datang di Komunitas Kristen Online!

Nampaknya anda belum login. Klik disini untuk login

Belum menjadi member? Klik disini untuk DAFTAR GRATIS (cuma 1 menit)